
_______________________________________
Di Istana Kerajaan Dorothy.
Di dalam sebuah ruangan, tepatnya ruangan sang Raja. Terlihat 2 orang laki-laki yang tengah melakukan percakapan yang serius. Dua orang itu yang tak lain Raja Dorothy dan Delbert.
"Kenapa ayah diam saja ? Kita harus bertidak !!" ucap Delbert.
"Bisakah diam lebih dulu ?" jawab Raja Dorothy.
"Jadi ayah memilih untuk diam saja ? Yang benar saja, ini tanah ini adalah Kerajaan milik ayah, dan ayah memilih diam dari pada bertindak ?" kata Delbert.
Raja Dorothy terkekeh. "Kau kira, ayahmu hanya diam ? Kau jangan salah. Diam-dima begini ayah sedang memikirkan rencana."
"Rencana ?" sahut Delbert.
"Ya, ayah telah memiliki rencana." jawab Raja Dorothy.
"Rencana apa yang akan ayah lakukan ?" tanya Delbert.
"Bukankah semingguan yang lalu kau menculik Alice ?" tanya Raja Dorothy.
Delbert mengangguk kepalanya.
Ia sebelumnya telah bercerita semua kejadian sewaktu ia menculik Alice seminggu yang lalu. Ia juga bercerita melawan Reynal yang tak berdaya kerena masuk perangkapnya.
Hanya saja gagal, karena Reyhan datang. Ditambah datangnya saudara kembarnya Reynal. Yang lebih menghancurkan rencananya adalah Reyhan, Karena kekuatannya menakutkan.
Teringat cerita Putranya. Reja Dorothy tersenyum. "Ayah sudah punya rencana untuk kali ini."
Delbert mengerut dahinya.
"Rencana apa, ayah ?"
Belum sempat menjawab, tiba-tiba ada seorang berpakaian hitam tertutup masuk. Ia masuk melalui jendela. Delbert ingin menyerang, karena mengira orang itu adalah musuh.
Raja menghentikan Putranya. Karena orang ini adalah pengawal bayangan yang dibayar oleh Raja Dorothy.
"Bagaimana ?" tanya Raja Dorothy kepada pengawal bayangannya.
"Semua orang telah pergi tadi pagi Yang Mulia, kini rumahnya sedang tidak ada penghuninya." jawabnya.
"Baiklah kau pergilah, lanjutkan tugasmu. Nanti aku akan memanggilmu lagi untuk meminta bantuanmu lagi." ucap Raja Dorothy. Pengawal bayangan itu pun pergi.
"Dia memberi laporan apa ?" tanya Delbert.
"Ayah telah memberinya tugas untuk mengawasi rumah Alice." jawab Raja Dorothy. Delbert mengangguk-angguk kepalanya.
__ADS_1
Raja Dorothy tersenyum. "Setelah mendapat laporan, rencana ayah pasti akan sempurna."
"Rencana apa ayah ?" tanya Delbert.
Raja Dorothy tak menjawab, ia pun memanggil pengawal pribadinya. Raja Dorothy memberi perintah kepada pengawalnya untuk mengumpulkan 100 prajurit.
.....
Setelah 100 prajurit terkumpul di lapangan. Raja Dorothy dan Delbert berdiri di depan pasukannya. Raja Dorothy memerintahkan semua prajuritnya untuk menghancurkan rumah Alice.
Semua prajurit pun segera pergi menjalankan tugas. Delbert yang masih bingung tujuan ayahnya menghancurkan rumah wanita pujaannya, pun menatap Ayahnya.
"Kenapa rumah Alice dihancurkan ?" tanya Delbert.
"Kau tenanglah." sahut Raja Dorothy.
"Ayah, aku sudah tenang, tapi kenapa rumahnya Aloce dihancurkan ?" tanya Delbert.
Raja Dorothy pun menjelaskan rencananya. Delbert pun paham, ia tersenyum licik.
"Rencana Ayah bagus juga."
Raja Dorothy tersenyum bangga. "Ayah begini karena ingin mendapatkan Alice agar bisa menikahimu."
"Bukankah kau juga menginginkan Alice menikah denganmu ?" lanjutnya.
"Pasti kau akan menikah dengan Alice." balas Raja Dorothy. Lalu ia memegang pundak Putranya. "Sepertinya, sudah waktunya ayah harus memberitahumu."
Delbert mengerut dahinya. "Apa itu ? Rahasia apa ? Ayah telah menikah lagi ?"
Pletak !!
"Sembarang !! Bukan itu !!" ucap Raja Dorothy setelah menjitak keras kepala Putranya.
"Lalu rahasia apa ?" tanya Delbert sambil mengusap kepalanya bekas jitakannya.
"Rahasia Alice yang hanya diketahui ayah, ibumu dan kedua orang tuanya Alice." jawab Raja Dorothy.
"Apa itu ?" sahut Delbert sambil mengerut dahinya.
"Karena darah yang mengalir pada diri Alice, ayah menginginkan kau harus menikah dengannya dan mendapat keturunan darinya." jawab Raja Dorothy.
"Jadi, siapa Alice yang sebenarnya ?" tanya Delbert.
.....
Disisi Lain.
__ADS_1
Dalam hutan, mereka telah lama mencari keberadaannya seseorang yang berbahaya. Namun hasilnya nihil. Mereka tak menemukan sisa-sisa Jian Heeng.
Mereka memilih untuk beristirahat sambil membakar daging buruan mereka untuk mengganjal perut mereka. Alice pun juga telah mencari rumput segar untuk memberikannya kepada kuda terbang miliknya.
"Kenapa itu orang susah sekali ditemukan." ucap Reyhan kesal.
"Aku heran sekali ayah, kenapa paman bisa menjadi kuat." kata Reynal.
"Sihir Gelap yang dimiliki pamanmu ini memang masih tersisa sedikit. Dulu ayah memilih menyisakan saat merebutnya setelah mengalahkannya." jawab Reyhan.
"Kenapa tidak tidak semuanya ayah, kita kan tak perlu repot-repot seperti ini." ucap Reynalda.
"Jika ayah dulu mengambil semuanya, maka pamanmu akan mati, karena sosok iblis di dalam tubuhnya akan memakan tubuhnya dan menguasainya. Kakek kalian meminta kepada ayah untuk tidak membunuh pamanmu setelah mengalahkannya." jawab Reyhan.
"Apa kita berdua seperti itu, ayah ? Jika Sihir Gelap di dalam tubuh kita telah hilang dan kita akan mati ?" tanya Reynal.
"Tidak, karena Sihir Cahaya dalam tubuh kita yang menjaga dan menetralkannya jika ada yang mencoba mengambil Sihir Gelap milik kita." jawab Reyhan.
"Tapi kenapa aku masih belum bisa mengusai Sihir Gelap miliku ?" tanya Reynal.
"Kau hanya belum terbiasa, dan masih awal untuk mengendalikannya. Jika kau berlatih, maka kau akan bisa." jawab Reyhan.
Reyhan memegang pundak Putranya. "Ayah berharap padamu. Kelebihan ayah yang telah terwariskan padamu, kau harus bisa menjaga semua keluargamu dan orang-orang yang kau sayangi. Karena tidak selamanya ayah bisa menjagamu."
"Baik, ayah." jawab Reynal.
"Apa kau mau menjadi Raja gantikan ayahmu, dan membiarkan kakak laki-lakimu bersantai menemani ayah yang telah pensiun ?" tanya Reyhan menawarkan.
"Tidak, aku tidak mau menjadi Raja, tugas Raja sangat merepotkan !! Lebih baik aku menjadi pelindung Kerajaan." jawab Reynal menolak mentah-mentah, memang dari dulu dirinya tak ingin menjadi Raja.
"Hahahaha..." Reyhan tertawa.
Reynalda pun bersuara. "Tapi ayah hebat, bisa menajdi Raja sekaligus menjadi pelindung Kerajaan."
"Dengan adanya kedua paman kalian, ayah bisa melakukannya dengan baik." jawab Reyhan, siapa lagi kalau bukan Chen dan HuanRan yang menjadi asistennya.
Alice yang mendengar saja tersenyum. "Ternyata beginilah sosok Raja dari dunia lain. Sungguh hebat."
Tak lama kemudian, daging buruan mereka telah matang. Mereka segera mematikan api. Lalu memakan dan menikmati daging bakar hasil buruan mereka.
Setelah selesai, mereka segera membersihakan sisa-sisa makanan dan kayu bakar. Lalu mereka segera melanjutkan kegiatan mereka.
.....
Tak terasa pencarian mereka berempat telah memakan banyak waktu. Hari pun sudah mendekati malam. terlihat sudah langit yang cerah perlahan menggelap.
Mereka pun memutuskan untuk kembali. Setidaknya Reynal atau Reyhan sudah tau sampai mana tempat yang mereka kunjungi mereka pun segera pulang kembali menggunakan teleportnya.
__ADS_1
Baru saja sampai di rumah. Mereka berempat dikejutkan pemandangan yang tidak mengenakan. Bagaimana tidak, rumah peninggalan orang tuanya Alice, dan selalu dirawat baik-baik, kini telah hancur dan habis terbakar.