
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Jian Heeng membawa batu itu ke dalam gubuknya. Ia genggam, lalu menatapnya dengan senyuman jahat. Terlintas pikirannya tertuju seorang yang ia benci. Lalu ia melempar ke atas udara, dengan cepat ia menarik pedangnya, dan mengahancurkan batu itu.
Batu itu telah terbelah di permukaan tanah, tapi sayangnya tak bereaksi apa-apa. Saking kesalnya ia menyeburkan pecahan batu it dangan sihir apinya. Ia merasa dipermainkan, awalnya ia yakin batu itu adalah batu yang menyegel kekuatan sang iblis, karena dari penampilannya sudah terlihat jelas dan menyala-nyala.
Tiba-tiba keluarlah asap hitam dari pecahan batu itu. Jian Heeng tak peduli dengan asap itu, ia mengira asap itu adalah bekas apinya. Tapi anehnya, asap itu mendekati Jian Heeng, dan menyelimutinya. Seketika pandangan Jian Heeng melenyap dan menghitam seperti ruang hampa.
"Apa kau yang membebaskanku ?"
Jian Heeng terkejut karena pandangannya hitam, ia tak melihat siapapun. "Siapa kau ?"
"Akulah yang terkurung di dalam batu itu."
"Jadi kau yang ada di dalam batu itu ?"
"Benar sekali, hahahaha... Akhirnya sekian ratusan tahun lamanya aku telah bebas hahahaha..."
Jian terdiam mendengar tertawa jahat, tapi ia tak takut. "Jadi setelah ini kau akan apa ?"
"Tentu saja aku akan menyatu denganmu karena aku butuh tempat tinggal, hahahaha...."
"Apa untungnya jika kau masuk ke dalam tubuhku ?" tanya Jian Heeng penasaran.
"Tentu saja kau bisa memakaiku sesukamu."
Jian Heeng marasa tertarik. "Kalau begitu tunggu apa lagi."
Tanpa menjawab, suara itu menghilang, lalu pandangan Jian Heeng kembali normal tidak gelap lagi.
Tapi Jian Heeng merasa ada perubahan yang sangat drastis pada dirinya, bahkan penampilan berubah serba hitam, bola matanya juga berubah. Ia mencoba mengeluarkan sihir apinya. Yang keluar api hitam. Dan ia lemparkan ke udara.
Api hitam itu meledak di udara, dan menjadi petir hitam besar sehingga membuat bunyi gundur yang sangat keras, bahkan suara gundur itu terdengar ke seluruh Tanah Negara Barat, dan disusul gempa di sekitaranya, hingga gubuk tempat tinggalnya hancur.
Flashback end.
.
.
"Hahahahahaha...."
__ADS_1
"Aku tak menyangka aku telah mendapatkan kekuatan ini."
"Bahkan aku baru mengetahui ternyata sejauh dari ratus-ratusan tahun yang lalu ternyata tak ada yang menyadari keberadaan kekuatan sang iblis ini, hahahaha...."
Setelah tertawa, Jian Heeng meninggalkan tempatnya. Ia berjalan menulusuri hutan yang selama ia tinggali. Jian Heeng terus berjalan untuk keluar dari dalam hutan itu. Setelah sampai perbatasan, ia merubah penampilannya seperti semula. Agar tidak ada yang mencurigainya.
Jian Heeng berniat meninggalkan desa itu, karena sudah 2 bulan ia tak pulang, pasti warga desa dan kepala desa bertanya-tanya kemana selama dirinya pergi. Ditambah ia telah membuat petir hitam besar dan gempa di seluruh Kerajaan Negara Barat.Tapi ia tak takut, karena dengan ini, ia percaya, tak ada yang bisa mengalahkannya.
Jian Heeng memakai jubah hitam, ia pun mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.
.
.
.
Disisi Lain.
Kerajaan Xie.
Tah hanya anggota Kerajaan, di kota Kerajaan, masyarakat biasa pun juga panik. Bahkan mereka mulai mengarang cerita, ada yang mengatakan akan terjadi bencana besar, ada yang mengatakan langit sedang marah, dan ada juga yang mengatakan dunia akan kiamat. Itulah yang mereka pikirkan tapi ada beberapa dari mereka seorang berjubah hijau gelap, wajahnya tiba-tiba pucat, dan berkeringat. Ia pun berlari menuju ke istana.
.
.
.
Semua orang beribut-ribut setelah mendengar suara petir, ditambah gempa kecil yang lewat. Semua Raja juga keluar dari ruangan pertemuan. Setelah semua telah kembali tenang. Para Raja kembali masuk kedalam ruang pertemuan lagi, tapi didampingi oleh pengawal-pengawal. Dan tak lupa ada Reyhan dan Xiu Juan juga ikut berada disitu setelah kejadian yang tiba-tiba datang.
Ternyata Ke-7 Raja membahas tentang membangun pertahanan di perbatasan Negara Barat agar tidak sembarang Kerajaan dari Negara lain bisa masuk ke wilayah Negara Barat. Dan selain itu Para Raja membubarkan anggota Ksatria Negara Barat, karena atas kejadian sebelumnya ada 1 anggota Ksatria, YuWen Dari Bangsawan Kerajaan Jun yang tewas dibunuh oleh Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Jadi para Raja tak ingin ada yang ada anggota Ksatria yang mereka bangun akan ada yang tewas lagi, bahkan ada 1 yang penghianat, sang mantan Pangeran Kerajaan Wan, Jian Heeng. Karena isi anggota Ksatria adalah Putra-Putra sang penerus keluarga mereka masing-masing. Lalu para Raja meminta Reyhan sebagai pemimpin anggota Ksatria untuk menyutujuinya.
"Aku tak masalah jika dibubarkan, karena dari awal aku tak tertarik." jawab Reyhan santai.
Xiu Juan langsung menyikut perut Reyhan. Reyhan meringis sedikit kesakitan.
"Kondisiku sedang tidak sehat, tapi kau malah menambahkan rasa sakit." bisik Reyhan.
"Itu salahmu. Kau harus sopan sama orang tua. Meskipun sebenarnya kau yang lebih tua." balas Xiu Juan yang juga berbisik.
"Setidaknya kau menyukaiku." jawab Reyhan santai, seketika Xiu Juan mendengus kesal.
Para Raja hanya tersenyum melihat Reyhan dan Xiu Juan berbisik-bisik. Terutama Raja Xie dan Raja Wan, mereka berdua berasa bahagia melihat kedekatan Putra-Putri mereka, dan berharap semoga kedepannya bisa disatukan sesuai dengan rencana perjodohan mereka 1 tahun lebih yang lalu. Lalu mereka kembali serius untuk melanjutkan rapatnya.
__ADS_1
"Jadi, apa kalian merasa sesuatu yang aneh tentang suara petir tadi ?" tanya Raja Wong.
"Ya, baru kali ini aku mendengar suara petir seperti itu dilangit, ditambah dengan disusulnya gempa." balas Raja Wan.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu, juga bertanya-tanya. Bahkan Reyhan merasa perasaan tidak enak. Tak hanya Reyhan, Xiu Juan pun juga sama merasa apa yang dirasakan Reyhan.
.
.
.
Disisi Lain.
Kerajaan Wan.
Putri Mahkota Lin Wei dan KunLi Wong sedang duduk di taman di dekat Kediaman Lin Wei. Ya mereka kini sedang tengah panik setelah mendengar suara petir dan gempa yang sama di rasakan di Kerajaan Xie. Sebenarnya tak hanya Kerajaan Xie dan Kerajaan Wan.
Semua tanah Kerajaan-Kerajaan Negara Barat merasakan getaran itu. Seisi ruangan orang-orang panik, dan berlari berkeluaran dari dalam istana. Permaisuri dan 2 Selir Raja Wan, juga segara berlari keluar dari kediamannya. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu juga bersamaan keluar dari Kediamannya.
.
.
.
"Aku merasakan sesuatu yang aneh setelah kejadian barusan." ucap KunLi Wong.
"Apakah ini bertanda akan ada bencana yang datang ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei.
"Entahlah, tapi kina harus tetap siaga akan kejadian ini." jawab KunLi Wong.
Suasana menjadi hening.
.
.
.
"Sepertinya, aku harus kembali pulang." ucap KunLi Wong.
"Baiklah." sebenarnya dalam hati Putri Mahkota Lin Wei tidak rela jika KunLi Wong akan pergi.
Baru saat KunLi Wong membalikan tubuhnya, dan berjalan 2 langkah, ia berhenti. Karena Lin Wei memanggil dan mengingatkan sesuatu.
"Kau akan pergi pulang kemana ? Bukankah kau datang dengan sihirnya Rey Hann ?" tanya Lin Wei.
__ADS_1
KunLi Wong terbelalak. "Sial, bagaimana aku menghubungi MasBro. Sedangkan di dunia ini tidak ada ponsel."