Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 117 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


"Yang Mulia, mohon ampun atas kelancangan hamba. Hamba terpaksa melakukan ini, karena hamba ingin menyampaikan bahwa kehancuran Kekaisaran ini sudah dekat."


Seketika sang Kaisar terbelalak mendengar ucapan peramal yang pernah ia temui itu. Tak hanya dirinya, tapi para mentri pun juga sama-sama terkejut tak main.


"Kau berani mengatakan itu kepada Yang Mulia."


"Apa kau mengutuk Kekaisaran ini ?!"


Dari semua mentri, hanya 2 mentri yang marah kepada peramal itu. Sedangkan yang lainnya diam, tapi dalam diamnya mereka juga sama, tak terima apa yang diucapkan "Kehancuran Kekaisaran ?"


"Sungguh, hamba tidak bermaksud seperti yang diucapkan kalian berdua tuan." kata si peramal ketakutan.


"Lalu ?" sahut para mentri, dan Kaisar Eldezer hanya diam menatap tajam, ia juga mempertajamkan pendengarannya.


Peramal itu mulai menceritakan apa yang ia lihat dalam mimpi tidurnya. Dalam mimpinya Ia melihat seseorang Raja yang pernah ia ceritakan sebelum yang ia ceritakan sesuatu ramalannya.


Seorang Raja terkuat itu menghancurkan Kekaisaran Carrole. Peramal itu menjelaskan lagi, jika ingin kekaisaran selamat, sang Kaisar harus mengembalikan wanita yang telah ia culik, karena wanita itu adalah istrinya.


Ya, istri Raja terkuat itu adalah Permaisuri Xiu Juan. Xiu Juan diculik Kaisar Eldezer karena memiliki wajah yang sama dengan Putrinya.


Meski Xiu Juan memiliki wajah yang mirip dengan Putri Mahkota Anathasya, tapi tetap saja, Xiu Juan berasal dari dunia lain, tepatnya dunia paralel. Dunia yang dimana dunia itu sama seperti cerminan dunia yang ia tinggalinya.


"Sampai kapanpun, dia adalah putriku !! Aku akan mengubah ramalanmu !!"


Ucap Kaisar Eldezer geram setelah mendengar penjelasan sang peramal.


"Tapi Yang Mulia, Kekaisaran ini akan hancur." ucap sang peramal.


"Kau mengatakan Kekaisaran ini hancur ? Jadi kapan itu akan terjadi ?" tanya salah satu perdana mentri.


"Hamba tidak bisa memastikan, bisa saja nanti, besok, dan seterusnya."


Semua terdiam. Eldezer mengehela nafasnya. "Sebelum itu terjadi, kita bisa mencegahnya terlebih dahulu." ucap salah perdana mentri.

__ADS_1


"Caranya ?" tanya Kaisar.


"Kita meningkatkan pertahanan, dan meningkatkan kemampuan pasukan kita. Tapi hamba terpikir, kita bisa membunuh Raja itu terlebih dahulu sebelum dia menyerang Kekaisaran ini." jawab mentrinya.


"Tapi untuk kata-katamu tadi, untuk membunuh Raja itu, apa dia sudah di dunia ini, sedangkan untuk menyebrangi antar 2 dunia, kita harus menggunakan penggabungan sihir cahaya dan sihir gelap. Bukankah untuk itu sulit, bahkan Yang Mulia menggunakan batu merah darah untuk mencuci otak musuhnya agar bisa memanfaatkan sihir gelap miliknya." kata mentri2.


"Sebelum itu terjadi, kita bisa tingkatkan pertahanan dan kemampuan pasukan kita. Jika dunia ini sama sengan dunia lain sana, mungkin pemilik sihir cahaya adalah orang yang bisa diajak kerja sama, seperti di dunia kita. Kita bisa menebak, untuk pemilik sihir gelap, apakah bisa diajak kerja sama ? Kecuali dia punya batu merah darah seperti di dunia ini, dia bisa mencuci otak pemilik sihir gelap." kata mentri3.


"Pasti dia tak memiliki waktu banyak agar bisa untuk menyatukan sihir Gelap dan Sihir Cahaya. Disini kita bisa memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kemampuan pasukan dan pertahanan Kakaisaran ini." ucap mentri1.


Semua mentri lainnya yang mendengar percakapan 3 orang perdana mentri, mengangguk-angguk kepalanya seakan sepemikiran dengan mereka bertiga.


Kaisar Eldezer tersenyum. Yang terpenting Xiu Juan tetap berada menjadi Putrinya dan menikahkannha dengan Putra angkatnya. Dia sudah mengirim surat menggunakan burung elangnya, dan tinggal menunggu Putra angkatnya pulang kek Kekaisarannya.


Disisi Peramal, ia hanya mengehela nafasnya. Ia tak menyangka semua tindakan sang Kaisarnya tidak mempedulikan ramalan masa depan Kekaisarannya. Ia pun perpamitan untuk pergi dari ruangan itu.


Peramal itu memilih pergi, dan berencana untuk pergi dari Kekaisaran Carrole, karena ia masih menyayangkan nyawanya, dari pada ikut hancur di dalam Kekaisaran Carrole.


.


.


.


.


Disisi Lain.


Dalam ruangan kamar, seorang gadis baru saja membuka kedua matanya. Xiu Juan bangun dari pingsannya. Ia melihat sekelilingnya. Ia pun duduk sambil memegang kepalanya, untuk mengingat kejadian terakhir yang ia alami.


Xiu Juan pun teringat, ia marah karena sudah ada yang berani membuat dirinya pingsan. Ingin rasanya menghancurkan istana yang ia tempati ini. Tapi mau gimana lagi, tempat yang ada di Kediamannya terpasang pagar sihir.


Xiu Juan hanya bisa diam. Ia berharap ada keberutungan datang menghampirinya. Dan berharap lagi jika suaminya datang menolongnya dan membawanya kembali pulang ke tempat asalnya. Ia juga merindukan ketiga anaknya.


Tiba-tiba perutnya terasa lapar. Dan kebetulan di dekat ranjang tidurnya ada makanan yang sudah disediakan di meja kayu. Ia pun mengambil dan memakannya, tak peduli makanan itu enak atau tidak, yang terpenting perutnya sudah tidak lapar dan bisa mengisi staminanya untuk ia pergi melarikan diri.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Wilayah Kekaisaran Amore.


Reyhan tengah bertarung dengan seorang gadis yang tiba-tiba datang menyerangnya. Tak butuh lama, gadis itu sudah kelelahan. Reyhan akui diawal-awal pertarungannya, gadis itu sangat hebat.


Reyhan menguji keahlian teknik pedang gadis itu. Setelah selesai, tanpa basa basi Reyhan menggunakan sihir Api merahnya dan membuat ledakan hingga lawannya terpental, hingga punggungnya menghantam batu besar. Bahkan sampai gadis itu batuk darah.


Si KadaL yang melihat dalam persembunyiannya, hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat kehebatan sang Raja itu bisa mempermainkan seorang gadis tanpa segan.


Reyhan berjalan mendekati gadis itu. Ia sudah berdiri menatap gadis itu yang sudah berlutut. Ia mengarahkan pedangnya. "Menyerahlah, aku tak segan-segan membunuhmu."


"Jika kau membunuhku, kau akan mendapat masalah, Kekaisaran ini akan menerormu dan menghancurkanmu karena melihat mayatku yang sudah kau bunuh"


Mendengar kata-kata si gadis itu, Reyhan tertawa kecil. "Itu mudah, aku tinggal menghilangkan jejak kematianmu."


Gadis itu tersenyum sinis. "Bagaimana caranya ? Kau takkan bisa melakukan itu, karena disini tak mudah menyembunyikan mayatku."


"Apa disini ada laut ?" tanya Reyhan, ia teringat karena sebelumnya saat ia terbang, ia sekilas melihat laut di jarak yang sangat jauh dari tempatnya.


"Apa hubungannya dengan laut ?" tanya gadis itu heran.


"Jawab Ya atau Tidak." sahut Reyhan dingin.


"Ya, disini ada laut, apa kau tak tau hanya di Kekaisaran Amore ini adalah Kekaisaran yang dekat dengan laut." jawabnya.


Reyhan membungkuk badannya mendekati gadis itu. Ia menatapnya dengan tajam dan tersenyum. "Bagus kalau begitu, jadi Aku tinggal membuatmu pingsan sekarang, dan aku pergi terbang sambil membawa tubuhmu, lalu kupotong tubuhmu kecil-kecil dan membuangnya di tengah laut agar dagingmu dimakan hewan laut disana, sepertinya itu sangat menyenangkan." kata Reyhan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Gadis itu menelan salivanya. Karena ia baru mendengar kata-kata hal yang gila dan mengerikan dari seseorang yang baru ia temuinya ini.


Tak hanya dia, di dalam sembunyiannya, si KadaL tubuhnya bergetar tak karuan setelah mendengar kata-kata mengerikan yang dilontarkan sang Raja Wan. Ia teringat kembali saat dimana dirinya disiksa oleh Reyhan di ruang bawah tanah.


__ADS_2