Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 119 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


"Adik, kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Elios.


Ya, laki-laki yang ada dihadapannya adalah Putra angkat Kaisar Eldezer dan Permaisuri Caroline, Putra Mahkota Elios De Carrole.


Yang dimana ceritanya Elios akan menikah dengan Anathasya, tapi sayang, mereka tidak jadi menikah, seperti kita ketahui sebelumnya penyebab mereka berdua tidak jadi menikah karena kejadian yang menimpa Anathasya


"Pergi dari ruanganku." ucap Xiu Juan tegas.


"Adik, kenapa kau berubah ?" tanya Elios sambil perlahan mendekatinya.


"Aku bilang pergi." balas Xiu Juan sambil menekan kata terakhirnya dan tangannya menunjuk ke arah pintu keluar ruangannya.


"Kenapa kau mengusir calon suamimu ini ?" tanya Elios, ia berhenti di hadapan Xiu Juan yang masih menatap tajam kepadanya.


"Kau bukan siapa-siapanya aku, dan aku sudah memiliki suami." jawab Xiu Juan dengan wajah datarnya.


Elios tersenyum, tangannya mengelus pipi Xiu Juan. Seketika tangannya di tepis oleh wanita itu.


"Jangan menyentuhku, aku sudah punya suami !!" ucap Xiu Juan tegas setelah menepis tangan Elios.


Elios terkekeh, lalu ia tersenyum. "Benarkah ? Kalau kau sudah punya suami, kemana suamimu ? Sedangkan kau ada di dunia ini, dan suamimu masih di dunia lain, mungkin dia sedang mencari penggantimu."


Xiu Juan sedikit terkejut mendengar pertanyaan laki-laki yang ada dihadapannya. "Berarti dia sudah tau."


"Kau sudah tau kalau aku bukan dari dunia ini, jadi sekarang jangan berharap padaku. Dan satu lagi, suamiku takkan mencari penggantiku, dia pasti akan datang menyelamatkanku." balas Xiu Juan dengan tatapan tajam.


"Teruslah berharap, tapi itu mustahil akan terjadi, dan juga aku dan Ayah kita takkan melepasmu. Dan kita akan menikah hari ini." jawab Elios tersenyum menyeringai.


Ya, dia sudah tau tentang apa yang terjadi. Sebelum ia pulang, ia sedang mengembara. Tiba-tiba ia didatangi seekor elang, dan dipunggungnya terdapat sepucuk surat dengan. Ternyata surat itu adalah surat kiriman dari sang Ayah.


Eldezer mengirim surat kepada Elios tentang apa yang ia bawa dari dunia lain. Ia membawa seorang perempuan yang memiliki wajah sangat mirip dengan Putri Anathasya. Elios memutuskan pulang untuk memastikan kebenaran surat tersebut.


Ia pun membalas suratnya dengan burung elang tadi. 2 hari lebih perjalanan ia telah sampai di Kekaisaran Carrole. Ia disambut oleh orang-orang istana dan anggota keluarganya. Ia masih tak sabar untuk bertemu dengan wanita yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan sang Adik.


Kondisi istana cukup ramai, ternyata Eldezer menyipakan acara pernikahan untuk Elios dan wanita itu setelah ia mendapat surat balasan dari Elios sebelumnya. Ia ingin segera mempersatukan anak angkatnya dan wanita yang ia anggap Putrinya.


Tapi sebelum itu, Elios diajak berbicara dengan sang ayah setelah ia membersihkan dirinya. Eldezer menceritakan tentang wanita itu. Semua ia ceritakan tanpa dilebih-lebihkan dan dikurangkan. Elios pun mengerti, ia pun segera pergi ke kediaman wanita itu.

__ADS_1


Elios tak peduli jika wanita yang mirip dengan Anathasya berasal dari dunia lain, dan sudah menikah sekaligus juga telah memiliki anak. Yang terpenting ia bisa mendapat wanita yang mirip dengan Anathasya. Jika sudah memiliki anak, berarti sudah tidak perawan, ia tidak peduli.


Dan benar saja, wanita yang ada dihadapannya memiliki wajah yang sangat mirip dengan Anathasya. Ia semakin bersemangat untuk menikahi wanita itu, meski wanita itu menolak keras.


"Apa ??" sahut Xiu Juan.


"Menikah ?? Dasar orang-orang disini gila semua !!" lanjutnya wajahnya sudah memerah karena marah.


"Aku tidak peduli, yang jelas kita akan menikah hari ini." ucap Elios.


Xiu Juan menunjuk jarinya ke wajah Elios. "Kau..."


"Bisakah kau sopan kepada Calon suamimu." ucap Kaisar Eldezer yang tiba-tiba datang memotong kata-kata Xiu Juan.


Xiu Juan memenjam kedua matanya sejenak, ia kembali membuka kedua matanya. "Kalian berdua, entah ayah dan anak sama-sama gilanya, meski tidak ada hubungan darah di dalam diri kalian."


Kaisar Eldezer melotot marah. "Jaga ucapanmu Putriku."


Sedangkan Elios hanya diam, di dalam hatinya sangat marah, tapi justru ia semakin ingin memiliki Xiu Juan. Meski sifatnya berbeda dengan Anathasya yang lemah lembut, sifat Xiu Juan justru berbeda, itulah membuatnya semakin ingin memilikinya


Xiu Juan mengepal kedua tangannya. "Aku bukan Putrimu tua bangka, perlu 'kah aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu agar kalian tidak berhenti gila. Maka dengarkan, Aku adalah Permaisuri Xiu Juan, istri Raja Reyhan Wan."


"Kau harus tau, tentang dunia ini, seorang Raja adalah penguasa kerajaan. Tapi seorang Kaisar merupakan penguasa kekaisaran. Kekaisaran merupakan hasil persatuan dari kerajaan-kerajaan." lanjutnya Eldezer sambil tersenyum.


"Mungkin di duniamu tidak seperti di dunia ini. Kau akan selamanya disini, dan sekarang, kau bersiaplah, kita akan menikah." ucap Elios santai, dan Eldezer mengangguk kepalanya


Xiu Juan terdiam, amarahnya sudah tak ingin ia tahan. Ia kadang kesal dengan 2 orang laki-laki ini, hanya karena wajahnya mirip dengan Anathasya, sampai-sampai mereka berdua terobsesi padanya.


Tiba-tiba belakang lehernya dipukul, seketika tubuhnya akan terjatuh. Elios segera menangkapnya dan menggendongnya. Xiu Juan jatuh pingsan karena seorang pelayan memukul leher belakangnya dan membuatnya lagi-lagi pingsan, pelayan itu melakukannya setelah mendapat kode dari Eldezer.


Elios membaringkan tubuh Xiu Juan di kasur. Eldezer segera memrintahkan beberapa pelayan untuk menggantikan pakaian Xiu Juan dengan gaun yang sudah disiapkan di acara pernikahan.


Eldezer mengajak Elios pergi dari Kediaman Xiu Juan. Karena Elios juga harus bersiap dengan pakaian yang ia pakai untuk acara pernikahannya.


Hatinya terasa senang, entah setan apa yang merasukinya, kadang ia merasa aneh dengan sikapnya sendiri. Elio tak pernah memaksa atas kemauannya, dan biasa ia mengalah kepada Anathasya jika marah padanya.


.


.

__ADS_1


.


.


.....


Waktu terus berjalan, hari sudah memasuki sore. Xiu Juan telah sadar, dan ia dalam kondisi kedua tangannya terikat. Yang bikin mengejutkannya lagi, ia telah memakai gaun, dan di dandani seperti pengantin.


Ya, ia ingat sebelumnya dimana dirinya menikah dengan Reyhan, ia juga memakai gaun pernikahan dan di dandani. Ia terdiam, air matanya terjatuh, ia sudah tak bisa apa-apa.


Kenapa takdirnya mempermainkannya, dan membawanya ke dunia lain untuk menikah. Padahal dirinya masih berstatus istri orang. Ia terus berjalan mengikuti banyak pengawal di depannya.


Dan benar saja, ia seperti tahanan. Xiu Juan berjalan di posisi tengah, depan dan belakangnya banyak pengawal yang menjaganya. Pagar sihir memang sudah dihilangkan, tapi kini kedua tangannya terikat tali sihir yang membuatnya tak bisa berontak.


Xiu Juan sudah berada di pintu aula besar, dan sudah benyak orang-orang yang akan menyaksikan pernikahan Putra Mahkota Elios, dari para Raja, dan para Bangawan.


Dari tempatnya, Ia juga melihat Elios tersenyum padanya di dekat pendeta. Xiu Juan hanya bisa menahan amarahnya. Jika ia berontak, tali sihirnya akan membuatnya tersetrum kuat.


Semua orang yang melihat Xiu Juan terkejut, dan mereka mengira Xiu Juan adalah Anathasya yang telah meninggal. Di semua orang yang masih berkumpul di ruangan itu, Putra-Putra dari keluarga Kerajaan dan Bangsawan terpesona melihat sosok cantik yang dimiliki Xiu Juan.


Banyak sekali pertanyaan di dalam kepala mereka. Ingin sekali bertanya, tapi mereka urungkan, lebih baik mereka bertanya di waktu yang tepat setelah mendengar janji suci pernikahan.


Saat Xiu Juan dipaksa jalan oleh beberapa pengawal yang menjaganya. Baru saja ia memasuki dan melewati pintu aula, tiba-tiba terdengar suara ledakan besar di luar aula.


DUAR !!


DUAR !!


DUAR !!


DUAR !!


Semua terkejut mendengar ledakan itu. Kaisar Eldezer terkejut, padahal ia telah memerintahkan pengawal, Jendral dan Prajuritnya untuk menjaga keamanan Kekaisarannya.


Tiba-tiba atap aula hacur, dan runtuh, semua orang membuat pelindung dengan sihirnya. Bersamaan itu munculah seorang laki-laki jatuh turun di ruangan itu dari lubang atap bekas runtuhan tadi.


Semua melihat itu terkejut, siapa Laki-laki ini, berpakaian jubah merah, berambut pirang keemasan, dan kedua matanya merah, tatapannya dingin dan tajam ke semua orang.


Saat pandangan laki-laki itu tertuju ke Xiu Juan, ia tersenyum. Disisi Xui Juan, ia juga tersenyum dan menangis bahagia, ia tak menyangka laki-laki yang ia harapkan akan telah datang.

__ADS_1


__ADS_2