
_______________________________________
Portal untuk menyebrangi antar dua dunia menghilang. Elena menangis, seperti yang kita ketahui, ia menangis karena harus berpisah dengan Alice, sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya.
Yang tadinya Aland merangkul istrinya, ia perlahan memeluknya. Elena semakin menangis. Aland hanya bisa mengelus lembut punggungnya. Perlahan Elena dan Aland melepas pelukannya.
"Sudah, jangan menangis. Alice sudah menemukan tempat bahagianya." ucap Aland. Elena hanya mengangguk-angguk kepalanya.
Dalam hatinya, Aland juga sedih atas perginya teman barunya, namun ia tak mau istrinya melihat sedih. Ia mencoba tenang.
Tiba-tiba wajah Aland berubah menjadi dingin, ia menoleh. Pandangannya mencari sesuatu yang membuatnya curiga.
Elena melihat itu berhenti menangis, ia mengerut dahinya saat melihat suaminya seperti waspada keadaan sekitar.
"Kenapa ?" tanya Elena.
"Aku merasakan sesuatu seaakan kita sedang diawasi." jawab Aland waspada.
Aland semakin yakin ada seseorang yang sedang bersembunyi dan mengawasi kegiatannya saat awal, ia dan Elena datang untuk melihat Alice dan rombongannya untuk terakhir kalinya.
Pada akhirnya keluarlah seorang laki-laki dari balik pohon besar, Aland dan Elena langsung menatapnya. Ternyata Delbert, ia keluar dari persembunyiannya.
Elena mengerut dahinya. "Kakak ?"
Aland memutar bola matanya. "Ternyata kakak ipar."
"Kenapa kakak disini ?" tanya Elena heran melihay kakak laki-lakinya.
Delbert menghela nafasnya. "Aku ingin melihat Alice untuk yang terakhirnya."
"Aahh, aku kira, kau akan mengambilnya, dan membawanya kabur jauh." kata Aland sinis.
"Yah, aku awalnya berencana seperti itu." jawab Delbert. "Tapi jelas mustahil, karena usahaku selalu gagal oleh laki-laki asing itu." lanjutnya.
Aland menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tak habis pikir dengan Delbert yang masih terobsesi kepada Alice. "Kau seharusnya belajar dari kesalahan. Sudhs jelad Reynal dan yang lainnya takkan mudah kau kalahkan. Ditambah kondisi Alice yang sekarang, sekali kau memaksanya, mungkin saat itu juga, Alice pasti akan membunuhmu karena sudah pasti ia kehabisan kesabarannya."
"Dan sekarang, apa rencanamu ?" tanya Aland.
Delbert tak menjawab, ia memilih melompat tunggi dan pergi meninggalkan adik perempuannya dan adik iparnya. Elena hanya bisa menghela nafasnya melihat kakak laki-lakinya seperti itu.
"Aku harap, dia bisa mencari gadis lain." kata Elena.
"Ya, aku harap begitu." jawab Aland.
__ADS_1
Elena dan Aland pun segera pergi pulang ke istana. Mereka pasti akan dilempari pertanyaan, karena pergi tanpa berpamitan. Pasangan pengantin baru itu mulai memikirkan alasan jika ditanya keluarganya.
.....
Disisi Delbert, ia hanya bisa diam dengan manjtuhkan air matanya. Ia masih tak rela kehilangan Alice, tapi mau bagaimana lagi.
Sekarang Alice tak mudah dikalahkan, Alice pun juga sudah membencinya, dan mustahil untuk bisa mengejarnya ke dunia lain sana.
Delbert berhenti setelah melihat sebuah air terjun, ia segera duduk di sebuah batu besar di dekatnya. Ia berdiam, air matanya keluar.
Mungkin sudah saatnya ia melupakan gadis pujaannya. Percuma diharapkan, ia takkan pernah kembali lagi dan hadir dihadapannya.
Lagian jelas-jelas gadis pujaannya telah sepenuhnya membenci dirinya karena keburukannya sendiri.
Delbert menghela nafasnya.
"Mungkin sudah seharusnya aku melupakan Alice, dan berubah menjadi yang lebih baik."
*****
Disisi Lain.
Wilayah Kerajaan Wan, tepatnya di ruang utama keluarga. Reyhan dan rombongannya baru saja kembali pulang dari dunia lain, tepatnya dunia fantasi.
Kini mereka semua telah kembali pulang. Reyhan langsung memanggil pengawalnya, para pengawal terkejut melihat kepulangan Reyhan dan yang lainnya dan berhasil menangkap Jian Heeng.
"Kembalikan dia ke penjara." Reyhan memberikan perintah.
Para pengawal menjalankan tugasnya, dan membawa Jian Heeng ke tempat tahanannya.
XiuJuan bangkit dari duduknya, ia berlari kecil, ia memeluk Putra-Putri kembarnya. Rasa rindunya sudah tak bisa ia tahan melihat anak-anak berkumpul kembali.
"Sayang, kenapa aku tidak peluk juga ?" kata Reyhan bertanya.
XiuJuan segera melepaskan Putra-Putri kembarnya dari pelukannya. Ia berjalan mendekati suaminya dan memeluknya.
"Selamat datang kembali, suamiku." ucap XiuJuan.
Reyhan membalas pelukan istrinya. "Ya, aku pulang kembali."
Reyval bangkit dari duduk, ia berjalan mendekati Reynal dan Reynalda. Xianlun, JiaLi, dan Jackie pun juga mengekori Reyval.
"Selamat pulang kembali adik-adikku." ucap Reyval, sambil memegang pundak kedua adik kembarnya.
__ADS_1
Reynal dan Reynalda memeluk kakak laki-laki mereka. Reyval membalas pelukan adik kembarnya. Giliran JiaLi, dan Jackie memeluk sepupu kembarnya.
Pandangan Reynal tertuju perut Xianlun, yang sudah membuncit. "Wah bentar lagi, aku akan memiliki keponakan."
Reynal senang melihat kakak dan kakak iparnya akan memiliki anak, dan dia menjadi paman untuk keponakannya. Reyval dan Xianlun juga tersenyum senang.
Chen, AnNiu, ZhuNiu, dan HuanRan pun juga bangkit dari duduknya, mereka berempat menyambut Sang Raja Wan yang telah pulang kembali.
Reyhan pun bersuara. "Jadi kenapa kalian sedang berkumpul disini ?"
"Secara kekeluargaan, kita sedang membahas tentang kenaikan Reyval menjadi penerusmu setelah kau pulang Yang Mulia." jawab Chen.
"Ayolah, bukankah sedang berkumpul secara kekeluargaan bukan pada umumnya, cukup panggil aku kakak ipar." jawab Reyhan.
Semua tertawa, Reyhan masih saja tidak berubah. Pandangan XiuJuan tertuju kepada gadis yang ada didekat Reynal. Gadis yang ia lihat sungguh cantik.
Tapi dia siapa ? Itulah isi kepalanya. Namun ada yang membuat XiuJuan terkejut, saat Reynal mendekatinya dan menggenggam tangan gadis itu.
"Ehem.. Semuanya tolong dengarkan aku." Reynal bersuara.
Semuanya seketika menoleh ke arah Reynal. Reyhan dan Reynalda tersenyum melihat Reynal akan memperkenalkan kekasihnya.
Semua keluarganya menatap Reynal yang berdiri disamping seorang gadis yang sangat cantik. Sepertinya sangat asing di mata mereka. Sudah jelas.
"Semuanya, kenalkan dia, Alice. Dia kekasihku."
Semua terdiam mendengar Reynal memperkenalkan seorang gadis cantik dihadapannya. Beberapa detik kemudian mereka terkejut. "Kekasih ??"
Setahu mereka Reynal, laki-laki yang dingin, dan tak pernah dekat dengan gadis manapun. Putri dari Bangsawan, dan Putri-Putri Kerajaan lainya selalu ia hindari.
Pulang-pulang, Reynal membawa seorang gadis yang cantik, dan memperkenalkan gadis itu yang ternyata kekasihnya.
XiuJuan melangkahkan kakinya mendekati Reynal dan Alice. Setelah berhadapan, XiuJuan menatap tajam ke arah Putra Bungsunya, lalu beralih ke arah gadis cantik yang bernama Alice itu.
Alice hanya menunduk kepalanya. Reynal menggenggam erat tangannya, seakan memberinya Kekuatan.
"Kau dari mana mendapat gadis cantik ini, Reynal ?" tanya XiuJuan, lalu ia tersenyum.
"Saat aku di dunia lain sana, aku bertemu dengannya, kita semakin dekat, dan pada akhirnya ya begini, bunda." jawab Reynal.
Reyhan mendekati istrinya, lalu ia membisikkan sesuatu. Semua heran melihat Reyhan berbisik agak lama. XiuJuan terdiam mendengarnya, lalu menatap Alice.
XiuJuan pun mendekati Alice dan memeluknya. "Selamat datang calon mantuku."
__ADS_1