Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 115 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Perlahan portal mengecil dan menghilang. Semua orang yang melihat mengehela nafasnya.


"Kalian pergilah, tingkatkan keamanan Kerajaan ini!" perintah Chen kepada beberapa pengawal yang ada di dekatnya.


.


.


Setelah kepergian beberapa pengawal itu. Chen dan HuanRan berjalan bersampingan masuk ke dalam Istana.


"Apa semua baik-baik saja jika Yang Mulia Raja pergi sendirian, tanpa pengawal ?" tanya HuanRan khawatir.


"Entahlah, kita hanya bisa percaya kepada beliau, karena beliau sudah percaya sama kita. Tapi aku yakin, Yang Mulia Raja baik-baik saja. Apa kau lupa siapa Raja terhebat di 5 Negara dalam benua ini ?" jawab Chen panjang lebar.


HuanRan tersenyum. "Ya kau benar, Yang Mulia Raja Reyhan Wan 'lah yang terhebat."


"Yang terpenting kita jalankan tugas kita, entah sampai kapan Yang Mulia kembali kita harus bisa menjalankan perintahnya dan menjaga Kerajaan ini, apapun yang terjadi." ucap Chen.


"Benar, kita kerahkan semua yang kita miliki. Dan mau bagaimana pun kita juga anggota keluarga Kerajaan." sahut HuanRan, dan Chen mengangguk kepalanya, ia juga setuju dengan ucapan kakak iparnya.


Mereka berdua berjalan bersampingan dan segera menjalankan tugas mereka, dan tak ingin membuat keluarga Kerajaan kecewa.


.


.


.


.


.


.


*****


Di Dunia Lain.


Kekaisaran Carrole.


Seorang wanita yang tengah duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong. Rasanya ingin pergi dari ruangan yang katanya kamarnya, tapi ia anggap ruangannya adalah penjaranya. Bagaimana bisa ruangan yang dibilang sebagai kamarnya dipasang pagar sihir.


Pikiran entah kemana, ia merindukan suaminya dan ketiga anaknya. Ya wanita itu adalah Xiu Juan. Ia sekarang tau dunia yang ia tempati saat ini adalah dunia lain, dunia yang bukan ia berasal. Permaisuri Caroline telah menceritakan semua padanya apa yabg telah terjadi. Tapi ia menghargai Caroline.

__ADS_1


Karena ia merasakan kehangatan seorang ibu dalam diri Caroline, tapi tidak untuk Kaisar Eldezer. Xiu Juan menganggap Eldezer adalah musuh sekaligus ancaman kehancuran keluarga kecilnya. Ia harus bisa melarikan diri. Tapi sayangnya kediamannya dijaga ketat dan di pasang pagar sihir yang luas, sehingga ia tak luasa memakai sihirnya.


Dalam diamnya, tiba-tiba ia merasakan perasaan aneh, seakan itu adalah perasaan kehadiran seseorang yang datang ke dunia yang ia tempati. Tapi dimana ? Ia pun teringat suaminya yang selalu ada dan melindunginya.


Xiu Juan berdiri, ia berjalan ke arah pintu ruangannya. Ia bertekad, meski sihirnya tak berlaku, teknik bela diri pun jadi, karena ia juga bisa menguasai teknik bela diri, terlebih lagi Suaminya, tak lain Reyhan juga pernah mengajarinya teknik bela diri.


.


.


.


Brakkk !!


Pintu ruangan terbuka, semua pengawal yang berjaga terkejut melihat Xiu Juan telah mengancurkan pintu kamarnya. Mereka bersamaan datang untuk menahannya.


Disisi Xiu Juan, ia menghajar habis-habisan semua pengawal yang mencoba menghalanginya. dan ia menendang semua tubuh pengawal itu.


Selama perjalanan keluar dari kediamannya yang luas itu. Semua pengawal hampir dibuat patah tulang. Tibalah sang Kaisar Eldezer dan pengawalnya, ia datang membawa beberapa pengawal, dan salah 1 pengawalnya berbadan besar.


Xiu Juan yang sudah memberesi semua pengawal yang mencoba menghalanginya. Ingin sekali ia menggunakan sihir Apinya, tapi ia masih dalam jangkauan pagar sihir. Ia tak tau kenapa kaisar yang satu ini benar-benar tak ingin dirinya pergi dari dunianya.


Semua pengawal yang menghalanginya sudah terlihat tak bisa bangun, tinggallah 6 pengawal sang Kaisar.


"Kau.." ucap Eldezer sambil salah satu pengawalnya yang bertubuh besar. "Tangkap dia, jangan biarkan di lolos jangan sampai ia terluka, karena dia adalah Putriku."


Pengawal bertubuh besar itu maju menghadap Xiu Juan. Wanita itu hanya menatap datar padanya. Ia maju dan langsung menendang.


Namun sayang tendangan tak mengenai lawannya, melainkan di tahan. Xiu Juan menarik lagi kakinya. Ia pun teringat dimana Reyhan pernah mengajarinya salah satu tendangan tendangan mampu membuat tipuan untuk mengelabui lawan.


BUGH !!


Brukk !!


Semua orang terkejut melihat pengawal yang berbadan besar jatuh setelah menerima tendangan asing bagi mereka. Ya, Xiu Juan menggunakan teknik tendangan Brazilian Kick.


Yaitu dengan lebih dahulu melakukan awalan Mae Geri, namun sampai di tengah-tengah, si lawan mengubah haluan tendangannya menjadi mawashi geri dengan lintasan dari atas menuju ke bawah. Biasanya sasaran adalah pelipis dan rahang.


Tapi Xiu Juan tak menyadari kalau dibelakang tubuhnya ada salah satu pengawal yang bangun, dan mumukul tekuk belakang lehernya hingga membuatnya jatuh pingsan kehilangan kesadarannya.


Kaisar Eldezer hanya menghela nafasnya dan merasa lega. "Bawa kembali ia ke dalam kamarnya."


Eldezer memerintahkan salah satu pengawalnya, dan membawanya kembali ke dalam kamarnya.


Setelah ia Eldezer segera memerintahkan beberapa pelayan untuk mengurusi Xiu Juan yang sudah dalam keadaan hilang kesadarannya dan tidur di kasurnya. Eldezer dan semua pengawalnya pergi dari tempat itu dan kembali untuk tugasnya yang sudah tertunda karena kekacauan Xiu Juan.

__ADS_1


Sebelum Eldezer datang, ia mendapat laporan dari salah satu pengawalnya kalau Xiu Juan yang ia anggap mirip dengan Anathasya, tengah melakukan perlawanan untuk melarikan diri.


Eldezer terkejut tak main melihat kehebatan Xiu Juan dalam melawan semua pengawalnya. Karena sebelumnya, baginya Anathasya adalah Putri yang tidak begitu ahli dalam teknik bela diri, dan tak pandai dalam ilmu Sihir.


Tapi kenyataannya Anathasya tewas karena saat belajar merapal sihir, namun sayang, sihirnya ia rapal tiba-tiba meledak dan membuatnya tewas ditempat.


.


.


.


.


.


.....


Di Tempat Lain.


Di dalam hutan, terlihat seorang berambut pirang keemasan, ia mengenakan jubah merahnya dan ada satu orang lagi, ia terlihat seperti seorang tahanan karena tangannya terikat.


BUGH !!


Orang yang memakai jubah merah menghadiahkan sebuah pukulan di wajah tahanannya. Karena setelah keluar dari portal yang mengantar dirinya menyebrangi antar 2 dunia, ia malah berada di dalam hutan.


"5hit... Aggrrrhh...!!!"


Teriaknya sambil menghajar pohon-pohon yang ada disekitarnya. Tak peduli orang tahanannya jika terkena runtuhan pohon jatuh akibat ulahnya.


"Kenapa kita ada dihutan KadaL..!!" ucap Reyhan marah dengan tatapan tajam dengan nafasnya yang memburu, dan terlihat dadanya naik turun.


"Maaf tuan, yang membuka portal tadi bukankah tuan sendiri."


BUGH !!


Reyhan menendang tubuh tahanannya hingga jatuh. "Br3ng3k kau, seharusnya kau bilang dari awal padaku dimana Istana tuanmu !!"


"Tuan jika hamba kasih tau, apa tuan tau dimana lokasi istananya ?"


Reyhan tersadar. Ya, benar ia juga tidak tau dimana dirinyasaat ini. Yang jelas ia sudah berada di dunia tujuannya. Seperti sihir teleportnya, ia akan bisa berpindah tempat tujuan jika sebelumnya kita pernah ke tempat tersebut.


Tapi untuk portal yang mengantar dirinya menyebrangi antar 2 dunia belum tentu ia langsung berada di lokasi Kekaisaran, yang jelas portal itu sudah mengantarnya ke dunia lain.


"KadaL, sekarang kita ada dimana ?" tanya Reyhan dengan tatapan dingin ke arah tahanannya.

__ADS_1


Orang tahanan yang dipanggil KadaL, bangun dari jatuhnya, dan duduk di tanah, lalu ia melihat sekelilingnya. "Sepertinya kita tengah berada di hutan wilayah Kakaisaran Amore."


__ADS_2