
_______________________________________
"Apa mataku tidak salah melihat saat berada di kota tadi ? Ada manusia yang memiliki telinga yang lancip" Reynal terlihat kebingungan dan masih tengah terkejut dengan apa yang ia lihat beberapa saat sebelumnya.
"Tidak, kau tidak salah lihat, mereka adalah manusia dari Ras Elf." jawab Alice.
"Sepertinya saat ini aku tidak berada di dunia lain " ucap Reynal tiba-tiba, karena ia teringat masa lalu.
"Maksudmu ?" sahut Alice bertanya, ia tsk paham.
"Ini bukan duniaku. Jelas-jelas ini dunia lain." jawab Reynal, ia teringat kejadian 6 tahun lebih yang lalu, yang dimana ayahnya pergi ke dunia lain untuk menyelamatkan bundanya.
"Kenapa kau bisa mengatakan itu ?" tanya Alice.
"Sudah sangat jelas semenjak aku sadar di dalam hutan itu. Aku melihat burung besar berkaki 4, melihat manusia hijau yang cebol, bahkan saat selama perjalanan aku banyak melihat hewan jadi-jadian, dan barusan di kota aku melihat manusia bertelinga lancip." ucap Reynal yang terlihat frustasi, ia sekarang baru menyadari keanehan di dunia yang berbeda.
"Setelah ini apa lagi yang akan kulihat ?" lanjutnya.
"Apa yang kau takutan di dunia ini ?" tanya Alice yang sudah paham.
"Aku tidak takut, aku hanya tak ingin terjebak lama-lama di dunia yang aneh ini." jawab Reynal, Alice hanya diam.
Dalam pikirannya, Alice masih kurang percaya dengan kata-kata Reynal. "Dunia lain ? Mistahil kalau ada."
Tanpa mereka sadari, sudah ada Elena dan Permaisuri Ella memperhatikan mereka.
"Apa yang kalian bicarakan ?" tanya Elena.
Alice membalikan tubuhnya. "Dia mengatakan, dia berasal dari bukan dunia kita."
"Bukan dari dunia ini ?" sahut Elena.
Alice mengangguk kepalanya. "Ya, bisa katakanlah dia berasal dari dunia lain."
"Dunia lain ? Omong kosong." jawab Elena, lalu ia berbalik dan pergi masuk ke istana.
Alice sebenarnya sependapat dengan Elena. Tapi ia tidak bisa melihat kebohongan dari ucapam Reynal. Sedangkan Permaisuri Ella, ia mendekati laki-laki itu.
"Siapa namamu ?" tanya Permaisuri Ella kepada Reynal.
__ADS_1
Laki-laki itu menoleh kepalanya dan memandang Permaisuri Ella. "Namaku Reynal, Reynal Poetra Wan."
"Dia adalah Pangeran dari Kerajaan Wan, Yang Mulia." tambah Alice.
"Kerajaan Wan ? Aku tak pernah mendengarnya." ucap Permaisuri Ella.
"Ya, aku juga tak pernah mendengarnya, tapi seperti yang barusan 'ku dengar, dia mengatakan bukan dari dunia ini." jawab Alice.
Permaisuri Ella menghela nafasnya. "Mungkin dia tengah sakit kepala atau hilang ingatan."
Mendengar ucapan Permaisuri Ella, Reynal terbelalak. Tak terima, dirinya masih sehat, yang ada dikatakan dirinya sedang sakit atau hilang ingatan. Jelas-jelas dia tak punya penyakit apapun.
"Sepertinya dia bukan orang jahat. Sebaiknya kau rawat dia, agar sembuh dan ingatannya kembali." ucap Permaisuri Ella dan pergi meninggalkan Reynal dan Alice di tempat.
Alice terkejut. "Yang benar saja, aku harus merawatnya ?" ucapnya, ia pun berbalik badannya ke arah Reynal, ia akan mengajaknya untuk tinggal sementara di rumahnya.
Setelah berbalik, ia melihat Reynal yang tengah memasang wajah datarnya. Pandangan tajam ke arah Permaisuri Ella yang sedang berjalan masuk ke istana.
"Hei, jagalah matamu, dia adalah Yang Mulia Permaisuri di Kerajaan ini. Kau bisa kena huluman." ucap Alice memperingati.
"Aku tak peduli." jawab Reynal terkesan dingin.
Seketika Reynal mengerut dahinya. "Kamu mau membawaku kemana ?"
"Ke rumahku." sahut Alice.
"Ke rumahmu ?" tanya Reynal.
"Kau jangan berfikir macam-macam. Sementara kau tinggal di rumahku, karena jika kau mencari penginapan, kau harus membayar. Aku bisa menebak kau tak memiliki koin untuk membayarnya." jawab Alice.
Reynal hanya diam. Ia menuruti dan mengikuti gadis yang berusia 2 tahun diatasnya. Ada rasa senang, tapi ada rasa kesal, karena ia memiliki banyak koin di katongnya yang ia sembunyikan di dalam pakaiannya.
Tapi Reynal berfikir lagi, kalau dirinya benar-benar terlempar ke dunia lain, apakah koin yang berasal dari dunianya berlaku di dunia yang ia tempati sekarang ?
Kembali lagi, ia teringat perkataan Permaisuri Ella, yang mengatakan kalau dirinya sakit dan hilang ingatan. "Berani-beraninya dia bilang aku sakit dan hilang ingatan."
"Sudahlah, jaga ucapanmu dan perlakuanmu nanti jika kau bertemu dengan Yang Mulia Permaisuri Ella lagi." ucap Alice.
"Jika bertemu lagi, seperinya aku hanya mengerjainya." jawab Reynal tersenyum.
__ADS_1
"Jangan macam-macam !! Kau bisa di hukum bahkan kau bisa dihukum mati." balas Alice memperingatinya.
"Aku tak takut." sahut Reynal.
"Kau ingin benar-benar mati ?" ucap Alice marah.
"Aku tidak untuk mudah mati." jawab Reynal tersenyum sinis.
Alice terdiam melihat senyuman laki-laki itu. Lalu ia teringat sebelumnya saat ia menyerang dengan anak panahnya.
Ya, dengan mudah laki-laki ini menarik anak panahnya yang tertusuk di tubuhnya, dan lukanya sembuh kembali. Jadi bisa dikatakan Reynal tidaklah sakit atau hilang ingatan.
Kalau terluka dan sakit, pasti bisa sembuh sendiri. Alice mencoba percaya kalau Reynal tidaklah sakit. Alice berbicara lagi, lebih baik ia diam. Tapi ia tetap membawa Reynal ke rumahnya.
.....
Setelah beberapa lama mereka berjalan kaki akhirnya mereka telah sampai ke sebuah rumah yang sederhana. Meski sederhana, tapi terlihat tenang dan damai. Rumahnya terletak di cukup jauh dari kota dan istana.
Alice mengajak Reynal untuk masuk ke dalam rumahnya. Alice mengajak laki-laki yang lebih muda 2 tahun darinya itu ke lantai 2, dan terdapat ada 3 kamar.
"Ini kamarku, lalu kau pakailah kamar diujung sana." ucap Alice, Reynal mengangguk-angguk kepalanya.
"Jika kau mau makan kau tinggal masak, dapur ada di lantai satu. Masih ada bahan-bahan yang tersedia di dapur." ucap Alice, dan Reynal ia hanya mengangguk-angguk lagi kepalanya.
Alice meninggalkan Reynal, tapi ia kemudian membalikan tubuhnya dan menatap laki-laki itu dengan tajam. "Ingat ini adalah rumahku. Kau patuhi semua peraturan di rumahku. Kau hanya kuizinkan menginap disini selama 1 bulan. Setelah 1 bulan, kau pergi dari rumahku. Selama 1 bulan ke dapan ini, sebaiknya kau mancari penghasilan, setelah satu bulan kau keluar dari rumahku, kau bisa mencari penginapan."
Reynal memutar bola matanya, dangan malas ia mengangguk-angguk kepalanya. Alice membalikan tubuhnya dan masuk ke dalam kamarnya.
Reynal pun juga memasuki kamarnya. Ia melepas semua zirahnya, lalu ia keluar dari kamar mandi untuk mandi membersihkan dirinya.
Setelah mandi ia sudah memakai pakaiannya. Ia memakai pakaian baru yang sebelumnya ia beli di toko pakaian di kota Kerajaan saat di perjalanan menuju ke rumahnya Alice.
Reynal merebahkan tubuhnya dia kasur. Kasurnya cukup empuk, dan wangi. Tiba-tiba perutnya terasa lapar, ia teringat kata-kata Alice sebelumnya.
Reynal pun segera keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah dapur. Ia membuka lemari tempat penyimpanan bahan makanan
Banyak sekali bahan makanan yang ia lihat. Reynal tersenyum, ia akan memasak. Meski ia berstatus Pangeran, ia tentu bisa memasak, karena ayah dan bundanya pernah mengajarinya memasak. "Baiklah waktunya memasak."
__ADS_1