Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 184 | Season 2.2


__ADS_3

Maaf Sebelumnya, Author Lagi Tidak Bisa Update Banyak Dulu. Author Lagi Gak Enak Badan, Bikin 1 Bab saja Author Gak Bisa Fokus.


Terimakasih.


_______________________________________


Suasana tegang, ya tegang. Bagamana tidak tegang, coba bayangkan bukan nyawa seorang saja melainkan satu keluarga. Seperti kondisi keluarga Kerajaan Dorothy.


Raja Dorothy dan Permaisuri Ella tengah duduk duduk berlutut di lantai sambil menunduk kepala mereka. Tak hanya mereka berdua, Elena juga duduk berlutut dilantai.


Dan untuk Delbert, dia masih dalam kondisi terikat rantai dan tergelatak di lantai. Delbert sendiri juga bingung, rantai yang mengikatnya seakan hidup, saat ia berontak, pasti rantainya semakin erat mengikatnya.


Prajurit tak ada yang berani masuk atau mendekati ruangan tempat keluarga Raja mereka menjadi sandera. Setiap prajurit yang mendekatinya sama saja menyerahkan nyawa mereka.


Ratusan pedang tengah terbang di langit dan siap menyerang jika ada prajurit yang maju medekati ruangan itu. Sungguh, mereka tak bisa tak bisa berbuat apa-apa.


Sementara di dalam ruangan.


Terlihat mereka berempat diam tanpa ada yang bicara. Kepala mereka semua menunduk, tak berani mengangkat wajah mereka, karena Reyhan berdiri tepat dihadapan mereka, sambil melipatkan kedua tangannya.


Sedangkan Reynal dan Reynalda berdiri dia. Di belakang Reyhan. Reynal ingin sekali membela Elena, karena ia yakin Elena tidak terlibat dengan rencana keluarganya. Namun Reyhan tetap menahan Elena.


Sedangkan Elena hanya pasrah saja. Ia memang tidak tau apa-apa. Ia memilih untuk diam, dan menurut saja. Ia tak berani melawan, percuma ia melawan, sekali serangan, pasti ia mati seketika, meski ia tak bersalah dan hanya membela diri.


"Sebenarnya aku, istriku dan kedua orang tua Alice telah merahasiakan ini sejak lama. Ibu dari Alice adalah manusia setengah vampir, dan ayahnya hanyalah manusia bergelar kstaria. Karena saling mencintai, pada akhirnya kedua orang tuanya menikah." Raja Dorothy mulai bercerita, Reyhan dan yang lainnya menunggu kelanjutan ceritanya.


Raja Dorothy menelan salivanya. Ia lalu manarik nafasnya, ia mulai melanjutkan ceritanya. "Dulu, ada salah satu vampir yang selamat saat kejadian peperangan antara Ras manusia dengan Ras vampir pada ratusan yang lalu."


"Menurut cerita, Semua Ras di dunia ini membenci Ras vampir, karena vampir menyukai darah. Pada akhirnya semua Ras bersatu untuk berperang melawan Ras vampir."


"Dan hasil perang itu, semua berhasil membunuh semua vampir yang ada, meski banyak yang telah berkorban. Setelah itu semua berjalan damai tanpa gangguan apapun sampai ratusan tahun."


"Saat aku masih belajar di akademi, aku memiliki 2 teman, Aldo, dan Khalista. Mereka berdua, tepatnya mereka adalah orang tuanya Alice. Namun hingga suatu kejadian, aku dan Aldo diculik sekelompok bandit. Disitu identitas Khalista adalah vampir. Dia mengamuk, dia menyelamatkan kita berdua, dan membunuh semua bandit."

__ADS_1


"Karena ketulusannya menyelamatkan kita berdua dan karena berteman, aku dan Aldo merahasiakan identitas siapa Khalista yang sebenarnya, dan ternyata kakek buyutnya adalah vampir terakhir, dan salah satu vampir yang bertahan hidup waktu dia kecil dan bersembunyi saat terjadi peperangan."


"Dan Khalista juga bercerita, kalau dia sendiri keturunan vampir, dan ia tak menyukai darah, karena dirinya juga manusia yang memiliki Kekuatan vampir. Dia mengatakan dirinya hasil pekawinan silang antara manusia setengah vampir dengan manusia biasa."


"Kita terus berteman, hingga beranjak dewasa Aldo dan Khalista saling mencintai, mereka menikah, dan lahirlah Alice."


"Kita masih berteman baik. Namun suatu ketika, saat Alice berusia 11 tahun, dia menyadari kalau dirinya keturunan vampir, karena kekuatannya yang diluar dugaan. Aldo dan Khalista mengorbankan nyawanya untuk menyegel kekuatannya dan ingatannya."


"Aku dan istriku yang juga sudah memiliki 2 anak, dan anak terakhirku, Elena juga sangat dekat dengan Alice. Aku memustuskan merawat Alice dan memalsukan kematian kedua orang tuanya. Saat sudah berusia 12 tahun Alice memilih untuk hidup sendiri dan tinggal di rumah peninggalan Aldo dan Khalista."


"Apa karena Alice memiliki darah vampir, kalian ingin mendapat keturunan darinya ?" tanya Reyhan dingin, setelah mendengar cerita Raja Dorothy.


"Awalnya, aku hanya ingin menjadikan Alice sebagai menantuku, karena mengingat aku berteman dengan kedua orang tua. Namun Alice menolak, karena ia ingin menemukan cinta sejatinya. Setelah itu,entah kenapa aku menjadi pemaksa ingin menjadikan Alice sebagai menantuku, dan mengingat kalau dia memiliki darah vampir yang hebat." jawab Raja Dorothy.


Reyhan mulai berfikir kalau Raja Dorothy terobsesi, karena penolakan Alice. Sehingga Raja Dorothy dan Permaisuri Ella menjadi seperti ini.


Dan Reyhan berfikir, kalau vampir di dunia ini, berbeda dengan cerita legenda vampir di dunia modernnya. "Sungguh unik"


"Dan apa kau tau, apa yang membuat Alice bisa melepaskan segelnya ?" tanya Reyhan.


Reyhan pun menendang tubuh Raja Dorothy hingga terdorong ke belakang dan menghantam tembok.


"Ayah !!" Elena teriak. Ia pun mulai akan bangun, dan menolong ayahnya.


"Diam ditempatmu, atau kutebas kepalamu !!"


Seketika Elena terdiam, ucapan Reyhan membuatnya ia tak bergerak. Reynalda hanya bisa diam memandang itu. Reynal juga hanya bisa diam, tapi ia tak tega melihat Elana yang juga jadi sandera oleh ayahnya.


Reyhan berjalan mendekati Raja Dorothy, ia menarik baju Raja Dorothy dan menyeretnya untuk kembali ke tempatnya. Raja Dorothy pun tergeletak di lantai setelah Reyhan melmparnya ke dekat Permaisuri Ella.


Reyhan pun bersuara


"Aku memang Raja bukan dari dunia ini, dan aku bukan siapa-siapa kalian maupun Alice. Tapi aku bisa melihat kebaikan Alice yang luar biasa, dibalik senyuman aku bisa melihat Alice menginginkan kasih sayang keluarga. Namun kalian telah membuat Alice bersedih atas hancurnya kenangan Alice."

__ADS_1


Reyhan teringat kebaikan Alice.


Alice yang hidup sendiri, dan berjuang sendiri. Melihat itu Reyhan teringat saat ia di kehidupan sebelumnya yang.


Melihat kebaikan Alice, Reyhan merasa Alice layak hidup bahagia. Dan melihat kedekatan Reynal bersama Alice. Disitu ia juga menginginkan Alice menjadi menantunya.


"Kalian tau, apa pemicunya Alice bisa melepaskan segelnya, karena ia merasakan kesedihan yang mendalam, dan teringat kenangan indahnya bersama kedua orangnya telah dihancurkan." ucap Reyhan.


Reyhan lalu menoleh ke arah Elena. "Sebelumnya aku pernah menawarkamu untuk ikut. Dan sekarang apa kau ingin tinggal bersama keluargamu yang sudah menghancurkan kenangan sahabatmu hanya kerena sebuah obsesi mereka ?"


Elena terdiam. Lalu ia berdiri, dan berjalan mendekati Reyhan. Elena sudah berfikir, ia siap menerima resiko di jalan yang sudha ia ambil sekarang.


"Aku akan ikut dengan kalian." ucap Elena tegas.


Raja Dorothy, Permaisuri Ella, dan Delbert terkejud mendengarnya. Tak menyngka salah satu anggota keluarganya memilih untuk ikut dengan orang lain.


Reyhan mengulurkan tangan ke belakang. Reynalda dan Reynal mendekat dan menyentuh tangan ayah mereka. Elena pun juga ikut menyentuh tangan Reyhan.


Reyhan memandang keluarga Kerajaan Dorothy dengan datar. "Setelah ini, kalian menyadari kesalahan kalian."


Wsst !!


Reyhan membawa Reynalda, Reynalda, dan Elena untuk pergi dari tempat itu. Mereka berempat pergi menghilang dan meninggalkan keluarga Dorothy begitu saja.


.....


Disisi Lain.


Di sebuah bangunan kuno, yang sudah runtuh. Mungkin semua mahluk hidup menganggap bangunan itu sudah lama tak terpakai, karena tidak ada penghuninya sama sekali.


Namun, jangan salah, setiap bangunan kuno memiliki rahasia. Seperti halnya ruang bawah tanah yang telah dirahasiakan oleh siapapun. Meski tak semua bangunan runtuh memilikinya.


Terlihat di dalam ruangan rahasia itu. Seisi ruangannya masih layak dipandang meski tidak ada yang merawatnya sama sekali.

__ADS_1



Dan di dalam ruangan itu, terlihat seorang perempuan yang mengenakan gaun indah. Alice tengah berdiri diam sambil menatap sesuatu yang ia genggam.


__ADS_2