Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 29


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Hari kedua perayaan ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei telah terlewati. Hari ini adalah hari ketiga perayaan ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei. Semua para tamu undangan telah berkumpul di aula Kerajaan Wan. Hari ketiga, adalah hari pemberian hadiah kepada Putri Mahkota Lin Wei. Semua para undangan memberikan hadiah mereka. Para Pangeran dan laki-laki dari bangsawan dari Kerajaan lain sesekali melirik-lirik ke arah Putri Mahkota Lin Wei, seakan mereka ingin dapat diperhatikan olehnya. Tapi itu hanyalah mimpi, Putri Mahkota Lin Wei memasang wajah datar di wajah cantiknya.


Raja Wan mempersilahkan kasim untuk membacakan siapa pemenang atas penampilan bakat para putri Kerajaan lain. 5 putri yang namanya dipanggil oleh Kasim maju ke kedepan dan berhadapan sang Raja Wan untuk menerima hadiah. Hadiah yang dibagikan untuk pemenang para putri adalah berupa gaun yang sangat cantik dan indah. Gaun itu terbuat dari kain yang berkualitas tinggi. Kelima putri itu merasa senang mendapat hadiah dari Raja Wan. Setelah kelima putri kembali ke tempat duduknya, Raja Wan mempersilahkan Kasim untuk membacakan lagi bagi pemenang dari hasil pertandingan pertarungan di hari kedua perayaan.


Kasim memanggil para Tim pemenang untuk maju kedepan. Semua pemenang akan mendapat berupa baju zirah yang dibuat oleh pengrajin terhebat.



Baju zirah yang diberikan oleh Raja Wan adalah melambangkan sebagai anggota ksatria dari 7 Kerajaan. Karena sebelum melaksanakan hari perayaan ulang tahun Putri Mahkota Wan, para Raja telah bertemu untuk rapat untuk mencari 10 ksatria dari 7 Kerajaan mereka. Raja Wan waktu itu menyarankan melakukan seleksi dari semua anggota keluarga bangsawan, mentri, Kerajaan. Dan dilaksanakan di hari ketiga perayaan ulang tahun Putri Mahkota Wan, semua RAJA pun setuju.


.


.


Para pemenang sangat senang mendapat hadiah berupa 10 baju zirah yang akan dibagikan untuk setiap orang. Kasim menyampaikan tentang baju zirah yang akan diberikan. Kasim menjelaskan maksud dari tujuan pertandingan di hari sebelumnya adalah seleksi untuk mencari 10 ksatria yang dibuat 7 Kerajaan. Semua para pemenang sangat menyukainya mendengarnya dan mereka langsung tertarik dengan hadiah itu. Satu Tim berisi 2 orang, jadi dari 10 Tim yang menang ada 5 Tim, tepatnya 10 orang yang mendapat hadiahnya.


Tim 6 maju dan menerima hadiah dari Raja Wan. Setelah Tim 6 dipanggil, Tim 7 dan Tim 4 maju kedepan. Raja Wan melihat Pangeran Jian Heeng yang ikut menjadi Tim 4, ia tersenyum bangga, karena putra keduanya terpilih. Kasim pun memanggil Tim 10 untuk maju kedepan. Raja Wan juga senang karena putra pertamanya juga terpilih, ditambah kekuatannya sangat hebat menurutnya dan menurut para Raja.


Tapi setelah kasim memanggil Tim 10, yang maju hanya 1 orang, Putra Mahkota KunLi Wong. Semua orang merasa heran kenapa Reyhan tidak ada.


"Kenapa hanya kau yang maju Putra Mahkota KunLi Wong ? Kemana Putra Mahkota Rey Hann ?" tanya Raja Wan.


"Mohon maaf yang mulia, Putra Mahkota Rey Hann mangatakan kepada saya dan menyampaikan bahwa dirinya tidak tertarik dengan hadiahnya." jawab Putra Mahkota KunLi Wong sambil menunduk.


Semua para tamu undang berbisik-bisik setelah mendengar ucapan Putra Mahkota KunLi Wong. Raja Wan menjadi malu, ia marah.


"Kemana dia ?" tanya Raja Wan.

__ADS_1


"Putra Mahkota Rey Hann sedang pergi berlatih di lapangan tempat latihan para prajurit, yang mulia." jawab Putra Mahkota KunLi Wong yang masih menunduk.


Raja Wan merasa malu kepada para undangan, Disaat hari penting bisa-bisanya Reyhan tidak peduli dengan situasi yang harusnya dihadirinya. Mau tak mau ia akan mengurus permasalahnya kepada Reyhan nanti, jadi dirinya bertindak melanjut acaranya terlebih dahulu, hingga selesai.


.


.


Suasana aula menjadi membicarakan Reyhan, karena tidak hadir. Disisi Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya menjadi bingung dengan pikiran saudaranya entah pergi kemana, sehingga dirinya tak ingin hadir. Para Putri dan Putra dari Kerajaan lain juga bertanya-tanya. Padahal acara sangat penting, semua anggota Keluarga Kerajaan dan Bangsawan diwajibkan untuk hadir. Jika tidak hadir, maka akan dinilai sebagai penghiatan.


Pangeran Jian Heeng terdiam, pikirannya tertuju kepada Reyhan. Dirinya memang tak suka kepada Reyhan, tapi dirinya juga tqk terima jika Reyhan tidak hadir. Karena menurutnya sama saja menjelekan atas nama Kerajaan. Sedangkan Putra Mahkota KunLi Wong, hanya mengela nafasnya, sebelumnya dirinya sudah memaksa Reyhan untuk segera hadir, yang ada dirinya mendapat ancaman. Yang akan dirinya akan membongkar kabar perjodohan kepada Putri Mahkota Lin Wei. Padahal Reyhan sudah jelas tidak mau membantunya untuk mendekatkan dirinya kepada Putri Mahkota Lin Wei. Yang ada sekarang dirinya Reyhan akan membongkar kabar perjodohannya dan rencananya.


.


.


.


.....


Dirinya sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan kekuatannya. Semalam dirinya sudah berfikir-fikir untuk mencoba sesuatu hal yang baru, karena tidak mungkin terus-terusan ia akan menggunakan senjata-senjatanya dari ruang kekayaannya. Meskipunrl ruang kekayaannya tiada batas.


Reyhan mencoba memunculkan sebuah cahaya portal didepannya.



Lalu ia konsentasi pada cahaya portalnya untuk mengubahnya menjadi yang berbeda.


.


.


__ADS_1


Dan benar saja cahaya portalnya berubah sesuatu yang baru ia lihat. Lalu ia kembali konsentrasi untuk memutar cahaya portalnya.


.


.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


.


Dan cahaya portalnya akhirnya berputar sesuai keinginannya. Lalu ia melihat cahaya portalnya yang baru di hadapannya. Reyhan bingung hanya penampilannya saja yang berubah. Tapi tidak ada kehebatan sama sekali. Seketika pikirannya terlintas pertarungannya dengan Pangeran Jian Heeng waktu di hari pertama perayaan.



Pikirannya tertuju ke Api biru milik Pangeran Jian Heeng.


Reyhan mencoba lagi untuk mengingat dari ingatan pemilik tubuhnya. Setelah apa yang Reyhan cari dari ingatannya, ternyata Raja Wan juga bisa mengeluarkan sihir Api biru, hanya saja tidak sesempurna seperti Api biru milik Pangeran Jian Heeng.


Reyhan mulai berfikir keras. Ada sebuah tanda tanya, jika Pemilik tubuhnya adalah anak kandung Raja Wan, berarti tubuhnya juga mengalir darah Raja Wan, terbukti dari warna merah matanya. Secara Pangeran Jian Heeng juga sedarah dengannya dan seharusnya pemilik tubuhnya juga memiliki sihir elemen. Dan sebelumnya Reyhan sudah mencoba konsentrasi untuk memunculkan sihir Apinya tapi tetap tidak muncul.


Dan sekarang Reyhan memandang cahaya portal barunya yang sedang berputar-putar di hadapannya.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


.


Matanya terfokus ke arah pusat pusaran cahaya portalnya. Sebelumnya dirinya memikirkan sebuah senjata atau perlengakap lainnya pasti muncul dari cahaya portalnya. Lalu ia mencoba konsentrasi keras dan membayangkan Api biru yang sedang menyala di tengah pusaran cahaya portalnya, seketika matanya melebar tak percaya apa yang ia lihat.


__ADS_1


(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


__ADS_2