Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 108


__ADS_3

Setelah mengajak Xiu Juan, Reyhan membawanya kembali turun ke bawah. Dan mereka segera kembali ke aula.


.


.


.....


Hari sudah sore dan akan mendekati malam. Tak terasa acara telah selesai, satu per satu para tamu undangan telah keluar dari aula untuk pulang. Putri-Putri Bangsawan harus pulang dengan rasa kecewa, karena mereka telah dandan tapi tidak mendapat perhatian dari sang Raja Baru mereka, meski mereka telah mendapat kenalan dari Putra-Putra Bangsawan lain.


Tapi tetap saja mereka kecewa kepada Reyhan yang tak peduli keberadaan mereka. Melainkan mereka melihat Reyhan yang sangat perhatian kepada istrinya. Padahal mereka berharap bisa menjadi Selir kedua, ketiga, dan seterusnya.


Reyhan yang sudah menjadi Raja baru Kerajaan Wan kini tengah menemani sang istri yang sedang makan. Reyhan tak mempermasalahkan Xiu Juan memakan porsi yang banyak, yang terpenting sehat.


(Raja Wan diganti sesuai namanya Kong Li Wan, disingkat saja KongLi)


KongLi masih tengah menemani tamunya yang belum pergi. Ketiga istrinya sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing. An Niu, Zhu Niu, dan Jing Mi juga masih satu meja untuk menemani kakak dan kakak ipar mereka.


Sudah terlihat semua orang sudah pada keluar dan pulang. KongLi segera pergi. Begitu juga dengan Reyhan, Xiu Juan, An Niu dan Zhu Niu, sudah merasa lelah, mereka segera kembali ke kediaman mereka masing-masing, dan membiarkan ruangan aula dibersihkan sisa-sisa acara oleh para pekerja.


.


.


.


.


.


.....


Reyhan dan Xiu Juan telah sampai di dalam kamar mereka. Mereka segera mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi bersama mereka berdua segera tidur. Mereka tidak melakukan apapun, hanya tidur, karena lelah acara yang tadi.


Mereka berdua sudah dalam posisi tidur dan diselimuti kain selimut. Xiu Juan sudah memenjam kedua matanya, dan terlelap dalam tidurnya. Sedangkan Reyhan yang masih belum tertidur. Ia menatap pandangannya ke atas. Ia masih tak menyangka jika dirinya menjadi Raja, dan akan menjadi seorang ayah.


Semakin lama, kedua matanya berat karena ngantuk sekaligus lelah. Dan akhirnya ia tertidur.


.


.


.


.


.


.


.....


Sementara Disisi Lain.


Tepat di suatu ruangan yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal. Ruangan itu juga msih setia terpasang pagar sihir di setiap ruang tahanan. Ya, tempat itu adalah ruang penjara milik Kerajaan Wan, tetapnya tempatnya seorang Jian Heeng yang menetap di dalam penjara.


Ia hanya diam, dan tak banyak bicara. Rasa penyesalan yang kini di dalam hatinya. Ingin sekali pergi untuk melarikan diri ke tempat yang jauh tapi mustahil ia lakukan.

__ADS_1


.


.


.


"Akhirnya, Putra Mahkota kita telah naik tahta."


"Benar, sekarang Kerajaan ini dipimpin olehnya."


"Benar, karena dia adalah pahlawan."


Jian Heeng hanya bisa menahan amarahnya mendengar percakapan para pengawal penjaga penjara. Buat apa ia meluapkan amarahnya, sudah jelas, mustahil untuk keluar melarikan diri, apalagi mau membuat kekacauan, jelas-jelas mustahil.


Ia hanya bisa terus merenung. Rasa penyesalan dan rasa amarah bersatu di dalam hatinya. Kadang Selir May Lee dan Putri Jing Mi datang berkunjung untuk melihat keadaannya.


Jian Heeng tau, kalau ibunya dan adiknya ingin menyadarkannya. Tapi tetap saja ia egois, ia tak sudi dikunjungi oleh siapapun. Ia langsung mengusir mereka berdua.


Meski ia menetap di ruang tahanan, ia takkan merasakan rasa lapar. Ia masih diberi makan dengan layak, karena KongLi takkan membiarkan Putranya kelaparan meski sudah di cap tahanan yang berbahaya.


.


.


.


.


.


.


.....


Semua anggota Keluarga Kerajaan bersarapan bersama. Reyhan masih saja tidak peduli dengan sekitarnya. Ia memanjakan istrinya.


Permaisuri Xia, Selir May, dan Selir Bao senang melihat Reyhan yang sangat mencintai Xiu Juan yang kini tengah mengandung calon cucu mereka.


.


.


.


.


.


.....


Setelah selesai sarapan, mereka segera pergi dari ruang makan. Xiu Juan ikut pergi dengan ketiga adik iparnya. Sedangkan Reyhan ia harus segera pergi ke tempat ruang Raja yang kini tempat kerjanya.


Dan untuk KongLi, ia bersama ketiga istrinya besantai di taman dekat pendiamannya. Sepenuhnya ia percaya kepada Reyhan. Sebenarnya selama ia membimbingnya, ia tau kalau Reyhan genius tanpa bantuannya pun pasti bisa.


Tapi karena sifatnya yang malas, itulah sifatnya. Terkadang KongLi merasa heran, ia paham sifat Putra pertamanya, dulu sifatnya sangat rajin sebelum dituduh. Dan sekarang sifatnya dingin dan ia mencapnya pemalas.


Tapi ia tak ingin perfikir apapun tentangnya. Yang terpenting, Putranya benar-benar tidak dinyatakan salah, dan sekarang ia menikmati masa pensiunnya bersama ketiga istrinya.

__ADS_1


(Anjir benerrr)


.


.


.


.


Reyhan twlah duduk di kursi kebesarannya. Ia menatap kertas-kertas, lalu ia membacanya. Sambil mengangguk-angguk kepalanya seakan ia paham dengan apa yang ia baca.


.


.


Singkat Cerita.


.


.


Reyhan telah selesai dengan pekerjaannya, tak terasa waktu yang ia lewati telah melewati waktu makan siang. Ia segera berdiri dari duduknya, dan pergi keluar dari ruangannya.


Reyhan segera mencari keberadaan istrinya. Setelah berkeliling ia melihat ayah dan ketiga istrinya sedang bersantai di taman dekat Kediaman mereka berempat. Ia segera mendekati mereka.


"Wah.., wah.., sekarang Raja lama kita sedang enak-enak ya." kata Reyhan sinis melihat ayahnya.


"Seharusnya kau memberi salam kepada ayahmu ini. Kau harus mencerminkan seorang Raja." balas KongLi.


"Baiklah...," sahut Reyhan.


Lalu ia berdehem. "Selamat siang semuanya..." lanjutnya memberi salam.


Ketiga ibundanya melongo mendengarnya. Bahkan KongLi membulat kedua matanya.


"Salam macam apa itu !!?" ucap KongLi geram.


"Hey.., salam ini lebih sederhana, dan mudah." jawab Reyhan santai.


KongLi memenjam kedua matanya dan tanagnya memijat dahinya. Ia sudah lelah mengahadapi sikap Reyhan yang ia anggap aneh.


Permaisuri Xia tersadar, lalu menatap lembut ke arah Putranya. "Putraku, kau sedang apa kemari ? Apa pekerjaanmu sudah kau selesaikan ?"


"Sudah ibunda, aku sedang mencari istriku." jawab Reyhan.


"Kalau tidak salah, sepertinya mereka sedang berjalan-jalan di kota Kerajaan." Selir Bao yang menjawab.


"Kaj tenang saja, sudah ada pengawal dan pelayan yang menjaga mereka berempat." ucap Selir May Lee yang melihat rasa khawatir yang terlukis di wajah Raja baru itu.


"Baiklah ketiga ibundaku..., I You Full My Mothers !!." jawab Reyhan asal-asalan dan langsung berlalu.


KongLi dan ketiga istrinya terdiam bingung mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan Reyhan sebelum pergi. Ya, mereka tidak tau sama sekali artinya.


"Putra kita bulang apa tadi ?" tanya Permaisuri Xia.


"Tidak tau, kak." jawab Selir May Lee dan Selir Bao bersamaan.

__ADS_1


KongLi tersadar dari rasa bingungnya. Ia melanjutkan suasana santainya dan menikmati masa pensiunnya bersama ketiga istrinya. (Nikmat Mana Yang Kau Dustakan)


__ADS_2