Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 70


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Reyhan merasa senang juga ternyata bukan hanya Putri Mahkota Xiu Juan yang sudah kembali bereinkarnasi. Ternyata sahabatnya KunLee, juga reinkarnasi dari Putra Mahkota KunLi Wong. Setelah usai melepas rindu, mereka bertiga menghabiskan sehariannya di teras rumah kayunya. Mereka bertiga kembali bercerita, tentang kebersamaan mereka saat di dunia masa depan. Kali ini Reyhan hanya mendengar cerita kehidupan KunLi dan Xiu Juan waktu hidup di masa depan setelah berpisah darinya selama 7 tahun.


Sambil bercerita, tentu saja tak lupa waktunya makan siang bersama. Bahan telah lama disiapkan dari awal oleh Reyhan. Mereka bertiga memasak bersama. Hingga masakan mereka telah matang, dan tak menunggu lama, mereka langsung menyantap hingga habis. Tapi disisi KunLi Wong, ia merasa iri melihat hubungan Reyhan dengan Xiu Juan sangat dekat.


KunLi Wong iri bukan karena cemburu, karena ia teringat kekasihnya yang sudah di meninggal waktu dikehidupan keduanya. Tiba-tiba, pikirannya tertuju Putri Mahkota Lin Wei. Entah mangapa ia merasa ada kemiripan, tapi menepisnya. KunLi Wong masih belum siap bertemu Putri Mahkota Lin Wei. Karena ia teringat saat dimana ia detik-detik akan mati dan menyatakan perasaannya.


Jika dingat-ingat lagi ia merasa malu, belum tentu perasaannya dibalas. Lebih baik ia memilih diam, biar waktu terus berjalan. Dan menunggu Lin Wei membalas perasaannya, atau ia mencari yang lain. Lebih baik KunLi Wong memfokuskan dirinya untuk kembali memainkan perannya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Wong.


.


.


.....


1 hari telah berlalu, akhirnya Reyhan mempulangkan KunLi Wong dan Xiu Juan pulang ke Kerajaan mereka masing-masing. Reyhan mulai memunculkan sihir perpindahan tempat. KunLi Wong lebih dulu pulang ke Kerajaan Wong. Dan tinggal Xiu Juan bersama laki-laki berjubah merah itu. Reyhan mengantar Xiu Juan dengan sihir perpindahan tempatnya. Tepat telah sampai depan istana Kerajaan Xie.


Reyhan mengantar masuk Xiu Juan ke dalam istana, dan pergi menuju ke ruang Raja Xie bekerja. Setelah sampai, benar saja, Raja Xie sangat senang ternyata Putrinya telah sehat kembali. Reyhan pun berpamitan untuk pergi pulang, sebenarnya Xiu Juan ingin mengahalanginya, ia tak ingin jauh dari Reyhan, tapi ia urungkan, karena ia tak ingin egois. Jadi dengan terpaksa membiarkan Reyhan untuk pergi pulang.


Sebelum pulang Reyhan mencium kening Xiu Juan secara tiba-tiba, dan langsung pergi dengan sihir perpindahan tempatnya, dan meninggalkan Xiu Juan mematung. Tentu saja, Raja Xie, Permaisuri Xie, dan Putra Mahkota To Mu Xie terkejut melihat Putri Mahkota Xiu Juan menerima ciuman Reyhan di keningnya. Tapi mereka ber-3 memilih untuk diam, dan membiarkannya. Karena mereka juga senang, mengira Reyhan menerima perjodohan setahun yang lalu.


.


.


.


.....


Kabar tentang kesehatan Putra Mahkota KunLi Wong dan Putri Mahkota Xiu Juan membaik telah tersebar di seluruh Kerajaan Negara Barat. Terutama Raja Xie dan Raja Wong, mereka berdua sangat senang sekali karena anak merea telah terbangun dari tidurnya. Jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi,


Tapi ada masih ada satu yang dikhawatirkan. Tentang dimana keberadaan Jian Heeng, mantan Pangeran Kerajaan Wan yang telah dicap sebagai buronan. Terlebih lagi Raja Wan, ia telah mengerahkan prajurit elitnya untuk mencari keberadaan Jian Heeng. Raja Wan ingin sekali menghukum salah satu putranya itu.

__ADS_1


.


.


.


.....


2 bulan kemudian, 7 Raja Kerajaan Negara Barat, kembali mengadakan pertemuan kali ini mereka tak menggunakan kereta kuda. Mereka bisa mengadakan pertemuan berkat bantuan Reyhan dengan sihir perpindahan tempat, jadi lebih praktis. Kali ini mereka mengadakan pertemuan di Kerajaan Xie.


Tapi, balik pertemuan ini, Reyhan kini tengah beristirahat di taman dekat Kediaman Putra Mahkota Xiu Juan. Xiu Juan menemani Reyhan yang sedang istirahat untuk mengumpulkan staminanya lagi. Tak hanya mereka berdua, KunLi Wong juga ikut nimbrung dengan mereka. Sambil menikmati angin taman, Xiu Juan memanggil pelayannya untuk menyediakan kue bulan.


.


.


"Apa kau tak ingin bertemu dengan kakakku ?" tanya Reyhan sambil tertawa kecil.


"Untuk kali ini, tidak dulu." jawab KunLi Wong.


"Yakin ? Selagi aku masih berbaik hati menawarkanmu dengan sihir perpindahanku." goda Reyhan.


"Setidaknya kekuatanku bisa bermanfaat saat pertemuan begini. Dan ini aku sedang menawarkanmu untuk bertemu dengan Kak Lin." balas Reyhan.


KunLi Wong mulai mimbang, Reyhan dan Xiu Juan hanya terkekeh melihatnya.


"Dia selalu memikirkanmu loh.." goda Reyhan.


"Benarkah ?" sahut KunLi Wong spontan.


"Entahlah, soalnya ia terlihat selalu melamun." jawab Reyhan.


"Bukankah selama ini kalian tidak pernah bertemu saat-saat kau akan mati." lanjutnya.


"Melamun bukan berarti ia memikirkanku." balas KunLi Wong, sebenarnya ia meresa ada kemiripan Lin Wei dengan kekasih dulunya waktu di kehidupan keduanya. Tapi ia memilih untuk diam, karena ia tak yakin kalau Kekasihnya telah juga telah bereinkarnasi sebagai Lin Wei.


Tiba-tiba Reyhan mengeluarkan cahaya sihir perpindahan tempat tepat didepan KunLi Wong.

__ADS_1


"Selagi aku berbaik hati. Buruan temuilah dia." kata Reyhan.


"Ayo, kak, semangat !!" ucap Xiu Juan.


Tanpa menjawab, KunLi Wong pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari masuk ke cahaya portal sihir perpindahan tempat. Setelah masuk perlahan cahaya portal itu hilang, Reyhan dan Xiu Juan bersamaan mengangkat salah satu tangannya dan..


Tos !!


Mereka berdua menepuk telapak tangan satu sama lain. Tiba-tiba penglihatan Reyhan buram dan darah perlahan keluar dari salah satu lubang hidungnya. Xiu Juan terbelalak melihatnya, dengan cepat ia segera membersihkan darah itu dengan kain panjang hanfunya.


Xiu Juan bangkit berdiri dari duduknya, ia berniat memanggil pelayannya dan memerintahkannya untuk mencarikan seorang tabib. Namun, tiba-tiba tangannya dipenggang Reyhan.


"Aku tak apa-apa, aku hanya butuh istirahat." ucap Reyhan sambil tersenyum.


"Tapi kau hidung mengeluarkan darah." balas Xiu Juan khawatir.


"Kenapa juga kau harus memakai sihir perpindahan tempat terus-terusan." lanjutnya.


Reyhan tak menjawab, ia hanya membaringkan tubuhnya di rumput, dan memandang langit. Xiu Juan pun juga melakukan itu di samping tubuh Reyhan. Tanpa disadari mereka berdua ada sepasang mata melihatnya sambil tersenyum.


.


.


.


.....



Disisi lain, dalam sebuah hutan yang lebat dekat gunung awan hitam, ada seorang laki-laki yang tengah menemukan sebuah batu hitam yang menyala-nyala merah. Lalu ia menggenggam batu hitam itu. Sudah 2 bulan akhirnya menemukan apa yang ia cari, lalu laki-laki itu tersenyum jahat.


"Aku sudah tak tertarik menjadi Putra Mahkota dan aku sudah tidak peduli siapa yang menjadi pewaris Kerajaan."


"Aku akan menjadi yang terkuat, dan menguasi semua Kerajaan yang ada di dunia ini."


Laki-laki itu adalah Jian Heeng. Ia telah menemukan sebuah batu bulat hitam sebesar kerikil. Setelah ia pergi melarikan diri, ia memilih pergi ke gunung awan hitam. Gunung awan hitam itu berada di tengah-tengah Negara Barat.

__ADS_1


Yang konon pernah menjadi tempat tinggal iblis kuno. Iblis kuno itu ada di dalam cerita rakyat yang tinggal di dekat gunung itu, sang iblis telah dibunuh oleh seorang, sang pahlawan, dan kekuatannya tersegel di dalam sebuah batu hitam.


Tapi itu hanyalah cerita rakyat, entah cerita itu beneran nyata atau hanya sebuah cerita karangan masyarakat yang tinggal di dekat gunung awan hitam itu. Tapi batu hitam apa yang digenggam Jian Heeng, apakah batu itu adalah batu yang menyegel kekuatan sang iblis kuno ?


__ADS_2