Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 56


__ADS_3

Mata Reyhan terbuka, ia melihat sekelilingnnya, ia merasa pernah berada di dengan tempat yang sekarang ini. Pandangan padang rumput yang sangat luas dan udaranya sejuk. Lalu tiba-tiba ia merasa ada yang yang memanggilnya.


"Hey bodoh !!"


Reyhan membalikan tubuhnya, ia melihat 2 orang yang tak asing baginya. "Raja Gil ? Rey Hann ?"


"Iya ini aku." jawab Putra Mahkota Rey Hann.


"Kenapa aku ada disini, apa aku sudah mati ?" tanya Reyhan terdengar konyol.


"Kau belum mati bodoh !!" ucap Raja Gil.


Reyhan mengangkat alis sebelahnya. "Kau bilang aku apa tadi ?"


"Bodoh !!" jawab Raja Gil mengejek.


"Heyy, jangan menyebutku bodoh !!" balas Reyhan kesal.


"Tentu saja kau bodoh, kau menggunakan kekuatanku secara belebihan !!" balas Raja Gil.


"Berlebihan ? Kenapa kau bilang aku menggunakan kekuatanmu berlebihan ?" sahut Reyhan bertanya.


"Kau menggunakan kekuatan hingga mencapai batasmu, Reyhan." bukan Raja Gil yang menjawab, Putra Mahkota Rey Hann yang menjawab.


"Bukankah kekuatan miliknya tak terbatas ?" sahut Reyhan bertanya lagi.


"Benar, aku memiliki kekuatan dan stamina yang tidak terbatas. Dan sekarang kita lihat dirimu, aku memberi kekuatanku yang tak terbatas padamu, tapi kondisi staminamu yang terbatas." jawab Raja Gil.


"Sebelumnya aku tak merasakan seperti itu. Bukankah ada regenerasi dari kekuatanmu." ucap Reyhan.


"Kau mengeluarkan senjata-senjata jutaanmu itu hanya mengurasa sedikit staminamu. Tapi jika kau menggunakan kekuatan sihir perpindahan, staminamu yang akan terkuras banyak." Putra Mahkota Rey Hann menjawab.


"Baiklah, cukup itu saja yang bisa kita sampaikan." ucap Putra Mahkota Rey Hann, lalu perlahan ia dan Raja Gil menghilang.


.....

__ADS_1


Reyhan membuka matanya, ia melihat sekelilingnnya, ruangan itu sangat asing baginya. Matannya menantap sorot cahaya dari jendela, ternyata hari sudah siang. Reyhan bangun dari tidurnya, lalu ia duduk di sisi ranjangnya.


"Mimpi itu lagi." gumannya.


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, masuklah sosok seorang adis yang tak asing baginya, dan sosok 2 laki-laki. Mereka bertiga bersamaan masuk ke dalam ruangan itu.


"Kau sudah sadar ?" tanya Raja Xie, Reyhan tidak menjawab, ia mengangguk kepalanya.


"Bagaimana keadaanmu ?" tanya Putra Mahkota To Mu.


Reyhan mengangguk kepalanya. "Baik."


Reyhan memenjam matanya, ia mencoba mengingat kejadian yang dialami sebelumnya. Reyhan akhirnya ingat, dirinya kini masih berada di Kerajaan Xie. Ia juga mengingat saar ia jatuh pingsan karena terlalu menggunakan kekuatan sihir perpindahan berkali-kali dalam sehari.


Sehingga staminanya mencapai batasnya. Raja Xie menyampaikan, bahwa Reyhan telah tertidur selama sehari setelah ia pingsan. Tentu saja itu membuat dirinya terkejut, bisa-bisanya ia pingsan, dan tidur selama sehari. Reyhan mencoba mengingat kembali mimpi yang baru saja ia mimpikan dalam tidurnya.


Raja Xie menjelaskan selama ini Putri Mahkota Xiu Juan yang merawat dirinya saat masih tertidur. Reyhan tersenyum lalu berterimakasih. Putri Mahkota Xiu Juan hanya membalas senyuman indah miliknya. Reyhan tak tahan melihat senyuman itu. Ia langsung membuang pandangannya.


Pikirannya sekarang tertuju tentang kekuatannya. Sepertinya, ia harus bisa berhemat saat menggunakan kekuatan untuk sihir perpindahan saat di medan perang nanti. Reyhan mencoba berdiri, Putri Mahkota Xiu Juan membantunya. Reyhan tidak menolak bantuan Putri Mahkota Mahkota Xiu Juan.


"Aku harus kembali pulang ke Kerajaan ayahku." jawab Reyhan.


"Sebaiknya kau makan terlebih dahulu untuk mengembalikan tenagamu. Kebetulan ini sudah siang, kita bisa makan siang bersama." balas Raja Xie mengajak Reyhan dengan ramah.


"Baiklah." sahut Reyhan tanpa menolak, karena ia sudah merasa lapar di perutnya.


.....


Kerajaan Wan.


Raja Wan terlihat gelisah, karena Reyhan tidak ikut pulang bersamanya. Sudah sehari setelah adakan pertemuan di Kerajaan Xie, Reyhan masih belum menunjukan dirinya.


Tak hanya Raja Wan yang gelisah. Permaisuri Xia, Selir May dan Selir Bao juga merasa tak tenang atas ketidak pulangnya Reyhan. Tapi mereka yakin bahwa Reyhan baik-baik saja.


Sedangkan disisi lain.

__ADS_1


Putri Mahkota Lin Wei dan ketiga saudarinya diam-diam berlatih di lapangan latihan di sekitaran luar istana. Mereka ber-4 berniat akan ikut turun ke medan perang untuk membantu sang ayah nantinya.


Sudah sehari Reyhan tak pulang, tapi mereka berempat yakin, Reyhan pasti baik-baik saja. Pikiran mereka ber-4 yakin, saat ini Reyhan sedang latihan atau makan dan semacamnya, sudah terbukti, karena Reyhan memiliki Kekuatan yang hebat.


Tiba-tiba Pangeran Jian Heeng datang mendekati ke-4 saudarinya. Meski ia tak begitu dekat dengan ke-4 saudarinya. Pangeran Jian Heeng berjalan mendekati lapangan latihan itu. Ia penasaran, kenapa ke-4 saudarinya berlatih.


Terutama adik kandungnya, Putri Jing Mi. Putri Jing Mi ternyata ikut berlatih. Disisi 4 gadis itu, berhenti dari kegiatan mereka, karena merasakan ada seseorang yang mendekati mereka ber-4. Ternyata orang itu Pangeran Jian Heeng.


"Kenapa kalian berlatih ?" tanya Pangeran Jian Heeng.


"Kita berlatih untuk persiapan nanti di medan perang." jawab Putri Mahkota Lin Wei.


"Medan perang ? Apa maksudmu, Kakak ?" tanya Pangeran Jian Heeng.


"Karena Kerajaan Kai dari Negara Tengah akan berperang dengan Kerajaan Xie." jawab Putri Mahkota Lin Wei.


Pangeran Jian Heeng pun mengerti. "Kenapa kalian repot-repot ikut ke medan perang. Lebih baik kalian menjaga keadaan istana."


"Kita takkan tinggal diam jika salah satu Kerajaan di Negara Barat ini akan diserang Kerajaan dari Negara Tengah." jawab Putri Zhu Niu, Pangeran Jian Heeng hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pangeran Jian Heeng tak menyangka ternyata ke-4 saudarinya berubah semenjak kepulangan Reyhan setahun yang lalu, karena ulahnya. Apapun caranya, setelah selesai medan perang atau entah kapan, ia akan tetap ingin merebut posisi Putra Mahkota Kerajaan Wan.


Tak ingin berlama-lama, Pangeran Jian Heeng pergi dari tempat itu. Memang ia akan ikut turun ke medan perang hanya untuk membantu Kerajaan Xie. Sebenarnya ia tidak peduli Kerajaan Xie akan berperang dengan Kerajaan Kai.


Tapi, ia akan tetap turun ke medan perang, hanya untuk menjaga harga dirinya sebagai Pangeran Kerajaan Wan dan sebagai anggota Ksatria Negara Barat. Ia tak ingin orang lain menilai kejelek tentang dirinya.


..


Hari sudah akan gelap malam. Perang masih tersisa 4 hari lagi. Raja Wan dan seluruh keluarganya berjalan keluarga dari tempat mereka masing-masing untuk pergi ke ruang makan keluarga.


Saat baru sampai, ternyata sosok laki-laki tampan dengan jubah merah tengah berada berdiri di ruangan makan itu. Siapa lagi kalau bukan Reyhan. Ia telah pulang kembali ke Kerajaan Wan.


Terlukis di wajah bahagia di anggota keluarganya. Terutama Permaisuri Xia, ia berlari memeluk erat. Reyhan pun mambalas pelukkan sang bundanya. Semua orang bahagia melihat kebahagian antara ibu dengan anak kandungnya.


Kecuali Pangeran Jian Heeng, meski di wajahnya terlukis bahagia. Namun di dalam hatinya tidak. Ingin sekali menyingkirkan Reyhan secepatnya, tapi ia harus bersabar menunggu waktu yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2