Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 165 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Setelah selesai acara makan siangnya, mereka bertiga segera pergi dari tempat itu. Namun baru saja akan turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada 2 orang yang menghalangi jalan mereka bertiga.


2 orang itu berpakaian seperti seorang pengawal. Yah, tepatnya 2 orang itu memang pengawal dari Kerajaan Arlie. Disini Alice dan Elena bertanya-tanya dipikiran mereka. Sedangkan Reynal, ia tak peduli.


Ternyata 2 orang pengawal itu diperintahkan oleh Raja Arlie untuk mengingatkan Elena dan Alice datang ke acara di istana besok. Elena dan Alice mengangguk kepalanya, mereka mengingatnya.


"Kita masih ingat kalau besok ada acara besar. Jadi kalian tak perlu datang kemari untuk mengingatkan kami." ucap Elena.


"Perintah Yang Mulia Raja adalah mutlak, jadi kami harus menjalankannya. Dan juga Yang Mulia Raja juga mengundang pemuda itu untuk datang." ucap salah satu pengawal sambil menunjuk ke arah Reynal.


Elena dan Alice terkejut.


Padahal acara besok adalah acara perkumpulan para Putra-Putri Mahkota dan Pangeran di semua Kerajaan. Tak hanya itu semua Raja dari Kerajaan lain pasti akan datang. Kenapa Raja Arlie mengundang Reynal ?


Reynal mengangkat alis sebelahnya. "Untuk apa Raja mengundangku ?"


Setelah tugas selesai kedua pengawal itu pergi. Alice dan Elena menatap Reynal.


"Apa kau berbuat salah ?" tanya Elena.


"Apa kau berbuat seenaknya lagi ?" tanya Alice.


Mendapat 2 pertanyaan dari kedua gadis yang ada di hadapannya, Reynal memutar bola matanya. "Astaga, aku tak tau dimana salahku. Sudahlah lagian aku takkan datang. Aku tidak suka tempat ramai, dan menjadi pusat perhatian nantinya."


"Pusat perhatian ? Kenapa kau bisa berfikir begitu ? Kau terlalu percaya diri sekali." tanya Elena meremehakan.


"Coba kau bayangkan, saat di acara besok aku datang, aku ikut berkumpul di tengah-tengah kalian. Pasti semua orang menatapku seaakn aku adalah orang baru, tepatnya orang asing." jawab Reynal.


Elena mengangguk kepalanya. "Benar juga."


"Jadi apa kau akan datang ?" tanya Alice kepada Reynal.


"Tidak, lebih baik aku tidur." jawab Reynal santai.


"Tapi Raja mengundangmu." kata Alice.


"Entahlah, kalau kau pasti datang kan ?" tanya Reynal.


"Ya, aku pasti datang, secara aku adalah pengawal pribadinya Putri Elena." jawab Alice.


"Sebenarnya acara apa yang kalian datangi besok ?" tanya Reynal.


"Acara Ulang Tahun Putra Mahkota." jawab Elena.


"Owh.., calon suamimu." sahut Reynal.

__ADS_1


"Apa kau memberi ciumanmu untuk hadiah ulang tahun calon suamimu." lanjutnya.


Seketika wajah Elena merah seperti kepiting rebus. Lalu ia melotot ke arah Reynal. "Jangan asal berbicara !!"


"Ck. Kalau besok adalah ulang tahun calon suamimu. Pasti semua orang-orang dari Kerajaan lain juga datang kan ?" ucap Reynal.


Alice dan Elena mengangguk kepalanya.


"Lalu kenapa kalian berdua datang lebih dulu kesini dan kenapa kalian tak besama Putra Mahkota Delbert ?" tanya Reynal, sambil menekan kata 'Delbert'.


"Aku paling tidak suka jika datang bersama dengan kakakku." jawab Elena dengan yakin.


"Benarkah ?" sahut Reynal ragu.


"Ya. Sudahlah, kau jangan bertanya lagi !!" jawab Elena, ia berjalan meninggalkan Reynal dan Alice.


"Sebaiknya kau datang besok. Karena Raja Arlie mengundangmu untuk datang. Dan itu sama saja mutlak." ucap Alice, lalu ia pergi meninggalkan Reynal, dan pergi meninggal Reynal.


Reynal hanya bisa menghela nafasnya. Biasanya ia tak pernah mengikuti acara apapun dulu. Ayahnya tak pernah melarang. Tapi pada akhirnya ia datang Karena sang ibu memaksanya untuk menghadiri acara itu.


Reynal tak ingin ambil banyak pusing, ia segera pergi ke kamar penginapannya. Ia memilih untuk hal yang penting baginya, yaitu tidur itu lebih baik.


.....


Disisi Lain.


Ditambah ada kakak laki-lakinya yang juga datang nantinya. Pasti Reynal dan kakak laki-lakinya takkan pernah akur. Tapi Raja Arlie mengundang Reynal untuk datang.


Padahal ia mengajak Reynal ke Kerajaan Arlie agar Reynal bisa mengenal Kerajaan lain, dan beradaptasi. Ia memilih datang lebih awal, dan tak besama kakak laki-lakinya.


Karena pasti akan terjadi keributan ketika kakak laki-lakinya melihat Alice dekat dengan Reynal. Pasti Reynal dan Delbert menimbulkan kekacauan selama perjalanan.


Dan besok Raja Arlie mengundang Reynal. Ucapan dan perintah Raja adalah mutlak. Tapi tunggu !! Dari mana Raja Arlie bisa mengenal Reynal ?


Elena pun teringat. "Ahh benar. Dia datang seenaknya masuk ke istana. Dan menjadi penyelamat para Ras yang dijadikan korban Bane."


"Dan aku dan kak Alice mengatakan kalau Reynal adalah teman di hadapan Raja. Pasti karena itu, Raja Arlie mengundangnya agar datang."


Elena menghela nafasnya, ia bangkit dari duduknya. Ia berjalan keluar dari kamar penginapannya. Di luar sudah ada Alice yang berdiri santai di depan pintu kamarnya.


"Kak Alice, ayo temani aku." ucap Elena.


"Mau ketemu calon suami ?" sahut Alice sambil tersenyum jahil.


Elena berjalan, Alice mengikutinya dari belakang.


Elena mendengus kesal. "Kau ini, sama saja dengan Reynal."

__ADS_1


"Tapi memang kenyataannya kau akan bertemu dengan calon suamimu." kata Alice.


Elena tak menjawab. Alice ketawa kecil melihatnya.


.....


Di Istana Kerajaan Arlie.


Di taman istana. Di gazebo. Elena tengah duduk bersama Putra Mahkota Arlie. Mereka terlihat tertawa saling bercerita untuk melepas rasa rindu mereka.


Dari jauh, Alice tengah duduk bersama dengan pelayan-pelayan istana sambil menikmati cemilan, sekaligus tehnya, dan yang bikin di malas adalah melihat keromantisan Elena dan calon suaminya.


"Aku paling malas menunggu mereka berdua. Astaga kenapa aku ingin bersantai bersama dengan Reynal." ucap Alice lirih.


"Apa temanmu akan datang ?" tanya Putra Mahkota Arlie tiba-tiba, dia bernama Aland.


"Temanku ?" sahut Elena.


"Ya, yang kemarin dia melakukan kehebohan sekaligus penyelamat. Aku yang meminta kepada ayahku untuk mengundang temanmu itu." jawab Aland.


"Entahlah, dia sepertinya takkan datang." jawab Elena.


"Kenapa ?" tanya Aland.


"Dia tak suka tempat yang ramai." jawab Elena.


"Meski tidak datang. Dia pasti akan datang." balas Aland.


Elena mengernyit dahinya. "Kenapa bisa terlihat yakin bilang begitu ?"


"Kau lihat pengawalmu itu." ucap Aland sambil menunjuk Alice dari kejauhan. Ia menunjuk gadis itu dengan dagunya.


"Meski dia pengawal pribadiku, aku sudah menganggapnya kakakku." jawab Elena.


"Ya, ya. Sebelumnya kau pernah bilang padaku, kalau teman laki-lakimu dekat dengan Alice." kata Aland, Elena mengangguk kepalanya.


Ya Elena barusan bercerita kepada Aland, kalau dirinya memang memiliki teman baru. Ia menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sama sekali. Karena Aland sangat penasaran sekali sosok teman laki-laki Elena dan Alice.


"Yang jelas dia pasti akan datang." kata Aland.


"Bagaimana caranya ?" sahut Elena bertanya.


"Aku akan menemui teman laki-lakimu." jawab Aland.


"Sekarang dia ada dimana ?" lanjutnya bertanya.


"Dia sedang ada dipenginapanya." jawab Elena.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita kesana. Aku juga ingin berteman dengannya." kata Aland.


__ADS_2