Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 44


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Mata Reyhan menatap ke arah ke-4 bandit yang ada di depannya. Reyhan mulai melangkahkan kakinya maju dan bersamaan melepas jubah merahnya sembarang, ia pun melangkah maju, dan muncullah satu cahaya portalnya.



Tangan Reyhan mendekati cahaya portal itu dan menarik sebuah pedang. Ke-4 bandit terbelalak melihat Reyhan dengan mudah memunculkan sebuah pedang.


Reyhan berhenti dari langkahnya, tapi ia tetap menatap tajam ke arah 4 bandit yang ada di depannya. Tak ingin terjebak dari lamunannya, ke-4 bandit itu juga menarik pedang mereka dari sarungnya dan mengarahkan kepada Reyhan. Bandit1 dan bandit2 diam ditempatnya, sedangkan bandit3 dan bandit4 berlari ke arah Reyhan.


Sling...!!!


Bandit3 mengayunkan pedangnya dan berhasil ditangkis oleh Reyhan.


Reyhan membalas, ia mengayunkan pedangnya ke arah leher bandit3.


Sling...!!!


Serangan Reyhan dipatahkan oleh bandit4 yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuh bandit3. Reyhan melompat ke bekalang, ia berjaga jarak. Belum sempat ia mengeluarkan cahaya portalnya, tiba ada serangan batu api datang ke arahnya.




Duarr...!!!


Reyhan berhasil menghindari serangan sihir Api dan Tanah milik bandit1 dan bandit2. Hanya saja efek benturan batu Api itu yang mengenai permukaan tanah, mengakibatkan terjadi sebuah ledakan, membuat tubuh Reyhan terdorong kebelakang dan terjatuh di permukaan tanah. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu berlindung pada sihir dinding Tanah milik Putri Zhu Niu.


Reyhan kembali berdiri, tak ada amarah atau kepanikan yang tergambar di wajahnya. Dirinya hanya memasang wajah datar menatap kearah ke-4 bandit yang ada di depannya. Disisi Putri An Niu dan Putri Zhu Niu lah yang panik melihat Reyhan seperti itu.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu berniat membantu Reyhan, tapi Reyhan memberi telunjuk jarinya kearah mereka berdua, menandakan jangan membantunya atau melarangnya ikut bertarung, dan akhirnya Putri An Niu dan Putri Zhu Niu hanya bisa diam.


Bersamaan muncul cahaya portal dan tangan kiri Reyhan menarik pedangnya lagi. Dan pedang kanannya ia putar posisi pedangnya terbalik menghadap ke belakang, lalu ia memasang kuda-kuda. Reyhan berlari cepat ke arah bandit4.


Sling...!!!


Reyhan masih berlari setelah menyerang bandit4, kini ia berlari ke arah bandit3.

__ADS_1


Sling...!!!


Sama, Reyhan masih berlari setelah menyerang bandit3. Dan sekarang dirinya berlari ke arah bandit1 dan bandit2.


Tang...!!!


Ting...!!!


Reyhan meloncat jauh dan berbalik tubuh menatap ke-4 bandit yang baru saja ia serang secara bergantian. Ternyata serangan gesitnya berhasil ditangkis oleh ke-4 bandit itu. Reyhan menyimpulkan bahwa ke-4 bandit yang ada di depannya bukanlah bandit sembarangan.


Ke-4 bandit itu mulai saling berdekatan dan berlari bersama ke arah Reyhan. Disisi Reyhan, ia juga berlari ke arah ke-4 bandit yang sedang berlari ke arahnya.


Tang..!! Ting..!! Tang..!! Ting..!!


Ke-4 bandit itu dan Reyhan saling menyerang, dan menangkis setiap serangan dari ayunan pedang mereka. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu terbeku, nafasnya seakan terhenti melihat pertarungan hebat. Ingin sekali mereka berdua membantu Reyhan.


Tapi apa daya, pertarungan Reyhan dengan ke-4 bandit itu membuat tubuh mereka diam tegak, seakan tak ingin diajak bergerak. Beginikah pertarungan antar pertarung yang hebat ? Itulah yang ada dipikiran Putri An Niu dan Putri Zhu Niu.


Reyhan menyerang dan menangkis semua serangan ayunan pedang dari ke-4 bandit itu. Meskipun begitu, tubuh Reyhan terkena banyak goresan serangan-serangan pedang milik 4 bandit itu. Bandit3 dan bandit4 mulai berhenti menyerang Reyhan.


Sedangkan bandit2 menyerangnya dengan serangan sihir pedang Api, Reyhan bisa menghindarinya.



Reyhan melompat saat menghindari serangan bandit2. Tapi, tiba-tiba bandit1 menyerangnya dengan serangan sihir bola Tanah.



Reyhan terkena hantaman bola Tanah itu. Reyhan kembali terjatuh di permukaan tanah.


Saat Reyhan bangun dan berlutut, tiba-tiba ada serangan Sihir Air kepadanya.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


Reyhan terpental kebelakang, ke-2 pedangnya terlepas. Tubuh Reyhan menghantam pohon setelah terkena sihir Air milik bandit3 dan bandit4 yang digabungkan. Reyhan terjatuh dan akhirnya ia tergeletak di permukaan tanah. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu berlari ke arah Reyhan yang terlihat sudah terluka.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu membantu Reyhan untuk bangun. Kondisi tubuh Reyhan penuh luka-luka dan darah akibat serangan-serangan 4 bandit itu. Reyhan dibantu berdiri dan dipapah oleh ke-2 adik kembarnya, disisi kanan Putri An Niu dan Putri Zhu Niu di sisi kirinya.


Terdengar suara tertawa di telinga Reyhan dan kedua adik kembarnya. Ternyata ke-4 bandit itu tertawa keras kepada mereka bertiga. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menatap sinis kepada ke-4 bandit itu. Sedangkan Reyhan, ia tetap memasang wajah dingin.

__ADS_1


"Kalian menyingkirlah." ucap Reyhan.


"Tidak, kakak sudah terluka, kami tidak akan tinggal diam saja." balas Putri An Niu.


"Kami akan membantu kakak." kata Putri Zhu Niu.


"Kalian tenanglah, luka ini tidak seberapa." jawab Reyhan kepada kedua adik kembarnya.


Putri An Niu atau Putri An Niu belum membalas jawaban Reyhan, terdengar suara yang mengatai mereka bertiga.


"Lihat teman, dia sudah terluka, dia masih percaya diri." kata bandit2.


"Meski laki-laki itu kuat, tapi tetap saja, dia takkan bisa mengalahkan kami." kata bandit4.


"Inilah kemampuan kami sebenarnya. Jika diluar wilayah kami, kami bisa mempertimbangkan kalian untuk hidup. Tapi sekarang kalian ada di wilayah kami, maka dari itu, kami tak ragu untuk menahan kekuatan kami untuk menghabisi nyawa kalian." kata bandit1 sambil tertawa.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menatap tajam ke arah ke-4 bandit yang sudah membuat mereka kewalahan dan membuat kakak tersayang mereka terluka. Putri An Niu mulia membuka telapak tangan kanannya ke arah 4 bandit yang ada di depannya.



(Klik Gambar, Gambar Format Gif)


Muncullah bola Apinya yang menyala-nyala. Ke-4 bandit melihat Putri An Niu yang akan menyerang, mereka hanya tertawa mengejek. Semakin kesal, marah, Putri An Niu mulai akan melancarkan sihir Apinya.


Tapi, ada tangan hangat yang memegang pergelangan tangan kanannya. Ternyata Reyhan yang memegangnya, seketika Sihir Apinya meredup.


"Kau dan Zhu Niu diam saja, ini adalah pertarunganku." kata Reyhan santai kepada Putri An Niu.


"Tapi Kak, lihatlah dirimu, kau sudah ter...." Putri An Niu menggantung kata-katanya.


Mata Putri An Niu terbelalak melihat kondisi Reyhan. Tak hanya dia, Putri Zhu Niu juga tak percaya apa yang dilihatnya. Darah yang ada tubuh Reyhan kembali masuk ke dalam luka-luka yang ada tubuh Reyhan, lalu perlahan luka-lukanya menutup dan akhirnya sembuh.


"Kakak... Luka-lukamu !!!" ucap Putri An Niu terkejut.


Tak hanya Putri An Niu yang terkejut, Putri Zhu Niu tak kalah kejutnya. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu baru menyadari, mereka berdua mengingat sesuatu, bahwa Reyhan masih memiliki kekuatan yang belum ditunjukan. Seperti waktu mereka melihat pertarungan Reyhan dengan Pangeran Jian Heeng setahun yang lalu.


Sedangkan ke-4 bandit itu, hanya bisa menatap dirinya tak percaya apa yang mereka lihat. Reyhan hanya terkekeh kecil, melihat keterkejutan dari orang-orang yang melihatnya. Awalnya Reyhan memang sengaja menerima serangan dan terluka. Bukan untuk memamerkan kekuatan regenerasinya. Melainkan ia ingin menguji kekuatan ke-4 bandit itu.


Reyhan sengaja terkena serangan mereka ber-4 itu. Reyhan melakukan itu, karena ia ingin mengukur seberapa kuatnya ke-4 bandit itu yang menurut kedua adik kembarnya mengatakan mereka ber-4 sangat hebat.


Reyhan berdiri diam dan kedua adik kembarnya mundur. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu mulai merasakan akan kehadiran kekuatan yang akan Reyhan tunjukan. Tiba-tiba dibelakang Reyhan muncul beberapa cahaya-cahaya portalnya dan senjata-senjatanya yang keluar.

__ADS_1



__ADS_2