
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
Putra Mahkota Jiazhen terus mengayun pedangnya dan menyerang ke-7 anggota Ksatria. Setelah itu, Pangeran Jierui Wong menggunakan sihir Apinya untuk menyerang, tapi dengan lihainya Putra Mahkota Jiazhen bisa bergerak cepat untuk menghindar. Setelah menghindar, bersamaan Putra Mahkota Jiazhen langsung menyerang Ksatria XeuMei dengan pukulannya ke arah wajahnya.
Ksatria XeuMei terdorong mundur setelah menerima pukulan hebat dari Putra Mahkota Jiazhen. Bersamaan setelah itu, Putra Mahkota Jiazhen langsung melancarkan sihir Angin hebat miliknya dan mendorong tubuh Ksatria XeuMei terpental, hingga menabrak Ksatria JiangWu. Mereka berdua terjatuh di tanah. Pangeran Jierui Wong melihat itu tak terima, ia segera menggunakan sihir semburan Apinya ke arah Putra Mahkota Jiazhen.
Putra Mahkota Jiazhen melompat untuk menghindari semburan Api milik Pangeran Jierui. Putra Mahkota Jiazhen berdiri tegak, lalu keluarlah Angin di yang melingkari di kaki kanannya.
Putra Mahkota Jiazhen berlari dan melompat ke arah Pangeran Jierui Wong. Belum sempat terkejut, Putra Mahkota Jiazhen sudah duluan menentang tubuh Pangeran Jierui Wong, dan terpental jauh.
Anggota Ksatria lainnya terkejut melihat sosok Pangeran Jierui Wong telah dikalahkan hanya sekali serangan. Putra Mahkota Feng Yin dan Ksatria WangDun mempersiapkan sihirnya untuk menyerang. Belum sempat dilancarkan, Putra Mahkota Jiazhen duluan menyerang mereka berdua dengan sihir tiupan Angin hebat miliknya.
Putra Mahkota Feng Yin dan Ksatria WangDun terdorong jauh ke belakang dan akhirnya terjatuh tergeletak di tanah. Mereka berdua terlihat sudah tak berdaya untuk bangkit dari jatuhnya. Putra Mahkota Jiazhen Kai tersenyum, lalu tiba-tiba tubuhnya terdorong mundur, tapi ia bisa langsung mengimbanginya agar tidak jauh di tanah. Putra Mahkota HaoCun 'lah yang melancarkan sihir anak panah Angin kepadanya.
"Kau ingin bermain denganku ? Baik, akan 'ku layani." ucap Putra Mahkota Jiazhen.
Putra Mahkota HaoCun kembali menarik tali busur panahnya dan muncullah anak panah dari sihir Anginnya. Putra Mahkota Jiazhen tersenyum, ia memasang kuda-kuda, dengan 1 pedang yang ia genggam, ia langsung berlari maju ke arah Putra Mahkota HaoCun tanpa ragu sekalipun. Putra Mahkota HaoCun melepas anak panah Anginnya kearah target.
__ADS_1
Dengan cepat anak panah angin itu meluncur ke arah Putra Mahkota Jiazhen. Tapi, serangan itu tidak cukup. Yang ada serangan anak panah angin itu dengan cepat Putra Mahkota Jiazhen menghindari serangan itu. Putra Mahkota Jiazhen terus berlari dan ia melepar pedangnya ke arah Putra Mahkota HaoCun. Dengan cepat Putra Mahkota HaoCun melompat untuk menghindar dari pedang yang dilempar ke arahnya.
Tiba-tiba Putra Mahkota Jiazhen terpental jauh. Putra Mahkota Jiazhen 'lah yang melakukan itu. Karena sebelumnya, saat ia melempar pedangnya ke arah Putra Mahkota HaoCun, ia melompat. Inilah kesempatan emasnya, karena pandangan Putra Mahkota HaoCun teralihkan oleh pedangnya saat melompat. Bersamaan setelah itu, Putra Mahkota Jiazhen melakukan seperti yang ia lakukan sebelumnya.
Putra Mahkota Jiazhen menendang tubuh Putra Mahkota HaoCun dengan bantuan sihir Angin hebat miliknya. Seperti yang ia lakukan sentet kepada Pangeran Jierui Wong.
Sudah 6 anggota Ksatria terlihat telah tumbang, dan terlihat sudah tak bisa berdiri untuk bangun. Hanya tersisa Ksatria YuWen. Ksatria Yu Wen memasang kuda-kudanya. Kaki kanannya mengeluarkan Api yang menyala.
Putra Mahkota Jiazhen hanya tersenyum melihat itu. Ia hanya berdiri santai dan terlihat di kaki kirinya terdapat petir.
Ksatria Yu Wen dan Mahkota Jiazhen berlari dari tempat mereka masing-masing. Jarak sudah dekat, Ksatria YuWen melompat, dan langsung menggerakan kaki kanannya untuk menendang sekaligus serangan pamungkasnya. Tapi, sayangnya Putra Mahkota Jiazhen lebih dulu menghindar, jadi serangnya tak mengenainya, meleset dan hanya melewatinya saja.
Ke-7 Raja terkejut melihat itu. Bagaimana tidak terkejut. Anggota Ksatria Negara Barat telah dikalahkan. Yang bikin tragis adalah serangan yang barusan dilakukan oleh Putra Mahkota Jiazhen. Akibat serangan tendangan Petirnya, Ksatria YuWen tewas dalam sekali serangan.
.
.
.
__ADS_1
Hahahahaha....!!!
Putra Mahkota Jiazhen Kai tertawa keras menghadap langit. Ia terlihat seperti sudah orang gila haus akan membunuh. Lalu ia berhenti tertawa, matanya melihat-lihat sekelilingnya. Peperangan antara pasukan dari Kerajaannya dengan Kerajaan Negara Barat masih berjalan. Banyak sekali mayat-mayat yang telah gugur.
Tiba-tiba matanya terbelalak melihat Putri Mahkota Xiu Juan telah berada di dekat seorang laki-laki berjubah merah dan berambut pirang keemasan. Begitu juga dengan Putri Mahkota Lin Wei juga di dekat laki-laki yang memakai zirah yang sama dengan anggota Ksatria yang baru saja ia kalahkan. Tak terima 2 calon wanitanya di dekat laki-laki, Putra Mahkota Jiazhen segera menjauhi tempat itu.
Ke-7 Raja yang awalnya sudah siap untuk menerima serangan dari Putra Mahkota Jiazhen heran. Pasalnya Putra Mahkota Jiazhen pergi menjauhi tempat mereka. Tak ingin ambil pusing, ke-7 Raja Kerajaan Negara Barat mendekati para anggota Ksatrianya yang sudah terlihat tidak bisa bangkit bertarung lagi. Terutama kepada Ksatria YuWen, ke-7 Raja sedih karena kehilangan 1 nyawa anggota Ksatrianya.
.....
"Reyhan kau baik-baik saja ?" tanya Putri Mahkota Xiu Juan.
"Tenanglah aku baik-baik saja." jawab Reyhan mencoba tenang untuk mengumpulkan tenaga yang sudah terkuras banyak setelah melakukan sihir perpindahan tempat dalam ukuran cahaya portal yang besar.
"Tak kusangka, bisa begini jadinya, aku harus bisa berhemat tenagaku. Karena entah pasti atau tidak aku akan melakukan perpindahan itu lagi nantinya." batin Reyhan.
Reyhan tak hanya ditemani oleh Putri Mahkota Xiu Juan saja. Tapi ke-4 saudarinya juga datang kepadanya. Bahkan Putra Mahkota KunLi Wong juga ikut datang kepadanya.
"MasBro, Putra Mahkota Kai sedang dalam perjalanan kemari." ucap Putra Mahkota KunLi Wong tiba-tiba, karena dari penglihatan tajam miliknya, ia bisa melihat target dari jarak jauh.
Mendengar ucapan Putra Mahkota KunLi Wong, ke-5 Putra-Putri Raja Wan dan Putri Mahkota Xiu Juan langsung mengalihkan pandangannya ke arah dimana Putra Mahkota Jiazhen sedang berlari mendekati tempat mereka.
"Kita harus berhati-hati, aku telah melihat gaya bertarungnya. Dia sangat cepat, semua serangan dengan mudahnya ia bisa menghindarinya. Dia memiliki sihir elemen Angin dan Petir, terutama kita harus waspada dengan sihir Petir miliknya." ucap Putra Mahkota KunLi Wong menjelaskan
Dan akhirnya Putra Mahkota Jiazhen Kai telah berhenti dari lariannya. Kini ia telah barada di hadapan dengan 2 laki-laki dan 5 perempuan di depannya. Putra Mahkota Jiazhen memasang wajah dinginnya saat melihat Putri Mahkota Xiu Juan dan Putri Mahkota Lin Wei didekat 2 laki-laki itu.
__ADS_1
Putra Mahkota Jiazhen memandang Putri Mahkota Xiu Juan. "Putri Mahkota Xiu Juan Xie ikutlah bersamaku, dan kau..." Putra Mahkota Jiazhen lalu menunjuk jarinya ke arah Putri Mahkota Lin Wei. "Kau juga harus ikut denganku. Kalian berdua menikahlah denganku dan menjadi wanitaku."