Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 93


__ADS_3

Kerajaan Xie.


Di Kediaman Xiu Juan, tiba-tiba ada seorang berpakain hitam penuh muncul dan masuk ke kamar Xiu Juan lewat jendela. Xiu Juan tak bisa melihat wajah orang itu karena wajahnya ditutupi oleh topeng yang dikenakanya.


Orang itu meminta Xiu Juan untuk ikut dengannya karena tuannya ingin menemuinya. Sedangkan Xiu Juan yang diminta, ia menolak mentah-mentah, karena ia tak ingin ikut atau percaya dengan orang asing.


"Siapa tuanmu ? Dan apa tujuan tuanmu untuk menemuiku ?" tanya Xiu Juan yang baru saja menghindari serangan dari orang tersebut yang akan membuatnya pingsan.


Orang itu masih tidak menjawab. Xiu Juan mengeluarkan Api di telapak tangannya.


"Intinya tuan saya tertarik padamu nona, jadi beliau memerintahkau untuk membawamu." sambil melangkahkan kakinya.


Xiu Juan sudah tak peduli keadaan dalam kamarnya, ia langsung melepas sihir apinya ke arah orang itu. Orang itu, menghindari serangan sihir Apinya.


Terjadilah kebakaran di kamarnya. Orang itu tidak menyerah untuk membawa Xiu Juan. Ia terus terus menghindari serangan-serangan Api yang dilepaskan Xiu Juan.


Orang itu masih tidak menyerah. Dengan sihir anginnya ia membuat gelombang angin besar sehingga dinding kamar gadis itu hancur, dan bersamaan Xiu Juan juga ikut terdorong keluar.


Xiu Juan berdiri, dan langsung melepas semburan Api dari mulutnya. Orang itu bergerak cepat, dengan lihai ia bisa menghindari serangan Api gadis itu. Tak hanya disitu Xiu pun juga menggunakan sihir tanahnya untuk menyerang.


.


.


Suasana menjadi kacau, terlihat asap dari Kediaman Xiu Juan. Para pengawal pun datang. Telihat Api sedang membakari isi kamar Xiu Juan, beberapa pengawal yang memiliki sihir Air, segera menyiraminya agar Api tidak merambat jauh.


Di luar Kediaman, terlihat Xiu Juan sedang bertarung dengan seseorang berpakaian hitam penuh dengan wajah yang tertutup topeng. Mereka berdua saling beradu keahlian teknik bela diri mereka.


.


.


Xiu Juan tak henti-hentinya menyembur Api dari mulutnya. Lawannya terus menghindar, dengan sihir angin yang ia punya, orang itu mendorong kuat tubuh Xiu Juan hingga terdorong dan jatuh ke tanah. Saat akan bangun, keburu orang itu langsung menggotong tubuh gadis itu di pundaknya.


Xiu Juan yang meronta-ronta karena tubuhnya di gendong, tiba-tiba belakang kepalanya terhantam pukulan dan membuatnya pingsan. Para pengawal segera datang untuk menolong Xiu Juan, tapi sayang kekuatan mereka tidak sebanding dengan orang yang menggotong gadis itu.


Para pengawal terdorong kuat ke belakang setelah terkena serangan hembusan angin hebat milik orang itu. Tak ingin berlama-lama, ia segera pergi, dan meloncat-loncat melewati dari serangan para pengawal yang baru saja tiba.


.


.


.

__ADS_1


.....


Disisi Lain.


Beberapa lama kemudian, Reyhan baru saja telah selesai menghabiskan makannya, ia segera membayarnya dan pergi menuju istana untuk bertemu calon istrinya. Ia memilih berjalan kaki, karena ia sesekali ingin membeli makanan ringan yang berjualan di pinggir jalan.


Baru saja keluar dari rumah makan, tiba-tiba banyak pengawal berlarian dan meloncat-loncat dari atap ke atap melewatinya dengan wajah seperti kepanikan. Reyhan mengernyit heran. Lalu ia mencegah salah satu pengawal yang sedang berlari karena ia ingin bertanya.


"Ada apa ? Kenapa kalian terburu-buru ?" tanya Reyhan.


"Salam Yang Mulia..." ucap pengawal itu terpotong.


"Langsung saja !! Jawab pertanyaanku !!" Reyhan memotong ucapan pengawal itu, karena menurutnya sudah tau sendirinya lagi panik, sempat-sempatnya mengucapkan salam. Karena Reyhan tak suka bertele-tele jika ada sebuah masalah.


"Tuan Putri Mahkota Xiu Juan diculik." jawab pengawal itu sambil menunduk karena takut kena marah dari Reyhan, karena sebelumnya Raja Xie sangat marah ke semua pengawal karena merasa tidak becus dalam menjaga kelamaan wilayah Kerajaan dari penyusup, terutama area istana.


Meski isi pikirannya kacau, panik, dan emosi. Tapi Reyhan mencoba tenang, karena jika panik, karena menurutnya masalah takkan selesai. Sesuai pengalamannya di kehidupan sebelumnya saat ia menjadi bodyguard setelah mengundurkan diri dari Tentara. Reyhan pun melepas pengawal itu untuk melanjutkan pengejaran.


"Ke arah penculik itu pergi membawa calon istriku ?"


"Kami melihatnya ia pergi menuju arah pintu gerbang keluar masuk Kerajaan."


Reyhan hanya mengehela nafasnya. Ia tak bisa menggunakan sihir teleportnya karena targetnya bergerak tak menetap. Jika ia melihatnya secara langsung, mungkin ia bisa berteleport di dekat target.


Tapi yang lebih mengejutkannya lagi, saat melihat Reyhan yang tiba-tiba melompat tinggi dan memunculkan kedua sayapnya dan seketik ia langsung terbang. Dalam perjalanan terbangnya, Reyhan tak ingin terlambat. Ia segera menambahkan sihir Api birunya yang keluar dari kedua alas kakinya, agar mendorong tubuhnya terbang dengan kecepatan tinggi.


"Aku pasti menemukanmu, aku yakin kau masih belum jauh dari sini." batin Reyhan terua fokus terbangnya dengan matanya menatap tajam ke arah depan.


Baru saja ia melewati pintu gerbang keluar masuk Kerajaan, dari atas ia bisa melihat seseorang berpakaian hitam yang tengah berlari dan melompat sambil menggotong tubuh calon istrinya.


Reyhan sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, karena sudah di depan mata. Ia menghilangkan kedua sayapnya. Tubuhnya jatuh dari atas menuju ke arah target. Melihat targetnya mulai melompat, Reyhan langsung berteleport.


Wsst !!


.


.


.


.


BUGH !!

__ADS_1


Tubuh orang itu langsung terpental jatuh ketanah. Reyhan berteleport saat orang itu melompat maju di udara, ia langsung menendang, dan seketika Xiu Juan terlepas dan beralih digendongannya.


Lalu Reyhan menurunkannya ke permukaan tanah secara perlahan. Xiu Juan masih memenjamkan matanya. Setidaknya ia masih merasakan lega karena Xiu Juan keadaan tidur dalam pingsannya. Reyhan memilih tidak membangunkannya.


"Bisakah kau menjauh dari wanita tuanku ?"


Reyhan menoleh kepalanya ke arah sumber suara yang mengaku-ngaku kalau calon istrinya adalah wanita tuan dari orang yang berpakaian hitam dan memakai topeng.


Reypun berdiri, dan melangkah maju sedikit. Kini ia berdiri di depan Xiu Juan yang tengah tidur dalam pingsannya. Ia takkan membiarkan calon istrinya dibawa pergi oleh orang asing.


"Wanita tuanmu ?" sahut Reyhan mengangkat alis sebelahnya.


"Ya, karena aku diperintahkan tuanku untuk menjemput wanitannya."


"Kau salah alamat. Gadis yang kau bawa ini adalah calon istriku." ucap Reyhan.


"Tapi dia wanita tuanku !!"


"Tuanmu kebanyakan makan pantat b4bi, jadi pikiran tuanmu selalu bermimpi tak jelas." balas Reyhan santai.


"Apa kau menghina tuanku ?" ucap orang itu yang marah, karena tak terima tuannya dihina.


"Sudah tau, tanya." sahut Reyhan.


"Dan juga, siapa tuanmu ?" lanjutnya.


"Kau tak perlu tau, sekarang aku akan membunuhmu."


Wsst !!


.


.


Reyhan berteleport tepat di hadapan lawannya. "Kau terlalu banyak bicara."


BUGH !!


Belum sempat lawannya terkejut, Reyhan menendangnya lebih dulu, hingga terdorong kebelakang dan terpental jauh.


_______________________________________


Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2