
_______________________________________
Wsst !!
Reynal menghilang.
Dan ia langsung muncul di hadapan salah satu pengikut Bane.
BUGH !!
Reynal memberinya satu pukulan di wajahnya hingga, dan membuat orang itu terdorong ke bekalang dan jatuh.
Wsst !!
Reynal menghilang lagi.
Semua semakin berjaga agar tak terkena serangan Reynal.
BUGH !! BUGH !!
Reynal memukul 2 orang lagi di wajah mereka. Semua semakin kacau, dan tak terima, mereka menyerang Reynal dan melayangkan pedangnya.
Wsst !!
Lagi-lagi Reynal menghindar dan menghilang. Semua semakin kewalahan karna tak bisa mengenai laki-laki itu.
BUGH !! BUGH !! BUGH !! BUGH !!
Reynal kembali muncul dan memukul mereka tanpa ampun. Reynal menjadi menggila memukul mereka. Tubuhnya pun terkana sayatan pedang musuh-musuhnya.
Tapi itu hal kecil yang tak asing bagi Reynal. Ia tinggal menggunakan kekuatan regenerasinya. Sembuh dan tetap terus menggila menghajar mereka.
.....
Semua terkumpul tak sadarkan diri dan terlihat sudah tak berdaya. Reynal berdiri di depan mereka dengan. Bane yang tadinya beraktifitas panasnya kepada wanita Elf pun terhenti.
Bane berdiri, dirinya merasa tak percaya melihat semua pengikutnya sudah tak berdaya lagi setelah melawan sosok laki-laki itu.
"Ada apa dengan kalian ? Dia hanya sendiri, tapi kenapa kalian bisa kalah ?" Bane bertanya sambil berteriak menatap semua pengikutnya.
Tak ada jawaban.
Bane merasa diri tak ingin kalah. Bagaimanapun ia harus menghentikan laki-laki itu, dan jangan sampai melarikan diri dari tempat rahasianya jika ketahuan.
__ADS_1
Bisa-bisa ia dibunuh oleh ayahnya atau dari pihak Kerajaan. Nama keluarga Bangsawannya akan di-cap jelek di mata semua penduduk dan semua Kerajaan.
"Aku bilang kalian bangun, dan tangkap dia !! Jangan sampai dia pergi dari tempat ini !!" Bane kembali memberikan perintah kepada pengikutnya.
Masih tak mendengar jawaban dari pengikutnya. Mereka terlihat meringis kesakitan. Bane yang melihat itu hanya bisa diam. "Apa sesakit itukah pukulannya ?"
Reynal yang tadinya tersenyum pun memudar. Ia memasang wajah marahnya dan menatap semua lawannya yang sudah tak berdaya. "Kalian semua gila !! Dasar penjahat kelamin !! Manusia menjijikan !! Barang tak guna !! Dan kau !!" sambil menunjuk tangannya ke arah Bane. Lalu ia kembali tersenyum menyeringai. "Lebih baik aku bermain denganmu."
Reynal pun memunculkan pedang merah darahnya. Lalu maju berjalan melewati semua orang.
Bane yang masih tak mengenakkan busananya pun mundur melangkah. Ia melirik ke arah wanita Elf yang juga tak mengenakan pakaian tergeletak di lantai akibat pelampiasan gairahnya.
Lalu ia menarik rambut wanita Elf itu.
Melihat belati di dekat kakinya, ia pun mengambilnya, lalu mengarahkannya ke leher wanita Elf itu. Seketiak membuat Reynal menghentikan langkah kakinya.
"Jangan mendekat !! Atau ku bunuh dia." Bane memberi ancaman, dan menempelkan ujung belatinya di leher wanita Elf itu.
Reynal menatap ke arah Bane.
Snungguh lelaki yang memalukan. Lalu menatap ke arah wanita Elf yang juga menatapnya. Dari wajahnya terlihat sudah pasrah pada hidup jika harus mati.
Tatapan Reynal beralih ke arah Bane. "Kau sungguh menjijikan."
Wsst !!
BUGH !!
Reynal muncul dan langsung memukul dagu Bane. Tubuh Bane hingga terdorong dan dan jatuh. Reynal berhasil melepaskan wanita Elf itu daei genggaman Bane.
Reynal di dekat wanita Elf itu.
Wanita Elf itu masih sadar. Ia geletak di lantai. Reynal menahan sesuatu pada dirinya saat melihat wanita Elf itu yang tak mengenakan pakaian. Mau bagaimanapun dia laki-laki normal.
Reynal melihat sebuah pakaian pengawal di dekatnya. Ia mengambilnya dan merobeknya agar melebar. Lalu ia gunakan untuk menutupi tubuh wanita Elf itu yang masih tak mengenakkan pakaiannya.
Reyanl berjalan mendekati Bane.
Lalu ia menjambak rambut Bane, dan memukul wajahnya.
BUGH !! BUGH !! BUGH !!
BUGH !! BUGH !! BUGH !!
__ADS_1
.....
Reynal selesai memukul Bane hingga tak sadarkan diri. Wajah Bane terlihat bonyok semua. Reynal mengikat Bane dan semua pengikutnya. Pikiran Reynal masih tak menyangka, ada manusia yang berbuat menjijikan seperti mereka.
Lalu ia mengumpulkan semua kain yang ada di ruangan itu dan pakaian semua pengikutnya Bane. Setelah terkumpul, ia memberi kan ke semua tahanan disana untuk menutupi tubuh mereka. Total 21 tahanan, Reynal menyembuhkan luka mereka dengan Sihir Cahayanya.
"Luka kalian telah sembuh. Aku akan pergi ke istana untuk melapor hal ini. Kalian tetap disini jagalah baj1ngan-baj1ngan itu." ucap Reynal kepada semua tahanan yanh sudah ia sembuhkan.
"Tapi tuan, apakah mereka akan lepas, aku takut." ucap salah satu dari mereka, ternyata di adalah wanita Elf yanh tadi.
"Kau dan kalian tenang, aku telah mengikatnya dengan sangat erat. Jika ada salah satj dari mereka bangun, dan berbicara. Kalian Jangan percaya." jawab Reynal, dan...
Wsst !!
Reynal berteleport meninggalkan tempat itu, dan meninggalkan semua orang yang melongo tak percaya.
.....
Dalam sekejap berteleport, Reynal telah sampai di atap penginapannya. Ia tak bisa langsung ke istana karena ia belum masuk dalam.
Munculnya Reynal yang tiba-tiba, membuat lara pengunjung terkejut. Reynal bisa melihat reaksi mereka, tapi ia tak peduli. Ia menatap langit.
Hari sudah mendekati Sore. Alice dan Elena pasti masih di istana Kerajaan Arlie. Reynal pun melompat dari atap, dan langsung mengeluarkan Api biru di kedua tangannya dan kedua kakinya untuk mendorong tubuhnya terbang.
Para pengunjung terdiam. Lagi-lagi Reynal membuat orang-orang terkejut. Reynal tetap terus maju terbang di atas kota Kerajaan Arlie. Dengan cepat mencari, akhirnya ia melihat pintu gerbang istana.
Tak peduli banyak pengawal yang menjaga pintu gerbang istana. Ia terbang melewatinya begitu saja. Semua pengawal panik, mereka menganggap Reynal penyusup. Reynal tetap terus terbang masuk ke dalam istana. Sesuai dugaan, ia melihat Alice dan Elena di dalam istana.
Disisi Elena dan Alice, mereka baru saja masuk masuk dan duduk di ruang utama setelah dari taman istana Kerajaan. Mereka menghabiskan waktu mereka disana bersama calon Raja Arlie sekaligus calon suami Elena.
Kedatangan Reynal membuat seisi ruangan utama istana terkejut tak main. Terutama pada Alice dan Elena, mereka berdua panik melihat aksi Reynal yang nekat.
Reynal berhenti terbang, ia mendaratkan kakinya. Ia langsung berjalan ke arah seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Sudah bisa di tebak di adalah Raja Arlie.
Tiba-tiba banyak pengawal langsung menutupi jalannya. Mereka seakan melindungi Rajanya. Mereka menganggap Reynal adalah penyusup dan membunuh terang-terangan.
"Aku harus berbicara dengan Raja kalian." ucap Reynal dingin.
"Siapa kau ? Kenapa kau seenaknya masuk ke dalam istana ?" tanya salah satu mentri disana.
"Aku harus melapor sesuatu hal yang harus kusampaikan." jawab Reynal.
"Kau adalah orang asing. Seharusnya kau datang memberi salam lebih dulu." ucap salah satu mentri lainnya.
__ADS_1
Reynal memutar bola matanya. Benar-benar berbeda dengan kondisi Kerajaan milik ayahnya. Di Kerajaan ayahnya memang harus memberi salam. Tapi jika darurat serius, tanpa memberi salam tidak masalah.