
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Semua pandangan para penonton tertuju ke arah Reyhan. Terkejut semua bagi yang belum melihat kekuatan Reyhan.
Ada 9 cahaya portal muncul, dan keluarlah pedang dan tombak disetiap cahaya-cahaya itu. WeiHeng dan WenHua melotot sempurna saat semua pedang dan tombak itu mengarah pada mereka berdua.
Sling.. Sling.. Sling.. Sling..
.
.
.
Semua pedang dan tombak meluncur dengan cepat, WenHua dan WeiHeng menggerakan tubuh mereka untuk menghidari serangan yang dilancarkan Reyhan.
Sling.. Sling.. Sling.. Sling..
.
.
.
Mereka berdua mengira semua pedang dan tombak yang keluar dari cahaya portal itu akan habis. Ternyata tidak, cahaya-cahaya portal itu terus mengeluarkan dan meluncurkan pedang dan tombak tanpa henti.
Para penonton kembali bersorak meriah untuk memberi semangat kepada Reyhan yang ternyata memiliki Kekuatan hebat yang tidak dimiliki oleh siapapun. Semua para undangan dari Kerajaan lain, hanya diam membeku.
Sling.. Sling.. Sling.. Sling..
.
.
.
Pedang dan tombak itu terus diluncurkan. Sambil berlari dan menghindar, WeiHeng yang mencoba mengambil salah satu pedang itu, tapi ternyata tidak bisa. Semua pedang dan tombak yang tertancap di tanah, lenyap seperti debu keemasan.
.
.
.
WeiHeng dan WenHua sudah berlutut di tanah karena kelelahan. Mereka berdua sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarungannya. Pertandingan memakan 30 menit lebih karena Reyhan tidak berhenti melancarkan semua pedang dan tombaknya.
Reyhan sengaja melebih-lebihi durasi pertandingan, karena ia ingin menguras tenaga WeiHeng dan WenHua dengan serangan-seranganya.
Dan terbukti WeiHeng dan WenHua kehabisan tenaga karena terus menghindar serangannya. Kasim pun berteriak dan menyatakan pertandingan dimenangkan oleh Reyhan dan Putra Mahkota KunLi Wong. Semua penonton terdiam, lalu mereka memberi tepuk tangan dan bersorak meriah atas kemenangan Reyhan dan Putra Mahkota KunLi Wong
__ADS_1
.
.
.
WeiHeng dan WenHua masih tak percaya atas kekalahan mereka. Mereka benar-benar kelelahan tak punya tenaga karena mereka menghindari serangan Reyhan yang tiada habisnya. Mereka mengira semua senjata-senjata yang keluar dari cahaya portal milik Reyhan akan habis jadi mereka berdua memilih bertahan dan terus menghindar.
Ternyata dugaan mereka salah, serangan Reyhan tak terbatas.
Pikiran mereka bertanya-tanya, berapa banyak senjata yang dimiliki Reyhan. Bahkan tak ada celah untuk menyerang balik.
Sedangkan disisi Putra Mahkota KunLi Wong, ia hanya berdiri dan terdiam disisi Reyhan. Sebenarnya ia ingin ikut melancarkan serangan sihir es miliknya, tapi Reyhan melarangnya. Reyhan memberi perintah untuk diam.
.
.
.
Tapi disisi Pangeran Jian Heeng, ia tak bisa berkata apa-apa. Ia masih terbayang jika serangan Api birunya menyerang Reyhan, belum tentu melukainya. Sedangkan Pangeran Jierui Wong, ia melotot tak percaya melihat kemenangan Reyhan dengan cara yang mustahil dilakukannya.
Semua para Raja, Permaisuri, Selir dan para Putri-Putri dari Kerajaan lain berbisik-bisik. Para putri mulai tertarik kepada Reyhan. Bahkan Permaisuri dan Selir Kerajaan lain menginginkan Reyhan untuk putrinya dan menjadi menantunya. Untuk para Raja Kerajaan lain, mereka mulai berfikir-fikir untuk mendapatkan Reyhan dan memanfaatkan kekuatannya untuk meningkatkan kekuatan kemiliteran Kerajaan mereka.
Raja Wan baru menyadari, bahwa kekuatan Reyhan bisa mengancam setiap kerajaan. Lalu ia melirik-lirik ke arah para Raja Kerajaan lain. Cukup melihatnya saja, Raja Wan sudah bisa menebak isi pikiran para Raja lainnya.
.
.
.
"Baiklah." jawab Reyhan sambil memunculkan cahaya portalnya dan keluarlah jubah merah, dan langsung dipakai Reyhan.
.
.
.
Semua penonton berbubaran karena acara pertunjukan telah selesai. Hari telah mendekati sore, Reyhan dan Putra Mahkota KunLi Wong berpisah. Reyhan pergi ke kediaman, dan membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri ia segera keluar dari kediamannya dengan pakaian yang ia keluarkan dari cahaya portalnya.
Reyhan berjalan, mendekati taman yang ada di sekitaran istana. Ia melihat sebuah gazebo, ia segera kesana untuk bersantai. Tiba Putra Mahkota KunLi Wong ikut datang menghampiri Reyhan.
"MasBro !!" panggil Putra Mahkota KunLi Wong.
"Yoiii...!!" Reyhan merespon panggilan Putra Mahkota KunLi.
Putra Mahkota KunLi Wong segera ikut duduk di gazebo. Mereka berdua bersantai sambil menikmati suasana di sore hari.
memilih duduk bersantai di gazebo yang ada di taman istana.
__ADS_1
"MasBro aku khawatir tentang kekuatanmu." ucap Putra Mahkota KunLi Wong.
"Apa yang kau khawatirkan ?" tanya Reyhan.
"Semua keadaan dalam istana saat ini sedang diadakan pertemuan dan membahas dirimu." jawab Putra Mahkota KunLi Wong.
"Aku sudah tau itu." balas Reyhan santai.
Putra Mahkota KunLi Wong mengerut dahinya. "Kau tau dari mana ?"
"Dari pandangan mereka, aku sudah bisa menebaknya." jawab Reyhan.
Putra Mahkota KunLi Wong hanya mengela nafasnya. Reyhan hanya bersantai-santai, ia tak peduli, semua orang membicarakannya. Reyhan sudah memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk kedepannya.
Lalu Reyhan segera pergi dari gazebo, dirinya ingin pergi ke kediamannya. Putra Mahkota KunLi Wong mengikutinya dari belakang.
"MasBro, kau mau kemana ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong.
"Aku ingin istrirahat." jawab Reyhan.
"Lalu bagaimana dengan mereka yang sedang membicarakanmu." kata Putra Mahkota KunLi Wong.
"Aku tak peduli, terserah apa yang dibahas oleh mereka, yang penting mereka tidak membuat masalah denganku." jawab Reyhan.
"Besok adalah hari terakhir perayaan ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei. Aku ingin kau membantuku." kata Putra Mahkota KunLi Wong.
"Membantu untuk apa ? Apa kau tidak menyiapkan hadiah untuknya ?" tanya Reyhan.
"Hadiah sudah kusiapkan, hanya saja aku tidak percaya diri di hadapan Putri Mahkota Lin Wei." jawab Reyhan.
Reyhan mendengus kesal. Lalu ia berbalik badannya, dan menatap Putra Mahkota KunLi Wong. "Aku tidak bisa membantu apa-apa, aku cuma bisa menyampaikan kau harus berusaha untuk membuatnya nyaman didekatmu."
"Tapi, setiap aku menatapnya, dia tidak memperdulikan keberadaanku." jawab Putra Mahkota KunLi Wong.
"Bahkan saat pertandingan tadi, ia tak terlalu memperhatikan aksiku. Yang ada dia terlalu fokus memperhatikan aksimu." lanjutnya.
"Ayolah... Itu hanya sebuah pertunjukan, wajar jika ia memperhatikanku, karena aku adalah adik kandungnya." balas Reyhan.
"Terus apa yang harus kulakukan untuk mendekatinya ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong.
"Semua ada padamu. Kau hanya perlu perjuangkan dirinya dengan usahamu sendiri." jawab Reyhan.
"Aku tidak terlalu yakin." balas Putra Mahkota KunLi Wong.
"Ck..., belum juga usaha sudah seperti kehilangan harapan, kau usaha dulu !!" jawab Reyhan.
"Kalau usahaku gagal ?" sahut Putra Mahkota KunLi Wong bertanya.
"Tinggal cari yang lain." jawab Reyhan santai.
"Yang benar saja. Tidak mudah aku mencari yang lain. Aku dan Putri Mahkota Lin Wei sudah dijodohkan." balas Putra Mahkota KunLi Wong yang tak terima.
"Itu salahmu, karena dirimu yang mau mendekati Kakakku agar bisa mencintamu, sebelum mendengar kabar perjodohan." jawab Reyhan.
"Sudahlah, aku tak ingin berurusan dengan persoalan percintaan. Aku tak nyaman jika ikut memikirkan soal percintaan." jawab Reyhan berlalu meninggalkan Putra Mahkota KunLi Wong.
Reyhan tak ingin berurusan dan memikirkan soal percintaan. Jika membahas hal itu, sekilas dirinya teringat kehidupan sebelumnya waktu di zaman modern. Rasa sakit hati yang ia rasakan atas penghiatan dikehidupan sebelumnya.
__ADS_1