Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 145 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Hari sudah pagi, meski matahari menunjukan dirinya. Terlihat ada 2 orang tengah berjalan besampingan. Mereka terpaksa keluar rumah di pagi-pagi buta, karena Raja Dorothy mengundang mereka berdua.


Karena sebelumnya ada 2 orang pengawal dari pihak Kerajaan datang ke rumah. Raja Dorothy mengundang mereka untuk datang ke istana.


Dan tentu saja Reynal tak ingin datang. Tapi karena Raja Dorothy mengundangnya, akhirnya ia terpaksa untuk datang.


Mereka terpaksa pergi pagi-pagi, karena jarak dari rumah dengan istana tidaklah dekat. Ditambah mereka berdua belum sarapan.


Alice tak masalah dengan itu. Tapi tidak untuk Reynal, ia benar-benar kesal. Ingin sekali memukul jidat Raja itu. Karena menurutnya keterlaluan.


"Rasanya aku ingin melempar Raja Kerajaan ini ke jurang." ucap Reynal tiba-tiba.


Alice yang berjalan disampingnya terbelalak. "Kau ingin mati ?!"


"Dimana-mana kalau pagi-pagi itu, sebelum beraktifitas sarapan dulu. Ck, ini seenak jidatnya menyuruh kita untuk datang." kata Reynal.


"Pokoknya, kau harus jaga sikapmu di depan Raja nanti." balas Alice.


"Aku penasaran, dengan Raja Kerajaan ini, apa dia hebat seperti ayahku atau tidak." ucap Reynal.


"Jika kau memang anak Raja dari dunia lain, kau seharusnya bisa berjaga sikap, secara kau bagian dari keluarga Kerajaan." jawab Alice.


"Aku bisa menjaga sikapku. Tapi Raja yang satu ini, tidak mikir 'kah ? Sudah tau rumahmu tidak dekat dari istana, kenapa disuruh datang di pagi-pagi. Dan kenapa aku juga diundang." ucap Reynal.


Alice tak menjewab, lebih baik ia diam. Kata-kata Reynal memang ada benarnya, tapo sebagi rakyat Kerajaan, ia mau tak mau harus patuh perintah dari sang Raja.


....


Perjalanan yang cukup panjang, Mereka melewati pepohonan, dan kota, dan pada akhirnya mereka telah sampai depan pintu gerbang istana.


Pengawal membuka pintu gerbang. Alice dan Reynal pun masuk. Di depan istana, keluarga Kerajaan Dorothy telah menunggu kedatangan mereka.


Reynal memilih berjalan di belakang Alice. Ia memilih berjaga-jaga denga keluarga Kerajaan yang baru ia temuinya itu. Sedangkan Alice berjalan didepannya.

__ADS_1


Raja Dorothy dan sekeluarga menyambut Alice dengan hangat. Terutama Putra Mahkota Delbert, ia terus tersenyum karena kedatangan gadis pujaannya.


"Terimakasih Alice, kau telah datang." ucap Raja Dorothy.


"Perintah Yang Mulia, pasti akan saya jalankan." jawab Alice sambil menunduk memberi hormat.


"Baiklah, ayo kita masuk, pasti kau belum sarapan bukan ? Kita sengaja mengundangmu untuk sarapan bersama." ucap Permaisuri Ella.


Mereka pun segera masuk, tapi baru akan melangkahkan kakinya, Raja Dorothy berhenti. Ia membalikan tubuhnya, semua keluarga pun heran melihatnya.


Mereka melihat Raja Dorothy mendekati laki-laki yang datang bersama Alice. Ya, Raja Dorothy 'lah yang juga mengundangnya, tapi ia hampir lupa.


Raja Dorothy melihat Reynal yang diam berdiri dengan wajah datarnya. Raja Dorothy datang mendekatinya, Reynal tersenyum simpul.


Sedangkan Alice, hanya mengaruk-garuk tekuknya yang tidak gatal. Putra Mahkota Delbert memandang tak suka melihat laki-laki itu.


"Ayo, kau juga ikut masuk." ajak Raja Dorothy, Reynal mengangguk kepalanya.


Reynal mengikuti Raja Dorothy dari belakang. Semua keluarganya yang menunggunya pun juga melanjutkan jalan mereka masuk ke dalam Istana.


.....


Hanya suara paduan sendok, piring, dan garpu. Semua telah selesai makan. Para pelayan mengambil piring kotor sisa makanan mereka.


Raja Dorothy mengajak semua untuk berpindah di ruangan keluarga. Mereka sekarang sudah duduk di kursi mereka masing-masing.


Para pelayan datang membawa cemilan dan minuman. Setelah semua telah disajikan di meja, para pelayan pergi meninggalkan keluarga Kerajaan itu.


Semua keluarga Kerajaan berbagi cerita dan bercengkrama dengan Alice. Alice menceritakan saat dirinya dan Elena berada di Kerajaan Arlie.


Mereka tersenyum dan tertawa. Sedangkan Reynal, ia hanya diam dengan wajah datarnya. Ia tak peduli cerita-cerita yang ia dengar.


Pandangan Alice teralihkan ke Reynal yang hanya diam. Lalu ia berdehem. "Semuanya kenalkan dia adalah Reynal."


"Kita sudah tau namanya. Dia hanyalah orang asing." ucap Elena.

__ADS_1


"Elena, jaga kata-katamu !!" ucap Permaisuri Ella, Elena tidak menjawab, ia hanya diam.


"Jadi, kau berasal dari mana ?" tanya Delbert.


"Aku Pangeran, Putra ketiga dari Raja Kerajaan Wan." jawab Reynal datar.


"Kerajaan Wan ? Kerajaan apa itu ? Dan kau pangeran ? Benarkah ?" tanya Delbert tersenyum mengejek.


Reynal tak menjawab, tapi ia memandangnya dengan tatapan dingin. Raja Dorothy pun berdehem. "Seperti dari kata Putriku. Apa benar kau bukan berasal dari dunia ini ?"


Padangan Reynal beralih ke arah Raja Dorothy. "Entahlah percaya atau tidak, aku pun tak tau pasti. Karena semua asing bagi, jadi aku menyimpulkan, aku tidak di duniaku, melainkan di dunia lain."


Raja dan Reynal saling berbicara, mereka berdua saling menukar informasi tentang dunia mereka. Sedangkan yang lainnya hanya diam memandang mereka.


Mereka telah selesai berbincang-bincang. Hari pun telah mendekati siang. Tak ada pembicaraan lagi, mereka menyudahi kegiatan mereka.


Reynal diberi izin oleh Raja untuk mengelilingi istana besar mereka. Raja Dorothy pergi ke ruanh kerjanya, ia ingin mengorek sesuatu, karena ia penasaran dengan dunia lain.


Karena ia pernah mendengar kalau keberadaan dunia lain itu kemungkinan ada. Hanya saja bel ada yang membuktikan hal itu. Lalu ia memerintahkan salah satu pengawal untuk mencari peramal.


.....


Permaisuri Ella kembali ke kediamannya. Sedangakan Elena, ia mengikuti Reynal berkeliling di sekitar istana ayahnya. Sebenarnya ia tak mau, tapi karena Alice yanh diperintahkan menemani laki-laki itu, ia mengikutinya.


Dan untuk Delbert, ia pun juga ikut, ia berjalan di belakang. Ya bisa ditebak, ia ikut karena tak ingin membiarkan Reynal mendekati gadis pujaannya. Hatinya semakin panas melihat Reynal dan Alice saling berbicara.


Mereka telah sampai di lapangan latihan. Karena tak bisa menahan, ia tiba-Tiba menarik dan menyerang Reynal. Reynal yang menyadarinya, ia pun menghindarinya.


"Kenapa kau menyerangnya." ucap Alice terkejut. Dan Elena juga terkejut melihatnya, tapi ia tau, kalau kakak laki-lakinya tengah cemburu.


Delbert tak menjawab, ia kembali melayangkan pedangnya ke arah Reynal. Reynal kembali menghindar. Delbert tak berhenti, ia terus maju menyerang laki-laki itu.


Reynal yang tak terima, ia pun segera menarik pedangnya, dan menangkis serangan pedang milik Putra Mahkota itu.


Kini mereka saling mengayunkan pedang mereka. Elena, Alice dan semua prajurit, hanya diam melihat mereka berdua bertarung.

__ADS_1


Meski Reynal memiliki peluang untuk menang, ia memilih menangkis dan menghindar. Ia tak menyerang balik, karena ia masih berada di sekitaran istana milik ayah dari Delbert.


__ADS_2