Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 51


__ADS_3

Kerajaan Wan.


Kini 10 Ksatria tengah berkumpul di ruangan pertemuan. Putra Mahkota KunLi Wong, Putra Mahkota Feng Yin Shin, Pangeran Jierui Wong, Pangeran Jian Heeng Wan, XeuMei, JiangWu, WangDun, Putra Mahkota HaoCun Ho, Yu Wen. Sedangkan Reyhan, dirinya telah hadir di ruangan pertemuan itu.


Dia hanya memperhatikan 9 anggotanya berdiskusi untuk membahas perang yang akan terjadi 5 hari lagi. Awalnya Pangeran Jian Heeng terkejut melihat Reyhan. Karena Pangeran Jian Heeng belum mengetahui jika Reyhan telah pulang kembali. Dirinya semakin benci melihat Reyhan yang telah mengisi posisi pemimpin anggota Ksatria.


Tapi ia urungkan untuk merencanakan sesuatu. Sekarang ia harus bersiap seperti orang yang berwibawa, agar anggota lainnya menganggap dirinya layak menjadi Pemimpin Anggota Ksatrianya. Karena dari tadi Reyhan hanya diam dalam duduknya. Tak mengeluarkan suara saat berdiskusi. Putra Mahkota KunLi Wong yang memimpin diskusi itu.


..


Reyhan yang setia memakai jubah merahnya memilih diam dalam duduknya, karena ia melihat ketidak kompakan dalam anggotanya. Ia memilih diam, dan hanya mendengarkan perdebatan anggotanya. Ada yang ingin menyerang sendiri, ada yang ingin secara kelompok. Terutama ia melihat saudara laki-lakinya. Pangeran Jian Heeng terlihat ambisius dalam membahas perang. Entah karena memiliki kemampuan luar biasa atau lainnya, Reyhan pun tak tau.


Lebih baik ia memilih diam dari pada ikut berdiskusi. Tujuannya mengumpulkan anggotanya sebenarnya hanya ingin tau siapa saja anggotanya. Ternyata Reyhan tak menyangka, Pangeran Jian Heeng juga termasuk anggotanya. Bahkan sepupunya dari Kerajaan Shin, Putra Mahkota Feng Yin Shin juga salah satu anggota Ksatrianya.


Seperti dugaan Reyhan, diskusi para anggotanya tak ada yang menarik. Reyhan teringat perkataan Putra Mahkota KunLi Wong sebelumnya, setiap pertemuan sebelum-sebelumnya, ke-7 Raja yang yang selalu mengadakan pertemuan dan ke-9 anggotanya yang hanya diam mendengarkan percakapan ke-7 Raja.


Seketika ruangan itu hening, karena mereka terlalu lelah dalam depatnya. Entah apa yang mereka depatkan. Yang Reyhan dengar setiap anggotnya memiliki cara masing-masing dalam berperang. Bahkan ada dari mereka hanya mengetahui maju ke medan perang dan memenangkannya.


Tak hanya Reyhan, Author pun juga tak tau apa mereka debatkan.


"MasBro, jadi menurutmu bagaimana ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong kepada Reyhan.


Reyhan menghela nafasnya. "Aku lelah melihat diskusi ini, tak ada yang menarik."


Pangeran Jierui Wong manatap Reyhan. "Kau bilang lelah. Lalu sejak tadi kau hanya bisa diam."


Reyhan tak menjawab, ia hanya menatap datar kepada Pangeran Jierui Wong.


"Selama ini kau kemana saja ? Kau pergi dan tak pernah hadir setiap pertemuan penting yang diadakan para Raja." ucap Putra Mahkota HaoCun Ho.


"Dan sekarang kau tiba-tiba muncul, dan mengumpulkan kami." lanjutnya.

__ADS_1


Reyhan tak menjawab, ia berdiri dari duduknya, dan tiba-tiba muncul cahaya portalnya di depannya. Ia pun melangkah maju untuk masuk kedalam. Tapi langkahnya terhenti mendengar pertanyaan dari Putra Mahkota KunLi Wong.


"MasBro kau mau kemana ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong.


"Aku hanya ingin pergi ke Kerajaan Xie, karena diskusi ini tak menemukan hasil." jawabnya tanpa menoleh.


Reyhan kembali melangkah maju dan masuk kedalam cahaya portalnya. Cahaya portal itu perlahan menghilang setelah Reyhan masuk kedalam. Seketika semua anggota Ksatria terdiam melihat Reyhan pergi dalam sekejap.


"Apa yang ia lakukan ? Tiba-tiba ia menghilangkan setelah masuk ke dalam cahaya itu." ucap Pangeran Jierui Wong, dan Pangeran Jian Heeng juga menatap heran.


"Sebelumnya aku juga terkejut melihat, tapi itulah caranya saat dia menjemputku untuk mengadakan pertemuan ini." jawab Putra Mahkota Feng Yin Shin.


"Aku pun sama." balas Putra Mahkota HaoCun Ho, dan diiyakan oleh lainnya.


Karena sebelumnya mereka ber-6, Putra Mahkota Feng Yin Shin, XeuMei, JiangWu, WangDun, Putra Mahkota HaoCun Ho, Yu Wen juga mengalami hal yang sama saat Reyhan tiba-tiba muncul dan mengajaknya untuk berkumpul.


.....


Kerajaan Xie.


Raja Wan memberi bantuan kepada Raja Kerajaan Xie dan akan mengirim pasukannya. Dan Raja lainnya pun juga sama mengirim pasukannya untuk membantu Kerajaan Xie. Setiap Kerajaan mengirim pasukannya dengan masing-masing berjumlah 500 prajurit.


Tapi mereka masih bingung, karena tak mungkin mengirim pasukan mereka ke perbatasan antara Negara Barat dengan Negara Tengah. Karena membutuhkan waktu perjalanan, dan juga menguras tenaga pasukannya saat dalam perjalanan.


Tiba-tiba cahaya portal muncul di ruangan itu. Semua Raja menatap cahaya itu. Dan keluarlah Reyhan dari cahaya portal itu. Semua Raja diam di tempat, Seperti dugaan mereka, karena sebelumnya Reyhan saat mengumpulkan mereka juga menggunakan cahaya portalnya.


"Putraku, kenapa kau tiba-tiba muncul tanpa mengucapkan salam." ucap Raja Wan kepada Reyhan, ia merasa malu karena sikap Reyhan tak memberi salam kepada semua Raja, dan muncul sesuka hatinya.


Reyhan pun sedikit menunduk kepalanya. "Salam para Raja Kerajaan Negara Barat." Reyhan mengucapkan salam.


"Tak apa-apa, kau datang tiba-tiba pasti ada hal sesuatu penting dari hasil diskusi para anggotamu." ucap Raja Shin kepada keponakannya, karena Raja Shin adalah kakak kandung dari Permaisuri Xia, istri Raja Wan.

__ADS_1


"Tak ada hal penting, Karena anggotaku tak menemukan hasil diskusi mereka, jadi aku bosan dan memilih datang kemari, karena ingin tau apa hasil dari diskusi kalian." jawab Reyhan dingin.


"Astaga, kau tak ada sopan santunmu, bisa-bisa kau menyebut kami dengan sebutan 'kalian'." kata Raja Wan frustasi.


Ke-6 Raja melihat Raja Wan dan Reyhan hanya tersenyum.


"Ehem.., jadi diskusi dari kami, setiap Kerajaan akan mengirim pasukannya untuk membantu Kerajaan Xie, dengan jumlah 500 pasukan prajurit." jawab Raja Shin.


"Itu lebih dari cukup." balas Reyhan.


"Kami tau kekuatanmu yang tiada tanding, tapi lawan kita adalah Kerajaan terkuat dari Negara Tengah, Kerajaan Kai. Jadi meski kau hebat, kita tetap harus waspada." jawab Raja Xie.


"Kau benar, karena aku juga berfikir meski ada Kerajaan yang kuat atau lemah, kita tidak boleh meremehkannya." sahut Reyhan, dan semua Raja mengangguk kepalanya seakan setuju dengan ucapan Reyhan.


"Tapi masalahnya kita mengirim pasukan mereka ke perbatasan, membutuhkan waktu perjalanan, dan juga itu bisa menguras tenaga para pasukan kita." ucap Raja Jun.


Cling.


Tiba-tiba Reyhan memunculkan cahaya portalnya, dan keluar lah 7 pedang.



Cahaya portalnya perlahan lenyap. 7 pedang itu melayang di dalam ruangan itu. Ke-7 Raja terdiam, dalam pikiran mereka, apa yang akan Reyhan lakukan.


Perlahan setiap 7 pedangnya itu mendekati ke-7 Raja. "Peganglah pedang itu." ucap Reyhan.


Masing-masing dari ke-7 Raja memegang pedangnya, dan menatap bingung.


"Aku memberikan pedang-pedangku pada kalian. Nanti saat perang akan dimulai, tancapkanlah pedang itu di tanah, tepat dihadapan pasukan kalian. Karena pedang itu sebagai jalan masuk pasukan kalian pergi ke perbatasan dalam sekejap." ucap Reyhan lalu ia pergi keluar dari ruangan itu, dan meninggalkan ke-7 Raja yang masih diam melongo mencerna ucapan Reyhan barusan.


Rencana selanjutnya, Reyhan akan pergi menuju ke perbatasan, tapi sebelum itu, ia ingin pergi jalan-jalan di sekitaran kota Kerajaan Xie. Karena perutnya masih terasa lapar. Setelah keluar dari ruangan pertemuan, ia berjalan kaluar.

__ADS_1


Baru beberapa langkah keluar dari ruangan itu, ia terhenti. Tiba-tiba jantungnya berdebar-debar melihat gadis yang ada dihadapannya, seakan ia pernah melihatnya. Gadis itu menggunakan hanfu berwarna ungu, sehingga terlihat cantik dan manis.


Dari penampilannya saja bahwa gadis itu jelas seorang Putri Kerajaan. Dan disisi Gadis itu, jantungnya juga berdebar-debar melihat Reyhan. Seakan ia mengenalinya, terutama saat ia melihat jubah merah yang dikenakan Reyhan.


__ADS_2