Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 199 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Suasana ruangan hening. Terlihat seorang laki-laki muda tengah ditatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Reyhan dan Reynalda telah mendatangi seorang laki-laki asing yang diceritakan oleh Putrinya.


Reyhan langsung datang ke tempat kerja laki-laki itu yang rupanya bekerja di sebuah toko bahan makanan. Toko bahan makanan ini sudah banyak pelanggannya, salah satunya keluarga Kerajaan, dan Bangsawan.


Reyhan ingin menemuinya, Karena laki-laki asing ini bisa berteleport, berarti sudah jelas laki-laki asing yang ada dihadapannya memiliki salah satu Sihir yang sangat jarang dimiliki oleh siapapun, Sihir Cahaya dan Sihir Gelap. Hanya Reyhan dan Reynal yang memiliki keduanya.


Tapi laki-laki asing yang ada dihadapannya, etah memiliki Sihir Cahaya atau Gelap. Reyhan tak masalah laki-laki asing ini memiliki antara kedua Sihir tersebut. Reyhan hanya memastikan laki-laki asing ini tidak menyalahgunakannya.


Awalnya pertama kali datang, sang pemilik toko ketakutan atas kedatangan Reyhan, sang Raja terdahulu. Ia tak tau apa salahnya, ia tak tau apa-apa. Tapi ternyata Reyhan ingin menemui laki-laki asing sesuai dengan ciri-ciri yang dikatakan Reynalda.


Dan benar saja, laki-laki asing itu baru pulang mengantar bahan makanan dari suatu tempat. Reyhan meminta izin untuk meminjam ruangan untuk berbicara dengan laki-laki asing ini. Sang pemilik menurutinya.


Reyhan dan Reynalda masuk ke dalam ruangan kerja sang pemilik, dan laki-laki itu hanya ikut menuruti dengan wajah kebingungan, namun ia sedikit tak asing dengan Putri dari Kerajaan Wan.


Laki-laki asing itu sedikit membungkukkan tubuhnya. "Maaf Yang Mulia, sebenarnya apa yang membuat Yang Mulia ingin menemui hamba ?"


"Siapa kau sebenarnya ?" tanya Reynalda to the point.


Laki-laki itu menoleh ke arah Reynalda. Dengan sopan ia membungkukan tubuhnya, dan memberi hormat. "Hamba hanya laki-laki sederhana Yang Mulia Putri Mahkota."


"Benarkah ?" sahut Reynalda tak yakin.


Reyha memilih duduk, dan bersantai di kursi kosong. Ia hanya melihat percakapan sepasang mahluk berbeda jenis kelamin yang ada di depannya.


"Maaf Yang Mulia, Apa hamba pernah berbuat salah ?" tanya laki-laki itu masih bingung.


"Kau tidak berbuat salah. Hanya saja aku pernah melihatmu menghilang seperti berteleport." jawab Reynalda.


Seketika laki-laki terbelalak. Tubuhnya menjadi tegang. Reyhan dapat melihat itu, lalu ia berdiri dari duduknya, dan berjalan mendekat.


"Apa kau memiliki Sihir Cahaya ?" tanya Reyhan. "Sihir Gelap ? Atau keduanya ?" lanjutnya.


Laki-laki itu terdiam. Ia tak berani menjawab, ia memilih menundukan kepalanya. Melihat itu, Reynalda semakin yakin. "Waktu itu, aku dan kau tak sengaja bertemu. Sorenya, aku tak sengaja melihatmu berteleport."


Laki-laki itu masih tak menjawab. Reyhan pun bersuara. "Jika kau bisa berteleport pasti kau memiliki antara kedua dari Sihir Cahaya atau Sihir Gelap. Benarkah ?"


Laki-laki mengangkat kepalanya dan menatap tengan tegas. "Ya, aku memiliki Sihir Cahaya, tapi sayangnya aku gak mau kalian memanfaatkan Sihirku demi Kerajaan kalian. Lagian keadaan Kerajaan ini sudah damai."

__ADS_1


Seketika pakaian kerja laki-laki itu berubah. Dan pedangnya juga telah siap ia pegang.


Dari kata-kata laki-laki asing itu, Reyhan menangkap salah satu kata yang menurutnya tak yakin. "Gak ?"


Reynalda menatap tajam ke arah laki-laki itu. Menurutnya, dari perlakuan dan kata-kata laki-laki itu barusan tak sopan dihadapan ayahnya. Reyhan yang tau Putrinya geram, ia segera menyuruhnya untuk pergi.


"Alda, kau keluarlah. Ayah ingin berbicara berdua dengan laki-laki ini." ucap Reyhan.


Reynalda menoleh ke arah ayahnya. "Tapi ayah, kata-kata dia tidak sopan untuk didengar ayah." lalu kembali menoleh ke arah laki-laki asing. "Kau seharusnya sopan kepada ayahku, secara umur, kau jauh lebih muda dengan ayahku. Dari penampilanmu kau seumuran denganku. Jadi kau harus sadar itu."


Laki-laki itu mengela nafasnya. "Maaf saja Tuan Putri, secara penampilan aku memang seumuran denganku, tapi umurku sudah akan menginjak 36 tahun."


Reynalda terbelalak, ia terkejut tak main. Reyhan juga terkejut, tapi ia masih bisa mengontrol dirinya.


"Yang benar aja, kau..."


Wsst !!


Ucapan Reynalda terpotong, karena Reyhan menyentuh punggungnya dan langsung mengirimnya pulang ke istana dengan teleportnya.


Apa yang dilakukan oleh Reyhan tentu saja laki-laki asing itu terbelalak dan terkejut bukan main. "Yang Mulia, juga bisa melakukan itu ?"


"Jika Yang Mulia bisa melakukan itu, kenapa mencari hamba ?"


"Aku hanya memastikan kau tidak menyalahgunakan kelebihanmu." jawab Reyhan.


"Ahh, itu tidak mungkin, begini-begini aku adalah pria baik."


Reyhan tersenyum. "Apa kau dari dunia modern ?" tanyanya to the point.


Laki-laki itu terkejut bukan main lagi. "Kenapa bisa tau ?"


"Tentu saja, dari cara bicaramu dan kata-katamu, aku sudah bisa menebaknya, karena kita juga dari dunia yang sama."


"Benarkah ?"


Reyhan mengangguk kepalanya. "Bisa kau sebutkan namamu."


"Ahh, benar, maaf Yang Mulia, nama hamba Arjun." jawab laki-laki asing itu yang ternyata bernama Arjun.

__ADS_1


"Baiklah Arjun, bisakah kau menceritakan awal mulamu datang ke dunia ini ? Seperti kita harus di tempat yang nyaman." kata Reyhan ramah.


"Tentu saja." sahut Arjun yang tak kalah ramah.


Reyhan dan Arjun pergi ke tempat yang lebih nyaman lagi. Dan tak lupa meminta izin dan berterimakasih kepada pemilik toko.


Reyhan membawa Arjun ke suatu tempat. Tepatnya di atap bangunan istana. Disana mereka berdua duduk dan berbagi cerita.


Reyhan menceritakan dirinya dari awal ia bereinkarnasi setelah tewas saat menjalankan tugas, menikah dan memiliki anak, datang dunia paralel dan dunia fantasi, hingga sekarang.


Arjun juga menceritakan awal dia bisa berpindah dari dunia modern ke dunia yang sekarang ia tempati. Ternyata Arjun seorang siswa SMA, saat itu ia masih berumur 15 tahun.


Arjun anak yatim piatu, ia bersekolah karena beasiswa, ia keluar dari panti asuhan karena ingin mandiri, ia juga kerja sebagai cleaning service di sebuah cafe.


Arjun memiliki hobi mendaki gunung. Saat ia sedang mendaki gunung sendirian, tiba-tiba hujan deras. Ia mencari tempat teduh, lalu ia menemukan sebuah goa, ia pun masuk.


Arjun juga penasaran dengan isi goa itu. Karena hasrat manusianya yang selalu ingin tau, ia mencoba masuk ke dalam goa itu.


Tiba-tiba muncullah sosok kakek, dan langsung membuat cahaya yang membuat matanya tertutup karena silau. Saat membuka matanya, kakek itu sudah tidak ada.


Arjun masih di dalam goa, namun goa itu terlihat berbeda. Nasibnya sunggu tak enak. Ia tak bisa menemukan jalan keluar. Selama 21 tahun, ia belum bisa menemukan jalan keluar dari goa.


Selama itu, ia terus bertahan hidup dan melawan hewan-hewan spiritual yang mencoba mengancam nyawanya. Tapi beruntungnya, ia memiliki Sihir Cahaya yang mungkin dibekalkan saat ia bertemu dengan kakek-kakek sebelumnya.


Demi bertahan hidup, ia memakan daging hewan-hewan spiritual yang ia bunuh. Memang awalnya yang ia rasakan panas, tubuhnya seperti terbakar setelah memakan daging hewan spiritual.


Namun hasilnya sungguh dugaan. Penampilan seperti masih berusia 17 tahun. Katakanlah di dunia modern baby face. Namun bukan berarti tetap awet muda, umut tetap berjalan, hanya saja penampilannya yang memperlambatkan dirinya agar tetap terlihat muda.


.....


Mendengar cerita Arjun, Reyhan terkejut, seakan tak mudah percaya dengan cerita yang dialami oleh Arjun.


"Kau tau, selain kita berdua, ada 2 orang yang juga berasal dari dunia modern seperti kita." kata Reyhan.


"Benarkah ?" sahut Arjun terkejut tak percaya.


_______________________________________


Arjun.

__ADS_1



__ADS_2