
"Aku telah membawa pulang Putrimu."
Semua orang yang ada di ruangan menoleh kepalanya ke arah sumber suara yang tidak asing di dengar. Semua membulat matanya, terutama anggota keluarga Kerajaan, Raja Xie, Permaisurimya serta Putra Mahkota To Mu senang apa yang mereka lihat.
Raja Xie berjalan mendekati Reyhan yang baru saja menurunkan Xiu Juan dari gendongannya. Raja Xie langsung memeluk tubuh putrinya dengan erat.
"Ayah..., lepas aku tak bisa bernafas." ucap Xiu Juan, lalu Raja Xie pun melepas pelukannya.
"Maaf, ayah hanya khawatir padamu. Kau tidak terluka ?" ucap Raja Xie dan bertanya.
"Tidak ayah, aku baik-baik saja, Kak Rey datang menolongku." jawab Xiu Juan sambil menoleh kepalanya melihat calon suaminya.
"Terimakasih Putra Mahkota Rey Hann, berkat dirimu, Putriku bisa pulang dengan selamat." ucap Raja Xie sambil memegang pundak Reyhan.
Reyhan tersenyum simpul, dan mengangguk kepalanya. "Itu sudah kewajibanku untuk melindunginya."
Permaisuri Xie dan Putra Mahkota To Mu yang baru saja mendekat, Permaisuri Xie langsung memeluk tubuh Xiu Juan. Xiu Juan lagi-lagi menepuk punggung ibundanya karena ia sesak. Putra Mahkota To Mu datang dan berdiri di hadapan Reyhan.
"Terimakasih, kau telah melindungi adikku. Aku jadi merasa gagal menjadi seorang kakak." ucap Putra Mahkota To Mu.
"Kau tak seharusnya berkata seperti itu. Dimanapun, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahannya." jawab Reyhan.
"Ya.. kau benar." sahut Putra Mahkota To Mu.
"Tingkatkan keamanan, meskipun Putri Xiu telah pulang dan selamat, itu tidak menjamin jika ada orang jahat lagi datang untuk menculiknya lagi." ucap Reyhan tegas.
Raja Xie pun tersenyum lalu ia segera memerintahkan pengawalnya untuk meningkatkan keamanan seseuai ucapan Reyhan.
.
.
.
Tiba-tiba Reyhan merasakan perasaan tidak nyaman pada dirinya. "Apa yang terjadi ? Kenapa perasaanku tidak enak ?"
"Baiklah, semuanya aku pamit untuk pulang." ucap Reyhan berpamitan, dan semuanya mengangguk kepalanya seolah mempersilahkan Reyhan untuk pergi pulang.
Wsst !!
Setelah berpamitan, dihadapan calon istri, calon kakak ipar, dan calon mertua, Reyhan langsung menghilang menggunakan sihir teleportnya.
.
.
.
.....
Kerajaan Wan.
Reyhan telah sampai di istana, bagian ruang utama. Terlihat Raja Wan duduk dengan lemas, dan ketiga ibundanya juga duduk sambil berpelukkan sekaligus menangis. Bahkan ia melihat ketiga saudarinya juga ada di ruangan dan ikut menangis.
"Ada apa ?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Kakak..." panggil Putri Zhu Niu sambil memeluk Reyhan.
Reyhan terkejut melihat kelakuan adiknya. "Hey, sebenarnya apa yang telah terjadi ?"
Zhu Niu tidak menjawab. Ia makin mempererat pelukannya. Lalu Reyhan menoleh kepalanya dan menatap Raja Wan yang tiba-tiba berdiri. Baru saja akan melangkah kakinya, Reyhan pun bertanya.
"Ayah, kau akan kemana ? Sebenarnya apa yang telah terjadi ?"
"Kakakmu, Lin Wei menghilang." jawab Raja.
"Hilang ? Bagaimana bisa ?" tanya Reyhan terkejut.
"Diculik, pelayan dan pengawal Lin Wei, yang mengatakannya, mereka melihat Lin Wei dibawa pergi oleh seseorang yang berpakaian hitam dan memakai topeng." jawab Raja Wan.
Reyhan membulat matanya. Seketika dirinya mengingat pada kejadian yang sudah menimpa pada Xiu Juan. Lalu pikirannya tertuju pada Putra Mahkota Jiazhen Kai.
Reyhan kembali mengingat dimana Jiazhen Kai tak hanya menginginkan Xiu Juan, tapi juga menginginkan Lin Wei waktu perang Kerajaan Xie dengan Kerajaan Kai.
Putri Zhu Niu melepaskan pelukannya, Reyhan berjalan mendekati Raja Wan. "Dan sekarang ayah akan kemana ?"
"Ayah akan bersiap-siap untuk mencari Lin Wei." jawab Raja Wan.
"Tunggu !! Biar aku yang akan mencarinya." ucap Reyhan, Raja Wan mengernyit dahinya.
"Apa kau tau dimana keberadaan kakakmu ?" tanya Raja Wan.
"Belum ada kepastian, tapi aku baru menebak siapa dalang penculikan kak Lin." jawab Reyhan, seketika semua orang menatap Reyhan.
"Siapa ?" sahut Raja Wan.
Semua orang yang di ruangan terkejut mendengarnya.
"Kenapa tebakkan kau tertuju ke Putra Mahkota Kai ?" tanya Raja Wan.
Reyhan pun menceritakan kejadian sebelumnya, dimana dirinya menyelamatkan Xiu Juan dari orang suruhan Jiazhen Kai. Lalu ia juga menceritakan lagi waktu kejadian perang antara Kerajaan Xie dengan Kerajaan Kai, karena disitulah Jiazhen Kai tidak hanya menginginkan Xiu Juan, tapi juga menginginkan Lin Wei.
Raja Wan marah mendengarnya, dirinya tak menyangka bahwa Putri pertamanya juga diinginkan Putra Mahkota Jiazhen Kai. Pikirannya sekarang adalah menyelamatkan Lin Wei. Tiba-tiba pundak kirinyanya terasa ada yang menyentuhnya.
"Ayah tenang saja, aku akan menyelamatkannya." ucap Reyhan sambil memengang pundak Raja Wan.
"Ayah akan ikut denganmu." balas Raja Wan.
"Tidak, ayah harus disini, dan menjaga ke-3 istrimu, dan ke-3 anak gadismu." jawab Reyhan sambil membalikkan tubuhnya dan berjalan
"Hey.., kau juga adalah putraku." balas Raja Wan.
Reyhan tidak menjawab, ia hanya berhenti, dan sedikit menoleh kepalanya dan tersenyum.
Wsst !!
Semua orang di dalam ruangan hanya bis diam setelah melihat Reyhan menghilang menggunakan sihir teleportnya.
.
.
__ADS_1
.
.....
Kerajaan Wong.
Reyhan berteleport ke Kerajaan Wong. Ia akan memberitahu ke KunLi Wong tentang kejadian yang baru saja terjadi. Reyhan yang sudah berada depan di ruangan Raja Wong. Lalu ia masuk setelah mendapat izin.
Setelah masuk Reyhan meminta izin kepada Raja Wong untuk membawa KunLi Wong pergi, dengan alasan mereka ingin berjalan-jalan bersama pasangan calon istri mereka.
Reyhan terpaksa berbohong karena tidak ingin menimbulkan keributan hanya karena kehilangan 1 orang. Menurutnya, dengan kekuatan barunya yang sekarang, cukup untuk menyelamatkan 1 orang tersebut.
Reyhan memilih mengajak KunLi Wong, karena menurutnya sebagai calon suami Putri Lin Wei, KunLi Wong juga harus ikut berjuang demi menyelamatkan calon istrinya.
Tentu saja, setelah mendengar cerita dan penjelasan dari Reyhan, KunLi Wong marah karena tak terima calon istrinya diculik oleh orang yang pernah membuatnya hampir kehilangan nyawa saat perang sebelumnya.
Dan perkiraan Reyhan, Lin Wei masih dalam perjalanan menuju Kerajaan Kai, karena Kerajaan Wan tidak cukup dekat dengan perbatasan Negara. Reyhan menebak, jika ia menggunakan sihir teleportnya, pasti dirinya yang lebih dulu sampai di Kerajaan Kai.
"Ayo MasBro, kita berangkat !!" kata KunLi Wong yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
Tak butuh lama, salah satu tangan Reyhan memegang pundak KunLi Wong, dan...
Wsst !!
Reyhan berteleport dengan membawa KunLi Wong ke Kerajaan Kai, di Negara Tengah.
.
.
.
.....
Kerajaan Kai, Negara Tengah.
Reyhan dan KunLi Wong telah sampai di gerbang kota Kerajaan Kai. Mereka memilih untuk bersembunyk terlebih dahulu di pohon besar disekitarnya. Mereka berjaga-jaga agar tidak ketahuan oleh penjaga gerbang.
"Apa sebelumnya kau pernah kesini, MasBro ?" tanya KunLi Wong.
"Pernah." jawab Reyhan.
"Kapan ?" tanya KunLi Wong.
"Sebelum perang Kerajaan Xie dengan Kerajaan Kai, aku pernah kesini, itu pun hanya karena penasaran." jawab Reyhan.
Tiba-tiba ada orang berpakaian hitam dan memakai topeng, sedang melompat dari pohon ke pohon sambil menggendong seorang wanita di pundaknya.
Reyhan dan KunLi Wong terkejut saat melihat Lin Wei yang sedang digendong oleh orang itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
_______________________________________
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
__ADS_1