Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 46


__ADS_3

Di dalam kamar penginapan, di Kerajaan Wan, Putra Mahkota KunLi Wong baru saja selesai membersihkan dirinya. Sudah merasa siap, ia segera keluar dari penginapan. Tak lupa ia memakai syal untuk menutupi leher hingga hidungnya, dan juga ia memakai tudung.


Putra Mahkota KunLi Wong berjalan kaki di kota Kerajaan Wan. Ia melihat sebuah bangunan ruko tinggi yang kosong, secara diam-diam ia memasukinya ruko itu. Putra Mahkota KunLi Wong sudah diatap ruko itu, ia melihat-lihat pemandangan kota Kerajaan Wan.


Mata Putra Mahkota KunLi Wong manajam penglihatannya saat melihat istana Kerajaan Wan. Dirinya loncat dari atap ruko itu dengan bantuan sihir Anginnya. Ia meloncat-loncat dari atap ke atap banguan rumah dan ruko yang ada, untuk membantunya sebagai alas kakinya untuk loncatannya.


Setelah sampai di dekat tembok besar istana Kerajaan Wan, ia melihat kesana-kemari dari tempatnya. Lalu ia melihat sebuah pohon besar di dekat tembok itu. Putra Mahkota KunLi Wong kembali loncat lagi dengan dorongan yang lebih lagi menggunakan sihir Anginnya.


Putra Mahkota KunLi Wong melompat tinggi dengan sihir Anginnya dengan gesit. Sekilas ia melirik ke bawah, dirinya baru teringat ternyata adiknya/Pangeran Jierui Wong memang sedang berkunjung di istana Kerajaan Wan. Karena beberapa hari yang lalu ia pamit ingin pergi untuk latihan bersama Pangeran Jian Heeng.


Putra Mahkota KunLi Wong sudah berada di atas pohon besar yang ada di taman sekitaran istana. Ia bersembunyi untuk melihat keadaan pujaan hatinya. Entah kebetulan atau keberutungan datang padanya, Putri Mahkota Lin Wei sedang duduk di taman bersama Putri Jing Mi dan pelayan pribadi keduanya.


"Adik, menurutmu kapan An Niu dan Zhu Niu akan pulang ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei kepada adiknya.


"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan kakak, tapi semoga saja mereka baik-baik saja." jawab Putri Jing Mi.


"Dan aku sangat merindukan kakak Rey Hann." lanjutnya.


"Kakak, juga sangat merindukannya." kata Putri Mahkota Lin Wei sambil tersenyum tanpa menatap adiknya.


.


.


Putra Mahkota KunLi Wong terdiam mendengar pembicaraan Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi. Ia hanya menghela nafasnya. Dirinya berniat akan kembali ke penginapan, tapi ranting yang ia gunakan injakan kakinya tiba-tiba patah.


Belum sempat untuk terkejut Putra Mahkota KunLi Wong duluan terjatuh ke tanah.


.


.


Brukk...!!

__ADS_1


Putra Mahkota KunLi Wong memenjam matanya dan meringis kesakitan di punggungnya.


"Kenapa kau ada disini ?"


Putra Mahkota KunLi Wong terbelalak mendengar suara yang ia kenali. Ia membuka matanya dan matanya melihat sosok Putri Mahkota Lin Wei yang sudah dihadapannya dan menatapnya dengan tatapan dingin.


"Putri Lin." ucap Putra Mahkota KunLi Wong, ia segera berdiri.


"Kenapa kau disini ?" bukan Putri Mahkota Lin Wei yang bertanya, Putri Jing Mi yang bertanya.


"Ahh, maafkan aku, aku hanya ingin melihat kakakmu." jawab Putra Mahkota KunLi Wong menatap Putri Mahkota Lin Wei sambil tersenyum.


"Untuk apa kau ada di sini ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei dingin.


"Bukankah kau sudah dengar, aku datang kesini ingin melihatmu." jawab Putra Mahkota KunLi Wong.


Tak ada jawaban, Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi pergi meninggalkan Putra Mahkota KunLi Wong di tempat. Tapi laki-laki itu mengikuti langkah pergi Putri Mahkota Lin Wei dan Putri Jing Mi.


"Kau tak perlu jauh-jauh datang kesini. Tenang saja aku menerima perjodohan kita." ucap Putri Mahkota Lin Wei.


"Jangan salah paham aku menerima perjodohan ini, bukan berarti aku suka padamu. Aku menerima perjodohan ini karena aku hanya ingin menghormati ayahku." lanjutnya.


Putra Mahkota KunLi Wong menghela nafasnya manatap Putri Mahkota Lin Wei yang masih membelakanginya. "Aku tak bisa berkata apa-apa kepadamu, aku sudah lama tertarik padamu."


"Kau tertarik padaku ? Sebab itulah kau mangajukkan perjodohan ini kepada ayahmu, begitu kah Putra Mahkota Wong." balas Putri Mahkota Lin Wei sambil menekan 3 kata terakhir.


"Tidak, perjodohan ini bukan atas kemauanku, aku tak..."


"Aku tak ingin mendengar alasan apapun darimu." ucap Putri Mahkota Lin Wei memotong ucapan Putra Mahkota KunLi Wong.


"Kau tenang saja, bukankah aku sudah bilang aku menerima perjodohan ini, tapi maaf aku tak bisa memberikan sepenuhnya hatiku padamu, agar aku tak sakit hati saat kau mengambil selir setelah aku menjadi Permaisurimu." lanjutnya menjelaskan.


Putra Mahkota KunLi Wong hanya diam ia tak menjawab. Sebenarnya dalam niatnya ia hanya ingin memiliki Permaisuri saja nantinya dan tidak ada niatan mencari Selir.

__ADS_1


Dan dirinya juga ingin memberitahukan tentang perjodohan, bahwa dirinya juga tak tau jika ayahnya/Raja Wong dan Raja Wan akan menjodohkan dirinya dengan Putri Mahkota Lin Wei.


Melihat sikap dingin dan mendengar ucapan Putri Mahkota Lin Wei, dirinya terasa sesak tak terima. Ingin marah, tapi itu sama saja membuat dirinya akan dibenci. Putra Mahkota KunLi Wong menunduk kepalanya setelah melihat kepergian Putri Mahkota Lin Wei.


Saat ia akan pergi untuk kembali ke penginapan, tiba-tiba dari belakang ada yang menyentuh pundaknya. "Aku tak bisa membatu apa-apa, aku hanya bisa bilang kepadamu, jangan menyerah."


Putra Mahkota KunLi Wong terkejut mendengar suara yang ia kenali. Ia segera membalikan tubuhnya, seketika matanya terbelalak melihat siapa yang ada dihadapannya. "Rey Hann..!!"


Reyhan tersenyum, dan dibalik tubuhnya ada Putri An Niu dan Putri Zhu Niu yang juga tersenyum melihat Putra Mahkota KunLi Wong yang sedang terkejut melihat mereka ber-3.


"Kau sudah pulang kembali ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong, Reyhan mengangguk kepalanya.


"Bagaimana kau bisa tiba-tiba ada disini, aku tak merasakan auramu datang kemari."


Reyhan tersenyum. "Aku menggunakan kekuatan baruku."


.


.


Flashback.


Reyhan dan kedua adiknya sudah masuk ke dalam Wilayah Kerajaan Wan. Saat mereka bertiga akan memasuki kota Kerajaan Wan, Reyhan menghentikan langkah kakinya. Dirinya tak ingin menjadi pusat perhatian di kota Kerajaan.


Reyhan mengajak kedua adik kembarnya mencari tempat sepi. Setelah di tempat sepi, Reyhan mencoba kekuatan barunya yang telah ia pelajari selama setahun ini. Reyhan mengeluarkan cahaya portalnya. Kali ini Cahaya portalnya cukup besar.


Reyhan segera masuk kedalam cahaya portalnya dan mengajak kedua adik kembarnya untuk ikut masuk. Awalnya kedua adik kembarnya ragu untuk ikut, tapi Reyhan meyakinkan kedua, semua akan baik-baik saja.


Akhirnya mereka ikut Reyhan masuk ke dalam cahaya portal itu. Dan benar saja, setelah masuk ke dalam cahaya portal itu, seketika mereka keluar. Mereka ber-3 keluar dari cahaya portal dan saat sudah keluar mereka telah berada di taman sekitaran istana Kerajaan Wan.


Dan secara kebetulan, mereka ber-3 melihat Putra Mahkota KunLi Wong sedang berdiam setelah berbicara dengan Putri Mahkota Lin Wei dan pergi.


Flashback end.

__ADS_1


__ADS_2