Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 191 | Season 2.2


__ADS_3

_______________________________________


Hari demi hari, tak terasa sekarang dimana hari bahagia Elena dan Aland. Sekarang adalah hari pernikahan mereka berdua. Pernikahan mereka diadakan di Kerajaan Arlie. Semua persiapan sudah terpenuhi.


Raja Arlie dan Permaisurinya sangat bahagia melihat Putra mereka menikah. Raja Dorothy dan Permaisuri Ella pun sama, mereka berdua juga bahagia, tapi disisi lain mereka berdua tidak tenang.


Bagaimana tidak tenang ? Reyhan dan rombongannya juga hadir di acara pernikahan. Reyhan yang hadir bersama rombongannya, menjadi pusat perhatian.


Hadirnya Reyhan dan Reynal menjadi pemandangan bagi kaum para tamu undangan wanita muda di dalam acara itu. Bahkan kecantikan Reynalda pun juga menjadi sorotan para tamu undangan pria muda.


Ditambah dengan hadirnya Alice dengan sosok yang sekarang. Semua terpesona melihat kecantikan Alice, rasanya ingin memilikinya. Semua laki-laki maju untuk mendekatinya.


Namun pupus sudah saat melihat Alice bergandengan tangan dengan laki-laki, siapa lagi kalau bukan Reyanal. Melihat itu mereka mundur. Begitu juga sebaliknya saat para Putri melihat Reynal bersama Alice.


.....


Tak berselang lama, acara pernikahan dimulai. Acara diselenggarakan di taman istana, tepatnya, tempat acara itu terbuka, tidak di dalam ruangan atau aula besar.


.


.


Singkat Cerita.


.


.


Janji sumpah pernikahan telah diucap oleh pasangan pengantin baru itu. Acara mengucap sumpah pernikahan telah berjalan lancar. Semua para tamu undangan memberi kata selamat kepada pengantin baru itu.


Hari masih siang, namun acara pernikahan masih berjalan. Tampaknya pasangan pengantin baru itu, sudah kelaparan. Aland tak ingin Elena sakit karena kelaparan.


Aland pun mengajak Elena untuk makan, dan Elena pun mengiyakan. Semua pandangan menatap mereka berdua saat berjalan ke salah satu meja tamu undangan.


"Bolehkah kita berdua bergabung ?" tanya Aland.


Reynal mengerut dahinya. "Kau 'lah tuan acara ini, kenapa harus bertanya ?"


Aland terkekeh. "Aku hanya tak ingin membuat kalian menjadi pusat perhatian."


Benar, melihat pasangan pengantin baru itu mendekati meja Reynal dan rombongannya. Itu membuat para tamu undangan menatap mereka semua.


"Sudahlah, tak perlu dipikirkan, yang terpenting, acara pernikahan kalian lancar, dan kuucapkan selamat untuk kalian berdua." ucap Reyhan.


Aland sedikit menundukkan kepalanya. "Terimakasih Yang Mulia."


Acara terus saja berjalan hingga sore hari dan pada saat itu acara selasai. Semua para tamu undangan satu per satu pergi pulang kembali ke tempat mereka masing-masing.


Reynal, Reynalda, dan Alice memutuskan menginap di penginapan, dan besok adalah Reyhan akan membuka pintu portal dsn membawa kedua anaknya pulang kembali ke dunia asalnya, dan juga membawa Alice.


.....

__ADS_1


Hari sudah malam.


Di rumah sederhana yang Reyhan beli di pinggir kota Kerajaan Dorothy, tepatnya ia berada di belakang rumah. Seperti biasa, Reyhan duduk bersantai sambil menikmati teh hangat buatannya sendiri.


Ia memilih untuk tidak menginap di penginapan di Kerajaan Arlie. Karena ia juga harus menjaga Jian Heeng.


Dan Jian Heeng sendiri pun ada dihadapannya. Jian Heeng hanya diam, selama ditahan, Reyhan memperlakukannya seperti tahanan biasanya pada umumnya, seperti memberi makan dan lain-lain.


"Besok kita akan kembali pulang ke dunia kita." jawab Reyhan.


Jian Heeng tersenyum miring. "Dan setelah pulang, pada saat itu juga aku akan kembali ke penjara istana."


"Tepat." sahut Reyhan.


"Andai saja sosok iblis tidak ada dalam dirimu, aku takkan menahanmu, melainkan mengasingkanmu." lanjutnya.


Jian Heeng tertawa kecil. "Diasingkan ya ? Aku jadi teringat dulu kau dituduh, dan segera itu kau diasingkan."


"Kenangan buruk." sahut Reyhan.


"Namun, keadilan pasti datang." lanjutnya.


Mendengar itu, Jian Heeng tersenyum sinis. Reyhan berdiri dari duduk. Ia manatap Jian Heeng. "Kedepannya, jangan harap bisa melarikan diri setelah ini. Aku tak suka dibuat repot untukmu."


Reyhan pun pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Jian Heeng yang kakinya masih diikat, dan ditahan segel pagar.


.....


Hari telah pagi, Reynal dan yang lainnya sudah siap. Mereka akan meninggalkan dunia yang dinamakan dunia fantasi.


Kini mereka tengah berada di pinggir kota Kerajaan Arlie. Mereka telah sepakat untuk berkumpul di pinggir kota, tepatnya di kebun.


"Apa kau siap untuk ikut ?" tanya Reynal, ia duduk di sebelah Alice.


Alice mengangguk kepalanya. "Aku siap, aku akan ikut bersamamu."


Reynal menggenggam tangan Alice. "Terimakasih, karena kau bersedia untuk ikut denganku."


"Aku akan mengikuti orang yang kucintai." jawab Alice.


Reynal dan Alice tengah duduk santai di sebuah batu besar. Mereka tengah menunggu Reyhan, karena orang itu belum juga muncul.


Reynalda pun juga tengah menunggu, tapi ia memilih untuk menyendiri, ia tak tahan melihat pasangan yang tengah jatuh cinta itu.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berlari. Reynal dan yang lainnya menoleh. Terlihat Elena tengah berlari mendekati mereka bertiga.


Tanpa aba-aba, Elena langsung memeluk Alice. Ia menangis, karena harus berpisah dengan seseorang yang selalu bersamanya. Jika boleh egois, Elena ingin Alice tetap di bersamanya.


Namun, tentu saja itu membuat Alice menjauh dari kebahagian. Maka Elena harus rela membiarkan Alice mencari kebahagian dengan pilihannya.


Alice membalas pelukan Elena. Mereka berdua saling berpelukkan. Reynal melangkah sedikit menjauh. Ia memberikan waktu untuk kedua gadis itu.

__ADS_1


Terlihat Aland yang juga ada disana. Ia berjalan mendekati Reynal. "Aku kira, kalian sudah pergi."


"Belum, kita sedang menunggu ayahku." jawab Reynal.


Aland mengangguk-angguk kepalanya. "Setelah ini apa kita akan bertemu lagi, teman ?"


Reynal menghela nafasnya. "Entahlah, tapi mau bagaimana lagi. Pamanku sudah tertangkap."


Aland terkekeh. "Hanya karena mengejar pamanmu, kau sampai datang ke dunia ini."


"Anggap saja, ini adalah untuk latihanku." jawab Reynal.


Lalu terdengar suara langkah kaki mendekat. Alice dan Elena berjalan mendekati 2 laki-laki itu.


Elena menatap Reynal. "Aku harap, kau membahagiakan kak Alice."


Reynal mengangguk kepalanya. "Ya, pastinya, karena sudah saatnya Alice menemukan kebahagiannya bersamaku."


Tiba-tiba Reynalda datang mendekati mereka berempat. Elena menatapnya, ia dan kembaran Reynal itu saling berpelukkan.


Elena dan Reynalda sedih, karena baru saja bertemu, dan menjadi teman baru. Tapi kini harus berpisah.


Wsst !!


Sudah tak asing untuk terkejut.


Reyhan datang. Ia tak sendiri, ka datang bersama Jian Heeng dalam keadaan terikat.


Jian Heeng hanya berdecak kesal, karena posisinya harus diikat rantai di depan anak-anak yang sudah menginjak dewasa.


Jian tak bisa melawan, atau kabur, karena Reyhan sudah memasang segel penahan sihir di rantainya.


Kini semua tak perlu bertanya kenapa Reyhan baru menampakan dirinya. Ya, karena ia juga harus membawa Jian Heeng yang susah diatur sebagai tahanan.


Reyhan memulai menggunakan Sihir Cahaya dan Sihir Gelapnya dalam bersamaan. Kedua cahaya sihir itu bergerak dan menyatu. Dan jadilah portal untuk pulang.


"Ayah duluan, karena harus membawa paman tidak nyasar lagi ke dunia ini." ucap Reyhan. Yang lainnya mengiyakan.


Reyhan menyeret Jian Heeng masuk ke dalam portal. Setelah melihat Reyhan masuk, Reynalda pun maju berjalan.


"Terimakasih semuanya Putri El, selamat tinggal." pamit Reynalda, dan berjalan masuk ke dalam portal.


Kini giliranlah Reynal. Ia menggandeng tangan Alice. Saat sudah tepat di depan portal, Reynal dan Alice menoleh ke arah Aland dan Elena. Mereka berdua tersenyum.


Elena dan Aland pun ikut tersenyum. Mereka semua teringat kenangan mereka saat berkumpul bersama. Elena semakin deras mengeluarkan Air matanya. Aland merangkul Elena, seakan ia memberi semangat kepada istrinya.


Lalu Elena mengusap air matanya, ia tak ingin Alice melihatnya menangis. "Jangan pernah lupakan aku !!"


"Aku takkan pernah melupakanmu." jawab Alice sambil tersenyum dan meneteskan air matanya.


Pada akhirnya, Reynal dan Alice masuk ke dalam portal, seketika portal itu memudar dan menghilang, seakan seperti pintu tertutup.

__ADS_1


__ADS_2