Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 127 | Season 2.1


__ADS_3

_______________________________________


Kini ruangan utama yang luas milik Kekaisaran Amore telah terlihat para pengawal yang sudah tak berdaya. Semua terdiam tak ada yang berani bergerak dari tempat mereka. Reyhan telah selesai melumpuhkan semua pengawal yang datang menyerangnya.


Dengan mudah dan lincah dalam menyerang, semua jatuh setelah bertarung dengan Reyhan seorang diri. Semua masih terdiam tak percaya melihat 1 lawan banyak, dan hanya dimenangkan oleh 1 orang tersebut.


Kaisar Eldezer menelan ludah. Ia benar-benar salah telah mencari masalah dengan sang Raja Wan dari Kerajaan dunia lain. Elios yang tadi terduduk di tanah, ia juga terdiam.


Pandangan Reyhan beralih ke Kaisar Aldoran dengan tatapan tajam. Ia berjalan mendekatinya sambil membuang pedangnya. Kini ia telah berdiri dan depan tepat dihadapan Aldoran.


"Kau ingin mencari masalah denganku ?" tanya Reyhan dengan tatapan tajam miliknya.


"Aku hanya ingin melindungi Putri Anathasya darimu." jawab Aldoran dengan wajah datarnya.


"Ck.., bukankah sudah tau kalau Anathasya telah lama meninggal ?" ucap Reyhan bertanya heran.


Reyhan tak habis pikir, semua orang dari dari dunia lain masih menganggap istrinya adalah Putri Anathasya. "Apa segitu miripnya ?"


"Jika dia sudah meninggal, kenapa dia masih berdiri di dekatmu ? Atau jangan-jangan kau telah membawa Putri Anathasya ke duniamu dan kau mencuci otaknya ?" ucap Kaisar Aldoran.


BUGH !!


Semua orang di dalam ruangan itu terkejut melihat Aldoran terjatuh setelah menerima pukulan di wajahnya.


Reyhan menarik kerah Aldoran. "Kau berani menuduhku. Kau Kaisar tapi justru otakmu yang termakan kata-kata Kaisar itu." ucap Reyhan sambil menunjuk Eldezer dengan dagunya.


BUGH !!


Reyhan kembali memukul wajah Aldoran, dan membuat Aldoran kembali jatuh. Semua orang masih tak percaya. Aldoran adalah Kaisar terkuat, kini telah dibuat jatuh oleh laki-laki asing.


Eldezer terdiam tak berani membatu Aldoran. Caroline berjalan mendekati Aldoran dan membantunya untuk berdiri.


"Cukup, jangan sakiti dia." ucap Caroline.


"Aku memukulnya saja, karena pikirannya telah termakan oleh suamimu dan anak pungutmu yang tak berguna itu." kata Reyhan sambil menunjuk ke arah Eldezer dan Elios, mereka berdua masih saja diam di tempatnya.


.


.


.

__ADS_1


.


*****


Disisi Lain.


Kerajaan Wan.


"Ini sudah sangat lama, kenapa Ayah dan Bunda belum kembali ?" tanya seorang laki-laki yang sudah akan menginjak usia remaja, ia bertanya pada dirinya sendiri.


"Iya kak, aku sangat merindukan ayah dan bunda." ucap salah seorang perempuan, yang ternyata dia adalah adiknya.


"Kata paman Chen dan paman HuanRan, kita harus bersabar menunggu, dan mengirim do'a untuk ayah. Agar ayah bisa membawa bunda kembali pulang." ucap laki-laki lain, yang wajahnya terlihat mirip dengan wajah perempuan itu, tepatnya saudara kembarnya.


Semua mengangguk kepalanya dan mengiyakan kata-kata ucapan laki-laki itu.


Disisi lain di ruangan utama punya istana Kerajaan Wan. Terlihat 2 orang yang tengah sibuk mengerjakan tugasnya. Mereka bertugas menjaga keadaan Kerajaan dan mengurus semua perkerjaan yang ditinggalkan oleh sang Raja Wan pada mereka.


Beberapa lama kemudian, mereka memberhentikan pekerjaan mereka. Mereka bersantai dengan meminum minuman teh mereka. Sejenak mereka ingin beristirahat saat mengurus salah satu anggota keluarga Bangsawan yang mencoba berontak, karena sang Raja telah lama belum kembali.


"Sudah lama sekali." ucap dari salah satu laki-laki itu setelah meminum tehnya dan meletakkannya di meja kayu.


"Kau benar, HuanRan. Ini sudah 3 tahun Raja kita belum kembali." ucap laki-laki, lawan bicaranya, yang tak lain adalah Chen.


"Ayo kita lanjutkan pekerjaan rencana kita untuk menghentikan keluarga Bangsawan itu yanh mencoba berontak." ucap Chen, dan diangguki oleh HuanRan.


.


.


.


.


.


*****


Kembali di keadaan Kekaisaran Amore.


Terlihat semua orang telah berkumpul di ruangan keluarga. Hanya ada keluarga Kekaisaran Amore dan Keluarga Bangsawan Valentine.

__ADS_1


Eldezer dan Elios telah kembali ke Kekaisarannya Tanpa membawa apa-apa. Mereka berniat merencanakan sesuatu untuk kedepannya. Hanya rasa kemarahan Eldezer yang ia bawa saat ini.


Kembali disisi di dalam istana.


Semua pengawal telah disembuhkan oleh sihir cahaya milik Reyhan. Kini Reyhan dan Kaisar Aldoran berdamai.


Sekarang Mereka tengah menikmati makan malam mereka. Kaisar Aldoran mengajak keluarga Valentine untuk makan malam bersama.


Dan tak lupa, Aldoran juga mengajak Reyhan dan Xiu Juan juga ikut makan malam bersama. Kaisar Aldoran kini berada di pihak Keluarga Valentine untuk menjaga Xiu Juan dari Kekaisaran Carrole.


Kaisar Aldoran, mempersilahkan semua keluarga Valentine, Reyhan dan Xiu Juan untuk datang kembali ke istananya. Reyhan dan Xiu Juan kembali pulang ke kediaman rumah besar milik keluarga Valentine.


.....


Sebelumnya saat kejadian di siang hari di ruangan utama. Caroline dan Xiu Juan menghentikan kemarahan Reyhan. Caroline menjelaskan cerita yang sebenarnya.


Kaisar Aldoran mendengar cerita dari mantan kekasihnya. Ia sangat serius dalam mendengar cerita Caroline.


Setelah mendengar penjelasan dari Caroline, Aldoran pun percaya. Eldezer yang tak terima ia menuduh Caroline telah mengarang ceritanya.


Aldoran justru memilih percaya, karena ia sangat mengenal Caroline. Karena Caroline tidak pernah berbohong, tepatnya Caroline tak pandai berbohong kepada siapapun.


Eldezer terdiam, ia menyadari kalau Aldoran sangat mengenali sifat istrinya, karena dulu Aldoran dan Caroline adalah sepasang kekasih sebelum Caroline menikah dengannya, sedangkan dirinya tidak mengenal Caroline sepenuhnya selama pernikahannya sampai saat ini.


Kaisar Aldoran marah pada Eldezer.


Eldezer tak terima, ia marah kepada Caroline karena tidak membela dirinya. Eldezer marah tak terkendali, hingga tanpa sadar ia mengucapkan ucapan yang selama ini tak pernah ia ucapkan.


"Aku menceraikanmu karena telah pergi dari dariku dan membela laki-laki lain yang bukan suamimu !!"


Dan tentu saja, ucapan Eldezer membuat semua orang yang mendengarnya terkejut tak main. Caroline hanya bisa diam. Meski sakit di hatinya, tapi ia merasa lega, karena akan terlepas dari Kaisar Eldezer, dan kembali pulang ke keluarganya.


.....


Dan kembali kesisi Eldezer dan Elios tengah dalam perjalanan pulang kembali ke Kekaisaran mereka.


Dalam hati Eldezer, ia menyesal karena tak dapat mengendalikan emosinya, sehingga ia harus melepas Caroline. Kini ia benar-benar telah kehilangan Putrinya dan Istrinya.


Dan sekarang Eldezer dan Caroline hanya menunggu hari pemutusan hubungan. Dan akan hari itu benar-benar akan dilaksanakan dalam waktu dekat karena ucapan Eldezer telah disaksikan oleh orang banyak.


.....

__ADS_1


Waktu terus berjalan. Tak terasa sisa hari Reyhan bisa membuka pintu portal, 7 hari lagi. Semua berkumpul di halaman belakang rumah. Kediaman Keluarga Bangsawan Valentine dijaga ketat oleh para pengawal penjaga dari pihak Kekaisaran Amore.


Tiba-tiba saat mereka bersantai, tiba-tiba ada seorang pengawal dari pihak Kaisar datang, dan meminta semua keluarga Valentine berserta Reyhan dan Xiu Juan untuk datang ke istana.


__ADS_2