
_______________________________________
Alexander dan Alexa berlari menuju ke tempat yang dimana ada ledakan-ledakan yang mereka lihat. Setelah sampai, mereka berhenti melihat semua prajurit Kekaisaran Carrole sudah sebagian mati dan sebagiannya lagi telah sekarat tak berdaya.
Dari kejauhan Alexander dan Alexa melihat Elios dan Eldezer yang terduduk ditanah. Kakak adik itu mencari Reyhan dan Xiu Juan karena tidak ada di tempat itu. Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara orang tertawa.
Suara itu terdengar tidak asing di telinga mereka. Mereka mencari sumber suara itu, dan terdengar dari arah langit. Mereka berdua mendongak, seketika keduanya terkejut tak percaya melihat salah satu orang yang mereka cari kini tengah terbang dengan kedua sayapnya.
Elios kembali berdiri, ia merapal, dan keluarlah bola-bola Api hitam. Ia ingin membawa perbautan Reyhan kepadanya dan Ayahnya.
Namun belum juga ia luncurkan, Reyhan sudah lebih dulu menyerangnya dengan menghujani Bola Api Hitam kepadanya.
Elios tidak bisa sempat bersembunyi setelah gagal dengan rapalan Sihirnya. Eldezer dengan cepat membuat pelindunh dengan Sihir tanahnya yang tebal.
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
DUAR !! DUAR !! DUAR !!
Reyhan menghujani Elios dan Eldezer dengan bola Api Hitamnya. Meski begitu ia sengaja membuat mereka berdua agar takut dan tidak lagi berbuat mencari masalah dengannya.
Disamping itu, Alexander dan Alexa hanya diam ditempat. Mereka benar-benar tak percaya melihat pemandangan mengerikan yang mereka lihat.
Alexander dan Alexa menyadari jika diri mereka bukanlah tandingan Reyhan. Ditambah Reyhan ternyata memiliki Sihir Gelap dan Sihir Cahaya.
Reyhan menyudahi serangannya. Pelindung yang dibuat oleh Sihir tanah milik Eldezer telah usai, dan Elios hanya diam. Eldezer dan Eldezer mereka terduduk lagi di tanah.
Reyhan terbang sambil menertawai Elios dan Eldezer yang terlihat seperti kehilangan harapan. "Hahahaha..., apa kalian masih ingin melanjutkan perang ini ?"
Eldezer hanya diam. Disisi Elios hanya bisa marah, tapi didalam dirinya seakan ia sudah tak bisa menahan gejolak yang ingin luapkan.
"Aaaagggrrrrhhh !!" Elios berteriak.
Tiba-tiba tubuh Elios membesar, Eldezer terkejut melihatnya. Tubuh Elios membengkak seakan akan meledak.
"Ayah pergi !!" Elios berteriak dan menyuruh Eldezer untuk pergi.
__ADS_1
Eldezer bangun dari duduknya, dan pergi meninggalkan Putranya, ia takut jika tubuh Putranya akan meledak karena tak bisa mengendalikan Sihirnya Gelapnya. "Maafkan aku Putraku, aku tidak bisa berbuat apa-apa."
Reyhan tersenyum menyeringai. "Ternyata kekuatanmu yang akan mengendalikan dirimu sendiri."
Reyhan mengepakkan kedua sayapnya, ia terbang turun menuju ke arah Elios. Reyhan mendarat tepat dihadapan Elios, dan langsung tangannya menembus tubuh laki-laki itu yang sudah membesar.
Elios hanya bisa berteriak kesakitan. Reyhan menarik tangannya keluar. Ada sesuatu seperti bola hitam di dalam genggamannya. Tubuh Elios kembali mengecil, ia pun terjatuh dan menutup kedua matanya. Reyhan hanya menantapnya dengan tatapan dinginnya.
Reyhan menatap bola Hitam yang masih di dalam genggamannya. "Ternyata Sihir hitam yang kau dapat adalah kesalahan, dan tidak sempurna."
Tiba-tiba bola hitam yang ada di genggamannya bergetar. Sampai-sampai Reyhan menggunakan kedua tangannya agar tidak terlepas.
Reyhan kembali terbang membawa bola hitam itu yang masih berusaha melepaskan diri. Tiba-tiba bola hitam itu membesar. Reyhan terbelalak. "5hit..., bisa-bisa setelah lepas dari tubuhnya, masih saja ingin meledak."
Dengan sekuat tenaga, Reyhan melempar bola hitam itu. Ia melemparnya ke sembarang arah yang terpenting sesuai targetnya dan tidak terkena banyak korban dari ledakan bola hitam itu.
Selesai dengan melempar, ia turun kembali. Ia melihat Elio yang terlihat sudah tak berdaya. Lalu ia melihat Eldezer yang juga berjalan mendekatinya.
"Apa kau masih ingin meneruskan egomu ? Aku tidak segan-segan membunuhmu saat ini juga." ucap Reyhan kepada Eldezer yang tengah duduk di tanah di dekat Elios.
Tak ada jawaban, Reyhan memutar kedua bola matanya. Ia pun berbalik berjalan meninggalkan Eldezer dan Elios.
JLEB !!
JLEB !!
Disisi Alexander dan Alexa yang dari tadi diam ditempat hanya bisa mengamati. Tapi saat melihat Reyhan tertusuk 2 pedang yang dilempar oleh Eldezer dan Elios. Alexander dan Alexa terkejut tak main. Mereka berdua segera mendekati Reyhan.
Langkah kaki mereka berhenti setelah Reyhan memberi arahan tangannya agar untuk berhenti tidak mendekatinya. Mereka berdua hanya bisa diam dan melihat.
Elios dan Eldezer seperti masih belum terima kekalahannya, padahal mereka baru saja menyerang pintu gerbang perbatasan, tapi mereka sudah kalah. Rasa tidak terima.
"Aahhh, membosankan." kata Reyhan, sambil menarik 2 pedang yang menusuk tubuhnya.
Kini kedua pedang itu telah ia genggam di kedua tangannya. Kekuatan regenerasinya telah menyembuhkan dirinya. Tak ingin berlama-lama, Reyhan ingin mengakhirkan semuanya.
Wsst !!
__ADS_1
JLEB !!
JLEB !!
"Terimakasih sudah menghiburku, tapi aku harus mengakhirkan ini, karena aku tak ingin berlama-lama dengan kalian." ucap Reyhan.
Kali ini Eldezer dan Elios benar-benar menutup kedua mata mereka. Ya, mereka mati, Reyhan berteleport dan langsung menusuk kedua pedangnya di dada mereka tepat di jantung.
Kondisi lingkungan itu menjadi hening. Tak ada kata-kata yang ingin ucapkan oleh Alexander dan Alexa. Begitu juga dengan Xiu Juan yang baru saja keluar dari persembunyiannya dan mendekati suaminya.
"Semua telah selesai." ucap Reyhan kepada istrinya yang berdiri di sampingnya sambil memegang pundaknya, Reyhan pun memeluknya.
Xiu Juan pun membalas pelukan suaminya. Alexander dan Alexa membuang muka mereka, karena tak tahan melihat sepasang suami istri itu saling berpelukkan.
Tiba-tiba terdengar suara ribut mendekati mereka. Mereka ber-4 melihat banyak pasukan prajurit yang datang ke arah mereka.
Kaisar Aldoran datang bersama pasukannya. Mereka berhenti setelah mendapat perintah. Aldoran berjalan mendekati Alexander dan Alexa.
Aldoran turun dari kudanya. Lalu berjalan mendekati Putra-Putrinya. "Kalian baik-baik saja ?"
"Ya, kita baik-baik saja." jawab Alexa dan Alexander mengangguk kepalanya.
Aldoran melihat sekelilingnya yang terlihat berantakan dan cukup mengerikan. Lalu kembali melihat Putra-Putrinya. "Apa kalian yang melakukan ini ?"
Aldoran tidak percaya melihat 1000-an prajurit dari Kekaisaran Carrole yang tergeletak tak berdaya di tempat itu. Mungkin sebagian sudah ada yanh mati.
"Ya, kami hanya melakukannya, tapi sebagian besarnya, laki-laki itulah yang melakukannya." jawab Alexander sambil menunjuk Reyhan yang berjalan bersama Xiu Juan.
Aldoran melihat Reyhan, amarahnya sudah tak tertahan. Ya, ia marah karena berani membawa Putra-Putrinya tanpa izinnya dan paksaan.
Ingin sekali ia menghajar wajah Reyhan, tapi percuma jelas-jelas ia bukanlah tandingannya. Dan Aldoran juga terkejut melihat mayat Eldezer dan Elios. Ia pun mengakuinya, meski ada rasa kesal kepada Reyhan.
.....
Sementara, Di Kekaisaran Carrole.
Semua orang berkumpul di depan runtuhan bangunan besar yang baru saja hancur setelah meledak. Mereka tak tau kenapa tiba-tiba istana Kaisar Carrole hancur.
__ADS_1
Sedikit dari mereka ada yang melihat sebuah bola hitam yang datang entah terbang dari mana. Bola hitam itu membesar ke arah istana Kaisar dan meledak hingga hancur.