
_______________________________________
"Alice Aku Mencintaimu."
Cup.
Gadis itu langsung terkejut ketika laki-laki yang selalu membuatnya nyaman menyatakan cintanya. Tapi setelah itu Alice langsung terkejut. Bagaimana tidak terkejut ? Reynal langsung mencium bibir Alice.
Meski sekilas, itu mampu membuat Alice terdiam.
Reynal tersenyum melihat Alice yang diam setelah ia mencium bibirnya. Lalu ia perlahan menarik tangan Alice untuk pergi dari tempat itu.
Dan meninggalkan Delbert yang terdiam tak percaya. Kaget bukan main melihat gadis pujaannya tidak menolak saat bibirnya dicium oleh laki-laki lain.
Delbert pun tersadar.
Hatinya semakin panas, dan sesak. Jelas tidak terima. Dia yang telah lama mengenal Alice, tapi dengan mudahnya laki-laki asing datang dan menyatakan cintanya.
"Kau ingin membuatku membunuhmu ?" tanya Delbert.
Pertanyaan membuat Reynal berhenti berjalan. Lalu Reynal membalikkan tubuhnya. Ia menatap datar ke arah Delbert. "Kau ingin membunuhku ?"
"Kau sudah merebut wanitaku." ucap Delbert, Alice yang tadi terdiam, pun mengerut dahinya.
"Wanitamu ?" sahut Reynal.
"Ya, Alice adalah wanitamu." jawab Delbert.
Alice terkejut, kenapa Delbert mengatakan kalau dirinya adalah wanitanya.
Reynal tersenyum. "Kau bilang Alice adalah wanitamu ? Apa kau tidak sadar ? Alice tak memiliki hubungan lebih denganmu. Dan kenapa kau dengan mudahnya mengatakan kalau Alice adalah wanitamu ? Dan lebih parahnya kau kasar padanya"
Delbert terdiam, ia tak bisa menjawab. Lalu ia tersadar, betapa bodohnya dirinya termakan amarah dan sehingga dia bisa mengatakan kalau Alice adalah wanitanya.
Tak hanya Delbert yang masih terdiam, Alice pun juga terdiam.
Senyuman Reynal memudar, lalu ia memasang wajah dinginnya. "Jangan membawa-bawa nama gelar Putra Mahkota 'mu itu, sehingga kau seenaknya mengatakan kalau Alice adalah wanitamu."
Reynal pun menatap, lalu tersenyum Alice. "Ayo kita pergi."
"Ahh.., i-iya." jawa Alice gugup.
Dengan lembut Reynal menarik tangan Alice dan meninggalkan Delbert begitu saja.
Setelah gadis pujaannya telah dibawa pergi oleh laki-laki lain itu. Delbert terduduk di tanah. Hatinya yang sudah memanas, semakin memanas.
BUGH..!! BUGH..!!
Delbert memukul-pukul tanah.
Tak terima gadis yang telah ia sukai telah direbut laki-laki lain.
"Aku akan merebut yang seharusnya menjadi miliku." guman Delbert.
.....
__ADS_1
Hari telah sore.
Acara ulang tahun Aland telah selesai, begitu juga dengan pertunjukan semua para Putri juga telah selesai. Banyak sekali para Putra Mahkota dan Pangeran terpesona hasil penampilan para Putri.
Semua para tamu undangan juga tak lupa memberi hadiah kepada Putra Mahkota Aland. Dan Aland juga tak lupa berterimakasih kepada semua para tamu undangan.
Begitu juga dengan Raja Arlie dan Permaisuri mengucapkan Terimakasih kepada para tamu undangan karena telah datang hadir di acara ulang tahun Putra mereka.
Lalu Raja Arlie mengumumkan hari pernikahan Aland dan Elena yang diadakan 2 bulan lagi, dan berharap ke semua para tamu undangan untuk datang kembali di hari bahagai tersebut.
Raja Dorothy pun setuju, karena sebelumnya telah dibecarakan oleh besannya tentang hati pernikahan Aland dan Elena. Tentu saja calon pengantin sangat berbahagia. Meski dalam perjodohan ternyata Aland dan Elena juga saling jatuh cinta.
Para tamu undangan telah keluar dan pergi kembali ke Kerajaan mereka. Hanya keluarga calon besan Raja Arlie yang belum pulang. Mereka masih ingin berbicara rencana pernikahan Putra-Putri mereka.
Aland mengajak Elena, Alice dan Reynal untuk pergi ke taman yang ada dibelakang istana. Mereka telah duduk santai di gazebo, dan sambil menikmati cemilah dan teh mereka.
Disisi Reynal dan Alice, mereka berdua sama-sama diam tak berbicara semenjak tadi. Mereka terlihat saling diam tak berbicara sama sekali. Hanya Aland dan Elena yang sibuk berbicara.
Alice dan Reynal hanya menanggapinya dengan mengiyakan dan senyuman. Disini Aland merasakan hal berbeda dari Reynal dan Alice yang hanya diam tak saling berbicara.
Tak hanya Aland, tapi begitu juga dengan Elena. Lalu Aland mulai berbicara.
"Reynal, apa kita bisa berbicara sebentar ?" tanya Aland.
Reynal mengerut dahinya. Lalu ia mengangguk kepalanya. "Bisa."
Aland mengajak Reynal pergi, tapi tak jaug dari gazebo. Mereka meninggalkan Elena dan Alice di tempat.
Setelah agak jauh, Aland mulai berbicara. "Kau dan Alice kenapa ?"
"Kau dan Alice saling diam." jawab Aland.
"Kami tidak kenapa-kenapa." balas Reynal dengan tenang. Karena yakin situasinya membuat Aland penasaran.
"Aku tak yakin kalian baik-baik saja." jawab Aland.
"Tapi aku yakin pasti ada yang telah terjadi." lanjutnya.
Reynal menghela nafasnya. Lalu ia mencetitakan semua yang telah terjadi.
.....
Disisi Elena dan Alice.
Elena juga menanyakan hal yang sama kepada Alice.
"Kak Alice, apa kau ada masalah dengan Reynal ?" tanya Elena.
"Tidak, kami baik-baik saja." jawab Alice cepat, ia terlihat gugup kali ini."
"Kau tidak bisa berbohong padaku, Kak Alice." balas Elena sambil tersenyum.
Alice menghela nafasnya. Benar, ia tak bisa berbohong kepada Elena. Karena mereka berdua sudah saling mengenal. Lalu Alice menceritakan apa yang terjadi.
.
__ADS_1
.
Singkat Cerita.
.
.
Elena terkejut mendengarnya. Ia tak menyakan kalau kakak laki-lakinya seperti itu. Tapi yang membuatnya terkejut tak main adalah Reynal telah mengutarakan perasaannya kepada gadis yang telah ia anggap sebagai kakak perempuannya.
"Lalu, bagaimana ?" tanya Elena.
"Bagaimana apanya ?" Alice balik bertanya.
"Kau membalas perasaannya Reynal tidak ?" jawab Elena bertanya.
"Entahlah, aku bingung." jawab Alice.
"Kenapa harus bingung, kak Alice ? Sekarang aku tanya, bagaimana saat kau didekat Reynal ?" kata Elena.
"Jujur jantungku berdebar-debar saat didekatnya. Apalagi saat Reynal mangatakan kalau dia mencintaiku, entah mengapa aku senang mendengarnya, dan aku tak dapat menolak saat dia menciumku." jawab Alice sambil menunduk kepalanya.
Elena terkejut. "Reynal menciummu ?"
Alice mengangguk kepalanya.
"Betani juga Reynal." batin Elena.
Elena melihat Alice seperti anak kecil yang malu-malu, tak habis pikir ternyata Alice yang lebih dewasa darinya bisa terlihat seperti itu.
Sepertinya ia harus merelakan Alice kepada Reynal. Tidak kepada kakak laki-lakinya. Reynal mungkin lebih baik dari Delbert. Meskipun dulu ia pernah hampir dibunuh Reynal. Ya, ia akui karena dia yang telah memecahkan amarah laki-laki itu.
Elena menghela nafasnya.
"Kak Alice, kau telah jatuh cinta padanya."
Alice terkejut "Hm ?"
"Kau telah jatuh cinta kepada Reynal, Kak Alice." jawab Elena.
"Jatuh Cinta ?" sahut Alice.
"Ya, hanya saja kau belum menyadarinya." jawab Elena gemas.
.....
Kembali ke sisi Aland dan Reynal.
Aland menepuk pundak Reynal setelah mendengar cerita Reynal.
"Kau hebat, temanku." ucap Aland bangga
"Tapi kanapa kau tidak menuntut jawaban Alice ?" lanjutnya.
"Aku hanya tak ingin memaksa membalas perasaanku, aku tak masalah jika dia menolakku nantinya. Setidaknya saat aku pulang kembali ke dunia asalku, aku bisa bernafas lega." jawab Reynal.
__ADS_1
Aland tersenyum. "Kau memang lelaki hebat, temanku."