Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 187 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Di dalam sebuah rumah sederhana di pinggiran kota Kerajaan, terlihat 3 mahluk yang baru saja selesai makan siang. Reyhan memilih untuk duduk santai di teras depan rumahnya.


Reynalda dan Elena memilih untuk duduk di belakang rumah. Meski rumah itu sederhana, tapi dibelakang rumah itu cukup luas dan dipenuhi dengan banyak pohon.


"Ayahmu terlihat seperti seorang Raja." ucap Elena.


"Ayahku memang begitu kalau di luar tugasnya sebagai Raja." jawab Reynalda.


Elena menghela nafasnya. "Maafkan keluargaku yang telah membuat kekacauan kepada kalian."


"Tidak masalah, selama ada ayahku, semua pasti bisa diselesaikan dengan cepat, meski caranya tidak sesuai dugaan." jawab Reynalda.


"Aku masih tak menyangka kalau Alice ternyata memiliki ikatan darah dengan Ras vampir." ucap Elena.


"Aku bahkan sama sekali tak mengerti Ras yang ada di dunia ini, karena di duniaku tak ada." kata Reynalda.


"Sepertinya kalau dibayangkan, dunia asalmu selalu damai." kata Elena.


"Ya, duniaku amat damai semenjak ayahku menjadi Raja. Karena tak ada yang berani mengganggu Kerajaan ayahku. Bahkan jika ada Raja-Raja yang berbeda pendapat, ayahku yang selalu menengahi mereka." jawab Reynalda.


Elena tersenyum. "Sungguh berbeda, dengan dunia ini."


Wsst !!


"Aahhhhhh....!!!"


Secara bersamaan Reynalda dan Elena berteriak, karena tiba-tiba muncul seorang pria dewasa di depan mereka, dan tergeletak di tanah dengan kondisi tak sadarkan diri.


Reyhan yang sedang bersantai duduk di teras depan rumahnya, ia langsung berdiri dan berlari masuk ke dalam setelah mendengar suara teriakan Putrinya dan Elena.


Setelah sudah di belakang rumah, Reynalda dan Elena langsung mendekati Reyhan dan berdiri di belakangnya. Reyhan terkejut melihat saudaranya yang tengah tak sadarakan diri dan geletak di tanah belakang rumahnya.


"Jian Heeng ?" sahut Reyhan yang masih terkejut.


Reynalda pun terkejut, karena ia hanya tau nama pamannya, namun belum pernah melihat wajahnya. Setelah mendengar ayahnya menyebutkan nama pamannya, kini ia baru tau, ternyata pria dewasa itu adalah pamannya.


Begitu juga dengan Elena, ia pun teringat saat ia pernah melawan pria dewasa itu. Ia benar-benar baru ingat dengan wajahnya, ia langsung berjaga di belakang tubuh Reyhan, karena ia akui kehebatan Jian Heeng.


Reyhan berjalan mendekati Jian Heeng yang masih tak sadarkan diri. Reyhan memeriksa keadaan Jian Heeng.

__ADS_1


"Masih hidup." guman Reyhan.


Reyhan pun mengeluarkan rantai dari cahaya portal miliknya. Lalu ia gunakan rantainya untuk mengikat Jian Heeng. Reyhan mengikatnya dengan sangat-sangat erat.


Lalu Reyhan mengikatnya Jian Heeng lagi di sebuah pohon besar di belakang rumah sederhananya. Dan tak lupa, ia juga memasangkan segel pagar dan melingkarinya di pohon itu.


Reyhan telah selesai mengikat aman saudaranya. Reynalda pun berjalan mendekati ayahnya, dan Elena pun mengekorinya


"Ayah, apa dia paman Jian Heeng ?" tanya Reynalda.


Reyhan mengangguk kepalanya. "Ya." Reyhan menoleh dan menatap Reynalda dan Elena. "Kalian masuklah ke dalam."


Reynalda dan Elena pun menuruti ucapan Reyhan. Mereka berdua masuk kedalam rumah.


Reyhan berdiri dan menatap Jian Heeng yang masih tak sadarkan diri dan terikat di pohon. Reyhan menebak kalai yang mengirim Jian Heeng pasti Putra Bungsunya.


Karena yang bisa menggunakan teleport hanya dirinya dan Reynal. Reyhan berfikir, kalau Reynal telah mengirim Jian Heeng kepadanya, kenapa tidak sekalian pulang ?


Pada akhirnya Reyhan paham. Pasti semuanya ada hubungan dengan Alice. Karena luka Jian Heeng yang didapat bukanlah bekas serangan Putra Bungsunya.


Reyhan memilih diam duduk, dan berjaga saudaranya. Sekarang ia hanya menunggu Reynal menjalankan urusan pribadinya.


Disisi Lain.


Terlihat seorang gadis cantik dengan ekspresi wajah datar, ia tengah terbang di langit. Ia sedang menghindari dari seorang laki-laki yang terus mengejarnya.


Reynal yang tak menyerah, ia tetap terus mengejar Alice. Sekarang Reynal tak menahan apapun, ia sudah bisa mengendalikan Kekuatan dan Sihir Cahaya dan Sihir Gelap sepenuhnya dalam bersamaan.


Karena tekadnya untuk mengejar Alice, pada akhirnya, ia bisa lalukan itu. Demi apapun, ia takkan melepaskan Alice pergi darinya. Ia tak peduli jati diri Alice yang merupakan manusia setengah vampir.


"Alice, tunggu !!" Reynal berteriak.


Ia terbang mengejar Alice.


Meski ia sudah bisa mengendalikan Kekuatannya, tapi ia mencoba mengimbangi kecepatan terbangnya milik Alice, karena jika ia menambah kecepatannya maka bisa jadi ia akan menabrak Alice, dan Reynal tak ingin itu.


Alice tetap diam, ia tak menjawab. Ia terus menghindar dan tetap memilih pergi dari laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta. Kali ini ia harus melepaskan Reynal.


"Alice, apa kau tidak lelah menghindariku ?" Reynal bertanya dengan nada teriakannya.


Alice masih saja diam. Ia terus menatap ke arah depan. Reynal masih tak ingin menyerah. Tak peduli Alice pergi ke arah manapun. Meski jauh ia tetap mengejarnya.

__ADS_1


"Alice !! Tolong jangan pergi dariku !!"


Lagi-lagi Alice tak menjawab teriakan Reynal yang ketiga kalinya. Reynal memenjamkan kedua matanya, perlahan ia menarik nafasnya, dan membuangnya dari mulutnya.


Reynal membuka kedua matanya. Ia masih melihat Alicd terbang yang terus menghiraukan keberadaan dirinya. Reynal menajamkan pandangannya. Ia akan menambah kecepatan terbangnya. Dan kecepatannya pun menambah.


Wuusssss !!


Kecepatan Reynal semakin cepat. Perlahan ia bisa mendekati Alice. Lalu ia mengarah tangannya untuk meraih tangan Alice.


Greep !!


Reynal berhasil menggenggam tangan Alice. Alice juga terbelalak. Tubuhnya tertarik kebalakang. Reynal langsung memeluknya dengan erat.


"Jangan pergi." ucap Reynal memeluk Alice.


Alice tidak berontak, ia memilih diam. Reynal mengendorkan pelukkannya, lalu ia manatap wajah cantik Alice. "Jangan pergi dariku, aku mohon."


"Ras kita berbeda." ucap Alice terkesan dingin.


"Dan aku tidak peduli." sahut Reynal dengan tegas, ia pun memegang kedua pundak Alice.


"Kita tak bisa besama. Dan dunia kita berbeda. Biarkan aku hidup sendiri." jawab Alice datar.


"Maka aku akan membawamu ke duniaku. Dsn kita bisa tinggal bersama." balas Reynal.


Alice pun berontak agar terlepas dari genggaman Reynal. Setelah terlepas, Alice cepat pergi meninggalkan Reynal.


Namun usahanya gagal, Reynal berhasil memegang tangannya. "Kau takkan kulepas, aku bisa melihat bahwa kau telah berbohong dengan perasaanmu."


"Lepas !!" ucap Alice datar. Reynal tidak melepasnya, ia semakin erat menggenggamnya.


Karena tak kujung dilepas. Alice berontak keras hingga tanpa sengaja, ia layangkan pedanganya dan menebas lengan tangan Reynal dan terputus, dan potongan lengan tangannya terjatuh.


Alice terkejut. Ia telah menebas tangan Reynal, dirinya tak sengaja. Ada rasa menyesal di dalam hatinya. Tak ingin berlama-lama dalam rasa menyesalnya, ia harus pergi jauh.


Lengan tangan Reynal sudah terputus, pun tumbuh kembali setelah menggunakan regenerasinya. Kali ini Reynal lebih serius. Ia terbang dengan kecepatan tinggi.


Pada akhirnya Alice lagi-lagi tertangkap. Reynal memeluknya dengan erat, ia tak ingin Alice pergi lagi. Alice terus berontak.


Dengan terpaksa, Reynal mencium bibir Alice secara tiba-tiba. Dan Alice pun terkejut tak main. Hati Reynal senang karena berhasil membuat wajah Alice berekspresi akibat ulahnya.

__ADS_1


__ADS_2