Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 144 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Dibelakang rumah, terlihat seorang gadis tengah memberi makan kudanya. Alice sangat menyayangi kudanya. Kudanya jenis kuda bersayap. Kudanya bisa terbang, hanya saja ia tak pernah memakai kudanya karena tak ingin hewan kesayangannya terluka saat menjalankan tugas.


Lebih baik ia mengurungi hewan kesayangannya tersebut di belakang rumah, agar lebih aman bahkan ia menyegel sayapnya dengan rantai yang mengikat leher kuda tersebut, agar tidak terbang sembarangan atau kabur saat ia pergi dari rumahnya.


Walau itu tak mungkin dilakukan oleh kuda bersayap itu. Karena ia juga sangat payuh dengan dengan majikannya, karena Alice yang selama ini yang selalu merawatnya.


"Baiklah kawan makanlah yang banyak." ucap Alice sambil memberi banyak rumput yang segar.


Setelah memberinya makan, Alice membawa kembali kudanya masuk ka kandangnya. Lalu ia berjalan pergi menuju air sungai yang mengalir di samping rumahnya untuk mencuci tangannya.


Alice kembali berjalan masuk ke dalam rumahnya. Baru saja masuk melewati pintu rumah, tiba-tiba indra penciumannya menangkap aroma asing, namun wangi.


Lalu ia mendengar suara di dari dapur, ia segera berjalan mendekatinya. Alice terdiam melihat seorang laki-laki yang baru ia temui. Terlibat Reynal tengah memasak di dapurnya.


"Apa yang dia masak ?" batin Alice penasaran.


Karena aroma masakan sungguh enak, baru kali ini ia mencium aroma tersebut. Terlihat Reynal memasak sambil membenarkan kayu bakarnya. Sedangkan Alice masih berdiri diam, dan laki-laki itu juga tak sadar kalau Alice sedang melihatnya memasak.


Setelah selesai memasak, Reynal mematikan Api. Lalu segera mangambil 2 piring. Ya, dia sengaja memasak 2 porsi, karena ia tau kalau sang tuan rumah belum malan semenjak pulang.


Setelah menuangkan masakannya ke 2 piring, ia segera memabawanya ke meja makan. Seketika ia membulat kedua matanya melihat sang tuan rumah melihat dirinya, lalu ia tersenyum.


"Ayo makan, aku telah memasak untuk kita berdua." ajak Reynal sambil meletakan kedua piringnya di meja makan.


Alice hanya menurut, lalu ia mencuci tangannya dengan air bersih dan ia pun duduk di kursi. Sedangkan Reynal ia menyiapkan sendok dan garpu serta air


Kini mereka Alice dan Reynal duduk saling beseberangan dengan meja makan yang membatasi mereka. Alice terdiam melihat makanan yang sudah tersedia tepat di hadapannya.


Suasana menjadi hening.


Hening.


Hening.


Hanya Reynal saja yang sibuk dengan memakannya. Alice masih saja diam, ia terlihat ragu untuk memakannya.


"Kau masak makanan apa ini ?" tanya Alice setelah lama ia berdiam, jujur baru pertama kali ia melihatnya.


Sebenarnya Alice pintar memasak, karena memasak adalah hobinya. Hanya saja saat ini masakan Reynal, sungguh asing.


"Coba dulu. Ini enak loh, bundaku pernah mengajariku masak." ucap Reynal sambil menyuap suapan terakhirnya.

__ADS_1


Dengan perlahan, Alice menyuap satu sendok ke arah mulutnya. Lalu ia mengunyahnya. Kedua matanya melebar, Reynal tersenyum yang telah selesai makan dan lalu ia meminum air di dalam gelasnya.


"Enak." guman Alice.


Dengan lahap Alice memakan makanannya. Benar-benar lahap, makanannya habis.


"Nama makanan ini apa ?" tanya Alice.


"Nasi goreng." jawab Reynal.


"Sungguh enak, maukah kau berbagi resepnya ?" tanya Alice.


"Tentu." sahut Reynal.


Alice pun tersenyum. Ia tak menyangka laki-laki yang berumur 2 tahun dibawahnya bisa memasak masakan yang enak.


.....


Sementara Disisi Lain.


Di dalam Istana Kerajaan Dorothy.


Di ruang utama Raja Dorothy tengah mendengar cerita Putrinya yang baru saja pulang dari Kerajaan Arlie.


Seketika Permaisuri Ella teringat laki-laki asing yang bersama Alice tadi siang. "Elena, apa kau mengenal laki-laki yang bernam la Reynal ?"


"Reynal ?" sahut Raja Dorothy dan Putra Mahkota yang bernama Delbert.


Elena hanya memutar bola matanya. "Ya, dia adalah laki-laki asing yang tiba-tiba muncul."


"Seperti apa laki-laki itu ? Dari Ras mana ?" tanya Raja Dorothy.


"Dia Ras manusia, sama seperti kita." jawab Elena.


Elenan menceritakan awal pertemuannya saat pertama kali ia yang menyerang dirinya duluan hingga bisa pulang bersama. Ia menceritakan tanpa dilebih-lebihkan dan dikurang-kurangkan.


Raja Dorothy mengangguk-angguk kepalanya setelah mendengar ceritanya, ia pun tertarik. "Dia sepertinya orang yang hebat, aku jadi ingin bertemu dengannya."


"Aku tak tau dia sekarang ada dimana ? Mungkin dia telah pergi entah kemana." jawab Elena.


"Tadi, ibu menyuruh Alice untuk membawa laki-laki itu menginap di rumahnya." ucap Permaisuri Ella.


Seketika ketiga orang yang mendengarnya terbelalak. Putra Mahkota Delbert tiba-tiba berdiri.

__ADS_1


"Ibu menyuruh mereka tinggal 1 rumah ?" tanya Delbert.


Elena tau kenapa kakak laki-lakinya berdirinya, karena Delbert diam-diam menyukai Alice.


"Ya, karena ibu merasa kasian kepada Reynal, mungkin ia sakit atau hilang ingatan. Tapi Reynal bilang kalau dirinya dari dunia lain." jawab Permaisuri Ella.


Seketika Raja Dorothy terdiam membeku saat mendengar kata-kata 'dari dunia lain'.


"Dunia lain ? Omong kosong. Dia pasti sengaja ingin dikasihani." ucap Delbert.


"Tapi ibu melihat kalau dia seperti sedang terkejut melihat Elf. Padahal itu wajarkan karena kita hidup berdampingan dengan Ras elf." ucap Permaisuri Ella.


"Ck dari dunia lain, sungguh mustahil." ucap Elena, tapi ia masih merasa aneh kepada Reynal, karena laki-laki itu hebat bertarung tapi ia tak tau tentang mahluk Goblin, Elf, dan lain-lainnya.


"Aku penasaran dengan laki-laki yang bernama Reynal itu." ucap Raja Dorothy.


Lalu Raja Dorothy memanggil salah satu pengawalnya. Ia memerintahkan pengawal itu untuk memanggil Alice beserta Reynal untuk datang ke istana besok pagi, untuk sarapan bersama.


Pengawal itu pun segera pergi menjalankan tugasnya. Semua keluarganya melihat Raja Dorothy yang sedang penasaran dengan sosok Reynal itu.


"Kenapa Ayah memanggilnya ?" tanya Elena.


"Ayah hanya ingin bertemu saja." jawab Raja Dorothy, dalam pikirannya dipenuhi rasa penasaran tentang sosok laki-laki asing itu.


"Aku juga ingin tau, siapa laki-laki itu." ucap Delbert, ia kembali duduk. Hati dan pikirannya kacau, rasanya tsk rela kalau Alice mengenal laki-laki asing.


.....


Sementara disisi Lain.


Huaacuhhh !!


Reynal yang tengah di kamar mansi dan sedang buang Air besar, tiba-tiba ia bersin. "Sepertinya ada yang sedang membicarakanku. Tapi siapa ?"


.....


Kembali Kesisi Istana Kerajaan Dorothy.


Keluarga Kerajaan Dorothy yang masih bercerita di ruang utama keluarga. Hingga akhirnya mereka menyudahi pembicaraan keluarga. Dan segera pergi ke kediaman mereka masing-masing.


Putra Mahkota Delbert, berjalan ke kediamannya. Hati dan pikirannya kacau. Tak terima, ia benar-benar ingin maluapkan amarahnya dan ingin memukul wajah laki-laki yang bernama Reynal itu.


"Alice milikku, sampai kapanpun Alice tetap milikku."

__ADS_1


__ADS_2