Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 90


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Satu Minggu Kemudian.


Wilayah Kerajaan telah kembali normal seperti biasanya. Tak ada masalah atau kekacauan seperti 1 minggu yang lalu, saat kejadian kemunculan iblis yang merasuki tubuh mantan Pangeran Kerajaan Wan. Tak disangka yang mengalahkannya adalah Reyhan, Putra Mahkota Kerajaan Wan.


Raja Wan juga telah mengirim berita kekalahan sang iblis ke semua Kerajaan di Negara Barat, dan membuat semua bisa bernafas lega. Berita tersebut telah menyebar sehingga para rakyat Kerajaan bisa menjalankan aktifitas kesehari-hariannya dengan tenang.


Raja Xie dan keluarganya telah kembali pulang ke Kerajaannya. Dalam sekejap mereka telah sampai dengan selamat, itu pun bantuan dengan sihir teleport milik Reyhan. Kerajaan Xie, kini tengah dalam perbaikan membangun bangunan rumah, dan bangunan lainnya yang telah dikacaukan oleh Mantan Pangeran Kerajaan Wan, siapa lagi kalau bukan Jian Heeng.


Jian Heeng memang sudah kembali pulang ke Kerajaan Wan, tapi bukan sebagai Pangeran, melainkan sebagai tahanan. Karena ulah yang ia buat, kini ia ditahan di penjara Kerajaan, itu pun atas perintah Raja Wan. Jian Heeng hanya berdiam diri di pojokan ruangan tahanan.


Amarah, sedih bercampur aduk di dalam dirinya. Terkadang Selir MayLee dan Putri JingMi menjenguknya. Ketika melihat keadaan Jian Heeng, Selir MayLee merasa tak tega melihat salah satu Putra Kandungnya di dalam sel tahanan. Tapi mau bagaimanapun, itu karena kesalahan Jian Heeng sendiri. Mau tak mau, ia harus merelakannya.


"Untuk apa kalian datang kemari lagi ?" ucap Jian Heeng yang berdiri di pojok ruangan tahanannya, ia melihat Selir MayLee dan Putri JingMi.


Belum sempat Selir MayLee dan Putri JingMi menjawab, Jian Heeng memotongnya lebih dulu. "Pergi !! Biarkan aku disini sendiri, aku tak sudi melihat kalian terus mendatangiku dengan wajah kalian yang pura-pura bersedih."


"Kak.."


"Pergi !!" Jian Heeng memotong panggilan Putri JingMi dengan berteriak.


Akhirnya, Selir MayLee dan Putri JingMi keluar dari tempat itu dengan perasaan sedih. Meski menjadi tahanan, tetap saja, Jian Heeng adalah keluarga kandung mereka berdua. Di dalam ruang tahanan, Jian Heeng sesekali mengeluarkan kedua sihir elemennya untuk melarikan diri, tapi ia tidak bisa melakukannya, karena Penjara Kerajaan telah dipasang pagar sihir.


Jadi jika ada tahanan yang ingin mencoba mengeluarkan sihir untuk melawan, ia takkan bisa melakukannya. Jian Heeng merasa frustasi ia tak bisa melakukan apapun di ruang tahanan. Sebenarnya Raja Wan bisa saja mengeksekusi Jian Heeng, dengan memenggal kepalanya, karena telah melakukan tindak kejahatan, dan membuat kekacauan. Tapi Raja Wan tidak melakukan itu, itu pun atas permintaan Reyhan.


Reyhan meminta Raja Wan agar Jian Heeng tetap dikurung di ruang tahanan dalam jangka waktu yang lama, dan itu pun entah kapan. Yang jelas Raja Wan akan membebaskannya jika Reyhan yang memintanya. Sebenarnya Reyhan meminta itu karena ia tak ingin melihat ibunda Selir MayLee dan Putri JingMi bersedih.


.


.


.


....


Esok harinya, anggota keluarga Raja Wan telah bersiap untuk pergi ke Kerajaan Wong. Mereka semua akan didampingi beberapa pengawal dan pelayan. Dengan bantuan Sihir teleport milik Reyhan, akhirnya mereka telah sampai di halaman istana Kerajaan Wong dalam sekejap.


Disisi Kerajaan Xie.


Anggota keluarga Raja Xie juga telah bersiap di halaman Istana Kerajaan mereka dan juga didampingi beberapa pengawal dan pelayan mereka. Mereka semua menunggu Reyhan menjemput dengan Sihir teleportnya.

__ADS_1


.


.


Singkat Cerita.


.


.


Dengan Sihir teleport, Reyhan sudah membawa rombongan Raja Wan dan rombongan Raja Xie di Kerajaan Wong. Mereka semua disambut ramah. Mereka semua diantar ke ruang pertemuan.


Setelah semua berkumpul, dan duduk di kursi mereka masing-masing, dan mulailah berbincangan 3 Raja itu. Mereka melakukan lamaran Putra-Putrinya mereka. Dan lamaran pun diterima tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kenyataannya mereka sudah saling menerima.


Selanjutnya mereka membicarakan tentang pernikahan Putra-Putri mereka. KunLi Wong menikah dengan Putri Mahkota Lin Wei Wan. Dan Reyhan, ia menikah dengan Xiu Juan. Mereka semua berencana akan menikahkan mereka bersamaan di bulan depan dengan pesta nantinya.


Tak terasa berbincangan mereka selesai. Hati sudah siang, Raja Wong menagajak dan anggota keluarga Raja Wan dan anggota keluarga Raja Xie untuk makan siang bersama. Di ruang makan yang besar, telah disediakan tempat duduk yang cukup banyak dan meja persegi yang panjang.


Semua makanan sehat telah disiapkan oleh para pelayan. Raja Wong, dan Permaisurinya mempersilahkan kedua keluarga Raja Wan dan anggota keluarga Raja Xie untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Akhirnya mereka semua menikmati makan siang bersama.


.


.


.


.


.


Singkat Cerita.


.


.


Hari sudah akan sore, semua telah selesai kegiatannya. Kini mereka semua telah berada di halaman istana. Semua rombongan Raja Wan dan rombongan Raja Xie telah siap di tempat.


Tapi sebelum melakukan teleport, ia meminta izin kepada semua untuk membawa KunLi Wong, Putri Mahkota Lin Wei dan Xiu Juan ke tempat lain terlebih dahulu. Ke-3 Raja menginzinkannya.


.


.


.

__ADS_1


Reyhan telah mengirim pulang rombongan Raja Wan dan rombongan Raja Xie ke Kerajaan mereka masing-masing dengan sihir teleportnya. Kini hanya tersisa dirinya, Putri Mahkota Lin Wei dan Xiu Juan.


Raja Wong dan Permaisurinya pergi dan diikuti oleh pengawal dan pelayannya setelah berpamitan. KunLi Wong yang masih ditempat, ia mendekati Lin Wei, Reyhan, dan Xiu Juan.


"Jadi kamu mau membawa kita kemana MasBro ?" tanya KunLi Wong.


Sedangkan Lin Wei yang mendengar KunLi Wong yang memanggil adiknya dengan sebutan 'MasBro', ia tak mengerti, tapi ia memilih diam, karena sudah terbiasa mendengar KunLi Wong memanggil Reyhan dengan sebutan tersebut, meski dirinya juga tidak tau artinya.


"Aku ingin membawa kalian ke suatu tempat." jawab Reyhan, lalu ia langsung memulai menggunakan sihir teleportnya.


Wsst !!


.


.


.


.....


Kini terlihat ada 4 manusia telah berada di suatu tempat. Tepatnya pantai.


KunLi Wong, Xiu Juan, danLin Wei terkejut, lalu menatap Reyhan dengan seksama.


"Kau kapan menemukan tempat ini ?" tanya Xiu Juan.


"Beberapa hari yang lalu." jawab Reyhan.


Bagi Xiu Juan dan KunLi Wong, ini adalah pertama kali mereka melihat pantai di kehidupan pertama dan di kehidupan ketiganya. Dan untuk Reyhan, ini adalah kedua kalinya.


Karena beberapa hari yang lalu, Reyhan jenuh keaehariannya, ia pun mencari suasana baru. Dengan kecepatan tinggi, Reyhan terbang dengan menggunakan sayapnya. Ia tak tau arah jalan, yang terpenting ia tidak tersesat.


Tak disangka ia telah terbang jauh hingga ia sampai di tempat yang dimana tempat tersebut adalah pantai. Saat itu Reyhan tidak bisa teleport ke tempat tersebut, karena ia hanya bisa teleport ke tempat yang pernah ia kunjungi.


"Aku baru pertama kali melihat pantai." ucap Putri Mahkota Lin Wei, yang matanya terus tak berhenti menatap keindahan pemandangan pantai yang ada di depannya.


Reyhan, Xiu Juan, dan KunLi Wong tersenyum melihat Lin Wei. Mereka ber-3 sebenarnya sudah tak asing melihat pantai. Karena waktu di kehidupan sebelumnya mereka juga pernah ke pantai bersama.


Reyhan dan Xiu Juan memberi kode kepada KunLi Wong, dan KunLi Wong yang diberi kode pun paham.


"Bagaimana menurutmu ? Apakah indah ?" tanya KunLi Wong.


"Ya, ini sangat indah." jawab Lin Wei yang masih terus tak berhenti memandang pantai.


"Ini sudah sore, dan nanti ada yang lebih indah lagi saat kau melihat matahari terbenam." ucap KunLi Wong.

__ADS_1


Lin Wei menoleh kepalanya dan menatap KunLi Wong. "Apa kau pernah melihat pergi kesini dan melihat pantai ini sebelumnya ?"


__ADS_2