
Di dalam Arena pertarungan, banyak penonton bersorak meriah melihat pertandingan. Seakan mereka memberi semangat kepada para peserta.
Pertarungan sebelumnya :
Tim 1 Vs Tim 6, dimenangkan oleh Tim 6, dalam waktu 20 menit.
Tim 2 VS Tim 7, dimenangkan oleh Tim 7, dalam waktu 25 menit.
Tim 3 VS Tim 8, dimenangkan oleh Tim 3, dalam waktu 20 menit.
Tim 4 VS Tim 9, dimenangkan oleh Tim 4. Anggota dari Tim 4 adalah 2 Pangeran yang terkenal akan bakatnya, Pangeran Jierui Wong dan Pangeran Jian Heeng. Mereka berdua sangat terkenal kuat dan cepat dalam bertarung.
Bahkan pertandingan mereka dengan mudah dimenangkan, dan hanya memakan waktu 15 menit. Mereka berdua, sangat kuat, sehingga lawan mereka kalah dengan cepat, karena kekuatan lawannya sangat tidak sebanding dengan Pangeran Jian Heeng dan Pangeran Jierui Wong.
.
.
.
.....
Waktu pertandingan selanjutnya ditunda 20 menit untuk, membiarkan para pengawal memulihkan arena pertarungan yang terlihat berantakan dari hasil pertandingan pertarungan dari Tim 4 dan Tim 9.
Terutama Tim 4, yang terdiri dari 2 anggota yaitu Pangeran Jian Heeng dan Pangeran Jierui Wong. Mereka berdua yang paling parag meninggalkan sisa-sisa pertarungannya arena.
Banyak tanah bergelombang, dan berlubang, tanah terbelah tak karuan, terbangun dinding tanah yang hancur, dan tanah menghitam sisa serangan api mereka berdua. Namun dengan bantuan pengawal yang memiliki sihir elemen Tanah, Arena dapat dipulihkan semula.
.
.
.
Waktu sudah melewati 20 menit, para pengawal sudah memulihkan arena pertarungan. Kasim memulai mengumumkan pertandingan berikutnya. Tim 5 melawan Tim 10.
Semua para penonton dan para tamu undangan bersorak meramaikan susana arena. Ditambah Tim 5, yang beranggota 2 saudara kakak beradik dari keluarga bangsawan We memasuki arena. Semua penonton semakin bersorak memberi dukungan kepada 2 saudara kakak beradik itu.
WeiHeng dan WenHua, mereka berdua jika menjadi pasangan dalam pertarungan, mereka takkan terkalahkan, sehebat apapun musuhnya, dan sebanyak musuhnya. Mereka berdua bisa mengalahkan musuh dengan sangat cara pertarungan kombinasi mereka.
.
.
Namun saat Tim 10 memasuki arena, para penonton dan para tamu undangan, seketika terdiam. Mereka semua melihat-lihat Tim 10 itu yang beranggota Putra Mahkota dari 2 Kerajaan berbeda. Para penonton awalnya biasa-biasa saja melihat Putra Mahkota KunLi Wong, karena mereka mengenalnya dengan baik. Ditambah Putra Mahkota KunLi Wong terkenal ramah, tapi juga kuat dan sadis saat bertarung.
Tapi yang bikin para penonton terdiam adalah seseorang yang menjadi pasangan dari Putra Mahkota KunLi Wong di Tim 10. Para penonton berbisik-bisik melihat orang yang menjadi pasangan Putra Mahkota KunLi Wong di Tim 10. Semua orang merasa kasihan kepada nasib orang itu. Semua orang mengenal orang itu sangat ramah dan penolong. Dan orang itu yang sudah lama menghilang dan sebelumnya juga terkenal yang tak memiliki bakat sihir elemen sama sekali.
Dan kini setelah lama menghilang, ia kembali dengan penampilan yang berbeda. Dari perubahan penampilan orang itu, terlihat lemah. Para penonton menjadi kasihan melihat orang itu akan kalah dengan mudah. Dan para penonton merasa kasihan juga kepada Putra Mahkota KunLi Wong yang akan menanggung malu jika kalah karena harus 1 Tim dengan orang itu, ditambah Tim yang akan mereka lawan berisikan sepasang kakak beradik yang terkenal kuat.
__ADS_1
.
.
Sedangkan orang yang menjadi bisik-bisikan para penonton hanya memasang wajah datar ke arah depan. Benar, orang itu adalah Putra Mahkota Rey Hann (Reyhan). Reyhan masa bodo keadaan sekitar. Entah mendapat pandangan kasihan ataupun pandangan remehan dari para penonton.
Ditambah Tim lawannya, WeiHeng dan WenHua memandang dan memberi senyuman remeh kepada Reyhan. Sedangkan hal berbeda dirasakan Putra Mahkota KunLi Wong, ia tak bisa membayangkan jika dirinya bisa mengimbangi serangan Reyhan.
Permaisuri Xia dan Selir May dan Bao, mereka tidak tega melihat Reyhan menjadi bahan bisikan para penonton. Mereka bertiga tau kalau Reyhan selalu dilihat remeh karena dikenal orang-orang tak punya bakat sihir elemen sama sekali.
Tapi disisi Raja Wan dan para mentri-mentri Kerajaan Wan, berkeringat dingin. Pikiran mereka masih terbayang-bayang kejadian yang mereka lihat semalam. Begitu juga dengan Putri Mahkota Lin Wei, Putri Jing Mi dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu. Mereka berempat merasakan apa yang Raja Wan rasakan.
Disisi Pangeran Jian Heeng ia duduk terdiam di tempatnya. Ia masih memikirkan kejadian semalam waktu ia dan Reyhan bertarung. Sedangkan Pangeran Jierui Wong melihat Pangeran Jian Heeng terdiam, ia hanya mengernyit dahinya, tapi ia kembali fokus melihat ke arah arena. Terutama ia melihat orang yang menjadi pasangan dengan Putra Mahkota KunLi Wong. Ia melihat Reyhan dengan tatapan datar. Tapi dipikirannya ia ingin turun ke arena dan menghabisinya, karena ia tak terima melihat Putra Mahkota KunLi Wong sepasang dengan Reyhan.
Sedangkan disisi Putra Mahkota KunLi Wong, ia hanya mengela nafasnya. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan kasim.
"PERTANDINGAN TIM 5 MELAWAN TIM 10, DIMULAI !!"
.
.
.
.....
WeiHeng dan WenHua mengambil posisi mereka. WeiHeng berlari ke arah KunLi Wong yang juga berlari ke arahnya. Mereka berdua mulai saling menyerang. Para penonton mulai bersorak dan memberi dukungan kepada mereka berdua.
Tang.. Ting.. Tang.. Ting..
.
.
Sudah hampir 5 menit lebih, KunLi Wong dan WeiHeng saling mengayunkan pedangnya. Mereka berdua terlihat seperti tidak mau ada yang kalah.
Bugh !!
Bugh !!
.
.
KunLi Wong dan WeiHeng saling menendang diperut secara bersamaan. KunLi Wong memulai memakai sihir elemen Air nya, dan melayang di sekitarnya. Sihir air miliknya meluncur ke arah WeiHeng sangat cepat dalam bentuk pisau, seakan terlihat seperti hujan pisau air. WeiHeng yang dapat serangan itu, ia menghindarinya dengan mudah.
Setelah serangan sihir milik KunLi Wong terhenti, WeiHeng mulai memakai sihir anginnya, dan meluncurlah sihir angin dalam satu dorongan tinju udara ke arah KunLi Wong.
KunLi Wong yang akan membangun perisai dari sihir esnya tapi...
__ADS_1
Woess...
.
.
.
Ada anak panah Api yang yang datang ke arahnya. Tapi untungnya, KunLi Wong bisa menghindari. Ternyata dari jauh, WenHua yang telah meluncurkan anak Api itu ke arahnya. Sedangkan WeiHeng bersamaan melihat itu, ia tersenyum dan langsung melancarkan pukulan Angin ke arah KunLi Wong.
Wuss...
.
.
.
KunLi Wong terdorong dan jatuh ke tanah. Ternyata WeiHeng dan WenHua berniat menyerang ke KunLi. Mereka tidak tertarik melawan Reyhan yang saat ini ia duduk santai di tanah.
WeiHeng dan WenHua menganggap Reyhan lemah, jadi mereka memilih menyerang KunLi Wong. Setelah KunLi Wong dikalahkan, baru mereka menghabisi Reyhan.
Reyhan memilih duduk, karena dari tadi, tidak ada WeiHeng atau WenHua yang mau menyerangnya.
WenHua meloncat kebelakang lagi, dan ia akan melancarkan busurnya dan menarik anak panahnya.
Woess.......
.
.
.
Anak panah terlepas dan meluncur ke arah KunLi Wong. Bersamaan WeiHeng menambah dorongan ke anak panah api itu dangan sihir Anginnya, dan anak panah Api itu meluncur dengan cepat ke arah KunLi Wong yang baru akan bangun dari jatuhnya.
Sling..
Ting..
.
.
.
Anak panah Api milik WenHua terpental dan jatuh ke tanah. Ternyata ada sebuah pedang datang menghentikan anak panah Apinya.
"Kalian lupa, lawan kalian tidak hanya Putra Mahkota KunLi Wong."
__ADS_1
WeiHeng dan WenHua menduga bahwa suara yang mereka dengar adalah suara Reyhan, lalu mereka berdua menoleh ke arahnya. Dan bersamaan juga, suara para penonton menggema terkejut melihat Reyhan yang dikelilingi 3 cahaya berbentuk portal.