
_______________________________________
Semua terkejut melihat sosok laki-laki berjubah merah dan berambut pirang keemasan yang baru saja muncul di ruangan aula. Di semua orang yang masih berkumpul di ruangan itu, Putri-Putri dari keluarga Kerajaan dan Bangsawan terpesona melihat sosok tampan laki-laki itu.
Tatapan laki-laki itu tertuju ke wanita yang ia rindukan. Ia berlahan berjalan mendekatinya. Xiu Juan tak bisa menahan rasa bahagianya ketika detik-detik ia dipaksa menikah oleh laki-laki asing dari dunia lain, ternyata laki-laki yang ia harapkan datang di waktu yang tepat.
Disisi Kaisar Eldezer, ia menyudahi rasa kejutnya saat melihat laki-laki asing baginya datang mendekati Xiu Juan. Ia segera memberi perintah.
"Jangan biarkan laki-laki asing itu mendekati Putriku !!"
Para pengawal langsung menjaga ketat Xiu Juan. Disisi Xiu Juan ia hanya bisa diam tak melawan, mau melawan pun percuma karena ikatan tali sihir yang mengikat kedua tangannya.
Laki-laki itu berhenti, ia membalikan tubuhnya dan kedua mata merahnya menatap tajam ke arah Eldezer. "Apa hakmu melarangku mendekati istriku ?"
Semua orang di aula terkejut, mendengar pengakuan laki-laki yang mengakui Xiu Juan adalah istrinya. Disisi Eldezer dan Elios pun tak kalah kejutnya. Ya, mereka tau kalau wanita yang mirip dengan Anathasya adalah wanita dari wanita yang sudah menikah dan berasal dari dunia lain.
Permaisuri Caroline hanya bisa diam melihat suami dan Putra angkatnya yang masih keras kepala mempertahankan Xiu Juan. Di dalam hatinya ia berdo'a semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Tak mendapat jawaban dari Eldezer, ia kembali mendekati Xiu Juan yang dikelilingi 10 pengawal penjaga. Ya, laki-laki itu adalah Reyhan, Raja Wan, suami Xiu Juan. Ia yang telah berhasil menyebrangi antar 2 dunia menggunakan kekuatannya.
Reyhan telah tiba tepat waktu, ia datang langsung membuat ledakan-ledakan besar di Kota wilayah Kekaisaran Carrole. Karena sebelumnya ia telah sampai di kota Kekaisaran Carrole. Ia bersama KadaL berjalan di kota Kekaisaran itu.
Tak sengaja mereka mendengar pembicaraan penduduk kota tentang pernikahan Putra Mahkota Elios dengan Putri Mahkota Anathasya. Reyhan menjadi marah, KadaL yang menyadarinya, dan tak ingin menjadi korban pelampiasan, ia segera memberitahukan lokasi aula Kekaisaran Carrole yang biasanya digunakan acara-acara besar, termasuk acara pernikahan.
Reyhan langsung terbang dan meninggalkan KadaL begitu saja, ia tak peduli si KadaL mau melarikan diri atau tidak, yang terpenting ia harus menghentikan pernikahan itu.
Ketika ia datang dan benar saja, ia datang. Reyhan datang tepat waktu dan melihat istrinya akan nikahkan paksa oleh orang lain.
.
.
.
Elios yang tak ingin wanitanya dibawa pulang kembali oleh suaminya, ia langsung memerintahkan semua pengawal di ruangan itu. Para pengawal dari segala arah maju dengan senjata mereka untuk menyerang Reyhan yang sudah berjalan mendekati Xiu Juan.
Reyhan berhenti, ia melihat ke sekelilingnya banyak pengawal datang mendekatinya, ia tersenyum menyeringai, sepertinya ia akan mendapat banyak mainan baru.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.....
Sementara Disisi Lain.
Kota Kekaisaran Carrole.
Terlihat Seorang laki-laki berpakaian hitam, tengah berlari menuju aula yang ia dengar tempat acara pernikahan Putra Mahkota Elios dan Putri Mahkota Anathasya.
Ya, dia tau siapa yang dianggap Putri Anathasya, yang tak lain Xiu Juan, seorang Permaisuri dari sang Raja yang beru saja meninggalkannya begitu saja. Ia berencana berlari menjauh dari wilayah Kekaisaran.
Chris , tepatnya si KadaL, nama panggialn dari Reyhan. Chris harus segera pergi keluar dari wilayah Kekaisaran Carrole, ia tak mau menjadi korban amarah dari seorang Raja dari dunia lain.
Tak hanya dirinya, semua penduduk juga berlarian panik karena wilayah kota dekat istana terkena ledakan. Chris sudah menduga, ledakan itu ulah sang Raja Kerajaan Wan.
"Chis !!"
Saat ia tengah berlari tiba-tiba ia mendengar seseorang yang memanggilnya. Ia menoleh dan melihat Orang itu berlari mendekatinya.
"Kau telah kembali, kukira kau akan terjebak di dunia yang kita sebrangi ?"
Shura adalah rekannya, tepatnya saat dia dan Salmin yang mendapat tugas untuk menculik dan membawa Xiu Juan atas perintah Kaisar Eldezer. Shura lah yang berhasil kabur dan membawa Xiu Juan, sedangkan Chris, seperti yang kita ketahui dari awal, dia gagal untuk melarikan diri.
"Kenapa ?" sahut Shura bertanya.
"Ya, kita secepatnya harus pergi dari Kekaisaran ini, apa kau mendengar ledakan-ledakan besar tadi ?"
"Ya, aku mendengarnya, ledakannya cukup besar meski jaraknya jauh, tapi sangat jelas mendengarnya. Aku menduga akan terjadi penyerangan dari musuh, tapi setahuku Kekaisaran kita tak memiliki musuh."
"Tentu kita punya, dan baru-baru ini Yang Mulia Kaisar kita telah mencari masalah dengan seorang Raja, bahkan kita juga ikut terlibat." jawab Chris, dan Shura mengerut dahinya.
"Siapa ? Kalau seorang Raja, dia tidak apa-apa bagi Yang Mulia Kaisar."
"Dia seorang Raja dari dunia lain, tepatnya suami dari wanita yang kita culik untuk Yang Mulia Kaisar, dia bukanlah Raja biasa." balas Chris panik.
Shura terbelalak mendengar ucapan Chris. "Itu tidak mungkin, dia takkan bisa pergi ke dunia kita."
"Apa kau bodoh ? Buktinya aku sudah ada disini." kata Chris gemas dan kesal.
__ADS_1
"Tunggu, jangan bilang kau dan dia pergi bersama ke dunia ini."
"Memang itu kenyataannya, aku datang bersama Raja itu datang ke dunia ini." jawab Chris .
"Dan perlu kau tau, Raja yang datang bersamaku ini, bukanlah Raja biasa, dia menakutkan, dan memiliki Kekuatan yang tak biasa. Bahkan aku pribadi menyebutnya gila, jika dia marah dia seperti orang Gila. Dan satu lagi, dia memiliki Sihir Cahaya dan Sihir Gelap. Sebelum aku dan Raja itu berangkat, dia menyiksaku, perlu kau ketahui penyiksaanya sungguh membuatku menyesal karena menjalankan perintah Yang Mulia Kaisar." lanjutnya menjelaskan dengan wajah serius.
Shura menelan salivanya. "Berarti kau dan dia datang menyebrangi ke dunia ini menggunakan kekuatannya ?"
Chris menghela nafasnya lalu ia mengangguk-angguk kepalanya. "Kita telah membuatnya marah, karena istrinya kita culik meski itu atas perintah Yang Mulia Kaisar, hanya karena wajah istrinya mirip dengan tuan Putri Anathasya."
"Tunggu apa lagi, ayo kita pergi dari sini, mau bagaimana pun kita jelas-jelas terlibat." kata Shura dan langsung berlari meninggalkan Chris.
Chris mendengus kesal, lalu ia segera berlari menyusul Shura, dan pergi dari wilayah Kekaisaran Carrole.
.
.
.
.
.
.
.....
Kembali Ke Sisi Aula.
Semua orang hanya diam ditempat, tak ada yang bergerak. Mereka sedang melihat sesuatu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Bahkan hampir mual melihatnya hampir semua tubuh pengawal tak bernyawa.
Disisi Xiu Juan ia telah berada di luar ruangan, setelah para pengawal yang menjaganya telah mati di tangan suaminya. Kini ia telah bernafas lega, ia sudah berada dalam posisi yang aman.
Di luar ruangan, ia mencemaskan Permaisuri Caroline. Meski Caroline adalah istri dari Kaisar Eldezer, hanya Caroline yang peduli keadaannya saat dirinya terkurung. Caroline yang tak pernah memaksanya untuk menjadi Putrinya, justru ia ingin membebaskan Xiu Juan.
Hanya saja Caroline terlalu takut kepada Kaisar Eldezer yang keras kepala. Jadi ia hanya bisa memberi perhatian dan menemani saat Xiu Juan terkurung di dalam kediamannya meski hanya diawal saja.
Setelah Xiu Juan terbebas dari semua pengawal yang menjaganya, Reyhan menghancurkan tali sihir yang mengikat kedua tangannya. Ia segera keluar dari aula dan menunggu di luar.
Terlintas dipikirannya, Xiu Juan tak ingin sisi Gelap suaminya keluar, tapi mau gimana lagi, Eldezer telah berani masalah. Dan ia berharap suamninya tidak berbuat yang tidak-tidak kepada Caroline.
Disisi Reyhan, ia tengah tersenyum menyeringai melihat Eldezer yang masih berdiam di tempat. Ia tak peduli tatap-tatapan dari semua banyak orang yang melihatnya dengan tatapan aneh dan ketakutan padanya. Di ujung depan ruangan aula, terlihat Eldezer, Elios, dan Caroline yang sudah dijaga oleh banyak pengawal, para Raja dan Jendral serta beberapa prajuritnya untuk melindungi mereka bertiga.
__ADS_1
Reyhan sudah membunuh semua pengawal yang datang dan menyerangnya. Ia juga telah membunuh semua pengawal yang menahan istrinya. Ia membunuh pengawal-pengawal itu dengan cara yang sama. Dengan gerakan cepat ia menebas semua kepala pengawal itu dengan kedua pedangnya.
Sebenarnya Reyhan bisa saja meledakan dan menghancurkan aula yang besar dan luas itu, hanya saja entah apa yang merasuki pikirannya. Semua yang ia lakukan seperti diluar kendalinya meski ia sadar apa yang ia lakukan, seakan ia ingin bermain-main dulu dengan musuhnya.