
_______________________________________
Elios tak bisa menahan amarahnya melihat pasangan suami istri itu saling berciuman. Ia langsung melompat, tangannya menarik pedangnya, dan ia layangkan menyerang sang suami dari wanita pujaannya.
Reyhan yang memiliki tau hal itu, ia tak diam saja. Dengan mudah ia menghindar setelah melepas ciumannya. Xiu Juan pun juga tau hal itu, ia sedikit mudur agar tidak terkena serangan dari Elios, meski Elios hanya menyerang suaminya, hanya saja ia ingin berjaga jarak dari Elios untuk berjaga-jaga.
Elio yang masih terkuasai marahnya, ia kembali melayangkan pedangnya ke Reyhan secara membabi buta. Sedangkan Reyhan yang menghindari serangan Elios, hanya memasang wajah kalem. Melihat ada celah ia langsung menendang perut Elios hingga terdorong kebelakang dan jatuh.
Semua orang terbelalak melihat Elios dengan mudah dijatuhkan di deoan mereka. Baru kali ini mereka melihat Elios terdorong mudur dan jatuh setelah mendapat satu tendangan.
"Kau terlalu hidup sendiri, hingga kau mengganggu keromantisan aku dan istriku ?" tanya Reyhan tersenyum puas membuat Elios marah padanya.
"Kau berani menyentuh wanitaku, akan kubunuh kau !!" ucap Elios setelah bangun berdiri dari jatuhnya.
"Apa salahnya aku menyentuh istriku. Dan kau akan membunuhku ? Kau ingin membunuhku ? Kau bahkan tak bisa menyentuhku, membuat luka tusuk diperutku saja tak terasa sama sekali." balas Reyhan masih tersenyum.
"Tinggalkan saja dia, dan kau pergilah sendiri kembali ke duniamu." ucap Elios masih kekeh.
Reyhan tersenyum, perlahan-lahan raut wajahnya datar, dan kedua matanya menatap tajam ke arah Elios. Tangan kanannya mengarah ke depan, ia bermaksud melancarkan serangannya ke Elios dan semua orang yang berdiri di belakangnya.
Muncullah bola Api merah darah di tangannya. Semua terkejut melihat bola Api milik Reyhan. Semua orang yakin jika ada orang yang memiliki elemen Api berwarna merah darah pasti bukanlah orang biasanya.
Semua terpaku melihat Reyhan. Tiba-tiba pundak Reyhan disentuh oleh sebuah tangan. Reyhan menoleh, ia melihat istrinya yang memegang pundaknya sambil tersenyum padanya.
"Cukup, ayo kita pulang ke dunia kita." ucap Xiu Juan lembut menatap suaminya.
Inilah yang disukai dari Reyhan, sosok wanita yang selalu menenangkan hatinya, hanya menggunakan kata-kata sederhana saja mampu membuatnya melunak. Sosok istri dan ibu dari anak-anaknya.
Xiu Juan tak ingin orang-orang yang tak tau apa yang sudah terjadi, apa lagi ia tak ingin Caroline ikut terkena dari amarah suaminya. Mungkin Eldezer dan Elios sudah keterlaluan padanya, dan susah diajak bicara karena mereka berdua memang sudah keras kepala.
Reyhan tersenyum, lalu kembali menoleh menatap ke depan. Ia tak hanya melihat Elios, dibelakang laki-laki itu, ia juga melihat semua orang yang sudah memasang kewaspadaan untuk melindungi Eldezer dan Caroline.
Perlahan bola Api yang menyala-nyala di tangannya menghilang, dan menurunkan tanganya. Reyhan menatap tajam ke arah Eldezer.
"Hei kau kaisar tua bangka, aku berharap kau tidak mencari masalah denganku, aku bisa saja membunuhmu dalam hitungan beberap detik. Tapi aku tak melakukan itu, karena aku tak ingin kau mati meninggalkan orang-orang yang masih peduli padamu." ucap Reyhan kepada Eldezer panjang lebar.
Lalu pandangannya ke arah Elios. "Hei siapa kau ? Aku tak tau namamu. Ahh apa pedulinya aku tau namamu, yang terpenting, kau juga membuka lembaran baru. Mungkin istriku mirip dengan calonmu yang sudah mati, tapi sadarlah, apa yang kau inginkan bukanlah yang diharapkan orang-orang yang bersangkutan, salah satunya adalah aku, mau gimana pun dia ini adalah istriku, dan kami dari dunia seberang sana. Dan kami harus segera pulang kembali, anak-anak kami sudah menunggu kami pulang."
Lalu Reyhan menjelaskan tentang yang seharusnya dia dan Xiu Juan berada bukan di dunianya kini. Tak seharusnya seorang Kaisar Carrole menculik seorang wanita yang sudah berstatus istri orang, meski memiliki wajah sama dengan Putri Kaisar Carrole. Ia pun memberi kesempatan agar Elios dan Eldezer masih bisa bernafas lega.
Semua orang terdiam, kini mereka sudah paham apa yang sudah terjadi, semua perlahan pergi dari tempatnya dan menjauhi jaga jarak Kaisar Eldezer dan Elios, termasuk Caroline yang juga ikut jaga jarak suami dan Putra angkatnya.
__ADS_1
"Aku, Reyhan Wan, Raja dari Kerajaan Wan akan membawa istriku, Permaisuri Xiu Juan pulang kembali ke duniaku !!" ucap Reyhan tegas.
Reyhan dan Xiu Juan berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan semua orang yang ada ruangan itu.
Terlihat ada banya pengawal dan prajurit berlari ke arah mereka berdua. Reyhan dan Xiu Juan saling menatap mereka tersenyum.
Reyhan dan Xiu Juan memasang kuda-kuda, dan menyerang semua prajurit dan para pengawal yang mencoba menghalangi mereka. Setidaknya ini adalah pemanasan Xiu Juan yanh sudah terhalang oleh pagar sihir yang mengurunginya.
Reyhan dan Xiu Juan menggunakan keahlian bela diri mereka. Mereka hanya membuat semua lawannya hanya hanya jatuh, mereka tak akan membunuh mereka semua.
Setelah semua prajurit dan pengawal terbaring tak berdaya di tanah.
Disisi Elios yang sudah berdiri di luar ruangan, dan melihat perlawanan pasangan suami istri itu kepada semua prajurit dan pengawal hingga selesai, ia mengepal kedua tangannya.
"Aku akan merebutnya darimu." guman Elios marah kepada Reyhan sambil menggandeng tangan Xiu Juan, dan yang akan pergi dari tempat itu.
Elios langsung berlari dan meloncat tinggi ke arah Reyhan dan langsung menyerangnya.
Reyhan dan Xiu Juan melepas genggaman mereka. Mereka berdua melihat Elios dengan tatapan tajam. Sebelumnya sudah diberi kesempatan, tapi malah berulah lagi.
Xiu Juan segera menjauhi dan jaga jarak dari tempat itu. Ia percaya suaminya bisa menghentikan kegilaan Elios yang sudah terobsesi padanya.
Elios langsung berlari ke arah Reyhan dan melayangkan kembali pedangnya.
Dengan pedang merah darahnya, Reyhan menangkis serangan pedang Elios, ia menepis pedang Elios, dan menghajar wajahnya.
BUGH !!
Elios terdorong mundur dan jatuh ke tanah dalam sekali pukulan yang mengenai wajahnya.
Semua orang melihat itu tak kalah lagi terkejut melihat Elios yang sudah mengeluarkan darah dari kedua lubang hidungnya.
Tak pernah kalah dalam pertarungan dan dalam perangnya, Elios merasa malu, dan tak terima setelah mendapat pukulan di wajahnya, ditambah wanita yang sudah ia harapkan akan dibawa kembali pulang, emosinya semakin menjadi.
Elios menyemburkan sihir bola Apinya dari telapak tangannya ke arah Reyhan. Reyhan hanya meloncat dan menghidar.
Wsst !!
BUGH !!
Wajahnya kembali terkena hantaman lagi, tapi kali ini bukan pukulan tangan, Reyhan berteleport dan menghantam wajah Elios dengan lututnya.
__ADS_1
Wsst !!
BUGH !!
Kali ini punggungnya yang terkena tendangan yang Reyhan lancarkan setelah ia berteleport lagi.
Wsst !!
BUGH !!
Dan sekarang perutnya terkena pukulan keras. Itupun membuat Elios muntah darah.
Wsst !!
BUGH !!
Bruukk..!
Tubuh Elios terjatuh dan ia tengkurap di tanah setelah Reyhan menghantam rahangnya dengan sikutnya.
Terkejut tak main semua orang melihat aksi Reyhan menyerang Elios dengan berpaduan sihir teleportnya. Ditambah melihat Reyhan dengan mudahnya menggunakan sihir teleportnya.
Setahu mereka, tidak mudah mempelajari sihir teleport. Dan jika ada orang yang bisa mengguna sihir teleport, itu pun hanya beberapa yang bisa.
.
.
.
Elios berusaha bangun berdiri, ia masih belum menyerah. Kini Ia sudah berdiri dan berhadapan dengan Reyhan. Dan ia bisa melihat Xiu Juan yang berdiri di belakang lawannya.
Elios mengarahkan pedangnya yang ia genggam di tangan kanannya ke arah lawannya. "Aku takkan menyerah sampai aku mendapat wanitaku."
"Kelamaan, dari tadi kau berbicara omong kosong." sahut Reyhan lalu ia tersenyum menyeringai.
Cling..!!!
Bruk !!
"Agggrrhhhh....!!"
__ADS_1
Elios berlutut dan berteriak, ia terkejut dalam kesakitannya saat melihat tangan kanannya jatuh ke tanah setelah terpisah dari tubuhnya.