
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Sore hari sudah berlalu, hari sudah memasuki malam. Reyhan dan Jian Heeng masih saling beradu pedang mereka. Pertarungan mereka berdua sungguh tak main-main. Jian Heeng terus mengayunkan pedangnya secara bruntal, dan Reyhan menangkisnya dengan mudah. Jian Heeng semakin kesal karena melihat Reyhan begitu santai menanggapi serangannya.
Reyhan mengayunkan pedang di tangan kanannya ke arah Jian Heeng, dan mengenainnya dadanya. Tapi Jian Heeng segera menggunakan regenerasinya untuk memulihkan lukanya. Ia melompat ke belakang, dan mengeluarkan Api hitamnya dan melepasnya ke arah Reyhan.
Reyhan melompat tinggi menghindari serangan Api hitam itu. Ia turun kembali, setelah mendaratkan kakinya di tanah, ia berlari dengan cepat, lalu ia melompat ke arah Jian Heeng. Kedua pedangnya mengeluarkan Apinya.
Jian Heeng berusaha menangkisnya dengan pedangnya.
DUAR !!
Tapi, serangannya terlalu kuat. Saat Jian Heeng menangkis serangan Reyhan, terjadi ledakan, dan membuat tubuhnya terpentah dan terdorong kuat jauh ke belakang. Ia berguling-guling saat tubuhnya telah memyentuh tanah. Dengan perlahan, Jian Heeng berlutut, ia kembali menggunakan regenerasinya untuk memulihkan lukanya lagi.
"Aku tak boleh kalah darinya, aku harus membunuh seseorang untuk memenuhi hasrat dan meningkatkan kekuatanku." guman Jian Heeng sambil manatap tajam ke arah Reyhan yang tengah berdiri dengan wajah tenangnya.
Jian Heeng berdiri, lalu ia berlari, dan melompat. Ia mengayunkan pedang dan menyerang ke arah Reyhan.
.
.
Tiang !!
Lagi-lagi berhasil ditangkis, Reyhan langsung melayangkan kakinya dan menedang kuat ke tubuh Jian Heeng hingga terdorong lagi dan terjatuh ke tanah. Reyhan meloncat cepat dan melayangkan kedua pedang Apinya ke Jian Heeng yang sedang bangun dari jatuhnya.
DUAR !!
.
.
Jian Heeng berhasil menghindarinya dengan menggulingkan tubuhnya dan sedikit menjauh. Reyhan yang sadar akan hal itu, dengan melangkahkan kedua kakinya dengan cepat ke Jian Heeng dang langsung menendang kuat ke tubuh Jian Heeng dengan keras.
BUGH !!
.
.
Tubuh Jian Heeng terdorong kuat lagi hingga jauh dari tempatnya. Jian Heeng semakin tak bisa menahan hasratnya ia ingin sekali membunuh 1 orang saja untuk memenuhi hasratnya. Kesadarannya semakin tidak terkontrol baik. Sesekali pandangannya buram. Tubuhnya terasa diambil alih.
__ADS_1
Disisi Lain, semua orang terkejut melihat perubahan pada Reyhan yang semakin kuat. Semua terpaku melihat kehebatan Reyhan yang sekarang, sungguh beda dari sebelumnya. Jika dilihat-lihat, terlukis tenang di wajah Reyhan. Disisi Raja Wan, ia makin tidak percaya, ternyata Putra pertamanya memiliki sihir Api.
"Aku baru mengetahui Putraku Rey Hann, ternyata memiliki sihir Api." ucap Raja Wan.
"Sebenarnya dia juga memiliki Api biru, yang Mulia Raja Wan." balas Xiu Juan.
"Benarkah ?" sahut Raja Wan.
"Benar, namun untuk yang ini, dia terlihat berbeda." jawab Xiu Juan.
"Dia seperti mendapat kekuatan baru." ucap Putri Mahkota Lin Wei, dan semua lainnya setuju dengan ucapannya.
Semua orang melihat pertarungan Reyhan dengan Jian Heeng dari kejauhan.
Reyhan berdiri dengan memegang kedua pedangnya dan wajahnya terlihat tenang. Jian Heeng masih berusaha mengontrol kesadarannya agar tidak diambil alasan alih oleh kekuatannya.
Reyhan kembali berlari cepat dan melompat sambil mengayunkan lagi kedua pedangnya. Jian Heeng berlari menghindarinya. Serangan Reyhan berhasil dihindari. Reyhan terbelalak saat melihat Jian Heeng berlari ke ke rombongan Raja Wan dan Raja Xie setelah menghindari serangannya.
Semua orang terkejut tak main melihat Jian Heeng berlari mendekati mereka. Dengan cepat para pengawal bergerak dan berdiri berbaris di depan melindungi Raja Wan, Raja Xie, dan Putra-Putri mereka. Reyhan pun segera mengejar Jian Heeng. Dengan kekuatan barunya, terlihat jelas ia lebih cepat dari Jian Heeng.
.
.
Keburu Jian Heeng berhasil memusukkan pedangnya ke salah satu pengawal. Reyhan terlambat sampai duluan, dengan marah ia langsung memukul Jian Heeng ke udara.
BUGH !!
Reyhan lompat ke arah Jian Heeng yang terpental ke atas akibat pukulannya. Reyhan langsung menendang kuat tubuh Jian Heeng hingga menjauh dari tempat Raja Wan, Raja Xie, dan rombongannya.
Setelah mendaratkan kakinya, Reyhan kembali berlari ke Jian Heeng sambil melancarkan semburan Api yang keluar dari telapak tangannya dan mengarahkannya ke target.
Jian Heeng berusaha menghindar agar tidak terkena serangan seburan Api milik Reyhan.
Reyhan terus berlari mendekati Jian Heeng. Saat sudah mendekat, kaki kanan Reyhan terlihat Api-Api yang menyala, ia ingin menendang lawannya. Jian Heeng sadar ia langsung menyerang Reyhan dengan sihir Api hitamnya sebelum ia terkena serangan.
Reyhan yang tak bisa menghindar karena langkah kakinya, ia terkena serangan bola Api hitam Jian Heeng.
DUAR !!
Terjadilah sebuah ledakan, Reyhan terdorong kebelakang, ia segera menstabilkan tubuhnya agar ia tidak terjatuh ke tanah. Setelah mendaratkan kakinya, dengan 1 dorongan kuat dari kakinya yang menyentuh tanah, Reyhan kembali melompat cepat ke arah Jian Heeng.
__ADS_1
Disisi Jian Heeng, kesadarannya telah stabil setelah membunuh salah satu pengawal Raja Wan. Ia menggenggam pedangnya, dan meloncat cepat ke arah Reyhan yang sedang datang ke arahnya. Jian Heeng dan Reyhan saling beradu pedang lagi. Jian Heeng melompat mundur dan mengeluarkan bola Api hitamnya dan melepaskan ke arah Reyhan.
Sebaliknya, Reyhan pun juga mengeluarkan bola Apinya ke arah Api Hitam yang datang ke arahnya.
Terjadilah sebuah ledakan besar di tempat itu.
.
.
.
Dari kejauhan, semua orang membeku melihat pertarungan saudara yang begitu hebat dilihat. Seakan mereka seperti melihat bencana alam.
"Pertarungan mereka berdua sangat mengerikan." ucap salah satu pengawal.
"Benar." jawab pengawal lain dan pengawal lainnya ikut setuju.
Raja Xie dan Putra Mahkota To Mu hanya bisa membeku di tempat. Raja Wan dan ke-4 Putrinya juga sama terdiam, di dalam pikiran mereka seakan tak percaya melihat pertarungan saudara yang mengerikan.
"Kak Rey...," guman Xiu Juan melihat Reyhan bertarung dari kejauhan.
"Sebaiknya kita menjauh dari tempat ini ?" kata Raja Wan.
"Tidak !!" jawab Xiu Juan.
"Aku tidak ingin meninggalkan Kak Reyhan." lanjutnya.
"Adik, apa yang dikatakan yang mulia Raja Wan ada benarnya. Ini demi keselamatan kita." jawab Putra Mahkota To Mu.
"Benar Putriku, jika kita berada disini, justru akan membebankan Rey Hann, karena ia jiga harus melindungi kita." ucap Raja Xie.
Tidak menunggu jawaban Putra Mahkota To Mu langsung memukul titik saraf Xiu Juan agar pingsan, lalu ia langsung menggendongnya.
Raja Wan dan Raja Xie segera membawa Putra-Putri dan mereka menjauh bersama para pengawalnya yang masih hidup dari wilayah terbuka berbahaya akibat ulah pertarungan Reyhan dengan Jian Heeng.
Mereka semua segera masuk ke dalam hutan, dan bersembunyi. Mereka memilih menunggu pertarungan Reyhan dan Jian Heeng hingga selesai, karena jika mereka membantu Reyhan, justru itu membuatnya terbebani.
Dari dalam hutan pun mereka masih bisa melihat pertarungan hebat antara Reyhan dengan Jian Heeng. Jian Heeng memulai mengeluarkan aura-aura api hitam disekitar tubuhnya, dan kedua matanya menghitam semua. Sedangkan Reyhan, kedua pedangnya menyala.
__ADS_1