
_______________________________________
Hari hari demi, minggu demi minggu.
Tak terasa sudah terhitung 4 bulan Reynal belum pulang kembali ke dunia asalnya. Dirinya menjadi betah tinggal dunia yang ia tinggali sekarang.
Hubungan Reynal dengan Alice dan Elena semakin dekat. Mereka selalu bersama. Dasarnya Reynal yang lebih suka hidup sendiri dan tak suka keramaian, jadi mempunyai 2 teman di dunia asing itu sudah cukup baginya.
Mereka selalu bertemu ketika di luar istana. Reynal yang tak ingin masuk ke istana, karena jika di istana tidaklah bebas, disamping itu ada laki-laki yang ia tak sukai, siapa lagi kalau bukan Delbert.
Mereka berkumpul di sebuah rumah makan, kadang berkumpul di rumah Alice, tapi lebih sering di rumah Alice. Mereka berlatih bersama di belakang rumahnya dan makan bersama.
Mereka sering latihan bertarung di belakang rumahnya Alice. Dulu, biasanya Alice yang matih Elena. Tapi sekarang Elena dan Alice berlatih dan bersama melawan Reynal. Sudah jelas laki-laki itu lebih kuat dari mereka.
Hubungan Reynal dan Alice semakin dekat. Disini 'lah kakak laki-laki Elena yang memandang itu tak suka. Dia bahkan selalu lebih dulu menjemput Alice saat akan berangkat ke istana.
Dan Delbert selalu mengajaknya untuk jalan-jalan. Terkadang mengajaknya makan di gazebo di taman istana. Elena yang melihat tingkah kakak laki-lakinya seperti itu hanya bisa menghela nafasnya.
Elena menduga kalau Delbert tak akan menyerah dengan muda. Karena ia tau sendiri Alice lebih nyaman di dekat Reynal. Tidak seperti kakaknya yang selalu memaksa. Bisa dilihat dari wajah Alice yang terpaksa dekat dengan Delbert.
Berbeda saat Alice dekat dengan Reynal. Reynal meskipun dingin, datar, dan cuek dengan sekitar. Tapi akan sangat menyenang jika sudah mengenalnya.
Tapi Elena masih bingung kepada Reynal, ia terlihat biasa-biasa saja melihat Delbert dekat dengan Alice. Reynal terlihat tenang. Sebenarnya sekarang Elena tak masalah jika Alice menyukai Reynal atau sebaliknya
"Kita mengikuti saja alur ceritanya saja." bantin Elena.
Disini Permaisuri Ella.
Ia juga merasakan Reynal dan Alice semakin dekat. Saat ia sedang pergi ke kota, pasti ia hampir melihat mereka berdua bersama. Antara sedih dan senang yang dirasakan Permaisuri Ella.
Sedih karena Alice tak menjadi menantunya, dan rasa senangnya ia melihat kalau Alice akan menemukan kebahagiannya.
Tapi disisi lain, Permaisuri Ella masih tak percaya pada laki-laki yang bernama Reynal itu. Apakah laki-laki itu benar-benar bukan dari dunianya.
Apakah itu sebuah kebohongan ?
Permaisuri masih menyimpulkan kalau Reynal sakit, dan hilang ingatan. Tapi herannya, ia tak melihat kebohongan dari laki-laki itu.
__ADS_1
Sedangkan Raja Dorothy.
Ia tak mempermasalahkan Putrinya berteman dengan Reynal. Asal tidak membahayakan Putrinya, baginya sudah cukup. Dan juga teringat saat acara pertandingan, Raja Dorothy berharap Reynal belum bisa menemukan cara pulang ke dunia asalnya.
Karena kekuatan Reynal baginya bisa membantu peperangan dengan Kerajaan yang masih memusuhi Kerajaan miliknya. Jika suatu saat nanti ada perang, Raja Dorothy bisa meminta bantuan kepada Reynal.
Karena seperti yang ia ketahui dari peramal, kekuatan Reynal sangat berbahaya, meski belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Tapi akan lebih bahaya jika Reynal benar-benar sudah bisa mengendalikannya.
.....
Hari ini adalah Elena pergi ke Kerajaan Arlie. Tak hanya Alice yang menemaninya, Elena juga mengajak Reynal untuk ikut. Dengan senang hati Reynal menerima ajakan itu.
Reynal ikut karena ia juga harus mencari pamannya. Mungkin saja pamannya di hutan nanti saat di perjalanan, atau berada di Kerajaan Arlie.
Semua telah siap, dan mereka pun berangkat menggunakan kereta kuda. 1 kusir mengendarai kereta kudan, dan 3 pengawal menaiki kuda mereka masing-masing. Reynal memilih untuk duduk bersebelahan di samping kusir.
"Mereka terlihat akrab ya." ucap Elena, ia melihat Reynal dan kusirnya dari jendela.
"Benar." sahut Alice yang juga melihatnya dari jendela.
"Aku juga berfikir seperti itu." Alice tersenyum.
Terlihat Reynal dan Kusir saling berbicara dan ketawa. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi bisa dilihat sang kusir yang tertawa terbahak-bahak ditengah-tengah ceritanya.
"Jadi bagaimana kak Alice, hubungan kalian berdua ?" tanya Elena tersenyum.
"Hubunganku dengan siapa ?" jawab Alice bertanya.
"Kau dan Reynal, kak." jawab Elena.
"Kita berdua tak ada hubungan apa-apa." balas Alice, dirinya mencoba untuk tetap tenang.
"Semakin kesini, hubunganmu dengan dia semakin dekat." kata Elena.
"Ya, kita memang berteman." jawab Alice.
"Kak Alice, kau tak bisa berbohong. Berbohong bukanlah keahlianmu kak." balas Elena.
__ADS_1
Alice diam. Ucapan Elena ada benarnya. Memang dirinya tak pantai berbohong. Jika ia berbohong, sudah jelas ketahuan, karena dari kecil ia sudah diajarkan untuk berkata jujur. Sekali berbohong, tetap saja dia akan ketahuan.
"Sudahlah, itulah urusan kalian berdua. Setidaknya kau tidak akan menyesal jika dia sudah pergi ke dunia asalnya." kata Elena.
Elena sekarang tak masalah jika Alice dan Reynal saling menyukai. Baginya Alice harus menemukan kebahagiannya, karena sudah lama ia hidup sendiri semenjak semua keluarganya meninggal.
Dan jika mereka berdua menikah, Elena tak punya hak jika Alice akan ikut dengan Reynal. Apapun itu, demi kebahagian Alice. Awalnya ia menginginkan Alice menjadi kakak iparnya.
Tapi sifat kakak laki-lakinya masih belum berubah. Delbert masih keras kepala, ya seperti dirinya, hanya saja Delbert akan semakin jadi jika dilarang atau diancam.
Elena pun teringat sesuatu. "Sepertinya setelah sampai di wilayah Kerajaan Arlie, Reynal akan terkejut nantinya."
"Terkejut ? Terkejut karena apa ?" sahut Alice.
"Kita lihat saja nanti." jawab Elena.
.....
Sekian lama mereka dalam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai memasuki wilayah Kerajaan Arlie. Wilayah itu tak kalah ramainya penduduk dengan Kerajaan Dorothy. Dari pintu gerbang perbatasan saja sudah banyak sekali penduduk yang keluar masuk.
Kali ini Reynal semakin dibuat terkejut, ia melihat banyak sekali manusia memiliki macam-macam telinga hewan di kepalanya. Tepatnya demi-human. Reynal menyebutnya siluman, tapi sang kusir memberi tahu kalau itu adalah demi-human.
Alice dan Elena yang melihat Reynal seperti itu hanya tertawa. Inilah yang dimaksud Elena, Reynal terkejut melihat banyak sekali demi-human di Kerajaan Arlie. Di Kerajaan Arlie dikenal karena penduduknya.
Tak hanya manusia dan Elf, tapi juga ada macam-macam demi-human. Tak seperti Kerajaan Dorothy, yang hanya manusia dan Elf. Kebanyakan demi-human memilih tinggal dan kerja sebagai pedagang di wilayah Kerajaan Arlie.
Karena kejadian masa lalu, para Ras demi-human lebih memilih tinggal di Kerajaan Arlie, dari pada di Kerajaan-Kerajaan lain. Dan itu masih sebuah misteri.
.....
Hari sudah malam.
Semua telah di kamar masing-masing setelah menemukan penginapan untuk disewa. Mereka tengah beristirahat. Alice tidak bisa tidur. Ia memilih untuk keluar kamarnya.
Alice berdiri di depan pintu kamarnya. Sisi kiri, kamarnya Elena. Disisi kanan kamarnya Reynal. Alice berjalan, ia berdiri di depan kamar Reynal. Rasa gugup kini yang ia rasakan. Ia menghela nafasnya. Lalu berjalan melewati kamar Reynal begitu saja.
Alice memilih pergi ke lantai paling atas. Tepatnya atap bangunan itu, teman makan, dan tempat bersantai. Saat ia sudah di lantai atas, dari kejauhan ia melihat laki-laki yang ia kenal kini tengah bersantai sendirian di tempat duduknya.
__ADS_1