Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 181 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Pemandangan yang tidak mengenakan. Banyak prajurit di lokasi. Semua prajurit mengelilingi lokasi itu. Empat orang yang baru saja pulang, dan berdiri tepat di sebuah bangunan yang telah dihancurkan, tentu saja terkejut tak main melihatnya.


Semua habislah sudah. Bangunan tempat ia untuk kembali pulang, rumah peninggalan orang tuanya, yang sudah ia rawat kini sudah tak indah dilihat di matanya. Alice terduduk di tanah melihat rumahnya yang telah hancur dan terbakar.


Tatapan Alice menjadi kosong, namun air matanya pun keluar dari kedua matanya. Reynal yang melihat kekasihnya begitu, ia segera menenangkannya, ia memeluknya dengan lembut dari samping.


Reynalda dan Reyhan juga tak terima melihay itu. Tak terima bukan karena rumah tumpangan mereka menjadi hangus terbakar. Melainkan rumah milik orang sebaik Alice kenapa dibuat seperti itu.


Mau bagaimanapun, rumah peninggalan orang tua pastinya adalah tempat untuk mengenang masa kenangan yang berharga sewaktu mereka masih hidup. Reynal tak terima melihat Alice bersedih.


Alice terdiam, pandangan tetap kosong, air matanya terus mengalir keluar. Reynal tetap terus memberi pelukan hangat padanya. Namun Alice tak merespon, pandangannya masih kosong.


Reynalda yang melihat Alice begitu, ia sudah tak bisa menahannya lagi. Ia berbalik badannya dan menatap semua prajurit yang masih diam ditempatnya. Dan juga ia melihat 2 orang yang tak asing baginya.


Raja Dorothy dan Delbert berdiri di belakang pasukannnya dengan senyuman puas. Reynalda pun mengeluarkan pedangny, ia pun melangkah maju.


"Reynalda !! Diam di tempatmu !!"


Baru saja beberapa langkah, Reynalda berhenti setelah mendengar ucapan ayahnya. Lalu ia menoleh ke ayahnya. "Aku ingin menghabisi mereka, ayah."


"Ayah memberi perintah padamu, jangan menyerang dan diam di tempatmu !!" Reyhan meminta Putrinya untuk tidak maju.


Reynalda pun mengikuti perintah ayahnya. Ia masih tak mengerti, kenapa ayahnya memintanya untuk diam tidak menyerang. Reyhan pun berjalan mendekati Alice yang masih dipeluk Putranya.


"Kau juga, diam disini." ucap Reyhan kepada Reynal.


Lalu Reyhan meminta Putrinya untuk mendekatinya. Mau tak mau pun Reynalda berjalan mendekati ayahnya, saudara kembarnya, dan Alice. Terlihat Alice seperti sudah kosong pandangannya.


"Kalian berdua jagalah Alice." ucap Reyhan kepada Reynalda dan Reynal.


Lalu Reyhan berjalan menjauhi mereka bertiga. Mata Reyhan memandang semua prajurit yang berbaris melingkari lokasi itu.

__ADS_1


Dan mata Reyhan juga menangkap Raja Dorothy dan Delbert yang tengah berdiri di belakanh barisan pasukannya sambil tersenyum.


Reyhan sudah sadar sedari awal kalau tempat lokasi kejadian telah dipasangi segel pagar. Reyhan yakin mereka semua menginginkan dirinya dan lainnya masuk ke perangkapnya saat pulang.


Dan juga Reyhan melihat semua prajurit dengan teliti. Di setiap prajurit memakai gelang yang sama di lengan mereka, bahkan Raja Dorothy dan Delbert juga menggunakannya.


Reyhan sudah bisa menebak, bahwa gelang yang mereka pakai adalah gelang penangkal segel pagar. Jadi mereka masih bisa menggunakan sihir mereka meskipun berada di dalam area yang terkena segel pagar tersebut.


Reyhan akui, ia tak bisa menggunakan sihir karena segel pagar yang terpasang di lokasi. Jika musuh menggunakan cara licik berarti dia juga tidak harus membalasnya dengan cara yang sama.


"Kalian semua memang sampah." Reyhan berteriak.


"Hei, pria asing apa kau tidak sadar, bahwa kau yang sekarang sampah." balas Delbert berteriak.


"Benarkah ?" sahut Reyhan santai.


"Kau hanyalah Raja sampah !!" Raja Dorothy berteriak.


Reyhan terkekeh, bisa-bisanya seorang Raja sampah menyebut dirinya sampah, padahal orang itu adalah sampah. Reyhan menghela nafasnya, ia pun maju berjalan.


"Ayah aku akan membantumu." ucap Reynal.


Reyhan pun berhenti, ia bersuara tanpa menoleh. "Bukankah ayah sudah bilang, diam ditempat dan jagalah Alice ?"


Setelah mengatakan itu, kedua anak kembarnya pun diam. Reyhan tersenyum, lalu ia berjalan maju lagi. Semua prajurit sudah siap dengan senjata mereka dan Sihir-Sihir mereka.


"Dia takkan bisa menggunakan sihirnya." batin Delbert sambil tertawa di dalam hati.


Reyhan pun berlari maju ke depan. Semua prajurit pun juga maju. Mereka semua memilih maju ke arah Reyhan, karena dia masih bisa memberi perlawanan meski sudah masuk ke dalam perangkap.


Semua prajurit maju menyerang Reyhan. Satu-satu persatu Reyhan bisa melumpuhkan mereka, lalu ia mengambil 2 pedang milik dari prajurit yang sudah ia lumpuhkan.


Reyhan pun mulai melakukan aksinya. Ia loncat kesana kemari, sambil melayangkan kedua pedangnya. Tanpa ragu, tanpa takut terkena luka sayatan dari musuh. Namun terlihat Reyhan sangat menikmatinya.

__ADS_1


Satu-persatu kepala prajurit ia tebas. Bahkan segala sihir yang datang menyerangnya, Reyhan dengan mudahnya menghindar. Raja Dorothy yang semakin panik melihat Reyhan perlahan mendekat.


Raja Dorothy segera meminta pengawal bayangannya menyerang Reyhan. Reyhan pun tak hanya bertarung semua prajurit, ternyata ia melawan pengawal bayangan milik Raja Dorothy.


Reyhan terdorong kebelakang. Dan berguling di tanah. Reynal dan Reynalda panik melihat ayah mereka di tendang mundur.


"Ayah !!" panggil saudara kembar itu.


Namun Reyhan tetap meminta kedua anaknya tetap diam ditempat. Reyhan berdiri dari jatuhnya.


Kretek !! Kretek !!


Reyhan meregangkan otot-ototnya. Ia pun berlari maju. Matanya menatap salah satu kepala prajurit bekas tebasannya, ia pun menendangnya. Ia melihat lagi kepala lainnya ia pun menendangnya lagi.


Raja Dorothy hanya terdiam melihat aksi Reyhan. Namun tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang tidak mengenakan. Delbert pun sama.


Sedangkan Reynal dan Reynalda juga menyadarinya. Reyhan menghentikan aksinya, ia juga merasakan hal yang aneh.


Mereka semua melihat-lihat sekelilingnya. Tiba-tiba hebusan angin datang. Angin itu tidak besar atau kecil. Semua saling berjaga-jaga, mungkin ada bencana alam yang akan datang.


Bersamaan itu, segel pagar yang ada di area itu menghilang. Semua prajurit, Raja Dorothy dan Delbert menyadari itu. Bahkan Reyhan dan kedua anak kembarnya pun juga sama. Namun anehnya suasana tempat itu tiba-tiba berubah. Rasa sulit dijelaskan.


Tiba-tiba terlihat cahaya di dekat Reynal dan Reynalda. Semua menatap cahaya yang di dekat saudara kembar itu. Mereka terbelalak terkejut. Reyhan pun segera berlari mendekati kedua Putra-Putrinya.


Raja Dorothy telihat panik. Tubuhnya tiba-tiba terdudul di tanah. Sedangkan Delbert membeku melihatnya.


Reyhan segera membawa kedua anak kembarnya pergi mundur untuk menjauhi Alice. Terlihat cahaya menyelimuti tubuh Alice. Perlahan tubuh Alice terbang.


Reyhan berhasil membawa kedua anaknya sedikit menjauh dari Alice. Cahaya yang menyelimuti Alice pun meredup. Semua terkejut melihat perubahan pada diri Alice.



Reynal hanya bisa terdiam membeku melihat sosok Alice yang sangat berbeda dan terbang di udara. Tatapan Alice bukan seperti biasanya, sangat berbeda. Reynal ingin mendekati Alice, namun Reyhan melarangnya.

__ADS_1


Delbert yang melihat perubahan sosok Alice, ia terdiam. "Apa ini alasannya ayah dan ibu menginginkan aku mendapat keturunan darinya." batin Delbert.


__ADS_2