
_______________________________________
Hari telah pagi.
Reyhan dan Xiu Juan bangun dari tidur mereka. Meski masih terasa lelah akibat olah raga malam mereka di ranjang, pasangan suami istri itu tetap harus bergegas untuk segera pergi.
Mereka menginap di penginapan di salah satu kota Kerajaan, dan tentu saja masih dalam Wilayah Kekaisaran Carrole.
Reyhan dan Xiu Juan telah bersiap-siap setelah mandi bersama. Xiu Juan mengenakan pakaian barunya, sebelum mereka menginap Reyhan membeli pakaian baru di salah satu toko pakaian yang terdekat di tempat penginapan mereka.
Reyhan juga mengenakan pakaian barunya. Setelah Xiu Juan memakai pakaiannya, tak lupa ia mengenakan cadar.
Mereka bersama keluar dari kamar, dan segera pergi dari tempat itu setelah membayar tempat penginapan mereka.
"Apa kau lapar ?" tanya Reyhan kepada istrinya.
"Iya, perutku terasa lapar sekali." jawab Xiu Juan.
"Itu, ada tempat makan, ayok !!" ucap Reyhan sambil menunjukkan le arah rumah makan dengan dagunya.
Xiu Juan menuruti ajakan suaminya. Dan mereka segera masuk ke rumah makan itu untuk sarapan.
.....
Reyhan dan Xiu Juan telah selesai makan, dan segera pergi setelah membayar makanan mereka.
Mereka berjalan bersampingan sambil bergandengan tangan. Banyak mata yang melihat mereka bagaikan seperti sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta.
Meski tak ada yang mengenali mereka, tapi tetap saja mereka berdua harus waspada jika mereka masih di dunia musuh dalam waktu 25 hari lagi agar bisa kembali pulang ke dunia mereka, karena Reyhan baru saja 5 hari bertempat di dunia asing.
Sedangkan Xiu Juan sudah hampir satu minggu lebih. Meski begitu tetap saja hitungan hari tinggal mereka jatuh pada Reyhan yang karena baru 5 hari.
.....
Reyhan dan Xiu Juan telah memasuki hutan. Mereka sebentar lagi akan melewatu perbatasan Kekaisaran Carrole.
Reyhan bisa saja membawa Xiu Juan terbang, cuman hanya saja ia ingin menikamati waktu perjalanan bersama. Ia tak ingin mensia-siakan waktu bersama mereka.
Meski tidak tepat pada waktunya, setidaknya ia harus merelax tubuh, dan pikiran agar tidak jenuh. Dan sesekali ia ingin berlibur bersama istri tercintanya.
Sementara disisi Xiu Juan, ia menuruti kemauan suaminya. Lagian baginya juga, tidak ada salahnya jika menikmati hari-hari berdua.
Karena selama hampir satu minggu lebih ia terkurung di dalam ruangan, ia tak bisa melihat luar dari istana Kekaisaran. Tapi sesekali ia juga rindu dengan ketiga anaknya.
.....
__ADS_1
"Apa kau mendengar sesuatu ?" tanya Xiu Juan kepada suaminya.
Reyhan mengangguk kepalanya, karena ia juga mendengar suara seperti suara pertarungan.
"Ayo !!" ajak Xiu Juan, Reyhan menurutinya.
Setelah mendekat, mereka berdua bersembunyi. Mereka melihat 2 wanita yabg sedang bertarung melawan musuh.
Mata Xiu Juan terbelalak melihat wanita cantik yang ia kenal sedang bertarung bersama seorang pelayannya melawan 4 orang bandit.
Ya, wanita itu adalah Permaisuri Caroline. Ia bertarung melawan ke-4 bandit bersama dengan pelayannya. Meski umur Caroline sudah menginjak 40 tahun, ia masih bisa melakukan teknik bela diri milikinya.
Tanpa menunggu, Xiu Juan langsung maju keluar dari persembunyiannya. Semua orang terkejut melihat Xiu Juan yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka. Pertarungan Caroline bahkan terhenti. Reyhan menghela nafasnya lalu berdiri dan berjalan mendekati mereka.
Xiu Juan menyerang semua bandit dengan teknik bela dirinya dan sihir elemennya. Caroline berdiri diam bersama pelayannya. Seakan ia tak percaya apa yang mereka berdua lihat.
Xiu Juan bertarung dan merebut pedang dari salah satu ke-4 bandit itu. Dengan cepat dan lincah ia bergerak menjatuhkan ke-4 bandit itu.
Caroline masih berdiam di tempatnya. Ia terpaku melihat kehebatan Xiu Juan dalam bertarung dengan lawannya.
.....
"Kalian ingin pergi dengan nyawa kalian atau ingin menetap disini menyerahkan nyawa kalian." ucap Xiu Juan berdiri dengan mengarahkan pedangnya ke ke-4 bandit yang sudah terduduk jatuh di tanah.
Tanpa menunggu Xiu Juan bertindak lagi, Reyhan langsung menebas ke-3 bandit itu dengan pedang dan gerakan cepat miliknya.
Xiu Juan mendengus kesal karena bagiannya direbut oleh suaminya. "Kamu kenapa merebut semua bagianku."
"Aku tak mau kamu berlama-lama bermain dengan musuhmu sayang. Cukup saja aku yang bermain-main dengan mereka." jawab Reyhan sambil mengusap kepala istrinya.
Xiu Juan menghela nafasnya, lalu pandangannya teralih ke Caroline dan pelayannya yang masih diam di tempat menatap dirinya dan suaminya.
Xiu Juan kembali beralih melihat suaminya. "Aku ingin berbicara dengan mereka dulu ya."
"Sayang, bukankah dia Permaisuri dari kaisar tua bangka yang mengurungmu. Aku akan memberi pelajaran padanya." balas Reyhan.
"Sayang, jangan begitu. Selama aku dikurung, hanya dia yang baik padaku. Ia tak memaksa, dia hanya tak berani melawan suaminya." jawab Xiu Juan.
"Baiklah, bicaralah padanya, dan berhati-hatilah, bisa saja dia diam-diam mengikuti kita dan menculik dan membawamu kembali ke Kekaisaran." jawab Reyhan.
"Iya, aku akan hati-hati. Tapi aku tak yaki jika dia begitu." balas Xiu Juan.
"Baiklah, baiklah, bicaralah dengannya. Aku ingin bermain-main dulu dengan dengannya ya." jawab Reyhan sambil menunjuk bandit yang tersisa seorang saja dengan dagunya.
"Baiklah." sahut Xiu Juan dan berlalu mendekati Caroline dan pelayannya.
__ADS_1
Reyhan tersenyum, lalu pandangannya beralih ke bandit itu yang masih berdiam tengkurap di tanah.
Bandit itu gemetaran melihat Reyhan tersenyum menyeringai dan berjalan mendekatinya.
.....
Caroline tersadar dari diamnya saat Xiu Juan berjalan mendekatinya.
"Hai.., tuan Permaisuri kenapa kau ada disini. Tempat seharusnya tempat kau berada di istana kaisar." sapa Xiu Juan berdiri berhadapan dengan Caroline, meski sudah berumur 40, tapi masih terlihat cantik.
"Ahhh... Hmmm...," Caroline terlihat gugup.
"Mohon maaf Nyonya. Kami tak bisa berlama-lama disini, dan kami harus segera pergi." bukan Caroline yang menjawab, melainkan pelayan Caroline yang menjawab dengan perasaan ketakutan.
"Kau tak perlu takut padaku, aku hanya ingin tau kenapa kalian berada disini ?" jawab Xiu Juan bertanya.
Pelayan itu mau menjawab, tapi Caroline menghentikannya dengan memegang pundak pelayannya. Caroline menatap pelayannya dan mengangguk kepalanya.
"Aaaagggrrrrhhh !!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan. Xiu Juan, Caroline, dan pelayannya beralih ke arah sumber suara teriakan itu.
Dan benar saja, mereka melihat Reyhan yang asik sendiri bermain-main dengan bandit itu dengan sadis.
Caroline menatap Xiu Juan dengan tatapan sedikit ketakutan. "Aku akan bercerita, tapi bisakah kau menghentikan suamimu."
Xiu Juan kembali menatap Caroline, ia bisa melihat ketakutan dari wajah wanita itu. Ia pun mengangguk kepalanya.
"Sayang..., bisakah kau berhenti bermain-main." panggil Xiu Juan kepada suaminya.
Reyhan yang sedang asik memegang tangan bandit dengan paksa dan memotong jari-jarinya dengan pedangnya, pun terhenti. Ia mendengar suara istrinya memanggilnya. Dan memintanya untuk berhenti.
Reyhan menghela nafasnya, lalu berdiri meninggalkan mainannya tanpa rasa bersalah sama sekali. Ia berjalan mendekati ke-3 wanita yang sudah berdiri menunggunya.
.....
Sementara disisi lain. Di istana Kekaisaran Carrole, kaisar Eldezer tengah marah kepada para pengawalnya, karena ia tak mendapati istrinya yang sudah menghilang entah kemana.
Eldezer benar-benar merasa sial. Sudah kehilangan Caroline dan Xiu Juan pergi meninggalkan istananya.
Dan di dekatnya tengah marah kepada semua pengawalnya terlihat Elios yang duduk terdiam. Luka di pergelangan tangannya sudah tertutup setelah diobati oleh tabib yang memiliki sihir cahaya.
Elios masih terdiam. Perasaan sama seperti yang dirasakan oleh Eldezer. Ia juga tak terima Xiu Juan pergi dengan suaminya.
Kembali pada Eldezer, ia teringat kalau istrinya masih belum mencintainya dari awal pernikahan mereka hingga sekarang. Ia juga sudah tau siapa laki-laki yang selama ini dicintai oleh istri.
__ADS_1
Eldezer berfikir keras. Ia mencoba menebak-nebak kalau Caroline pergi meninggalkan dirinya dan mencari tempat laki-laki tercintanya.