Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 33


__ADS_3

Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Hari sudah malam, semua berkumpul di taman sekitaran istana, kecuali Raja Wan dan Pangeran Jian Heeng yang tidak ikut dengan mereka. Semua duduk di tikar yang berada dibawah pohon besar yang disediakan oleh Reyhan. Dan sambil menikmati daging bakar buatannya. Dari aroma sudah harum, dan rasa sangat lezat di lidah. Hanya saja ketiga ibunda dan keempat saudarinya memakan sedikit beberapa potongan daging bakar buatan Reyhan, karena mereka semua sudah makan malam sebelumnya.


"Ini enak sekali, Putraku." ucap Permaisuri Xia dan lainnya mengangguk setuju.


"Adik, ini daging hewan apa, kenapa bisa enak sekali ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei menatap ke arah Reyhan, dan lainnya juga menatapnya karena juga ingin tau.


"Daging hewan biawak." jawab Reyhan santai sambil memakan masakannya dengan lahap.


Seketika semua terdiam mendengar jawaban Reyhan, lalu mereka saling pandang. Reyhan melihat semua terdiam, lalu ia menyadari sesuatu.


"Ini dari daging biawak, apa yang kalian takutkan ?" tanya Reyhan sambil tersenyum.


"Adik, apa kau tidak takut sakit perut ?" tanya Putri Mahkota Lin Wei menatap Reyhan, begitu juga dengan lainnya.


"Sakit perut ? Kenapa kakak bisa berfikir seperti itu ?" jawab Reyhan bertanya.


"Kakak, ini adalah daging hewan biawak, salah satu hewan yang jarang ditemui, dan hanya ada di tempat-tempat tertentu. Walau ada seorang pemburu yang menemui hewan ini, pemburu itu tidak akan tertarik." bukan Putri Mahkota Lin Wei yang menjawab, Putri Zhu Niu lah yang menjawab.


"Kenapa bisa tidak tertarik ?" tanya Reyhan penasaran dengan kehidupan di dunianya yang sekarang.


"Karena dari kebanyakan, menjijikan hanya karena melihatnya saja, jadi orang-orang menganggap hewan itu tak layak di makan." jawab Putri An Niu.


Reyhan hanya tertawa kecil, karena di kehidupan sebelumnya hewan biawak adalah hewan yang mudah ditemui, dan apalagi waktu dirinya masih manjadi tentara. Reyhan waktu dirinya bertugas dan hidup dihutan, ia sering menemukan hewan biawak. Ia buru hewan itu dan memakannya.


.


.


"Terus bagaimana dagingnya telah kita makan." kata Putri Mahkota Lin Wei.


"Tapi enak kan." sahut Reyhan enteng.


Putri Mahkota Lin Wei mendengus kesal. Permaisuri dan kedua Selir Raja hanya pasrah, mau gimana lagi, daging sudah berada di dalam perut mereka.


"Tenang, selama ini aku sering memakannya, dan tidak terjadi apa-apa." kata Reyhan.


"Benarkah ?"sahut Putri Jing Mi.

__ADS_1


Reyhan mengangguk kepalanya mantap. "Kalian tidak akan tau. Kalian tidak pernah memakannya, karena kalian hanya menilai dari penampilan hewannya saja. Tapi buktinya kalian memakannya, kalian bilang ini enak."


"Dari mana kau mendapat daging hewan biawak ini, padahal hewan itu jarang ditemui." ucap Putri Jing Mi.


"Aku mendapatkannya di hutan terlarang." jawab Reyhan, Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao terkejut mendengarnya. Sedangkan keempat saudarinya biasa-biasa saja, karena sebelumnya mereka pernah mendengar cerita Reyhan.


Reyhan menceritakan semua yang selama ia alami waktu dari mendapat hukuman karena tuduhan dan hingga ia hidup di hutan terlarang. Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao merasa sedih mendengarnya. Mereka mebayangkan kehidupan yang keras yang dialami oleh Reyhan di hujan terlarang selama setahun lebih.


.


.


Waktu sudah waktunya malam dan istirahat. Permaisuri dan kedua Selir Raja kembali ke Kediamannya masing-masing. Begitu juga dengan Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi, dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu. Reyhan segera membereskan sisa makan-makan dan bakar-bakarnya. Semua telah dibersihkan, ia segera pergi ke kediamannya dan beristirahat.


.


.


.


.....


Keesokan harinya, pada pagi hari, setelah sarapan bersama, semua kembali pada kegiatan masing-masing. Reyhan yang baru sampai di Kediamannya. Tiba-tiba ada 3 pengawal yang mendatanginya. 3 pengawal itu menunduk memberi salam. Reyhan menerima salam mereka.


"Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan Putra Mahkota di ruang kerjanya." jawab salah satu pengawal itu, Reyhan mengernyit dahinya karena heran.


Tapi Reyhan juga penasaran, karena Raja Wan ingin menemuinya. Akhirnya Reyhan menemui Raja Wan. Setelah sampai, tinggal beberapa langkah lagi, ia akan sampai di pintu ruang kerja milik Raja. Tapi saat ia akan masuk.


"PUTRA MAHKOTA REY HANN TELAH TIBA !!" Teriakan Kasim


Reyhan melirik ke arah Kasim kesal. Rasanya, seperti ingin memukul kepalanya si Kasim. Lalu Reyhan segera masuk kedalam ruang kerja Raja Wan.


.


.


Reyhan telah masuk, dan terlihat Raja Wan berdiri menatapnya. Reyhan dan Raja Wan kini saling berdiri berhadapan. Mereka berdua saling lempar pandangan mereka masing-masing. Raja Wan menatap Reyhan dengan tatapan dingin. Dan Reyhan membalas tatapannya dengan wajah datarnya.


"Ada apa ?" ucap Reyhan datar.


Raja Wan membulat matanya mendengar pertanyaan dari Reyhan yang tidak ada tata krama. "Apa kau tau kesalahanmu ?"


"Aku tau." sahut Reyhan.

__ADS_1


"Apa kesalahanmu ?" tanya Raja Wan.


"Hari kemarin di hari terakhir perayaan." jawab Reyhan.


"Kau adalah Putra Mahkota Kerajaan Wan. Seharusnya kau menjaga tata krama Kerajaan demi kehormatan, karena kau adalah penerusku." ucap Raja Wan, Reyhan masih diam, tak menjawab ucapan Raja Wan.


Tapi di dalam batinnya, Reyhan merasa konyol, karena dirinya sedang dinasehati oleh Raja Wan yang secara di kehidupan sebelumnya, umur Raja Wan lebih muda darinya. Tapi mau gimana lagi, secara di kehidupan sekarang dirinya menjadi anak Raja Wan.


.


.


Raja Wan menghela nafasnya. "Ayah berencana menjodohkanmu dengan Putri Mahkota dari Kerajaan Xie." ucap Raja Wan tiba-tiba.


Reyhan terbelalak mendengar ucapan Raja Wan. "Aku menolak."


"Kau tidak bisa menolaknya, itu sama saja penghinaan bagi Kerajaan Xie." jawab Raja Wan.


"Hanya menolak perjodohan dianggap penghinaan ? Lucu sekali." jawab Reyhan remeh, lalu ia keluar dari ruang kerja milik Raja.


"Mau tak mau kau harus menerima perjodohan ini." bentak Raja Wan sambil mengikuti Reyhan keluar dari ruangannya.


"Aku tetap menolak." jawab Reyhan tegas, mendengar soal perjodohannya, berarti dirinya akan membangun rumah tangga.


Reyhan benar-benar menolak keras perjodohannya. Seketika dirinya teringat di kehidupan sebelumnya atas penghianatan yang dilakukan oleh mantan istrinya. Reyhan menolak perjodohannya, karena dirinya tidak percaya 'cinta'. Karena kisah cinta di kehidupan sebelumnya, hatinya terluka. Dihianati oleh wanita yang ia cintai.


.


.


Kini mereka berdua berada diluar istana. Raja Wan diam berdiri di depan pintu ruangannya melihat Reyhan yang berjalan di halaman luar dan menjauhinya. Raja Wan pun berteriak. "Jika kau menolak, maka kau dinyatakan pemberontak !!"


"Aku tetap menolak !!" bentak Reyhan setelah menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya dan menatap dingin ke arah Raja Wan.


Raja Wan terkejut, baru kali ini Reyhan, putranya membentaknya. Raja Wan marah, ia ingin menghukum Reyhan. Raja Wan ingin memberi pelajaran agar Reyhan tidak berontak, lalu ia memunculkan sihir Api dan Petir di tangannya.



Hanya melihat Raja Wan yang mulai mengeluarkan sihirnya, para pengawal ketakutan. Lalu mereka mengambil posisi siaga jika ikut terkena serangannya.


Reyhan yang melihat Raja Wan mengeluarkan sihirnya, seketika pakaiannya melenyap, dan celananya berubah menjadi zirah emas, yang biasanya ia pakai. Reyhan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Lalu beberapa cahaya portalnya muncul dan dirinya menyeringai.


__ADS_1


__ADS_2