Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 178 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Semua terdiam di tempat melihat banyak pedang melayang dan mengarah ke semua pengawal. Seakan siap menusuk korbannya. Disini semua terkejut.


"Situasi macam apa ini !!" batin Raja Dorothy dan Delbert.


Lagi-lagi ia melihat banyak pendang yang melayang di udara. Kemarin pun ia sudah melihatnya, dan sekarang ia melihat lagi.


"Jika kalian bergerak, maka pedang-pedangku takkan segan menebas kepala kalian." ucap Reyhan dingin.


Reynal, Reynalda, dan Alice diam ditempat. Mereka bertiga membiarkan Reyhan yang tengah ingin menegangkan suasana.


Lalu ada salah satu pengawal ada yang maju berlari untuk menyerang. Tentu saja, baru beberap langkah larinya saja, tiba-tiba sebuah pedang berayun sendiri dan langsung menebas kepalanya


Seketika pengawal itu mati di tempat. Darahnya mancur kemana-kemana. Permaisuri Ella berteriak. Ia jatuh duduk di lantai, tubuhnya bergetar. Ia ketakutan, baru kali ini ia melihat pembunuhan tepat di depan matanya.


Raja Dorothy dan Delbert diam di tempat. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Menyerang balik atau memberi perintah kepada para pengawal sama saja nyawa mereka menjadi targetnya.


"Bukankah, sudah kukatakan, jangan bergerak." ucap Reyhan.


Melihat pemandangan ini, Reynalda pun berbisik kepada Reynal. "Apa ayah kita tidak berlebihan ?"


"Sebenarnya aku ingin begitu, tapi aku masih punya rasa kasihan." balas Reynal berbisik.


Meski berbisik, Alice mendengarnya. Ia akui ayah dari kekasihnya benar-benar tidak memiliki rasa kasihan.


Semua terdiam, masih tidak ada yang bergerak. Tiba-tiba datanglah seorang gadis yang tak asing di mata mereka.


"Apa yang terjadi ?" tanya gadis itu. Ia terkejut melihat ada satu mayat pengawal tanpa kepala.


Alice melihat gadis itu, ia pun mendekatinya. "Putri Elena !!"


"Kenapa begini ?" tanya Elena.


Reynal dam Reynalda berjalan mendekati Alice dan Elena. Reyhan yang melihat kedatangan Elena, ia segera menarik semua pedangnya masuk ke dalam cahaya-cahaya portalnya, dan menghilang. Reyhan berjalan mendekati Raja Dorothy.


"Jadi kau Raja Kerajaan ini ?" tanya Reyhan yang berdiri di depan Raja Dorothy.

__ADS_1


Raja Dorothy mengangguk-angguk kepalanya dengan cepat karena takut. "Ya, aku Raja Kerajaan ini."


Lalu Reyhan menunjuk ke arah Delbert. "KodoK BeLanG itu Putramu ?"


"KodoK BeLanG ?" sahut semua orang bingung.


"Ya, KodoK BeLanG ini Putramu ?" tanya Reyhan lagi sambil menunjuk ke arah Delbert.


Delbert yang tak terima disebut KodoK BeLanG, ia pun maju melangkah mendekati Reyhan.


Reyhan langsung memberi tatapan dan aura membunuh. "Satu langkah lagi, kutebas kepalamu dan kugantungkan kepalamu di tengah kota."


Seketika Delbert menghentikan langkah kakinya. Entah kenapa mendengar ancaman itu benar-benar membuatnya diam dan ketakutan.


Lalu Reyhan manatap Raja Dorothy. "Bisakah kau menyuruh semua pengawalmu untuk keluar dulu ? Kalau kau menolak, mungkin tubuh Permaisurimu kupotong-potong dan kujadikan makanan hewan ternak."


Raja Dorothy menelan salivanya. Permaisuri Ella yang duduk di lantai menjadi takut tak main mendengar ucapan Reyhan.


Raja Dorothy akhirnya menyuruh semua pengawalnya untuk keluar. Setelah semua pengawal keluar, tinggallah hanya 8 orang saja di dalam ruangan itu.


.....


Mungkin di luar juga sudah ada pengawal yang berjaga jika terjadi pada Raja Dorothy dan sekeluarganya. Reyhan tak masalah dengan itu. Sebenarnya tadi Reyhan ingin menakuti-nakuti saja, meski berlebihan.


"Mungkin aku harus memperkenalkan diriku lebih dulu ya." ucap Reyhan.


"Aku Reyhan Wan, Raja dari Kerajaan Wan."


Raja Dorothy terbelalak mendengar nama terakhir dari pria asing itu yang terlihat lebih muda darinya. "Jadi kau ayah dari.."


Reyhan langsung memotongnya. "Ya, aku adalah ayah dari Reynal, dia Putraku."


Keluarga Kerajaan Dorothy terkejut setelah mengetahui kalau pria yang menakutkan dihadapan mereka adalah ayah dari Reynal.


Lalu Permaisuri Ella melihat gadis asing yang cantik memakai gaun putih. Ia merasa wajah gadis itu mirip sekali dengan Reynal.


Reyhan yang tau tatapan Permaisuri Ella, ia langsung memperkenalkan Putrinya. "Dia adalah Putriku, tepatnya dia adalah saudara kembarnya Reynal. Kalian pasti tau, kalau kami berasal dari mana."

__ADS_1


Raja Dorothy mengangguk-angguk kepalanya. Permaisuri Ella terdiam, lalu ia menatap Reyhan. Jujur saja dalam hati Permaisuri Ella, Reyhan sangat tampan meski kejam dan sadis. Baginya Pria ini terlalu muda menjadi seorang ayah. Lebih tampan dari suaminya.


Reyhan menyadari Permaisuri Ella memperhatikannya, ia langsung menatapnya dengan tatapan membunuh "Bisakah kau menjaga kedua matamu saat melihatku ? Jika mau, kucongkel kedua matamu dan kujadikan makanan burung gagak !!"


Permaisuri Ella langsung menunduk kepalanya. Dalam hatinya menyesal telah terpesona wajah tampan pria itu.


"Baiklah kita langsung saja !! Apa maksud kalian tiba-tiba memberhentikan Alice ?" tanya Reyhan.


Permaisuri Ella dan Raja Dorothy terdiam, tapi tatapan mereka menuju ke arah Alice. Sedangkan Alice yang duduk di sebelah Reyhan, menunduk kepalanya.


Reyhan kembali bersuara.


"Jangan salah paham !! Aku sendiri yang ingin menanyakan ini. Dia tidak mengadu padaku. Aku hanya penasaran kenapa diberhentikan ? Dan apa alasannya ?"


Reyhan menatap Elana. "Apa kau tau alasannya ?"


Elena menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku juga baru mengetahuinya tadi pagi, kalau kak Alice diberhentikan." jawabnya dengan jujur


Reyhan mengangguk-angguk kepalanya. Lalu menatap kembali ke 3 orang itu. Raja Dorothy, Permaisuri Ella, dan Delbert terdiam. Terntu saja mereka bertiga tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.


Tak sesuai harapan mereka bertiga, dikira Alice yang datang memohon namun yang datang pria asing yang menakutkan. Benar-benar tak sesuai harapan mereka bertiga.


Reyhan menghela nafasnya. "Aku disini bisa menebak kenapa kalian tiba-tiba memberhentikan Alice. Mungkin ini ada hal yang ditutupi oleh kalian."


"Berhubung Putraku memiliki hubungan lebih dengan Alice. Kalian mungkin berencanakan sesuatu, dan maka dari itu kalian ingin membuat Alice bergantung pada kalian. Begitu 'kah ?" tebak Reyhan. Semua terdiam. Tak ada yang menjawab. Tebakan Reyhan ada benarnya.


Reyhan kembali bersuara. "Dan juga sepertinya Putra kalian juga menyukai Alice. Kemarin dia melakukan..."


Delbert langsung berdiri memotong ucapan Reyhan. "Diam kau !! Kau ini bukan siapa-siapa disini !! Kau hanyalah orang asing, Raja asing tak jelas tempatnya. Apa hakmu ? Kau seenaknya datang dan mengancam. Dengan mudahnya kau membunuh orang sebagai peringatan. Kau kira aku takut denganmu. Tidak, aku sama sekali tidak takut kepadamu. Meskipun aku sebagai calon penerus Raja Dorothy, aku juga bisa memerintahkan semua pasukan Kerajaan ini untuk memburumu sekaligus membunuhmu !!"


Semua menatap Delbert. Reynalda dan Reynal kesal, karena Delbert berani memotong ucapan ayah mereka. Tapi mereka berdua memilih diam. Alice dan Elena yang mendengar pun juga hanya diam.


Raja Dorothy dan Permaisuri Ella juga diam setelah apa yang diucapkan oleh Putra kesayangan mereka. Memang ada benarnya, Reyhan hanya 'lah orang asing yang bukan dari dunia mereka.


Saat Raja Dorothy akan berbicara lagi, Reyhan lebih dulu bersuara. "Sudah ?"


"Hm ?" sahut semua ketujuh orang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Sudah bicaranya ?" tanya Reyhan dengan santai sambil menatap Delbert.


__ADS_2