
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Di tengah-tengah suasana kota Kerajaan Xie damai, tentram seperti biasa, tiba-tiba ada hembusan angin yang lewat menyelimuti wilayah itu. Semua orang terdiam sejenak setelah angin itu lewat. Semua saling berpandangan dan bertanya-tanya.
Akhirnya mereka semua menganggap angin itu adalah angin biasa. Lalu semua kembali menjalankan aktifitas mereka masing-masing. Hanya 1 orang saja yang masih bertanya-tanya tentang angin lewat barusan. Reyhan merasa angin yang lewat itu bukanlah angin biasa.
Reyhan dan Xiu Juan memilih kembali ke istana Kerajaan Xie. Setelah kembali, Reyhan berpamitan kepada Xiu Juan untuk kembali pulang. Tak lupa ia juga berpamitan kepada Raja Xie, Permaisurinya, dan Putra Mahkota To Mu Xie. Seperti biasa ia menggunakan sihir perpindahan tempat untuk kembali pulang ke Kerajaan Wan.
.
.
Dengan sihir perpindahan tempat, Reyhan langsung berada di ruang kerja Raja Wan. Raja Wan yang masih duduk di tempatnya, hanya menghela nafasnya karena sifat Reyhan, yang tak lain Putranya masih saja selalu muncul dengan sihirnya tanpa salam
"Putraku, bisakah kau memberi salam terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan ?" ucap Raja Wan, sambil melihat Reyhan yang mulai duduk di salah satu kursi di ruangannya.
"Ya.., ya.., maaf dan baiklah, akan kuubah kebiasaanku." balas Reyhan santai.
"Apa ayah merasakan angin lewat di sekitaran istana kita ?" lanjut Reyhan bertanya.
"Ya, ayahmu ini juga merasakannya, hanya saja ayah menganggap itu adalah angin lewat saja." balas Raja Wan.
Reyhan memilih diam, karena Raja Wan pasti tidak merasa curiga apapun. Sedangkan dirinya saat waktu di Kerajaan Xie, ia merasa angin itu bukanlah angin biasa yang lewat, melainkan sebagai angin kebebasan. Dan disitulah ia teringat sesuatu kejadian 3 bulan yang lalu.
Yang dimana ada seorang peramal datang dan memberitahu sang iblis telah bangun. Reyhan mencoba mengingat-ngingat ingatan Putra Mahkota Rey Hann di pikirannya. Setidaknya ia bisa melihat ingatan dari Putra Mahkota Rey Hann tentang iblis di dunia yang ia tinggali.
Ternyata nihil. Reyhan tak melihat tentang iblis di dalam ingatan si pemilik tubuhnya. Tak ingin berlama-lama, ia pamit kepada Raja Wan untuk pergi dengan alasan untuk latihan. Raja Wan pun mempersilahkannya. Setelah keluar dari ruangan Raja, Reyhan masih kepikiran tentang dunia yang ia tinggali.
__ADS_1
"Apakah di dunia ini mengimpan rahasia, tapi kenapa di dalam ingatan Putra Mahkota Wan sama sekali tidak mengetahui tentang iblis tersebut ?" batinnya.
Reyhan telah sampai di lapangan latihan. Terlihat ada beberapa prajurit yabg sedang latihan. Reyhan mengangguk kepalanya dan tersenyum tipis setelah melihat semua prajurit yang sedang latihan memberi hormat dan salam. Reyhan mempersilahkan kembali ke semua prajurit untuk melanjutkan latihannya.
Semua prajurit kembali melanjutkan latihannya. Dan Reyhan hanya berdiri sambil memandang semua yang ada didepannya. Saat terdiam dirinya, dirinya teringat senyuman kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Xiu Juan. Ia teringat dimana pertama kali ia bertemu.
Reyhan tak menyangka ternyata Xiu Juan adalah bereinkarnasi menjadi XiuLee, gadis kecil yang selama ini ia sukai waktu di kehidupan di masa dunia modernnya. Yang bikin mengejutkan lagi, XiuLee kembali bereinkarnasi ke kehidupan pertamanya.
Dan tak menyangka sahabatnya KunLee, pun adalah orang yang sama mengalami hal seperti XiuLee. Reyhan kembali teringat awal pertemuan dengan Xiu Juan. Tiba-tiba ia teringat dimana Xiu Juan memberikannya sebuah batu hitam saat akan berpisah di awal pertemuan.
(BAB 12)
Tangan Reyhan maraih batu itu masih ia simpan di dalam celananya. Lalu ia melihat-lihat batu hitam itu. Ya, batu yang ia genggam saat di awal pertemuannya Xiu Juan. Ia menggenggam batu itu, sesekali ia melemparnya ke atas udara. Batu itu turun jatuh ke bawah, lalu ia tangkap dan melemparnya lagi ke udara.
Saat lemparan ke-5, tiba-tiba mata Reyhan melihat bola cahaya putih kecil datang ke arahnya. Saat beberapa centi lagi akan dekat tubuhnya, bersama batu hitam yang ia lempar ke atas, telah jatuh dan mengenai cahaya itu. Tanpa diduga, bola cahaya putih itu telah masuk kedalam batu hitamnya.
Reyhan bernafas lega, ia mengira ia akan terkena serangan bola cahaya putih yang datang ke arahnya. Tanpa disengaja batu yang ia lempar, jatuh ke bawah dan melindunginya, hingga bola cahaya putih itu masuk ke dalam batu. Batu hitamnya kini telah jatuh ke tanah, Reyhan pun mengambilnya.
Lalu ia mengembalikan batu hitamnya ke dalam celananya. Tiba-tiba ada suara datang ke arahnya.
"Adik..."
Reyhan menoleh kepalanya, dan melihat siapa yang memanggil namanya. Ia pun tersenyum ternyata yang memanggilnya Putri Mahkota Lin Wei sedang jalan menghampirinya, dan diikut Putri Jing Mi dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu.
.
.
.
"Kau sedang apa kau disini kakak ?" tanya Putri Jing Mi setelah mereka bertiga mendapat hormat dan salam dari prajurit yang sedang latihan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihat-lihat prajurit yang sedang latihan." jawab Reyhan sambil kembali melihat semua prajurit yabg sedang latihan.
Mereka ber-5 berdiam sambil belum diri melihat prajurit-prajurit Kerajaan Wan sedang latihan. Tak lama kemudian beberapa pengawal datang membawa 5 kursi dan 1 meja.
Ternyata itu disediakan untuk Reyhan dan ke-4 saudarinya. Dan juga pelayan datang sambil membawa makaana ringan dan minuman teh hangat. Reyhan dan ke-4 saudarinya menerima itu dengan senang hati.
Kini Reyhan, Putri Mahkota Lin Wei, dan ke-3 saudarinya tengah duduk di kursi yang sudah disediakan oleh para pengawal tadi. Dan tak lupa mereka juga sambil menikmati kue bulan dan seduhan teh hangat di cangkir mereka masing-masing.
.
.
"Kakak, apakah kau mau latihan bertarung melawanku ?" tanya Putri An Niu tiba-tiba kepada Reyhan.
"Adik, kau jangan menantangnya, kau sudah pasti akan kalah." ucap Putri Mahkota Lin Wei.
"Tak mungkin aku kalah darinya, kakak Rey Hann pasti tak tega mengalahkanku." balas An Niu.
"Hey..! Yang benar saja jika kau ingin latihan melawan kakak Rey Hann, aku juga menginginkannya." ucap Putri Zhu Niu.
"Tidak untuk kau, hanya aku." jawab An Niu tegas.
"Itu tidak adil, aku juga ingin latihan bertarung melawan kakak Rey Hann." balas Zhu Niu kesal.
"Tak hanya kalian berdua, aku pun juga ingin latihan bertarung melawan kakak Rey Hann." ucap Putri Jing Mi tiba-tiba.
"TIDAK !!" An Niu dan Zhu Niu bersamaan, seketika Jing Mi terdiam.
Reyhan hanya terkekeh lalu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke-3 adik perempuannya ribut hanya ingin latihan bertarung melawan dirinya. "Baiklah, cukup kalian ber-3 latihan bertarung melawanku."
Lalu Reyhan memandang Lin Wei. "Apa kau ingin ikut latihan berdua bersamaku dan melawan mereka ber-3 ?"
__ADS_1
Putri Mahkota Lin Wei tersenyum dan mengangguk-angguk kepalanya. "Tidak masalah."