Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 35


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Permaisuri Xia menjerit memanggil nama Putranya yang pergi dan terbang meninggalkan istana. Permaisuri Xia terduduk menangis melihat Putranya pergi menjauh dan sudah tak terlihat. Baru 3 hari Reyhan tinggal di istana, dan sekarang pergi lagi.


Permaisuri Xia terus terduduk dan menangisi kepergian Reyhan. Dirinya sangat menyayanginya. Padahal dirinya baru saja bahagia ketika Reyhan masih hidup dan pulang ke istana, dan kini Reyhan kembali pergi.


Selir May, dan Selir Bao melihat Permaisuri Xia menangis, mereka mendekatinya dan memeluknya. Ketiga istri Raja Wan saling berpelukkan dan menangis melihat Reyhan pergi. Dari kejauhan, Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi, Putri kembar An Niu dan Zhu Niu juga meneteskan air matanya melihat ketiga ibunda mereka bersedih.


Selir May dan Selir Bao membantu Permaisuri Xia berdiri, dan mereka mengantarnya ke kediamannya. Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya kembali masuk ke ruangan dan menatap Raja Wan yang tengah duduk sambil memegang dahinya.


"Ayah, aku kecewa kepadamu." ucap Putri Mahkota Lin Wei.


"Kakak Rey Hann baru saja kembali pulang, tapi kenapa kau membuatnya pergi lagi." ucap Putri Jing Mi.


Raja tidak menjawab atau bahkan menatap Putri-Putrinya. Tak menjawab keempat Putri itu pergi meninggalkan Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng di ruangan itu. Pangeran Jian Heeng menatap Raja Wan dengan wajah sedih yang dibuatnya.


Hening..


Hening..


"Ayah, kita harus bagaimana kedepannya ?" tanya Pangeran Jian Heeng.


"Entahlah, ayahmu ini tengah berfikir untuk masalah ini." jawab Raja Wan.


"Aku harap, setelah kejadian ini, Kerajaan kita kedepannya tidak menghadapi masalah." kata Pangeran Jian Heeng, lalu ia pergi meninggalkan Raja Wan sendirian.


.


.


Dalam perjalanan menuju tempat latihan, Pangeran Jian Heeng tersenyum senang atas kejadian hari ini. Tanpa diduga, ternyata Reyhan pergi dengan sendirinya.


"Aku pasti menggantika posisi Putra Mahkota, dan menjadi pewaris satu-satunya." batinnya.


"Aku harus latihan untuk berjaga-jaga, jika suatu saat nanti aku harus bertarung kembali dengannya." lanjutnya, ia masih teringat kejadian waktu dimana dirinya bertarung dengan Reyhan.

__ADS_1


Dirinya masih tak terima. Meski pertarungannya dengan Reyhan dihentikan, tapi masih tak terima karena kekuatannya tak mungkin untuk mengalahkannya. Jadi dia harus benar-benar berlatih, ditambah dirinya telah terpilih salah satu anggota menjadi Ksatria 7 Kerajaan semenjak hari perayaan kemarin.


.


.


.


.....



Disisi lain, Reyhan terbang di langit dengan kekuatan barunya. Ia terbang keluar di langit dan menjauhi wilayah Kerajaan Wan. Dirinya benar-benar pergi dari tempat tinggal si pemilik tubuhnya. Dan Reyhan masih mengingat kejadian yang baru ia hadapi. "Perjodohan ? Ck..., aku tak percaya cinta dan berumah tangga."


Tiba-tiba dirinya teringat saat Permaisuri Xia mengejarnya sebelum pergi. Reyhan merasa bersalah, meninggalkan ibunda dari pemilik tubuhnya. Ia teringat sekali tangisan sang Permaisuri Xia yang menjerit memanggil nama pemilik tubuhnya. Dadanya terasa sesak. Tapi mau gimana lagi, meski ia bukan Putra Mahkota Rey Hann Wan yang asli, tetap saja, tubuhnya sudah menjadi miliknya. Jadi menurutnya, ini sudah haknya untuk memutuskan apa yang ia inginkan.


Bukan berarti ia tak menyayangi Permaisuri Xia dan lainnya, melainkan ia sangat menyayangi mereka, karena di kehidupan sebelumnya ia anak yatim piatu, dan dibesarkan di panti asuhan. Hanya saja ia pergi karena ia tak suka Raja Wan yang seenaknya menjodohkannya dengan perempuan yang tak ia kenal. Menurutnya, seorang Raja atau pemimpin, seharusnya tak hanya memberi perintah, tapi harus memberi contoh yang baik. Bukan hanya memberi perintah seenak jidatnya.


.


.


Reyhan memikirkan tentang dunia yang kini ia tempati. Segala peraturan Kerajaan, terutama perintah Raja itu adalah mutlak dan harus laksanakan. Reyhan merasa itu hal yang terlalu berlebihan. Bahkan jika ada mentri yang korupsi atau melakukan melanggar peraturan Kerajaan, Raja yang memutuskan memberi hukuman. Hukuman mati pun bisa dilakukan jika Raja mau.


.


.


Reyhan memilih tak ingin banyak pikiran, selagi ia sedang terbang, lebih baik ia menikmati indahnya langit biru.



Ia berputar-putar, naik turun, dan menjerit untuk melepas beban pikirannya. Tiba-tiba Reyhan melihat rombongan burung yang juga terbang di langit.



Dirinya terbang mendekati rombongan burung itu. Saat di dekati rombongan burung itu bubar, menghidari dan menjauh dari Reyhan, mungkin karena takut.


Reyhan yang melihat itu ketawa, lalu ia kembali fokus pandangannya ke depan. Lalu ia memenjam matanya dan merentangkan kedua tangannya. "Ini namanya bebas."

__ADS_1


Hembusan angin menyentuh kulitnya, dan nyaman dirasa, Reyhan tersenyum. "Tak buruk juga dunia ini, memiliki Kekuatan yang bisa membawaku terbang bebas."



Ia melewati hutan, pegunungan. Matanya melebar melihat pemandangan yang sangat indah yang tak pernah ia temui selama ini.



Dari langit ia melihat-lihat pemandangan, lalu mematanya tertuju pada Air sungai yang mengalir.



Reyhan segera turun mendekati sungai itu. Ia melihat air sungai yang sangat jernih. Lalu ia membasuh mukanya dengar air sungai itu.


Setelah selesai, masih ditempatnya, tiba-tiba matanya melihat salah satu pemandangan gunung yang berbeda, dengan awan hitam di sekitarnya.



Reyhan menyipit matanya ke arah gunung itu, dan merasakan sesuatu yang aneh. Tapi ia menepis pikirannya, lalu kembali terbang melanjutkan terbangnya ke tempat tujuannya.


.


.


.


.....


Reyhan telah sampai di wilayah Kerajaan Xie, dengan terbang dan kecepatan tingginya, ia hanya memakan waktu 2 jam perjalanan. Jika menggunakan kuda atau kereta kuda memakan satu hari. Reyhan terbang masuk wilayah Kerajaan Xie. Beberapa saat kemudian ia melewati pasar, kota Kerajaan Xie. Dirinya bertujuan datang ke Istana Kerajaan itu, dan menemui Raja Xie, hanya untuk membatalkan soal perjodohannya.


Dirinya teringat perkataan Raja Wan, jika menolak perjodohan dianggap penghinaan dan bisa menimbulkan perang. Maka Reyhan akan membuktikannya sendiri. Jika memang harus perang, biar dirinya yang berperang sendirian. Dirinya melakukan itu hanya untuk melindungi masyarakat Kerajaan Wan, paling yang diutamakannya adalah melindungi Permaisuri Xia, Selir May, Selir Bao, dan keempat saudarinya.


Reyhan segera turun setelah melihat depan gerbang istana Xie yang terjaga oleh beberapa prajurit sana. Tak ingin dianggap penyusup, lebih baik ia turun di tempat yang sepi. Is telah turun di atap salah satu bangunan yang sepi. Ia segera memakai jubah merahnya setelah ia ambil dari cahaya ruang kekayaannya.


Reyhan segera turun dan pergi menuju pintu gerbang istana Kerajaan Xie. Para prajurit melihat Reyhan dengan tatapan waspada. "Kau siapa ?" tanya mereka serempak.


"Aku Putra Mahkota Rey Hann Wan, dari Kerajaan Wan." jawab Reyhan dingin.


"Benarkah ?" tanya kedua prajurit itu, lalu Reyhan segera menunjukan koin.

__ADS_1


Koin yang Reyhan tunjukan bukan koin untuk menyuap kedua prajurit itu. Koin yang ia tunjukan adalah koin yang melambangkan sebagai bukti ia adalah anggota keluarga Kerajaan Wan. 2 prajurit percaya setelah melihat koinnya, tapi mereka menanyakan tujuan Reyhan.


Reyhan menjawab dirinya ingin bertemu dengan Raja Xie. Lalu salah satu prajurit itu masuk kedalam, dan prajurit yang satunya menjaga Reyhan agar tetap di depan gerbang istana dan menunggu mendapat izin masuk.


__ADS_2