Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 139 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Reynal menatap tajam ke arah gadis kecil itu. Meski kecil tapi cantik. "Hei, kau yang menyerangku ?"



Gadis itu tidak menjawab, ia malah mengangkat dan mengayunkan pedang besarnya ke arah Reynal. Meski jaraknya tidak dekat, tapi efeknya membuat dorongan angin yang kuat.


DUAR !!


Reynal berhasil menghindar serangannya. "Ck, dasar bocah !!" gumannya.


Gadis itu tetap diam tapi masih saja melompat dan menyerang Reynal dengan pedang besarnya. Reynal pun menahan serang itu dengan pedangnya.


Tiang !!


Reynal terbelalak, ia tak menyangka gadis itu memiliki tenaga yang cukup besar. Pedang besar itu terangkat dan memutar menyerang ke samping.


Reynal segera meloncat menghindar. Ia tak menyangka pedang sebesar itu bisa digunakan dengan mudah oleh gadis kecil.



Laki-laki berusia 17 tahun itu berdiri tegak. Pedangnya pun menghadap ke belakang. Ia segera berlari dan menyerang balik gadis itu. Dengan gerakan cepat ia berlari dan menyerang.


Tapi anehnya gadis itu malah menghindar dan meninggalkan pedang besarnya. Tapi Reynal tetap fokus menyerang. Namun anehnya gadis itu sungguh lincah.


Saat jarak sangat dekat. Reynal pun segera melakukan aksinya untuk menyerang. Tapi, gadis itu diam tenang. Tiba-tiba pedang besarnya terbang datang kepadanya dan langsung menahan ayunan pedangnya Reynal.


Reynal hanya bisa terkejut, bisa-bisanya pedang sebesar itu bisa bergerak cepat kepemiliknya. Reynal meloncat mundur. Ia segera mengeluarkan Api di tangannya.


Lalu ia melancarkan semburan Apinya ke arah gadis itu. Lagi-lagi pedang besar itu berputar-putar seakan menjadi tamengnya ai gadis.


"Yang benar saja, pedang sebesar itu bisa digunakan dengan sangat mudah ?" batin Reynal.


Tak ingin membuang-buang waktu. Reynal memasukan kembali pedangnya ke sarungnya, dan ia pun mengeluarkan sedikit Sihir Gelapnya dan menyelimuti dirinya. Karena masih belum sepenuhnya bisa dikendalikan, seketika ia pun mulai menggila.


Reynal tidak seperti ayahnya yang mampu menahan gejolak pada tubuhnya akan haus bertarung. Setidaknya sedikit masih bisa ia kendalikan.


Gadis itu segera berlari dan mengayunkan pedang besarnya. Reynal menghindar dan langsung bergerak cepat mencengram kerah pakaian gadis itu, lalu ia mengangkatnya.

__ADS_1


Gadis itu masih duduk di tanah, dan terlihat panik, ia mengarahkan tanganya, seketika pedang besarnya yang jatuh di tanah terbang bangun dan bergerak ke arahnya.


Reynal yang menyadari itu, ia segera menjatuhkan gadis itu ke tanah. Lalu tangannya menangkap pedang besar itu. Gadis itu pun terbelalak.


"Ternyata pedangmu cukup menarik." ucap Reynal sambil memandang pedang besar yang ia genggam.


"Tapi kau duluan yang menyerangku. Sepertinya aku ingin bersenang-senang denganmu dan pedangmu." lanjutnya, sambil menatap dan tersenyum menyeringai ke gadis itu. Seketika gadis itu ketakuatan.


Reynal mengangkat pedang besar itu. Dan ia bermaksud memberi sedikit luka pada gadis itu. Gadis itu memenjam kedua matanya.


Tak ada rasa sakit, gadis itu penasaran. Ia membuka kedua matanya. Ia terbelalak melihat laki-laki yang akan melukainya terhenti, karena ada sebuah anak panah yang menembus tubuh laki-laki itu.


Gadis itu segera bangun dan menghindar. Ia segera merebut kembali pedang besar miliknya dari genggaman laki-laki itu yang terdiam.


"Kakak !!" panggil gadis itu setelah menghindari Reynal.


Gadis itu berlari ke arah gadis cantik lainnya yang tengah memegang busur panahnya. Ya, dia adalah gadis yang baru saja melancarkan anak panahnya ke Reynal hingga tertancap di tubuhnya.


"Elena, kau baik-baik saja ?" tanya perempuan itu khawatir kepada gadis yang bertarung dengan Reynal.


"Aku baik-baik saja kak Alice." jawab gadis itu yang bernama Elena.


"Kau sembunyilah dibelakangku." ucap perempuan itu yang bernama Alice.



Reynal yang dari tadi diam berdiri, bukan karena sakit karena anak panah yang tertusuk di dadanya. Melainkan ia terpaku melihat perempuan yang bernama Alice itu.


Ia merasakan hal aneh pada dirinya saat melihat gadis yang bernama Alice. Gadis itu memiliki rambut panjang dan berwarna pirang. Bisa dilihat gadis berambut pirang itu mungkin usianya 2 atau 3 tahun diatas usianya.


Reynal pun tersadar, ia melihat dadanya tertusuk anak panah. Ia pun menarik anak panajh itu dari dadanya. Setelah terlepas, kekuatan regenerasinya pun bereaksi.


Disisi Alice dan Elena hanya terdiam menganga tak percaya melihat luka laki-laki itu hilang dan sembuh. Reynal pun berjalan mendekati 2 gadis itu.


"Tenanglah, aku bukan orang jahat." ucap Reynal berjalan pelan ke arah 2 gadis itu.


"Kau jelas-jelas orang jahat, buktinya kamu tadi akan membunuh muridku." balas Alice marah.


"Hei, dia duluan yang menyerangku, tentu saja aku tak terima. Maka aku ingin membalasnya, hanya ingin membuat luka ringan saja sebagai peringatan." jawab Reynal.

__ADS_1


"Bohong, jelas-jelas dia ingin membunuhku." ucap Elena.


"Ternyata kau bisa berbicara, kenapa dari tadi kau diam saja, kau saja yang duluan menyerangku." balas Reynal.


"Karena kau orang asing, jadi aku hanya berjaga-jaga." jawab Elena.


"Setidaknya jika kau bertemu orang asing, kau hanya berjaga-jaga tidak perlu menyerangnya, dasar gadis kecil yang bodoh !!" kata Reynal.


"Apa kau bilang aku bodoh." teriak Elena.


"Cukup !!" Alice menengahi perdebatan antar Reynal dengan Elena.


Reynal dan Elena pun berdiam, mereka berhenti berdebat.


Alice menatap tajam ke arah Reynal. "Siapa kau ?"


"Aku Reynal Poetra Wan, Pangeran dari Kerajaan Wan." jawab Reynal dingin.


"Kerajaan Wan ?" sahut Alice dan Elena bertanya-tanya, karena mereka tak pernah mendengar nama Kerajaan itu.


"Kau jelas-jelas penipu. Kerajaan Wan ? Aku tak pernah mendengar nama Kerajaan itu." ucap Elena.


"Ya, begitu juga denganku, aku pin ragu denganmu, nama Kerajaan Wan, aku juga tak pernah mendengarnya." ucap Alice.


"Terserah, yang jelas ini tempat apa, kenapa ada hutan besar. Dan juga ada hewan-hewan aneh jadi-jadian." kata Reynal, karena setahunya hutan-hutan yang pernah ua temui ukuran normal, dan hewan-hewan aneh yang oernyia temui adalah hewan spiritual.


"Tempat ini adalah kawasan hutan di wilayah Kerajaan Dorothy." jawab Alice.


Reynal terdiam. Ia benar-benar tak tau nama Kerajaan itu. Benar-benar aneh. Aneh di sekelilingnya. Bahkan pakaian yang digunaka 2 gadis itu.


Alice bisa menangkap rasa kagetnya pada Reynal. Ia menduga kalau Reynal berasal dari tempat yang jauh. Karena pakaian dan zirah yang digunakan Reynal cukup aneh juga.


"Dari pakaian yang kau kenakan cukup aneh." ucap Alice.


"Benar, itu pun membuatku jadi curiga padanya." kata Elena menambahkan.


"Hei, justru aku yang seharusnya mengatakan itu. Karena pakaian kalian aneh di pandanganku." balas Reynal.


"Baiklah, yang jelas kau pasti dari tempat yang jauh, sekarang kau pergi dari kembali ke asalmu." ucap Alice tegas.

__ADS_1


"Kau menyuruhku pergi ? Aku bahkan tak tau arah jalan pulang. Dan asal kamu tau, aku bangun membuka mataku, aku telah berada di hutan ini, aku sungguh tak tau tempat ini." jawab Reynal frustasi, sambil mengusap kasar wajahnya.


Alice menghela nafasnya. Pikirannya menebak kalau laki-laki yang di depannya yang sedang frustasi itu mungkin telah hilang ingatan, atau dibuang dengan sihir perpindahan, atau dari dunia lain, atau yang lain sebagainya.


__ADS_2