
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Kerajaan Wan.
Reyhan dan kedua adik kembarnya telah sampai dengan sihir perpindahan milik Reyhan. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu pergi dahulu akerna mereka berdua ingin bertemu ketiga ibundanya. Sedangkan Reyhan yang belum menyusul karena Putra Mahkota KunLi Wong ingin mengajak dirinya untuk berbicara
Mereka berdua berbicara, Putra Mahkota KunLi Wong meminta untuk segera mengambil posisi pemimpin anggota Ksatria Negara Barat, kerena ia lelah. Reyhan menolak ia justru tetap kekeh tak ingin menjadi pemimpin anggota Ksatria itu. Putra Mahkota KunLi Wong memberitahu, bahwa dirinya yang selama ini menggantikan posisi Reyhan selama tidak ada.
Bahkan Pangeran Jian Heeng dan Pangeran Jierui Wong juga berniat ingin mengambil posisi pemimpin anggota Ksatria Negara Barat. Reyhan tak peduli, dan tidak tertarik dengan kelompok yang menurutnya terlalu berlebihan. Putra Mahkota KunLi Wong tetap membujuk agar Reyhan mau mangambil hak posisinya.
Putra Mahkota KunLi Wong hanya mengela nafasnya setelah mendengar kata-kata Reyhan. "Aku akan pertimbangkan."
_____
Putra Mahkota KunLi Wong kembali ke penginapannya. Ia merebahkan tubuhnya di kasur, dan tatapannya menatap ke dinding atap ruangannya. Bayangkan wajah Putri Mahkota Lin Wei muncul di benaknya. Ia menghela nafasnya, lalu menutup matanya.
Beberapa detik kemudian ia kembali membuka matanya, ia bangkit dari rebahannya dan duduk di sisi ranjang. Dirinya masih masih memikirkan pertemuannya dengan Putri Mahkota Lin Wei. Sikapnya benar-benar membuatnya frustasi.
Sejak awal bertemu, ini baru pertama kalinya ia tertarik seorang gadis. Biasanya putri-putri dari keluarga Bangsawan Kerajaannya atau dari Kerajaan lain, selalu mencari pertahtiannya. Tapi setelah bertemu dengan Putri Mahkota Lin Wei, ia meresa ada yang berbeda. Sikap dinginnya, benar-benar membuat dirinya tak berhenti memikirknannya.
Awal niatnya datang hanya ingin melihat secara diam-diam. Tapi nasib tak mendukungnya, ranting batang pohon patah sehingga ia jatuh ke tanah, dan langsung ditatap datar dari gadis pujuaaanya. Ditambah dikejutkan saat ia bertemu dengan Reyhan. Ternyata ia pergi dari istana tanpa membawa senyuman karena mendapat sikap dingin Putri Mahkota Lin Wei.
Awalnya ia terkejut mendengar Putri Mahkota Lin Wei menerima perjodohan. Ingin mengembangkan senyuman, ia mengira Putri Mahkota Lin Wei juga menyukai dirinya. Tapi ia tak jadi senyum setelah mendengar alasan Putri Mahkota Lin Wei menerima perjodohan. Sesak rasanya. Sepertinya dirinya harus benar-benar berjuang mendapat cintanya.
_____
Reyhan kini tengah berada di Kediaman Permaisuri Xia. Permaisuri Xia dan Reyhan berpelukan untuk melepas rindu. Tak hanya mereka berdua, Selir May, Selir Bao, Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi juga ada disana. Dan juga ada Putri Kembar An Niu dan Zhu Niu, sebelumnya Reyhan datang ke kediaman Permaisuri Xia, ia bertemu dengan Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi.
"Kenapa kau baru pulang putraku." kata Permaisuri Xia setelah melepas pelukannya.
"Maafkan putramu ini ibunda." balas Reyhan.
__ADS_1
Tak hanya Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao memeluk Reyhan. Mereka semua berbicara dan berbagi cerita. Reyhan membagikan ceritanya saat ia tinggal di hutan. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu juga bersemangat menceritakan waktu Reyhan menyelamatkan mereka berdua.
Tak hanya itu, Putri Zhu Niu yang paling bersemangat bercerita tentang masakkan Reyhan yang menurutnya berbeda yang tak pernah ia lihat, dan rasanya sangat enak. Putri An Niu mengangguk kepalanya seakan dirinya juga setuju dengan apa yabg diceritakan saudara kembarnya.
Setelah berbagi cerita, Reyhan berpamitan kepada ke-3 ibunda untuk undur diri dan pergi ke kediamannya. Tak hanya dia, ke-4 saudarinya juga ikut berpamitan juga ingin pergi ke kediaman mereka masing-masing. Permaisuri Xia dan Selir May dan Selir Bao mempersilahkan, terutama kepada Putri Kembar dan Putra mereka yang terlihat lelah.
_____
Disisi lain, Raja Wan terkejut setelah mendengar kabar dari pengawalnya, bahwa Reyhan telah kembali pulang. Dan kini tengah berada di Kediaman Permaisuri Xia. Tak hanya Reyhan, Putri kembarnya, An Niu dan Zhu Niu juga pulang bersamanya. Raja Wan berfikir-fikir, apa kedua Putri kembarnya berhasil membawa Reyhan untuk pulang ?
Lalu selama ini ia tengah menunggu kabar dari prajurit elitnya untuk mencari keberadaan Reyhan dan kedua Putri kembarnya. Ternyata sampai sekarang, ia belum mendapat kabar sama sekali. Yang ada, keduluan Reyhan dan kedua Putri kembarnya telah kembali pulang duluan.
"Salam yang Mulia Putra Mahkota." pengawal memberi salam setelah sampai di Kediaman miliknya.
"Ada apa ?" Reyhan to the point.
Kebetulan dirinya baru saja akan sampai di kediamannya. Tapi tiba-tiba ada seorang pengawal datang menghampirinya.
"Mohon maaf, hamba ingin menyampaikan yang Mulia Raja ingin bertemu dengan yang Mulia Putra Mahkota."
Reyhan memutar bola matanya, lalu menatap pengawal itu. "Baiklah aku akan datang."
"PUTRA MAHKOTA REY HANN TELAH TIBA !!"
Terdengar suara teriakan kasim. Reyhan melewati kasim itu dan meliriknya tajam dengan mata elangnya, seakan-akan ingin mengikat tubuh dan melakban mulut kasim itu. Disisi Kasim yang dilirik Reyhan, tiba-tiba merasa merinding dan kesusahan menelan salivanya.
Kini Reyhan dan Raja Wan duduk berhadapan dengan meja kayu yang membatasi mereka berdua. Suasana hening di ruang itu, belum ada pembicaraan. Reyhan yang terlihat santai tanpa dosa, sedangkan Raja Wan juga terlihat santai meski, dalam pikirannya tidak tenang.
"Bagaimana kabarmu, putraku ?" tanya Raja Wan memulai berbicara.
"Baik." sahut Reyhan santai.
"Jadi, ada apa ayah memanggilku ?" tanya Reyhan.
"Ayah hanya ingin melihat keadaan putraku, apa itu salah ?" kata Raja Wan.
__ADS_1
"Tidak, itu hal yang wajar."
"Jadi, selama ini kau berada dimana ?"
"Aku tinggal di hutan, dan menikmati suasana disana, bebas, damai tanpa aturan yang membuatku bosan." jawab Reyhan datar.
Raja Wan menghela nafasnya. Ia sudah menduga kalau Reyhan memang sudah berubah. Tidak seperti dulu yang taat pada aturan Kerajaan.
"Untuk masalah Perjodohan, ayah sudah diberitahu oleh Raja Xie, kami berdua menghargai keputusanmu." kata Raja Wan.
"Oh."
Oh ? Hanya oh ? Ayolah kenapa singkat sekali Reyhan responmu ??
Suasana kembali hening. Tiba-tiba suasana hening di ruangan itu pecah saat salah satu pengawal menerobos masuk dengan tergesa-gesa. Raja Wan melotot sempurna melihat salah satu pengawalnya yang menurutnya mengganggu waktunya.
"Kenapa kau tiba-tiba datang seperti itu ?!!" kata Raja Wan tegas, sedangkan Reyhan tak memperdulikan keadaan sekitaranya.
Pengawal itu berlutut. "Mohon ampun yang Mulia, hamba mendapat kabar bahwa 5 hari lagi, Kerajaan Xie akan berperang dengan Kerajaan Kai."
"Kerajaan Kai ?" sahut Raja terkejut.
"Benar yang Mulia."
Reyhan mengangkat alis sebelahnya, ia heran melihat Raja Wan yang terkejut mendengar ucapan pengawal itu. "Kerajaan Kai ? Sepertinya aku belum pernah mendengar nama Kerajaan itu." batinnya.
"Kenapa Kerajaan Xie tiba-tiba akan berperang dengan salah satu Kerajaan terkuat di Negara Tengah itu ?" tanya Raja Wan.
"Negara Tengah ?" batin Reyhan.
"Dari kabar yang hamba dengar, Putri Mahkota Xiu Juan menolak lamaran dari Putra Mahkota Kerajaan Kai." jawab sang Pengawal.
_____________________________________________
Sebelumnya maaf, 2 hari author tidak up. Ingin sekali up tiap hari, tapi imajinasi author tiba-tiba pudar, sudah 4 hari ini author tidak enak badan, jadi tidak bisa fokus lanjutin bikin ceritanya. Jadi author memilih baca novel lainnya sambil menenangkan pikiran dan mencari inspirasi.
__ADS_1
Dan Jangan Lupa Like, Rate⭐, Vote ya...👍👍👍
Terimakasih.