
_______________________________________
Awalnya Elena tengah selesai mengalahkan salah satu monster beruang. Setelah itu, dia pergi melanjutkan petualanganya. Ia menaiki salah satu pohon besar. Tanpa disengaja ia melihat seorang pria dewasa yang mengenakan jubah hitam.
Pria itu terlihat mencurigakan, karena terlihat asing. Elena mengikuti pria itu dengan secara sembunyi-sembunyi. Setelah lama mengikutinya, pria itu sadar kalau dirinya sedang diikuti.
Dia langsung menyerang gadis yang mengikutinya dengan cara menyemburkan Api hitam miliknya. Elena terkejut dan dengan cepat ia menghindar. Mereka saling diam dan saling menatap tajam.
Dan terjadilah pertarungan diantara mereka.
"Pria ini kuat sekali, tapi aku tidak akan menyerah, dari penampilannya jelas-jelas orang asing dan sangat mencurigakan." batin Elena.
Beberapa saat kemudian mereka berdua bertarung, ternyata baru 2 orang yang datang dan melihat aksi pertarungan mereka.
2 orang itu yang tak lain adalah Alice dan Reynal. Mereka baru sampai dan melihat seorang gadis yang tak sing di mata mereka berdua.
Alice menatap tajam ke arah Elena. "Sudah kuduga. Aku pasti menemukanmu yang selalu berbuat seenaknya."
Terlihat Elena sedang bertarung dengan seorang asing. Orang asing itu seperti seorang pria dewasa, dan mengenakan jubah hitam.
Reynal terbelalak melihat pria dewasa itu.
"Paman ?"
Alice yang mendengar, pun menoleh ke arah Reynal. "Dia pamanmu ?"
"Kita harus menjauhi Elena dari pamanku." ucap Reynal serius.
"Sebenarnya ada apa ?" tanya Alice.
"Intinya pamanku berbahaya." jawab Reynal, ia langsung meloncat cepat ke arah Elena dan Pamannya yang sedang bertarung.
.....
Disisi Elena.
Seperti biasanya, dia bertarung dengan Pedang besarnya. Sedangkan lawannya, pria itu tak peduli senjata yang dikenakan oleh Elena.
Pedang besar milik Elena dan pedang milik pria itu saling beradu. Mereka meloncat mundur, karena merasakan akan ada yang datang.
DUAR !!
Tiba-tiba ada yang datang, dan menimbulkan sebuah ledakan diantara Elena dan pria itu.
__ADS_1
Elena terkejut melihat laki-laki yang ia takuti kini tengah berada di depannya. Sedangkan disisi pria itu, dia pun tak kalah tekejutnya melihat keponakannya
Kedatangan Reynal membuat mereka berdua terkejut dan diam. Lalu muncullah Alice yang juga baru mendaratkan dirinya di dekat Reynal.
"Tak kusangka, ternyata kita bertemu lagi, keponakanku." ucap laki-laki itu, yang tak lain adalah Jian Heeng.
"Ya, kita ketemu lagi, kali ini aku akan membiarkanmu melarikan diri lagi paman." balas Reynal dingin.
Lalu Reynal menarik pedangnya dan mengarahkannya ke arah Jian Heeng. Begitu juga dengan Jian Heeng, ia juga mengarahkan pedangnya ke arah keponakannya.
Reynal sedikit menoleh ke arah Alice yang berdiri di dekatnya. "Kau bawalah Elena, dan pergi dari sini."
"Lalu bagimana denganmu ?" tanya Alice sedikit khawatir.
"Aku harus mengalahkan pamanku. Dia adalah orang yang berbahaya di dunia ku." ucap Reynal, ia langsung maju meninggal Alice yang masih penuh dengan kebingungan.
Disisi Jian Heeng, ia pun maju. Ia tidak akan segan-segan menyerang keponakannya. Alice segara mendekati Elena.
"Apa kau tak bosan berbuat ceroboh." ucap Alice.
Elena hanya nyengir kuda. "Kak Alice, aku hanya ingin mengasah kemampuanku."
"Tapi tidak perlu pergi sendiri juga." jawab Alice gemas.
"Lalu kau bisa bersama dengan dia, bagaimana ceritanya ?" tanya Elena melihat Reynal yang kini bertarung dengan Jian Heeng.
Belum sempat Elena bertanya lagi, tiba-tiba di dekat mereka berdua ada sebuah ledakan.
DUAR !!
Alice yang cepat, ia langsung bergerak dan membawa Elena berguling menghindari ledakan itu.
"Kak Alice, aku harus membalas pria tua itu" ucap Elena.
Alice memengang kedua pundak gadis itu. "Kau jangan gegabah."
"Tapi dia mencurigakan." jawab Elena.
"Reynal memperingatiku kalau pamannya bebahaya." kata Alice.
"Paman ?" sahut Elena.
"Pria yang kau lawan adalah pamanya Reynal," jawab Alice. "tapi Reynal meminta kita untuk pergi menjauh, karena pamannya berbahaya." lanjutnya, ia tak ingin Elena berfikir yang tidak-tidak kepada Reynal, dan Elena yang mendengar, ia mengiyakan.
__ADS_1
Alice dan Elana berlari lalu melompat tinggi ke arah pohon yang besar. Kini mereka berada di tangkai pohon besar itu. Mereka berdua berdiam di tempat mereka.
Dari tempat mereka, mereka bisa melihat pertarungan Reynal dengan pamannya. Ya, jarak kedua gadis itu tak jauh dari jaraknya tempat bertarungnya Reynal dan pamannya.
Alice dan Elena membeku melihat pertarungan Reynal dan pamannya yang cukup mengerikan. Pertarungan 2 laki-laki itu terlalu bruntal.
Reynal dan Pamannya saling mengayunkan pedangnya. Mereka berdua sama-sama terluka terkena serangan mereka. Tak peduli berapa banyak luka yang mereka dapat.
Elena dan Alice tersadar kalau Reynal memiliki Kekuatan regenerasi. Dan ternyata benar Reynal menggunakan itu sambil tertarung. Tapi ada yang membuat mereka berdua terkejut lagi.
Ternyata Pamannya Reynal juga memiliki kesamaan. Memiliki kekuatan regenerasi. Alice dan Elena tak habis pikir, dari cara bertarung 2 laki-laki itu sangat bruntal.
"Kak Alice, apa karena mereka bisa menyembuhkan diri saat bertarung, jadi mereka tak peduli luka-luka yang mereka dapat ?" tanya Elena yang terpaku melihat pertarungan Reynal dan pamannya.
"Ya, sepertinya begitu." ucap Alice yang juga terpaku melihat pertarungan 2 laki-laki itu. Lalu ia menoleh ke arah Elena. "Apa kau sadar ? 2 laki-laki yang hadapi ternyata orang yang berbahaya."
Mendengar ucapan Alice, Elena tersadar. Ya, ternyata selama ini Reynal yang selalu ia jelekan sebelumnya adalah laki-laki yang berbahaya.
Ditambah berusan, ternyata pria yang ia lawan tadi adalah pamannya Reynal. Bahkan pria itu juga berbahaya seperti keponakannya.
Tiba-tiba terjadi ledakan lagi.
Ledakan itu sangat besar. Alice dan Elena segera pergi, tapi mereka tidak waktu. Ledakan itu meluas begitu cepat. Percuma Alice dan Elena untuk menghindar, tetap akan kena.
Wsst !!
Ditangah mereka yang akan terkena ledakan. Muncullah laki-laki dan itu membuat Alice dan Elena terkejut. Mereka berdua melihat Reynal yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Laki-laki itu memegang pundak kedua gadis itu.
Wsst !!
.....
Di tempat lain, masih di hutan.
Alice dan Elena terduduk di tanah. Mereka terlihat membeku apa yang menimpanya. Ya, laki-laki itu membawa mereka berteleport.
"Sekarang kita dimana ?" tanya Alice.
"Kita masih di hutan, tak jauh dari tempatku tadi saat bertarung dengan pamanku." jawab Reynal yang juga terduduk di tanah.
Terlihat laki-laki itu seperti kehabisan nafas. Dadanya naik turun. Alice mendekati Reynal. "Kau baik-baik saja ?"
Reynal tersenyum. "Ya, aku baik-baik saja."
__ADS_1
Dirinya masih belum sepenuhnya mengendalikan Sihir Cahaya dan Sihir Gelap secara bersamaan, tidak seperti ayahnya. Sehingga membuatnya seperti kehabisan tenaga.
Reynal pun perlahan merebahkan tubuhnya di tanah. Alice terlihat kasihan kepada laki-laki itu. Laki-laki itu terlihat memenjamkan kedua matanya.