Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 91


__ADS_3

Lin Wei menoleh kepalanya dan menatap KunLi Wong. "Apa kau pernah melihat pergi kesini dan melihat pantai ini sebelumnya ?"


"Pernah..., ya aku melihat pantai." jawab KunLi Wong gugup.


Putri Mahkota Lin Wei terus menatap KunLi Wong, seakan-akan ia tidak percaya dengan jawaban yang ia dengar. "Benarkah ? Kapan kau melihatnya ? Bukankah ini adalah pertama kalinya kau pergi dan melihat pantai ? Karena sepengetahuanku kau selalu sibuk di istana."


"Aku melihatnya di dalam mimpiku saat tidur." jawab KunLi Wong asal.


"Mimpi ?" sahut Lin Wei.


"Ya, saat aku tertidur, aku bermimpi melihat pantai, dan sekarang aku merasakan mimpiku menjadi kenyataan, karena pemandangan pantai ini sangat sama dengan mimpiku." jawab KunLi Wong yang mencoba menjelaskan.


Jujur, KunLi Wong di kehidupan pertama dan ketiganya yang sekarang, ia tak pernah melihat pantai. Saat di kehidupan keduanya, di zaman modern, ia, Xiu Juan, Reyhan pernah pergi ke pantai. Tak hanya ber-3, sekeluarganya pun ikut pergi melihat pantai.


Ketika ia mendengar Lin Wei memberi pertanyaan kapan dirinya pernah pergi ke pantai, ia memilih menjawab pernah melihatnya di dalam mimpi, karena tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya. Pasti Lin Wei takkan percaya mendengarnya.


Mendengarkan penjelasan KunLi Wong, Lin Wei merasa ada yang disembunyikan. Saat ia ingin bertanya lagi, tiba-tiba tanganya dipegang dan perlahan ditarik seseorang. Ternyata Xiu Juan 'lah yang menariknya.


"Kakak, ayo !! Selagi disini kita bermain air." ajak Xiu Juan yang mengerti kalau KunLi Wong sedang kebingungan untuk menjelaskan.


"Bermain air ?" sahut Lin Wei kebingungan, seketika ia melupakan topiknya bersama KunLi Wong.


"Iya, ayo ikut denganku, kita bermain air laut." jawab Xiu Juan sambil membawa Lin Wei mendekati tepi pantai.


Disisi KunLi Wong merasa lega, karena Xiu Juan membawa Lin Wei agar melupakan pertanyaannya. Lalu ia segera duduk sembarang di pasir tanpa alas. Reyhan pun ikut di sampingnya.


"Kenapa pantainya sepi ya MasBro, hanya kita ber-4 ?" tanya KunLi Wong.


"Entahlah.., waktu pertama kali aku kesini, pantai ini pun sudah sepi." jawab Reyhan.


"Seandainya kita punya kamera, kita bisa menyimpan moment pemandangan ini." ucap Reyhan sambil tertawa kecil, menggantikan topik pembicaraan.


"Hahahaha bener MasBro, tapi sayangnya kita tak bisa membawa barang-barang elektronik kita ya." balas KunLi Wong sambil tertawa.


"Kalau misalnya salah satu barang elektronik terbawa, misalnya handphone gitu. Kalau baterainya habis gimana ya cara chargernya ?"


"Jika memang seperti itu, kau bisa minta bantuan kepada calon istrimu, bukankah calon istrimu memiliki sihir petir." jawab Reyhan sambil tertawa geli.

__ADS_1


"Yang ada handphonenya hangus, hahaha" jawab KunLi Wong, ia tertawa lagi.


"Sudah-sudah, jangan membicarakan tentang barang-barang masa depan yang tidak ada di dunia ini. Ayo kita susul mereka berdua untuk melihat sunset." balas Reyhan sambil berdiri.


KunLi Wong juga ikut berdiri. Ia dan Reyhan membersihkan sisa-sisa pasir yang menempel di kain hanfunya. Lalu mereka berdua berjalan bersama menuju Xiu Juan dan Lin Wei yang sedang saling menyipratkan air laut.


.


.


Xiu Juan dan Lin Wei masih asik bermain air laut hingga tak sadar hanfu yang dikenakan mereka sudah terlihat basah. Kegiatan mereka terhenti setelah mendengar suara Reyhan dan KunLi Wong memanggil nama mereka.


Xiu Juan dan Lin Wei menghentikan kegiatannya, lalu berjalan mendekati calon suami mereka masing-masing. Reyhan dan KunLi Wong hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya setelah melihat tingkah laku calon istri mereka.


"Ayo, sekarang waktunya kita melihat sunset !" ajak KunLi Wong dan langsung memegang tanga Lin Wei dan membawanya pergi menjauh dari Reyhan dan Xiu Juan di tempat


"Kita kenapa berpisah dengan mereka ?" tanya Lin Wei saat KunLi Wong masih menarik lembut tangannya dan menuntunnya berjalan menjauhi Reyhan dan Xiu Juan di tempatnya.


Reyhan dan Xiu Juan hanya memberi ajungan jempol kepada KunLi Wong sebelum membawa pergi Lin Wei.


.


.


Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Lin Wei terkejut lalu ia menoleh kepalanya, dan ternyata calon suaminya. KunLi Wong memeluk tubuh Lin Wei dari belakang dan tersenyum. Lin Wei merasa senang lalu ia kembali melanjutkan melihat sunsetnya.


"Wajahmu sangat mirip dengannya." batin KunLi Wong yang masih memeluk tubuh Lin Wei dari belakang, ia tiba-tiba teringat seorang gadis yang pernah mewarnai hari-harinya saat ia hidup di kehidupan keduanya.


Setelah selesai, dan hari akan mulai gelap, KunLi Wong mengajak Lin Wei untuk kembali bersama ke Reyhan dan Xiu di tempat sebelumnya.


"Ayo, kita kembali!" ajak KunLi Wong sambil mengulurkan tangannya.


Lin Wei mengangguk kepalanya, lalu ia menerima uluran tangan calon suami untuknya. Lalu ia bawa pergi kembali oleh KunLi Wong ke tempat sebelumnya, karena memang hari sudah mulai akan malam.


Mereka berdua hampir sampai ke tempat awal. Sambil berjalan bersama, KunLi Wong dan Lin Wei saling bergandengan tangan. Mereka saling bertatap. Lin Wei merasa malu ketika KunLi Wong menatap penuh tulus padanya.


Tak kuat saling bertatapan, Lin Wei lebih dulu membuang muka dan memandang ke arah depan. Tiba-tiba langkah kakinya berhenti. KunLi Wong yang dari terus menatap calon istrinya merasa heran, karena tiba-tiba Lin Wei berhenti berjalan.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kau tiba-tiba berhenti ?" tanya KunLi Wong, tangannya masih menggenggam tangan calon istrinya.


Lin Wei tidak menjawab, seakan tidak tidak peduli dengan pertanyaan dari calon suaminya. Matanya terus menatap arah depan. KunLi Wong mengernyit heran, lalu ia menoleh kepalanya mengikuti arah pandangan yang dilihat Lin Wei.


Baru saja menoleh dan seketika matanya terbelalak seakan tak percaya apa yang ia lihat. Lalu ia mengucek kedua matanya, untuk memastikan penglihatan kedua matanya. Ternyata apa yang ia lihat sungguh nyata.


Di depan Lin Wei dan KunLi Wong kini sedang ada 2 manusia berjenis kelamin berbeda, antara laki-laki dan perempuan. Mereka berdua saling baradu bibir mereka berdua. Tepatnya, Reyhan dan Xiu Juan kini sedang berciuman dan saling memberi lum*tan mesra.


"5hit !!" batin KunLi Wong mendengus kesal.


.


.


"Ehem...!!"


KunLi Wong berdehem cukup keras, dan bemar saja, seketika Reyhan dan Xiu Juan tersadar dan langsung melepas ciuman mereka. Mereka berdua terlihat sangat malu, karena ketahuan oleh KunLi dan Lin Wei yang kini menatap tajam ke arah mereka.


Perlahan KunLi Wong berjalan mendekati Reyhan dan Xiu Juan sambil, Lin Wei pun ikut berjalan di belakangnya, karena tangannya masih di genggaman tangan KunLi Wong. Setelah berdiam diam di depan Reyhan dan Xiu Juan, semua saling berdiam, tak ada yang bersuara. Suasana menjadi hening.


.


Hening.


.


Hening.


.


Hening.


.


"Ayo kita pulang." ajak Reyhan memecahkan keheningan suasana mereka.


Tak ada jawaban dari KunLi, Lin Wei, dan Xiu Juan, hanya mendapat angguk-anggukan kepala mereka saja. Setelah itu, Reyhan langsung membawa pulang mereka ber-3 ke Kerajaan mereka masing-masing menggunakan sihir teleportnya.

__ADS_1


__ADS_2