Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 76


__ADS_3

Ke-5 anak dari Raja Wan sedang melihat para prajurit sedang latihan sambil menikmati kue bulan dan teh mereka. Tiba-tiba Putri An Niu menatang Reyhan bertarung melawannya. Itu pun hanya untuk latihan karena sudah lama An Niu menginginkan itu.


Ternyata, tak hanya Putri An Niu saja, Putri Zhu Niu dan Putri Jing Mi pun ingin ikut latihan bertarung melawan Reyhan. Dan Reyhan menerimanya lalu mengajak Putri Mahkota Lin Wei menjadi pasangannya. Putri Mahkota Lin Wei tersenyum dan mengangguk-angguk kepalanya. "Tidak masalah."


.


.


Reyhan berdiri dari duduknya, dan berjalan menuju lapangan luas, dan meminta para prajurit yang sedang latihan untuk berhenti sejenak. Dan Reyhan meminta ke semua prejaurit menjadi penonton latihan pertarunganya bersama Lin Wei melawan ke-3 adik perempuannya.


Para prajurit pun tak keberatan. Mereka semua pergi ke pinggir perbatasan lapangan latihan dan menjadi penonton pertarungan. Kini Reyhan telah berada bersama ke-4 saudarinya. Reyhan berpasangan Lin Wei. Lalu lawan mereka berdua An Niu, Zhu Niu dan Jing Mi.


Ke-4 Putri telah memasang kuda-kuda setelah menarik pedang mereka masing-masing. Sedangkan Reyhan, ia masih terlihat santai dan ia tak melepas jubah merahnya. Lalu ia memunculkan 2 cahaya portalnya dan kedua tangannya menarik 2 pedangnya.


Reyhan menjelaskan kepada ke-4 saudarinya. Ia hanya akan menggunakan 1 pedangnya saja, sedangkan pedang yabg satunya akan ia lempar ke udara. Pertarungan akan dimulai saat pedangnya telah jatuh tertancap di permukaan tanah. Dan ke-4 saudarinya pun mengangguk kepalanya seakan mereka sudah mengerti apa yang dikatakan saudara laki-lakinya.


Reyhan melihat ke-3 adik perempuannya saling berbisik-bisik, lalu memandang dirinya. "Kak Rey Hann, jangan serang kita dengan hujan pedang-pedangmu ya, kak." pinta Putri An Niu.


Reyhan terkekeh, lalu mengangguk kepalanya. "Iya.."


Reyhan tak menyangka dengan permintaan ke-3 adik perempuannya. "Ngajakin bertarung, tapi minta toleransi."


Reyhan memegang kedua pedangnya. Pedang di tangannya setia dengan posisi terbalik menghadap ke belakang. Tangan kirinya memegang pedang satunya, dan ia melempar pedangnya ke udara. Pedangnya berputar lambat di udara. Lalu turun jatuh ke bawah.


.


.


.


Tiang !!


Suara aduan pedang mulai terdengar. Putri Mahkota Lin Wei dan Putri An Niu memulai duluan saling maju dan menyerang setelah pedang yang dilempar Reyhan telah jatuh dan tertancap di permukaan tanah.


Putri Jing Mi pun berlari maju, ia meloncat lalu 1 kakinya menginjak pundak An Niu sebagai injakan untuk mendorong dirinya melompat ke arah Reyhan. Jing Mi memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya.


.

__ADS_1


.


Tiang !!


Reyhan menangkisnya. Jing Mi melompat tinggi, dan tiba-tiba muncul Zhu Niu di depan Reyhan dengan mengayunkan pedangnya.


Tiang !!


Reyhan masih bisa menangkisnya. Dan beruntungnya kepalanya mundur sedikit, karena tiba-tiba muncul lagi dari atas. Ya, Jing Mi yang baru saja datang dari atasnya, ia jatuh kebawah berniat menyerangnya dari atas.


Reyhan mundur sedikit. Ia sebenarnya tak masalah kena luka, karena staminanya masih cukup.


Karena sebelumnya ia menggunakan sihir perpindahan tempat di Kerajaan Xie 2 kali. Jadi staminanya tak terkuras banyak, sehingga jika ia terkena luka, ia menggunakan staminanya untuk melakukan regenerasi pada lukanya.


Para prajurit yang sebagai penonton terbeku melihat pertunjukan ke-5 anak Raja mereka. Ternyata tak hanya prajurit yang menjadi penonton. Pengawal dan pelayan juga ikut menonton. Bahkan Raja dan ke-3 istrinya pun juga ikut menonton pertunjukan pertarungan anak-anak mereka.


.


.


Putri Mahkota Lin Wei mengayunkan terus pedangnya ke arah Putri An Niu. Mereka terus saling menyerang, dan sesekali mereka menggunakan sihir tanah mereka. Lin Wei dan An Niu terlihat seimbang.


Mereka berdua juga menggunakan sihir tanah. Tapi tetap saja Reyhan sangat mudah menghindarinya. Saking emosinya karena semua serangan Zhu Niu dan Jing Mi dihindari dan tak mengenai Reyhan sama sekali.


Yang ada Reyhan malah membuat mereka berdua bertambah emosi setelah memberikan senyuman mengejek. Raja Wan dan ketiga istrinya hanya tersenyum melihat itu. Sedangkan disisi Putri Mahkota Lin Wei dan An Niu sudah terhenti.


Hasil pertarungan mereka Lin Wei dan An Niu seimbang. Mereka hampir menguras setengah dari semua stamina yang mereka miliki, karena mereka lebih banyak menyerang menggunakan sihir elemen mereka.


Putri Mahkota Lin Wei dan Putri An Niu melihat Reyhan dan ke-2 saudarinya yang masih belum selesai bertarung. Mereka be-2 saling berpandangan, dan tersenyum lalu mengangguk kepalanya mereka bersamaan.


Lin Wei dan An Niu kini berlari menuju pertarungan Reyhan dan ke-2 saudari mereka.


.


.


Tanpa diduga, ternyata Putri Mahkota Lin Wei dan Putri An Niu ikut membantu Putri Zhu Niu dan Putri Jing Mi bertarung melawan Reyhan.

__ADS_1


Zhu Niu dan Jing Mi tersenyum dan merasa senang di dalam hatinya, karena ke-2 kakak perempuan mereka ikut membantu menyerang saudara laki-laki mereka.


.


.


"Hey !!" tengah-tengah Reyhan yang protes, melihat Lin Wei dan An Niu ikut membantu Zhu Niu dan Jing Mi bertarung melawannya.


Reyhan semakin jengkel melihat Putri Mahkota Lin Wei yang juga ikut menyerang melawannya. "Teman penghianat !"


Meski tau ini hanya latihan, tapi menurutnya tidak adil karena dari awal ia sudah berpasangan dengan Lin Wei. Tapi sekarang, Lin Wei malah ikut menyerang kawannya sendiri, dan membantu musuh.


Sungguh kacau.


Tak ingin terpojok, dengan terpaksa Reyhan melompat mundur, bersamaan ia mengeluarkan pedang di tangan kirinya setelah ia tarik dari cahaya portalnya.


Reyhan kembali berlari maju ke arah ke-4 saudarinya dan mempercepatkan gerakannya gaya khas bertarungannya. Saat akan mulai akan melompat untuk berputar-putar, mata Reyhan melebar.


Reyhan berhenti, dan tak jadi menyerang, ia sedikit memiringkan kepalanya dan mengangkat alis sebelahnya melihat ke-4 saudarinya menjatuhkan pedang-pedangnya.


"Kami menyerah." ucap mereka ber-4 bersamaan.


"Hah, kenapa ?" tanya Reyhan.


"Coba kau lihat di belakangmu." ucap Lin Wei.


Reyhan segera membalikan tubuhnya. Ia tersenyum dan tertawa kecil. Ternyata ia tanpa sengaja memunculkan 12 cahaya-cahaya portalnya di belakangnya dan itu pun juga sudah siap akan meluncurkan pedang-pedangnya.


Ya, ternyata ia terbawa kesal saat tiba-tiba An Niu ikut melawannya, bahkan Lin Wei pun ikut melawannya. Semua prajurit yang menjadi penonton bertepuk tangan, begitu juga dengan Raja Wan dan ketiga istrinya pun juga ikut bertepuk tangan. Akhirnya latihan berakhir dimenangkan oleh Reyhan sendiri.


.


.


.


3 hari telah berlalu.

__ADS_1


Reyhan masih setia menggunakan sihir perpindahan tempat untuk mengunjungi kekasihnya, Xiu Juan di Kerajaan Xie. Raja Xie tak mempermasalahkan itu, justru ia merasa senang, karena memang dirinya menginginkan Reyhan menjadi menantunya.


Bukan karena Reyhan memiliki Kekuatan yang hebat, melainkan Reyhan bisa melindungi Putrinya dengan kekuatannya. Raja Xie tidak berharap Reyhan membantu meningkatkan kekuatan Kerajaan, cukup melindungi Putri tercintanya, itu pun sudah membuat dirinya lega.


__ADS_2