Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 61


__ADS_3

Xiu Juan masih di dalam gendongan Reyhan. Tiba-tiba Reyhan merasakan perasaan tidak enak. Reyhan segera berhenti setelah mendaratkan kakinya di tanah. Reyhan memutar membalikan tubuhnya untuk melihat apa yang sedang dilakukan Jiazhen Kai. Matanya terbelalak melihat KunLi Wong sedang berlutut di tanah dan melihat Lin Wei terjatuh di tanah.


Perut KunLi Wong tertusuk pedang milik Jiazhen Kai hingga tembus. Sebenarnya Jiazhen Kai melempar pedangnya ke arah Reyhan, tapi KunLi Wong lah yang tertusuk. Sebenarnya Lin Wei datang untuk melindungi Reyhan, tapi KunLi Wong tiba-tiba muncul dan mendorong tubuh Lin Wei, dan akhirnya KunLi Wong yang tertusuk pedang Jiazhen Kai.


Reyhan segera menurunkan Xiu Juan, dan mendudukannya di tanah. Xiu Juan yang masih mengerluarkan air mata, ia hanya menurut apa yang Reyhan lakukan padanya. Reyhan tau, Xiu Juan merasa sedih yang besar atas kehilangan 2 singa spiritualnya yang sudah ia anggap sebagai temannya.


"An...!! Zhu...!!" Reyhan memanggil kedua adik kembar gadisnya.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu datang dengan berlari mendekati Reyhan. "Kenapa Kak ?" tanya mereka bersamaan, tapi terlihat mereka berdua juga panik.


"Jagalah Putri Xiu Juan, aku harus menyelamatkan KunLi Wong dan Kakak kita." jawab Reyhan dan langsung meninggalkan Xiu Juan dan 2 adik kembarnya.


.....


Putra Mahkota Jiazhen Kai berjalan mendekati Putra Mahkota KunLi Wong. Jiazhen Kai kini berdiri berhadapan dengan KunLi Wong yang sedang berlutut di tanah, dan tangannya memegang pedang milki Jiazhen Kai. Jiazhen Kai tersenyum menyeringai melihat KunLi Wong kesakitan.


Dengan cepat Jiazhen Kai menarik kembali pedangnya yang tertusuk di perut KunLi Wong. "Aaaagggrrrrhhh...!!" KunLi Wong berteriak kesakitan setelah pedang itu dicabut dari perutnya oleh laki-laki yang bernama Jiazhen Kai itu.


"Tenang, aku akan mengakhiri rasa sakitmu itu." ucap Jiazhen Kai santai kepada KunLi Wong. "Dan kau.." ucap Jiazhen Kai sambil memandang Lin Wei yang akan berdiri. "akan menjadi milikku setelah ini."


Lalu ia mulai mengangkat pedangnya, ia berniat menebas leher KunLi Wong. KunLi Wong hanya terdiam, lalu ia memenjam kedua matanya. Jiazhen Kai melihat KunLi Wong yang sudah pasrah, tanpa ragu ia pun segara mengayunkan pedangnya.


.


.


.


.

__ADS_1


BUGH !!


Tiba-tiba tubuhnya terpental jauh dan jatuh ke tanah, setelah menerima pukulan keras di perutnya. Perutnya benar-benar terasa sakit, hingga ia memuntahkan darah. Meski begitu itu tak masalah baginya. Jiazhen Kai kembali berdiri dari jatuhnya, masih terasa sakit di perutnya setelah menerima satu pukulan hebat.


Reyhan berdiri di depan dan membelakangi KunLi Wong. Reyhan tepat waktu untuk menyelamatkan KunLi Wong yang hampir di tebas oleh Jiazhen Kai. KunLi Wong membuka matanya, ia melihat Reyhan yang berdiri tegak membelakanginya. Ia tersenyum melihat itu.


"Padahal aku ingin segera melihat surga." batin KunLi Wong.


KunLi Wong sudah tak kuat menahan tubuhnya. Ia perlahan membaringkan tubuhnya. Tiba-tiba ada yang memegangnya dan membantu berbaring, dan kepalanya diletakan di paha kaki seorang gadis. Ya, gadis yang selama ini ia bikin jatuh cinta, siapa lagi kalau bukan Putri Mahkota Lin Wei.


"Kau baik-baik saja ?" tanya Lin Wei terlihat jelas di wajahnya dengan matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.


KunLi Wong tidak menjawab, ia hanya tersenyum, lalu pandangannya teralih ke Reyhan. "MasBro...."


Lirih KunLi Wong memanggil Reyhan. Reyhan segera berbalik dan berlutut di depan KunLi Wong yang sudah terbaring di paha kakak perempuannya.


"Kau baik-baik saja ?" tanya KunLi Wong lirih.


KunLi Wong hanya tertawa kecil, lalu ia berbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya lagi. Lin Wei terisak, ia tak tahan menahan ait matanya untuk melihat itu. Lin Wei tak kuat melihat KunLi Wong dalam keadaan yang sudha banyak mengeluarkan darah.


"Seharusnya kau tak perlu mengorbankan tubuhmu untuk melindungiku, cukup aku saja yang melindungi adikku." ucap Lin Wei sambil menangis.


"Adikmu adalah temanku, jadi apa salahnya jika aku melindungi kalian berdua." ucap KunLi Wong lirih.


Lin Wei tak menjawab, ia semakin terisak mendengar ucapan laki-laki yang mencintai dirinya. KunLi Wong tersenyum, lalu ia mengangkat tangannya mengelus lembut pipi Lin Wei.


"Seharusnya kalian tak perlu melindungiku, aku akan tetap sembuh meski aku terluka ringan sampai luka tertusuk pedang seperti ini, aku akan tetap mampu berdiri." ucap Reyhan.


Sebenarnya Reyhan tak perlu dilindungi, karena ia memiliki Kekuatan regenerasi. Tapi itu tergantung dari stamina yang ia miliki. Jika ia memilki stamina yang cukup ia bisa menggunakan kekuatan regenerasinya. Tapi, kini staminanya telah terkuras banyak setelah melakukan sihir perpindahan tempat di awal sebelum perang dimulai.

__ADS_1


Luka fisik tentu dengan mudahnya Reyhan menyembuhkan dirinya secara total dengan kekuatan regenerasi miliknya. Tapi untuk memulihkan staminanya, ia harus beristirahat dan ia harus berhemat saat menggunakan kekuatan cahaya portalnya. Dan baru kali ini Reyhan mengetahui kekurangan kekuatan barunya.


..


"Kau adalah adik dari gadis yang kusuka. Sekaligus kau adalah temanku, tak ada salahnya jika aku melindungi kalian." ucap KunLi Wong lirih kepada Reyhan.


"Putri Lin Wei.., A-aku mencintaimu, kau 'lah satu-satunya gadia yang kucintai, aku akan tetap terus mencintaimu hingga aku menutup mata." ucap KunLi Wong lalu ia menutup matanya.


Lin Wei menangis keras sejadi-jadinya, ia memeluk tubuh KunLi Wong. Dirinya merasa bersalah, dan menyesal atas perlakuan sikapnya kepada KunLi Wong selama ini mencintai dirinya. Reyhan melihat KunLi Wong menutup matanya, ia segera menggunakan kekuatan regenerasinya untuk menyembuhkan luka tusukan di tubuh KunLi Wong.


Tapi tetap saja, meskipun luka itu tertutup, tapi tidak dengan kesadaran dan keadaannya, karena darahnya sudah keluar banyak. Reyhan hanya bisa menutup lukanya, ia tak bisa menyembuhkan luka fisik KunLi Wong secara total. Kekuatan regenerasinya tidak sepenuhnya mendukung dirinya untuk menyembuhkan luka orang lain.


Karena kekuatan regenerasinya hanya mau sepenuhnya menyembuhkan luka sang pemiliknya. Reyhan berdiri setelah menyembuhkan luka KunLi Wong yang kini sudah menutup matanya tertidur di pelukan Lin Wei karena efek dari kekuatan regenerasinya, dan tinggal menunggunya kembali sadar.


.


.


.


"Pemandangan yang indah sekali." ucap Putra Mahkota Jiazhen Kai tiba-tiba.


Reyhan menatap tajam ke arah Jiazhen Kai. Lalu matanya melihat sekelilingnya. Ya, perang masih berlangsung sengit antara pasukan prajurit Kerajaan Kai dengan pasukan prajurit Negara Barat.


"Apa kita bisa melanjutkan pertarungan kita ?" tanya Jiazhen Kai setelah menjilat sisa darah yang ada di pedangnya.


Reyhan tak menjawab, ia memunculkan 2 cahaya portalnya, lalu kedua tangannya menarik 2 pedang yang keluar dari cahaya portalnya. Reyhan membalikan pedang yang ada di tangan kanan menghadap ke belakang. Sedangkan pedang yang ada di tangan kirinya dipegang cara biasa, seperti gaya khas pedang gandanya.


"Ayo kita bertarung, dan mengadukan gaya bertarung kita. Dan siapa yang akan jadi pemenang." ucap Jiazhen Kai, dan ia langsung berlari cepat ke arah Reyhan.

__ADS_1


Disisi Reyhan, ia juga segera berlari ke arah Putra Mahkota Jiazhen Kai. Jarak semakin mendekat, dan mereka berdua pun saling menyerang dan menangkis ayunan pedang mereka masing-masing.


__ADS_2