Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 27


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________



Para penonton terdiam melihat 3 cahaya portal itu muncul di sekeliling Reyhan yang sudah bertelanjang dada setelah melepas jubahnya merahnya. WeiHeng dan WenHua terdiam dan terkejut melihat itu. Ditambah ketiga cahaya portal itu mengeluarkan 2 pedang, dan 1 tombak.


Reyhan, ia mulai mengarahkan tangannya ke arah WenHua. Satu tombaknya mulai meluncur cepat kearah WenHua. WenHua seketika tersadar, ia langsung melompat untuk menghindari pedang itu.


Setelah terhindar, Reyhan kembali melancarkan serangan berikutnya. Pedangnya mulai akan meluncur, WenHua langsung menarik anak panahnya dan ia gabungkan dengan sihir Apinya. Bersamaan WenHua dan Reyhan melepaskan serangannya.



Woess...


Sling...


.


.


.



Duar...!!


.


.


.


Anak panah milik WenHua berhasil menghancurkan serangan pedang yang dilancarkan oleh Reyhan. WenHua kembali menarik anak panahnya dan ia gabungkan lagi dengan sihir Apinya. Lalu ia langsung melepaskan anak panahnya.



Duar...!!


.


.


.


Anak panahnya berhasil menghancurkan pedang yang belum dilancarkan oleh Reyhan. WenHua tersenyum, tapi beberapa detik kemudian senyumannya memudar ketika 3 cahaya portal itu kembali memunculkan 3 pedang.


"Sebenarnya sihir apa yang kau miliki ?" tanya WenHua.


"Aku sendiri juga gatau." batin Reyhan.


Pertanyaan belum jawaban Reyhan, WenHua langsung mengambil 3 anak panah dipunggungnya. Secara bersamaan ia menarik 3 anak panah itu, dan ia gabungkan lagi dengan sihir Apinya, lalu ia lepaskan.



Woess...


Woess...


Woess...


.


.


.

__ADS_1


Melihat serangan WenHua, Reyhan melancarkan ketiga pedangnya ke arah 3 anak panah Api itu bersamaan.



Duar...!!


Duar...!!


Duar...!!


.


.


.


Semua penonton semakin bersorak karena merasa terhibur sekaligus terkejut melihat serangan Reyhan dan WenHua saling beradu, sehingga menghasilkan ledakan. Ditambah melihat Reyhan memiliki Kekuatan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.


Ada yang bertanya-tanya tentang kekuatan yang Reyhan miliki. Tapi, sebagian banyak para penonton langsung bersorak meriah melihat Reyhan yang hebat dimata mereka. Para Raja dan bangsawan dari Kerajaan lain masih terkejut tak percaya apa yang mereka lihat. Dan para putri dari Kerajaan lain menganga tak percaya melihat laki-laki yang berada Reyhan, ternyata memiliki Kekuatan yang menurut mereka sangat langka. Para Pangeran dan Putra Mahkota dari Kerajaan lain, yang ikut serta menjadi peserta, mata mereka melebar melihat kekuatan milik Reyhan. Raja Wan dan para mentrinya hanya diam tak bersuara, karena mereka sudah tau.


Disisi Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao terdiam melihat kekuatan Reyhan yang sekarang. Yang mereka bertiga tau, Reyhan hanya bisa menguasai teknik bela diri, berpedang, dan tak punya sihir elemen. Sedangkan disisi Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu, mereka tersenyum melihat Reyhan yang sudah memperlihatkan kekuatannya.


Pangeran Jierui Wong mengerut dahinya karena ia melihat kekuatan Reyhan yang berbeda. Sedangkan Pangeran Jian Heeng, ia terdiam melihat Reyhan yang mulai menggunakan kekuatannya.


.


.


.


Kembali ke Arena pertarungan. Ketiga cahaya portal milik Reyhan menghilang. Reyhan berjalan ke arah WenHua. Sedangkan disisi WenHua menatap tajam ke arah Reyhan yang sedang berjalan ke arahnya.


"Kau mau melawanku tanpa senjata ?" tanya WenHua, Reyhan tidak menjawab, ia tetap berjalan ke arahnya.


"Apa senjatamu habis setelah kau buang tadi ?" lanjutnya sambil tersenyum remeh.


Reyhan masih tidak menjawab, ia terus berjalan ke arah WenHua sambil tersenyum, lalu muncul satu cahaya portal di dekatnya. Tangan Reyhan mendekati cahaya portalnya.



WenHua yang masih tak percaya, Reyhan tinggal beberapa langkah lagi didekatnya. WenHua segera menarik belati miliknya. WenHua berlari ke arah Reyhan dan menyerangnya. Begitu juga dengan Reyhan, ia menyambut serangan WenHua.


Mereka berdua saling bertarung dengan gaya mereka masing-masing. Sedangkan disisi WeiHeng, yang dari tadi hanya terdiam saat melihat kekuatan Reyhan.


Tang.. Ting.. Tang.. Ting..


Tang.. Ting.. Tang.. Ting..


.


.


.


KunLi Wong yang baru bangun, dan melihat WeiHeng terdiam, ia segera menyerangnya dengan sihir anginnya ke arah WeiHeng.



Woess..


.


.


.


Dan WeiHeng pun terdorong kebelakang setelah terkena serangan sihir Angin milik KunLi Wong. Tapi WeiHeng dapat mengimbagi tubuhnya, sehingga ia tak terjatuh setelah mendapat serangan dari KunLi Wong.


.

__ADS_1


.


.


Akhirnya mereka saling bertarung dengan pasangan mereka masing-masing. WenHua yang dari tadi terlalu banyak menghindar dari serangan Reyhan. WenHua berusaha menjauh agar bisa memanah ke arah KunLi Wong untuk membantu WeiHeng.


WenHua menghindar menjauh dari Reyhan, dan berniat membantu WeiHeng, dan ia memanah untuk menyerang KunLi Wong. Tapi saat anak panahnya dilancarkan, Reyhan mengagalkannya. Karena dari jarak jauh, Reyhan memunculkan cahaya portal miliknya, dan sebuah pedang keluar lalu meluncur menggagalkan serangan WenHua.


Terus berulang kali, serangan yang diluncurkan oleh WenHua untuk menyerang KunLi Wong, dan membantu WeiHeng selalu digagalkan oleh Reyhan. WenHua susah menjauh, tapi serangan Reyhan selalu tepat saat ia akan membantu WeiHeng.


.


.


Sambil bertarung dengan WeiHeng, KunLi Wong, bisa melihat kegelisahan dari wajah WeiHeng. Karena ia tak biasa bertarung sendirian.



KunLi Wong menyerang dengan sihir hujan Esnya. WeiHeng menghindar dan berharap mendapat serangan bantuan dari WenHua. Yang ada serangan bantuan dari WenHua selalu digagalkan oleh Reyhan.


Bahkan, WeiHeng sempat melancarkan serangan sihir Anginnya ke arah Reyhan yang sedang bertarung dengan WenHua. Tapi serangan sihir anginnya digagalkan oleh perisai yang tiba-tiba muncul dari cahaya portal milik Reyhan.


Reyhan dengan mudahnya membatalkan semua serangan milik WeiHeng dan WenHua dengan kekuatannya. Biasanya, meski saling terpisah, WeiHeng dan WenHua bisa saling membantu lewat serangan silang mereka saat mereka sibuk bertarung sendiri dengan musuhnya.


Kali ini, mereka terpecah, tak bisa saling bantu serangan silang mereka. KunLi Wong yang tak ingin kehilangan peluang untuk menyerang WeiHeng, ia segera melancarkan sihir esnya. Salah satu kaki WeiHeng terjebak dalam es batu, dan ia segera menghancurkan es batu yang membuat ia sulit mengerakan kakinya.


Setelah kakinya terlepas, WeiHeng segera berlari untuk menghindarinya. Ia berlari ke arah pertarungan Reyhan dan WenHua. KunLi Wong pun segera mengejar dan mencegah WeiHeng agar terpisah dengan WenHua.


Dengan sihir anginnya, WeiHeng melompat jauh ke arah pertarungan Reyhan dan WenHua.



Begitu juga dengan KunLi Wong, ia menggunakan sihir anginnya juga untuk mengejar WeiHeng dengan lompatan jauh.


WeiHeng telah mendarat dari lompatannya dan ia mendarat di antara Reyhan dan WenHua, dan bersamaan ia dan WenHua mendorong kuat kepada Reyhan dengan sihir gabungkan Angin dan Api milik mereka.



Woessss.....!!



Duar...!!


.


.


.


Reyhan terdorong jauh setelah terkena serangan sihir WeiHeng dan WenHua. Reyhan bertabrakan dengan KunLi Wong yang sedang melompat di udara ke arahnya.


Brakk...!!


.


.


.


Reyhan dan KunLi Wong bertabrakan dan terjatuh ke tanah. Tapi dengan mereka berdua bisa mengimbangi tubuh mereka, sehingga merek la jatuh ke tanah dalam keadaan berdiri.


Para penonton bersorak meriah melihat apa yang mereka lihat.


WeiHeng dan WenHua kembali bersatu dan tak terpecah, dan tergambar senyuman mengejek di wajah mereka, seakan mereka takkan terpisahkan KunLi Wong mendengus kesal karena ia tak bisa mencegah WeiHeng.


KunLi Wong memandang tajam ke arah WeiHeng dan WenHua yang berjarak kurang lebih 30 meter dari jaraknya dan Reyhan. Lalu mereka berdua memasang kuda-kuda, WeiHeng yang sudah berkuda-kuda dengan pedangnya, dan WenHua juga suda siap dengan busur dan anak panahnya.


Lalu pandangannya teralih ke arah Reyhan yang membuang pedangnya. KunLi Wong mengerut dahinya karena ia merasa heran kepada Reyhan yang tiba-tiba membuang pedangnya. Lalu Reyhan tersenyum dan ia mengangkat kedua tangannya ke arah langit.

__ADS_1



__ADS_2