
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Reyhan masih terdiam melihat gadis yang ia lihat. Pikirannya merasa dirinya pernah bertemu gadis itu, tapi dimana. Dan jantungnya juga berdebar-debar tak karuan.
Krunyukk...
Akhirnya Reyhan tersadar dari diamnya setelah mendengar suara perutnya menagihnya untuk segera diisi.
Reyhan melanjutkan langkahnya, dan melewati gadis itu. Lagi-lagi langkah kakinya terhenti mendengar gadis itu memanggil namanya.
"Reyhan ?"
Gadis itu teringat dimana dirinya pernah bertemu Reyhan setahun lebih yang lalu. Dari wajah tampan, jubah merah, dan model rambut yang tak panjang dan warnanya yang khas hanya dimiliki satu orang ini, siapa lagi kalau bukan Reyhan.
"Kau Reyhan kah ?" tanya gadis itu.
Reyhan membalikan tubuhnya dan menatap gadis itu. "Dari mana kau tau namaku ?"
"Astaga, jadi benar kau Reyhan." ucapnya sambil tersenyum senang.
"Ya, Aku Reyhan, tapi tunggu, jawab pertanyaanku sebelumnya, dari mana kau tau namaku ?" balas Reyhan bertanya kembali.
"Kau sudah lupa denganku ? Kita sudah pernah bertemu sebelumnya lama, setahun yang lalu." jawab gadis itu.
"Entahlah, mungkin saja aku telah lupa. Jadi kau siapa ?" sahut Reyhan bertanya.
"Astaga, kau sudah benar-benar melupakanku." kata gadis itu dengan memasang wajah pura-pura sedih.
"Maka dari itu, aku bertanya padamu, kau siapa ?" tanya Reyhan.
"Baiklah, aku akan memberitahumu agar kau ingat padaku." jawab gadis itu gemas.
"Cukup sudah, aku tak ingin membuang-buang waktuku hanya untuk berhadapan denganmu." balas Reyhan kesal, lalu ia membalikan tubuhnya, dan berjalan cepat pergi dari temoat itu.
Gadia itu tersenyum menyeringai karena berhasil membuat Reyhan kesal, lalu ia berlari kecil mengejar Reyhan. "Reyhan..., tunggu !!"
Reyhan tak menjawab, ia tetap terus berjalan. Selama di luaran istana Kerajaan Xie, ia terus diikuti gadis itu dari belakang. Ketika ia berjalan ke arah benteng pagar istana. Ia terdiam ia menatap ujung atas benteng itu. Telinga mendengar suara gadis itu lagi.
"Kau mau kemana ?" tanya gadis itu yang sudah di belakang Reyhan, dan Reyhan, ia tak menjawab, matanya menatap datar ke atas melihat ujung benteng dibdepannya.
"Kalau kau ingin keluar, kau bisa lewat pintu gerbang, jadi kau tak perlu meloncat." ucap gadis itu.
Reyhan tak menjawab ucapan gadis yang ada belakangnya. Tiba-tiba Reyhan mendengar suara ngauman hewan dan dorongan angin dari belakang. Reyhan membalikan tubuhnya karena penasaran. Seketika ia sedikit terkejut melihat 2 singa besar yang ada di depannya, terlihat jelas 2 singa itu adalah hewan spiritual. Dan ia melihat gadis itu sedang menaiki salah satu singa besar itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Reyhan melihat salah satu singa besar yang ada dihadapannya. Ia merasa pernah bertemu singa yang di duduki gadis itu. Lalu ia menatap wajah gadis dan singa itu secara bergantian. Seketika mata Reyhan melebar, ia baru teringat siapa gadis yang baru ia di temui dan mengikutinya dari tadi.
"Kau.." ucap Reyhan.
"Kau sudah mengingatku ?" tanya gadis itu.
Reyhan ingat siapa gadis itu. Ya gadis yang pernah ia temui hampir setahun yang lalu. Kejadian dimana ia tiba-tiba di serang saat berada di hutan dekat perbatasan Kerajaan Wan. Tapi ia lupa siapa namanya.
"Kau sudah mengingatku ?" tanya ulang gadis itu.
"Ya aku ingat, kau itu gadis yang pernah kutemui setahun lebih yang lalu. Kau adalah gadis ceroboh yang tiba-tiba datang dan langsung menyerangku." ucap Reyhan, dan gadis itu tertawa kecil mendengarnya.
"Tapi aku lupa siapa namamu." ucap Reyhan, dan gadis itu berhenti tertawa.
"Kau benar-benar melupakanku." balas gadis itu kesal.
"Apa salahnya, karena kau bukan siapa-siapanya aku." jawab Reyhan santai.
Gadis itu memasang wajah sedih. "Padahal aku sudah menganggapmu salah satu temanku." ucapnya lalu turun dari punggung singanya.
Reyhan tak tega melihat gadis itu yang sudah memasang wajah sedih, ia pun menghela nafasnya. "Baiklah, kau sekarang temanku."
Wajah sedih yang tergambar di wajah gadis itu berubah menjadi bahagia, dan terukir senyuman indah kepada Reyhan.
Deg.. Deg..
"Ada apa dengan jantungku." bantinnya.
Lalu ia menstabilkan kembali kesadarannya melihat gadis itu berjalan mendekatinya. Reyhan tetap memasang wajah datarnya menatap gadis itu berjalan mendekatinya. Sedangkan disisi gadis itu juga merasakan jantungnya berdebar hebat yang ia rasakan pada dirinya. Gadis itu tak tau apa arti apa yang ia rasakan.
"Sungguh aku telah lupa, jadi siapa namamu ?" tanya Reyhan pada gadis itu yang sudah berdiri di hadapannya.
"Kau benar-benar lupa namaku ?" jawab gadis itu kembali bertanya.
Reyhan mengangguk kepalanya. "Bukankah kau menganggapku adalah temanmu ?"
Gadis itu mengangguk kepalanya, tapi hatinya merasa sesak, seakan tak terima jika Reyhan dan dirinya hanya disebut teman. Padahal ia sendiri yang mengakui Reyhan adalah temannya.
"Jika kau menganggapku adalah temanmu, kau harus memberitahu namamu, agar temanmu ini mengingatnya." kata Reyhan, dan sedikit senyuman tipis yang hampir tak terlihat.
Tapi gadis itu menyadari senyuman itu, dan bersamaan jantungnya kembali berdebar.
"Jadi siapa namamu ?" tanya Reyhan.
"Xiu Juan." jawab gadis itu yang bernama Xiu Juan dengan pelan.
Reyhan terdiam, lalu matanya melebar sempurna. Ia seketika teringat tentang dimana Kerajaan Kai menyatakan perang kepada Kerajaan Xie karena Putri Mahkota Xiu menolak lamaran Putra Mahkota Kai.
__ADS_1
"Jadi kau Xiu Juan ?" tanya Reyhan terkejut.
Gadis yang benama Xiu Juan tersenyum melihat Reyhan terkejut, lalu ia mengangguk kepalanya mantap.
"Kau Putri Mahkota Xiu ?" tanya Reyhan yang masih terkejut.
Xiu Juan mengangguk kepalanya mantap.
"Kau yang telah menolak lamaran Putra Mahkota Kai ?" tanya Reyhan lagi.
Putri Mahkota Xiu Juan nyengir kuda. "Hehe.., ya.., kau benar."
(Putri Mahkota Xiu Juan pernah muncul di BAB 09, 10, 11, 12, 36, dan 48)
Seketika Reyhan teringat, kejadian setahun yang lalu. Dimana dirinya sebelum pergi dari Kerajaan Wan karena masalah ia menolak keras saat Raja Wan berusaha menjodohkan dirinya dengan Putri Mahkota Kerajaan Xie.
"Jangan-jangan, gadis ini yang akan Raja Wan jodohkan padaku. Secara dia adalah Putri Mahkota Kerajaan Xie, Putri dari Raja Xie." batin Reyhan.
"Tapi tunggu !! Terakhir aku bertemu dengan gadis ini, hanya mengenakan jubah hitam, tapi kenapa ia bisa jadi manis dan lebih cantik dari sebelumnya." batin Reyhan lagi.
Reyhan tak menyangka ternyata gadis yang pernah ia temui adalah gadis berjubah hitam yang benama Xiu Juan. Jujur awal pertemuannya di hutan, Reyhan memang kagum dan mengakui kecantikannya.
Dan sekarang, ternyata Xiu Juan yang di pertemuan keduanya kali ini, Xiu Juan mengenakan hanfu berwarna ungu dan hiasan bermotif bunga. Sehingga Xiu Juan terlihat lebih cantik dan manis.
_____________________________________________
TOKOH VISUAL.
Putri Mahkota Xiu Juan Xie.(18th)
[Penampilan Xiu Juan Menjadi Putri Mahkota]
Keahlian :
- Bela Diri, Berpedang, & Berburu.
- Sihir Elemen : Api & Tanah.
Hewan Spiritual :
- Singa. (2 Ekor Singa / Singa Jantan dan Singa Betina)
.
.
__ADS_1
_____________________________________________