Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 31


__ADS_3

Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao datang ke kediaman Reyhan. Tak hanya mereka bertiga, tetapi mereka juga bersama keempat Putrinya, Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu. Jadi mereka bertujuh menuju kekl kediaman Reyhan. Pelayan pribadi mereka juga mengikutinya dari belakang.


.


.


.


Setelah sampai di Kediaman Reyhan, terlihat pintu tertutup rapat. Permaisuri Xia dan lainnya heran melihat kediaman Reyhan lalu dirinya melihat pelayan atau pengawal yang menjaga Kediaman Reyhan. Pengawal dan pelayan itu memberi salam hormat kepada Permaisuri Xia dan yang lainnya.


"Apa Putraku ada di dalam ?" tanya Permaisuri Xia kepada pengawal dan pelayan setelah menerima salah hormat dari mereka berdua.


"Yang Mulia, Putra Mahkota sedang beristirahat." jawab Pengawal dan si pelayan juga mengiyakan.


"Baiklah aku ingin melihat dan memastikannya" balas Permaisuri Xia kepada pengawal dan pelayan itu.


"Maaf yang Mulia, Putra Mahkota berpesan tak ingin ada yang menggangu tidurnya." jawab pengawal itu.


Permaisuri dan kedua Selir Raja Wan mengernyit heran, hari masih sore dan belum gelap, dan belum waktunya makan malam, tapi Reyhan malah memilih tidur. Tunggu jika diingat-ingat, Reyhan tidak pernah ikut makan bersama semenjak kepulangan Reyhan setalah lama menghilang.


Permaisuri dan kedua Selir Raja Wan menerobos masuk ke kediaman Reyhan. Awalnya para pengawal dan pelayan mencoba menghalanginya secara halus. Tapi mereka tak berani, karena mereka melihat Putri Mahkota Lin Wei yang diam-diam di belakang Permaisuri dan yang lainnya, memperlihatkan sihir Petir di tangannya seakan memberi ancaman.



Pengawal dan pelayan ketakutan melihatnya, bukan berarti mereka tak punya sihir elemen. Hanya saja tak ingin dicap sebagai penghianat kerajaan dan juga level sihir mereka berdua tidak sebanding dengan sihir elemen petir milik Putri Mahkota Lin Wei yang terkenal bruntal saat ada yang membuatnya marah. Akhirnya pengawal dan pelayan mempersilahkan Permaisuri dan rombongannya untuk masuk ke dalam kediaman Reyhan.


Setelah diberi jalan, Permaisuri Xia dan yang lainnya segera masuk kedalam untuk melihat Reyhan. Setelah masuk, terlihat Reyhan tidur dengan pulas. Permaisuri Xia mendekati Reyhan dan duduk di sisi ranjang. Permaisuri Xia mengelus kepada Reyhan dengan lembut. Selir May dan Selir Bao juga mendekati Permaisuri Xia, sedangkan Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya juga mendekati ibunda mereka.


Mereka semua terlihat senang melihat Reyhan yang tidur dengan wajah damainya. Tak ingin mengggu tidur Reyhan, Permaisuri Xia mengajak yang lainnya untuk keluar dari kediaman Reyhan. Mereka semua kembali kediaman mereka masing-masing, karena sore hari sudah mendekati malam. Sebelum pergi Permaisuri Xia meminta kepada pengawal dan pelayan untuk membangunkan Reyhan untuk makan malam, lalu diiyakan oleh pengawal dan pelayan itu.


.


.


.


.....


Diruang kerja Raja Wan, datanglah seorang pria berpakaian serba hitam dan penutup wajah, seperti ninja. Kini pria itu berhadapan dan berlutut dihadapan Raja Wan.

__ADS_1


"Hamba menghadap kepada yang Mulia Raja." ucap pria itu, Raja Wan mengangguk kepalanya.


"Hamba melaporkan apa yang sesuai perintah yang Mulia Raja."


"Bagaimana hasil pengamatanmu ?" tanya Raja Wan.


"Selama hamba mengamati Putra Mahkota, tak ada hal yang perlu dicurigai, semua baik-baik saja, hanya saja hamba melihat dirinya sikapnya telah berubah, tidak seperti Putra Mahkota yang dulu. Tapi ada sesuatu yang membuat hamba terkejut." kata pria itu.


Raja Wan mengangkat alis sebelahnya. "Apa itu ?"


"Putra Mahkota Rey Hann mempunyai sihir Api." jawab pria itu, Raja Wan terdiam.


"Lebih uniknya, Apinya berwarna biru seperti sihir milik yang Mulia dan Pangeran Jian Heeng." lanjutnya.


Raja Wan terkejut mendengarnya. "Bagaimana bisa ?"


"Hamba juga tidak mengerti tuan, tadi waktu hari perayaan terakhir bukankah Putra Mahkota tidak hadir, melainkan dirinya sedang latihan. Dan hasil latihannya adalah Api birunya. Yang bikin saya terkejut lagi, ketika Api birunya dilancarkan. Api birunya terlihat berbeda. Hamba tidak bisa menjelaskan, tapi yang jelas sihir Apinya Biru." kata pria itu panjang lebar.


Raja terkejut lagi mendengarnya. Dirinya tak menyangka ternyata Reyhan memiliki sihir Api, ditambah sihirnya Api biru.


"Jangan berbohong kepadaku." kata Raja Wan tegas.


Sudah 3 hari dirinya dibuat terkejut tak karuan semenjak kembali pulangnya Reyhan setelah dinyatakan tewas. Semenjak usai pertarungan Reyhan dan Pangeran Jian Heeng, Raja Wan memerintahkan salah satu prajurit bayangan elit untuk mengawasi Reyhan. Raja Wan merasa ada perubahan pada diri Reyhan, jadi ia memutuskan mengirim prajurit bayangan itu untuk mengawasi gerak-gerik Reyhan jika melakukan hal yang mencurigakan. Tapi hasil laporan yang ia terima tidal perlu dicurigakan. Justru dirinya terkejut laporan yang ia terima adalah Reyhan memiliki sihir Api.


"Baiklah, sekarang kembalilah bertugas. Jika ada ada yang terlihat mencurigakan, segeralah melaporkan kepadaku." kata Raja Wan.


"Baik yang Mulia." jawab pria berpakaian hitam itu pergi meninggalkan Raja Wan.


.


.


.


Disisi Pangeran Jian Heeng, dirinya juga terkejut setelah mendapat laporan dari salah satu pengawalnya. Pengawal itu melaporkan bahwa Reyhan juga memiliki sihir Api seperti miliknya.


"Ini tidak bisa dibiarkan." ucap Pangeran Jian Heeng.


"Apa kau tau tentang kekuatan milik Reyhan selain sihir Apinya ?" lanjutnya bertanya, ksatria bayarannya mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kau sudah menemukan kelemahannya ?" tanya Pangeran Jian Heeng lagi.


Pengawal itu mengelengkan kepalanya lagi. "Hamba belum bisa menemukan sama sekali kelemahan yang dimiliki Rey Hann."


Pangeran Jian Heeng mengeras rahangnya dirinya menahan amarahnya. "Baik, tugasmu cukup, sekarang kau pergi !!"


Pangeran Jian Heeng merasa sangat marah, ditambah Reyhan tetap berada diposisi Putra Mahkota Kerajaan Wan. Tapi mau gimana lagi, itu sudah keputusan dari Raja Wan sang Ayahnya.


.


.


.


.....


Hari telah malam, semua berkumpul di ruang makan untuk keluarga kerajaan. Terlihat 9 anggota Keluarga Kerajaan Wan sedang makan malam bersama. Seharusnya ada 10 totalnya anggota Keluarga Kerajaan Wan, tapi hanya 9, lalu yang satunya siapa dan kemana ?


Raja Wan, Permaisuri Xia, Selir May, Selir Bao, Putri Mahkota Lin Wei, Pangeran Jian Heeng, Putri Jing Mi, dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu. Total ada 9, seharusnya ada 10. Jawabannya, Reyhan yang tidak ikut makan malam.


Hanya Reyhan yang tidak hadir disana. Permaisuri dan kedua Selir Raja Wan kepikiran karena Reyhan tidak ikut makan malam. Lalu Permaisuri Xia meminta kepada Raja Wan untuk memanggil pengawalnya dan menyuruh Reyhan untuk ikut makan malam. Padahal Permaisuri Xia sudah menyuruhnya setelah bangun, segera diberitahu Reyhan untuk ikut makan malam.


Raja Wan memanggil salah pengawal, dan menyuruhnya ke kediaman Reyhan memberitahukan kepadanya untuk segera datang dan makan malam bersama. Setelah lebih dari 5 menit kemudian, Pengawal itu kembali.


"Dimana Putra Mahkota ?" tanya Raja Wan karena Reyhan masih belum muncul.


"Maaf yang Mulia, Putra Mahkota menolak untuk ikut makan malam bersama." jawab pengawal itu menunduk kepalanya karena takut. Sedangkan Permaisuri Xia dan yang lainnya tak percaya mendengarnya.


"Apa ??!! Dia berani-beraninya menolak ? Sekarang apa dia masih di Kediamannya ?" tanya Raja Wan yang sudah menahan marahnya.


"Tidak yang Mulia." jawab Pengawal itu masih menunduk kepalanya.


"Lalu dimana dia ?" tanya Raja Wan, dan lainnya merasa penasaran.


"Putra Mahkota berada di taman dekat istana, Yang Mulia." jawab Pengawal itu.


"Sedang apa dia disana ?" tanya Raja Wan.


"Putra Mahkota sedang bakar-bakaran, yang Mulia."

__ADS_1


__ADS_2